
18 Juni, 11:44 PM Rooftop.
"Kalo cuma spirit kelas rendah sih, bisa cepat selesai" (Andrian)
"Dor... Dor... Dor..." (suara pistol)
Andrian membersihkan semua spirit yang ada dilantai 5, lalu naik ke rooftop.
"Ini akan jadi yang terakhir" (Andrian)
Dia berjalan keluar ruangan dan melihat ada taman diatas gedung.
"Wih bagus juga, ternyata memang hotel-hotel disini keren ya" (Andrian)
Dia memeriksa segala sudut taman tersebut dan tidak menemukan kejanggalan apapun.
"Loh disini justru sepi, nggak kayak yang ada didalam ruangan" (Andrian)
Setelah memastikan semuanya aman, ia lalu kembali ke pintu dan membukanya.
"Tunggu, aku merasakan kehadiran spirit yang cukup kuat 🙁" (Andrian)
Andrian langsung berbalik badan dan menodongkan pistolnya.
"HAI MANUSIA" (sambil menyeringai)
"Apa 😨" (Andrian panik)
Sesosok iblis berbentuk kelelawar besar tiba-tiba berdiri dihadapan Andrian.
"Aaaaaaa....." (Andrian berteriak)
Sementara itu, pak Brayn yang berada dilantai 1 lobby hotel menunggu mereka bertiga.
__ADS_1
"Hampir tengah malam, semoga mereka bisa menyelesaikan tugas mereka sebelum pagi hari" (Brayn sambil melihat jam tangannya)
Tak lama setelah ia melihat jam, Bryan tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari ponselnya.
Ia mendapati 5 panggilan tak terjawab dari Sheila.
"Ada apa sama Sheila, apa dia baik-baik saja ?" (Brayn bertanya-tanya)
Dalam beberapa saat kemudian, suara teriakan terdengar dari dua arah, yaitu dari lantai atas dan dari bawah basement.
"Ada yang tidak beres ini pasti" (Brayn)
Brayn langsung bergegas menuju tangga, dan turun kebawah atau basement. Dengan cepat dia berjalan menelusuri parkiran kosong tersebut.
"Aku tidak melihat siapapun tapi aku merasakan energi spirit Sheila ada disekitar sini" (Brayn)
Brayn terus mengikuti intuisinya, sampai akhirnya ia melihat cahaya yang tidak jauh darinya.
"Sheila" (Brayn)
Ia menemukan Sheila tergeletak disamping pentagram dan tak berdaya.
"Bertahanlah, aku akan membawamu keluar dari sini" (Brayn)
Brayn menggendong Sheila dan keluar dari hotel tersebut.
"Pak Brayn dia terbang ke atas" (Sheila sambil menunjuk atap bangunan hotel)
"Iya aku tahu maksudmu, ada hawa keberadaan iblis yang cukup kuat, aku bisa merasakannya" (Brayn)
Dan disaat yang sama juga, Darel masih terjebak sendirian dilantai 4.
"Spirit sialan, beraninya mempermainkan aku seperti ini, kalo ketemu pasti akan aku hajar habis-habisan 😠" (Darel terlihat kesal)
__ADS_1
Dia berjalan dan berlari kesana kemari tetapi selalu menemukan pintu yang sama, yaitu pintu dengan nomer 13.
"Lorong koridor ini seakan tidak ada habisnya, sejauh mana aku berjalan tetap tidak kelihatan ujungnya" (Darel)
Meski kesal, Darel tetap terus berjalan mencari jalan keluar, sampai satu ketika kaki dia seperti menginjak sesuatu.
"Cek..." (suara percikan air)
"Apa ini ?" (Darel)
Ia melihat lebih dekat dan menyadari sesuatu.
"Ini darah, asalnya dari dalam kamar 😨" (Darel)
Bersambung.....
......................
...****INFORMASI TAMBAHAN****...
-Sebenarnya aku tidak tahu gimana cara menyampaikan cerita ini dengan benar.
-Terlebih ceritanya sedang bercabang dan beberapa kejadian terjadi bersamaan.
-Tapi mungkin beberapa hal ini bisa membuat kalian sedikit lebih mengerti isi ceritanya.
-Tanda (* + Italic) : itu untuk tambahan informasi, agar ceritanya lebih jelas.
-Tulisan (Bold) : itu untuk menekankan sesuatu yang penting, seperti keterangan waktu dan tempat, nama jurus, atau informasi penting lainnya.
-Tulisan (Italic) : itu untuk menceritakan kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, seperti flashback atau recall.
-Semoga kalian bisa paham maksud dan tujuan cerita ini.
__ADS_1
-Sampai jumpa 😋.
...SPIRIT HUNTER...