
Sebelumnya....
"Hei kalian mau dengar tidak tentang masa kecil Adel ?" (Ratu)
"Tante, jangan, tidak usah, mereka tidak ingin tau soal itu, iyakan ?" (Elina)
"Kami ingin tau" (Sheila dan Darel)
"Hahaha, kak Elina kalah" (Brandon)
"Kalo begitu, pasang telinga kalian dan dengarkan ceritanya" (Ratu)
Ratu pun mulai bercerita.
"Adel lahir dengan kemampuan special, lebih dari anak kecil yang lain sama seperti Brandon, mungkin karena darah dari kakeknya" (Ratu)
"Eh kakeknya ?" (Darel)
"Iya, kakek Adel adalah seorang pahlawan yang mengalahkan raja iblis pada zaman dahulu di kota kecil bernama Calio" (Elina)
"Tunggu itu kota ku ?" (Darel)
"Iya benar sekali Darel, dikota itu terdapat monumen yang mengenang sejara itu dan juga nama para pejuang waktu itu dan hanya kakek Adel lah yang selamat dan berhasil mengalahkan raja iblis itu, dia bernama Aziel Garett sang kesatria Lightborn" (Elina)
"Wow, aku tidak pernah tau soal itu" (Darel)
"Oh jadi kamu anak yang pernah diceritakan Adel waktu itu, sayang dia tidak ada disini, aku ingin bertanya sesuatu dengannya" (Ratu)
"Iya yang mulia, saat itu saya tidak punya pilihan lain selain ikut dengan Adel dan menjadi spirit hunter seperti sekarang, tadi nya aku tidak mau, tapi setelah dia menunjukan bahwa aku bisa melakukannya, maka aku berusaha untuk melakukannya" (Darel)
"Oh ya, Adel dulu juga tidak mau menjadi spirit hunter, meskipun dia punya bakat itu sejak kecil, sampai akhirnya dia mau karena kakeknya yang memintanya" (Ratu)
...FLASHBACK...
Adel sedang latih tanding bersama kakeknya saat dia masih kecil, waktu itu.
"Pukulan mu meleset Adel, kosong kan pikiranmu dan bidik dengan baik" (Aziel)
"Berisik, aku akan segera memukulmu" (Adel)
"Hahaha, dasar bocah tidak tau sopan santun" (Aziel)
Aziel melancarkan sebuah pukulan kuat kearah Adel sampai Adel terdorong keluar arena, Adel pun kalah melawan kakeknya.
"Begitu baru bisa dinamakan pukulan, kau tau itu Adel" (Aziel)
"Kakek tidak tau, jika pukulan ku kena, pasti akan lebih kuat dari pukulan kakek" (Adel)
"Hahaha, kamu bisa mencobanya lagi besok, ayo kita makan" (Aziel)
Mereka berdua makan bersama setelah latihan.
"Adel, kakek dulu adalah seorang spirit hunter yang hebat, kakek juga mendirikan sebuah sekolah khusus untuk para anak special seperti mu, aku ingin kamu masuk ke sekolah itu" (Aziel)
"Tidak mau, aku tidak mau menjadi seorang spirit hunter" (Adel)
"Kenapa ?" (Aziel)
"Aku tidak mau menjadi seperti kakek" (Adel)
"Hahaha, jadi karena itu, ya mungkin suatu hari nanti kamu bisa lebih kuat dari kakek" (Aziel)
__ADS_1
Adel kecil saat itu tidak mau menjadi spirit hunter hanya karena dia merasa dirinya masih terlalu lemah, dia hanya cemburu karena tidak bisa mengalahkan kakeknya sendiri.
Selama beberapa bulan kemudian, latihan Adel bersama kakeknya terus menunjukan peningkatan.
"Ayo Adel serangan mu bahkan belum pernah sekalipun mengenai kakek" (Aziel)
"Lihat saja" (Adel)
"Jurus Petir : Pukulan Kilat"
"Ah" (Aziel kaget)
Pukulan cepat dari Adel hampir saja mengenai wajah Aziel tapi berhasil dihalau dengan menahan tangan Adel.
"Cih, padahal sedikit lagi" (Adel)
"Wow kamu mengagetkan ku" (Aziel)
Aziel menendang Adel sampai keluar arena pertandingan.
"Pertandingan selesai, kali ini aku tetap menjadi juara bertahan, bagaimana perasaan mu nak" (Aziel)
"Biasa aja" (Adel)
"Hahaha" (Aziel)
Beberapa hari kemudian, kakeknya jatuh sakit.
