
Review sebelumnya....
Adelion bertemu dengan Darel, seorang pencuri yang sedang dikejar warga.
Adel mencoba menawarinya untuk menjadi spirit hunter seperti dirinya. Namun belum sempat menjelaskan semuanya, sebuah ledakan tiba-tiba terjadi.
"Duuuaaaarrrrr............." (suara ledakan)
"Suara apa itu tadi ?" (Adel)
"Itu suara ledakan, apa kamu tidak mendengarnya" (Darel)
...----------------...
3 Maret, 09:17 PM Kota Calio.
Saat itu suasananya semua orang panik dan berhamburan mencari tempat berlindung.
"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi kita juga harus mencari perlindungan" (Adel)
"Oh tidak 😳" (Darel terlihat panik)
"Hei kamu mau kemana ?" (Adel)
Darel tiba-tiba turun dan berlari ke pusat kota.
"Darel disana berbahaya, kita tidak tahu apa yang sedang terjadi disana" (Adel)
Darel terlihat tidak menghiraukan Adel dan terus berlari.
"Mau gimana lagi, aku harus segera mencegahnya" (Adel)
Adel akhirnya mengejarnya dari belakang, melewati beberapa kerumunan orang yang sedang panik dan berhenti didepan puing-puing bangunan yang sudah hancur karena ledakan.
"Hus... hus... akhirnya kamu berhenti, bagus deh sebelum terjadi apa-apa sebaiknya kita segera kemba... 😳" (Adel syok dengan yang ia lihat)
Adel melihat mayat seorang anak kecil yang sudah tewas hangus terbakar tergeletak didepan Darel.
Adel tidak mampu berkata-kata, ia tidak menyangka akan melihat hal setragis ini.
__ADS_1
"Dia adalah adikku, Ariel" (Darel)
"Darel... 😧" (Adel syok untuk keduakalinya)
"Dia adalah satu-satunya keluargaku, kami hidup berdua semenjak ayah dan ibu kami meninggal di medan perang, aku berharap dia bisa memakan roti yang aku bawakan untuknya hari ini" (Darel)
Air mata Darel perlahan menetes dan ia mulai menangis.
"Aku sudah berusaha untuk membuatnya selalu tersenyum setiap hari, aku bahkan rela mencuri demi terus membuatnya bisa tersenyum meski hanya dengan sepotong roti, tapi... ðŸ˜" (Darel)
"Darel tung..." (Adel)
"Jika bukan karenanya, aku tidak tahu lagi apa alasan aku harus tetap hidup" (Darel)
Darel menghampiri mayat adiknya dan mengelus kepalanya.
"Maafin kakak ya Ariel, kakak nggak bisa menepati janji kakak 🥲" (Darel)
"DAREL AWAS" (Adel)
"Praang..." (Suara tobak melaju dengan cepat)
Sebuah tombak menancap ditubuh Darel, sampai-sampai melubangi perut Darel.
"Siapa itu ?" (Adel)
Adel melihat sekelilingnya, mencoba mencari siapa pelakunya.
"Siapa pun kamu, keluarlah jangan jadi pengecut 😡" (Adel terlihat marah)
Tanpa aba-aba, serangan tombak lainnya meluncur kearah Adel.
"Prang...." (sebuah tombak menancap)
Dengan cepat Adel menghindari serangan itu.
"Oh mau kucing-kucingan ya" (Adel)
Tanpa ampun, serangan berikutnya langsung menghujani Adel dengan cepat, tapi karena Adel orang yang sangat mahir dalam bela diri, ia tidak kesulitan menghindari semua serangan itu.
__ADS_1
"Tidak semudah itu mengenai ku" (Adel)
Karena terlalu percaya diri. Adel akhirnya melakukan kesalahan fatal, yaitu kakinya salah langkah dan terpeleset sampai membuatnya terjatuh.
"Aduh sialan siapa sih yang buang kulit pisang disini" (Adel)
Lalu sebuah tombak mengarah langsung ke kepala Adel.
"Ding...." (suara benturan besi)
Tombak itu meleset, tidak jadi mengenai kepala Adel karena membentur sesuatu.
"Elina 😲" (Adel terlihat terkejut dan senang)
"Seperti biasa ya, kau ini selalu ceroboh" (Elina dengan nada meremehkan)
Bersambung.......
......................
...****INFORMASI KARAKTER****...
- Nama lengkap : Adelion Garret
- Tinggi badan : 178 cm
- Tanggal lahir : 4 maret (jangan tanya tahunnya)
- Laki-laki
- Ia memiliki rambut pirang dan wajah yang tampan.
-Dia memiliki sifat yang suka menolong dan jujur meski sering ceroboh dan kurang fokus.
- Dia suka sekali makan makanan manis seperti coklat dan kue kering.
- Saat ini usianya 20 tahun
"Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa"
__ADS_1
...SPIRIT HUNTER...