Spirit Hunter

Spirit Hunter
Episode 17 : Kesempatan Kedua


__ADS_3

Review sebelumnya....


Adel menggunakan jurusnya untuk membasmi semua spirit yang ada di festival tapi tanpa disengaja ia justru menghancurkan festival tersebut.


Atas kebaikan dari walikota Westania mereka bertiga diberi kesempatan kedua untuk menebus kesalahan mereka dengan menangkap pelaku yang memanggil semua spirit itu.


"Kalo begitu aku harus bergegas ke kuil sebelum aku ketinggalan jejaknya" (Adel)


Adel langsung pergi ke kuil untuk mencari pelaku penyerangan difestival, tapi saat sampai di kuil, disana dia tidak menemukan siapa pun.


"Sial tidak ada siapa pun disini, sepertinya aku kehilangan jejaknya, eh tunggu aku mencium sesuatu, seperti bau sesuatu abis terbakar" (Adel)


Adel langsung mencari sumber bau tersebut, dia mencarinya sampai ke tempat kremasi dan benar, disana ia menemukan sebuah jenazah baru saja dibakar.


"Apa ini, ada jenazah yang baru dibakar tapi tempat ini kan kuil bukan pura, siapa yang melakukana semua ini ?" (Adel)


"Lah iya juga ya, kenapa bakar jenazah bukan dipura tapi malah dikuil kan beda agama ?" (orang tidak dikenal)


Tiba-tiba ada seseorang dibelakang Adel.


"Anjir kaget, lo siapa gila ?" (Adel)


"Lah lo yang siapa ?" (orang tidak dikenal)


"Lo pasti yang bakar mayat ini kan, ngaku gak lo" (Adel)


"Baru dateng dimarahin, ngajak gelud" (orang tidak dikenal)


"Kuy bertumbuk kita" (Adel)


Lalu mereka berdua bertarung.


(lah kok jadi gini)


"Jurus Spirit : Tombak Ghoib"


Orang itu mengeluarkan sebuah tombak.


"Tunggu jurus itu" (dalam hati Adel)


"Ayo kita selesaikan sekarang" (orang itu)


"Tunggu, tunggu, tunggu" (Adel)


Adel mencoba menghentikan orang itu.


"Apa lagi yang kamu tunggu, aku sudah siap ini" (orang itu)


"Aku cuma lupa menanyakan menanyakan sesuatu, siapa namamu ?" (Adel)


"Oh ya kurang sopan jika kita tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Kallow Celt, siapa namamu ?" (Kallow)


"Iya benar juga, aku Adelion Garett, senang bertemu dengan mu" (Adel)


"Adelion ?" (dalam hati Kallow)


"Celt, jangan-jangan dia" (dalam hati Adel)


"KAMU" (Adel dan kallow bersamaan)


"Kamu orang yang membunuh adik ku, akan ku bunuh kamu sekarang" (Kallow)


Kallow menyerang Adel dan Adel langsung menghindari serangannya.


"Adik, jadi dia adik mu ?" (Adel)


"Memangnya kenapa kalo dia adik ku, pembunuh sepertimu harus diberi pelajaran" (Kallow)


Kallow terus menyerang Adel dan Adel juga terus menghindar.


"Tidak, tidak, tidak, aku tidak membunuhnya, aku hanya memenjarakannya" (Adel)

__ADS_1


Tiba-tiba Kallow berhenti menyerang Adel.


"Hah memenjarakannya, dasar anak biadab, memangnya apa salah adikku sampai kamu masukan dia ke penjara, kalo gitu akan ku masukan juga kamu ke penjara" (Kallow)


"Tunggu dulu jangan seperti itu, aku memenjarakannya karena dia tersesat, dia butuh rehabilitasi" (Adel)


Kallow berhenti menyerang lagi.


"Rehabilitasi, bener juga ya, diakan penyembah iblis, kamu orang baik ternyata ya" (Kallow)


"Benar kan, hehe" (Adel tersenyum)


"Kamu bercanda ya" (Kallow)


Kallow mulai menyerang Adel lagi, begitupun Adel juga menghindarinya lagi.


"Kallow aku punya pertanyaan terakhir untuk mu" (Adel)


"Apa lagi yang ingin kamu tanyakan, hah" (Kallow)


"Apa tujuan mu berada di kuil ini ?" (Adel)


Kallow berhenti menyerang lagi.


"A... aku, aku hanya membantu menyiapkan festival" (Kallow)


"Iya kah, bukannya festivalnya sudah dibatalkan dan kamu juga tidak ada disana saat aku menyelamatkan para warga tadi, apa tujuan mu sebenarnya ?" (Adel)


Adel mendekati Kallow untuk membuatnya semakin tertekan.


"A.... aku hanya menuruti perintah" (Kallow)


"Menuruti perintah, perintah dari siapa ?" (Adel)


"Sudah cukup Kallow" (Orang tidak dikenal lagi)


Tiba-tiba muncul seseorang keluar dari dalam kuil.