"Kakek, kakek kenapa ?" (Adel)
"Kakek tidak apa-apa hanya sakit pinggang biasa" (Aziel)
"Tidak" (Aziel)
"Syukurlah" (Adel menangis)
"Adel, sebentar lagi kamu akan masuk sekolah tinggikan, kakek ingin kamu masuk ke Psychic School dan jadi spirit hunter yang hebat" (Aziel)
"Tidak mau, sebelum aku bisa mengalahkan kakek, aku tidak akan mau jadi spirit hunter" (Adel)
Aziel hanya tersenyum dan mengelus kepala Adel dengan lembut.
"Adel dengarkan kakek, hanya sedikit diluar sana anak yang lahir dengan kemampuan special sepertimu, kakek hanya ingin kamu tidak menyia-nyiakan bakat mu dan menggunakan bakat mu itu untuk jalan yang benar" (Aziel)
"Tapi kan banyak anak lain diluar sana yang sudah menjadi spirit hunter, kenapa Adel juga harus jadi seperti itu" (Adel)
"Justru karena kamu dan hanya kamu yang bisa, anggap ini sebagai permintaan terakhir kakek, kakek ingin pergi dengan meninggalkan mimpi kakek ke dalam dirimu, lindungilah negeri ini dari marabahaya dan malapetaka, setelah kakek sudah tiada" (Aziel)
"Kakek, kakek tidak boleh ngomong seperri itu, kakek tidak boleh pergi, kakek kuat kan" (Adel)
"Adel jangan menangis, kakek sudah tua dan sekarang saatnya kakek untuk pergi, kakek serahkan kalung ini kepada mu" (Aziel)
Adel mendapatkan sebuah kalung dari kakeknya.
"Apa ini kek ?" (Adel)
"Pakailah dan jaga baik-baik, itu adalah kristal merah delima, kristal itu bisa dipakai untuk membangkitkan raja iblis kembali jika jatuh ke tangan yang salah" (Aziel)
"Tapi kek, aku kan" (Adel)
Tangan Aziel yang tadi terus mengelus kepala Adel tiba-tiba terjatuh dan lemas.
__ADS_1
"Kakek kakek" (Adel menangis)
Kakeknya pun meninggal dunia dan sejak saat itulah Adel terus bertekad untuk jadi lebih kuat dan masuk ke Psychic School.
"Aku akan jadi yang terkuat, agar aku bisa menjaga semua orang" (Adel)
Dan hari ini adalah hari pertama Adel masuk Psychic School, dia sedang berjalan masuk bersama Elina.
"Hai Adel, bukannya kamu tidak mau jadi spirit hunter ?" (Elina)
"Itu bukan urusan mu" (Adel)
Adel bergegas masuk kelas dan meninggalkan Elina.
"Sikapnya jadi dingin sekali, sejak sepeninggalnya mendiang kakeknya" (dalam hati Elina)
Akhirnya Elina juga sampai dikelas yang sama dengan Adel, Elina pun duduk disebelah Adel.
"Ok anak-anak, kalian adalah anak-anak pilihan yang berhasil masuk ke sekolah ini, disini bukanlah sekolah biasa pada umumnya, disini bla bla bla" (seorang guru)
Selagi guru sedang menerangkan, Elina malah mengobrol dengan Adel.
"Adel kamu baik-baik saja ?" (Elina dengan bisik-bisik)
"Diam kita sedang dalam kelas" (Adel)
"Dingin sekali" (Elina)
"Kalian berdua jangan berisik, sekarang sedang jam pelajaran" (guru)
Mereka berdua kena marah oleh guru dan mereka pun langsung diam dan memperhatikan guru. Tak lama kemudian jam istirahat pun tiba.
"Adel kamu mau ke kantin, aku mau makan ke kantin ?" (Elina)
"Kamu dari pagi berisik banget sih" (Adel)
Mereka berdua berjalan ke kantin.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menghiburmu, kamu tidak usah sedih lagi, ada aku disini" (Elina)
Tapi ditengah jalan mereka dihadang oleh murid kelas lain.
"Tunggu dulu" (Luke)
"Mau apa kamu ?" (Adel)
"Kamu pasti Adel kan, seorang pangeran ?" (Luke)
Seketika Adel dan Elina kaget ada orang lain yang tau, siapa Adel sebenarnya.
Bersambung....
......................
Halo aku Aditya Fathir, hayo masih ada yang ingat tidak siapa itu Luke, kalo tidak tau coba deh baca episode sebelumnya dengan teliti.
Kalo kalian punya saran dan masukan, tulis komentar kalian dikolom komentar, terima kasih.
Get enjoy and bye bye.
...-SPIRIT HINTER-...
__ADS_1