Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 25 Jangan ulangi kesalahan lagi


__ADS_3

Irene menoleh pada Zaki yang menatap ponselnya seakan memikirkan pesan dari seseorang.


"Siapa?" tanya Irene tiba-tiba tertarik dan menebak jika pesan itu di tulis oleh Lara.


"Lara," sahut Zaki.


"Kau baru pulang bepergian bersamanya. Aku harap tidak terjadi sesuatu dengan kalian berdua," suara yang keluar terdengar penuh kekhawatiran saat ini.


"Sayangnya, semua sudah berubah. Aku mulai memikirkan Al, anak kami. Dan berfikir untuk menikahinya secara sungguhan," kata Zaki membuat Irene terbelalak.


"Jika itu keputusan mu, lalu untuk apa kau datang kemari? Kenapa harus peduli padaku?" Irene mulai tidak kuasa menahan tangisnya mendengar pengakuan dari Zaki.


"Karena aku ingin melihat mu bahagia. Aku ingin kau bahagia bersama suamimu,"


"Sudah ku bilang jika aku tidak bahagia. Aku hanya akan bahagia jika bersamamu Zaki. Kenapa kau membuat aku bingung?" Irene terisak kembali dan kini dia duduk disamping Zaki.


"Kembalilah pada suamimu. Perbaiki hubungan kalian. Karena aku, tidak bisa kembali bersamamu lagi..."

__ADS_1


Kata Zaki sambil berdiri akan pamit.


Tiba-tiba salah satu tangannya di raih oleh Irene dan dia genggam dengan kuat.


"Apakah aku benar-benar sudah tidak berarti dalam hidupmu? Apakah hubungan kita selama ini sudah tidak berarti lagi bagimu?"


Kali ini Irene menatap tajam mata Zaki.


Zaki terdiam. Dia memalingkan wajahnya.


"Katakan!?" Irene yakin jika Zaki masih mencintainya, hatinya berkata demikian.


"Baiklah. Jika itu keputusan mu. Mulai sekarang jangan pernah datang dan peduli padaku lagi. Tapi satu yang harus kau ingat. Aku tetap akan bercerai dari Bobi..."


Zaki menatap dalam wajah Irene. Wanita di hadapannya ini memang keras kepala. Namun entah kenapa perasaan Zaki sudah tidak sama seperti dulu lagi.


Hingga dia yang biasanya akan berbalik lalu memeluk wanita ini dan menenangkan dirinya kedalam pelukannya, kali ini menguatkan hatinya untuk tidak melakukan hal itu karena jika Lara tahu dia pasti akan cemburu.

__ADS_1


Kali ini Zaki memilih untuk pergi dan pulang ke rumahnya. Dulu, jika Irene seperti ini, maka mereka akan menginap semalaman dan tidak pulang kerumah masing-masing. Dan dari rasa peduli yang berlebihan itulah awalnya Zaki dan Irene menjalin asmara terlarang.


Zaki sampai dirumahnya. Dan segera turun dari mobilnya. Saat dia menoleh ke teras, dia melihat Lara duduk disana sambil memegang lututnya dan menyandarkan kepala nya pada kedua lututnya.


Melihat Zaki kembali, Lara tersenyum seketika. Rasa kantuk mendadak hilang dan dia langsung berdiri saat ini akan menyambut nya. Malam ini sangat menentukan hubungan mereka selanjutnya. Karena jika Zaki tidak pulang, maka artinya mereka akan mengulang masa-masa pahit tiga tahun yang lalu.


"Kau pulang?" Lara bertanya saat mereka berdiri berhadapan.


Zaki menatap wanita di hadapannya ini dan sudah menebak dalam hati jika dia akan berdiri di teras dengan rasa gelisah dan menunggunya datang. Jika dulu, dia akan cuek dengan hal kecil yang di lakukan Lara ini, namun kali ini dia peduli padanya.


"Maaf," kata Zaki tiba-tiba.


"Aku sangat bahagia karena kau pulang kerumah," ucap Lara masih bertatapan dengan Zaki.


"Lain kali tidak usah menunggu di teras seperti ini. Banyak nyamuk. Lagian, aku pasti pulang. Jadi lebih baik kau istirahat didalam dan tidak usah menunggu ku..." kata Zaki sambil meraih salah satu tangan Lara dan menggenggamnya.


"Aku sangat gelisah....aku takut sekali. Jika malam ini kau tidak pulang," Aku Lara jujur tentang perasaan cemasnya.

__ADS_1


"Aku sudah berjanji untuk hidup selamanya bersamamu. Dan aku berkomitmen untuk hubungan kita ini,"


ucap Zaki dan mengajak Lara masuk kedalam. Kali ini, entah kenapa Lara mendengar jika yang di ucapkan Zaki sungguh-sungguh dari dalam hatinya dan bukan sedang pura pura apalagi membodohi nya.


__ADS_2