"Ma... maafkan saya tuan Abraham" (Kallow)


"Abraham ?, jadi dia Abraham" (dalam hati Adel)


"Abraham aku sudah mencari mu kemana-mana, pasti kamu yang bertanggung jawab atas penyerangan tadi" (Adel)


"Kamu siswa dari Psychic School yang mencari ku kemarin ya, kamu berfikir aku yang melakukannya, hanya karena aku ada disini" (Abraham)


"Tak usah mengelak aku sudah tau siapa dirimu, Abraham Killian Pendeta tinggi Kali, organisasi satanism" (Adel)


Abraham kaget mendengar namanya disebut oleh Adel.


"Kamu ini orang nya tidak suka diajak basa basi ya, apa tujuanmu mencari ku ?" (Abraham)


"Apakah itu pertanyaan yang harus aku jawab, hah" (Adel)


"Maafkan aku, kalo gitu aku ganti pertanyaannya, sudah siapkah kamu mati" (Abraham dengan tatapan tajam)


Adel ketakutan saat melihat mata Abraham yang tiba-tiba berubah menjadi merah.


"Hei tak usah sampai marah begitu, aku hanya" (Adel)


Tiba-tiba Adel terkena pukulan sangat keras dan cepat, tepat diperutnya, sakin cepatnya bahkan Adel belum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Uhuk uhuk" (Adel batuk)


Tiba-tiba juga Abraham sudah ada tepat didepan Adel.


"Aku tanya sekali lagi apa tujuanmu mencari ku ?" (Abraham)


"Aku hanya..." (Adel sambil merintih kesakitan)


Abraham dengan cepat menarik dan mencekik kepala Adel dengan satu tangan sampai Adel tidak bisa bergerak.

__ADS_1


"Apa-apaan ini tenaga ku tiba-tiba menghilang, aku tidak bisa bergerak" (dalam hati Adel)


"Dengar ya bocah, kamu terlalu berisik untuk ukuran spirit hunter dan aku ingin kamu berhenti mencari ku mulai sekarang atau aku akan lepaskan rahangmu untuk membuatmu diam selamanya" (Abraham)


Lalu Abraham menjatuhkan tubuh Adel ke tanah.


"Kallow bawa dia" (Abraham)


"Baik tuan" (Kallow)


"Apa yang baru saja dia lakukan, tenaga ku habis terkuras, aku sudah tidak kuat lagi" (Adel)


Tak lama Adel langsung tidak sadarkan diri.


"Jurus Spirit : Penjara Ghoib"


Kallow memasukan Adel ke dalam penjara ghoib dan membawa Adel bersamanya.


……………


Sementara itu Keyla dan Nadia yang sudah sampai dipenginapan.


"Kenapa Adel belum juga kembali, bukankah besok dia juga harus membantu mempersiapkan festival, kalo begini bisa gagal lagi festivalnya ?" (Keyla)


"Tenanglah Keyla mungkin Adel sedang dijalan, aku harap tidak terjadi apa-apa padanya" (Nadia)


Nadia dan Keyla kebingungan dan khawatir dengan Adel.


"Hmm Nadia anak itu sudah tidur kan ?" (Keyla)


"Iya sudah" (Nadia)


"Kalo gitu bantu aku keluar, kita akan mencari Adel, aku punya firasat buruk" (Keyla)


"Tunggu tapi bagaimana dengan anak itu" (Nadia)


"Sudahlah kita tidak punya banyak waktu" (Keyla)


"Baik lah, aku akan membantumu" (Nadia)


Mereka berdua memutuskan untuk mencari Adel bersama, dan mereka langsung pergi ke kuil, tempat yang Adel tuju sebelumnya, tapi saat disana mereka tidak menemukan Adel.


"Key kamu menemukannya ?" (Nadia)


"Tidak, aku tidak menemukan siapa pun disini, walau sudah kucari setiap sudut kuil" (Keyla)


"Mungkin memang dia tidak ada disini, apa sebaiknya kita carinya ditempat lain" (Keyla)


"Tidak tunggu Nad, aku seperti melihat sesuatu" (Keyla)


Keyla melihat sebuah pin yang jatuh ditanah dan mengambilnya.


"Apa itu Key ?" (Nadia)


"Ini pin punya Adel, pin nomer 3, itu artinya, ada sesuatu yang terjadi dengannya" (Keyla)


"Kamu jangan berfikir seperti itu dulu, Adel itu kuat, dia tidak mungkin dalam bahaya, mungkin dia hanya sedang berjalan-jalan sebentar sebelum pulang ke penginapan, tidak ada yang tahu kan" (Nadia)


"Tapi Nad, aku yakin sekali pasti terjadi sesuatu pada Adel" (Keyla)


Bersambung....


......................


"Halo pembaca, aku Aditya Fathir"


"Kalo kalian punya saran atau ide, tolong ditulis di komentar ya, semoga kalian suka dengan ceritanya dan sampai jumpa"


"Get enjoy and bye bye"


...-SPIRIT HUNTER-...

__ADS_1


__ADS_2