
Sebelumnya....
Adel dan Luke melakukan duel dan pertarungan sudah dimulai.
"Jurus Api : Burung Api"
Luke menembakan api berbentuk burung kearah Adel, namun Adel bisa menghindarinya.
"Ada apa Adel, kenapa kamu hanya menghindar dari tadi, apa kamu takut hah ?, hahaha" (Luke)
"Hah, takut" (Adel kesal)
"Aku tidak bisa terus menghindar seperti ini, arena ini akan semakin sempit, aku harus menyerang balik" (dalam hati Adel)
"Jurus Petir : Tebasan Kilat"
Adel menyerang Luke dengan sangat cepat, tapi Luke mampu menghindari serangan Adel dengan mudah.
"Wow petir, belum pernah aku melihat orang dengan elemen petir sebelumnya" (Luke)
"Belum pernah ya, kalo begitu akan ku tunjukan kekuatan ku yang sebenarnya" (Adel)
Adel menyerang Luke dengan sekuat tenaga begitu pun Luke yang terus membalas serangan Adel dengan sangat baik, sampai akhirnya.
"Jurus Petir : Tebasan Bintang"
Adel membelokan arah serangannya dan membentuk pola bintang disekitar Luke.
"Hei apa yang kamu lakukan ?" (Luke)
"Hehe, lihat saja" (Adel)
"Jurus Petir : Hukuman Dewa"
Luke terkena langsung serangan dahsyat dari Adel, serangan itu sangat kuat dan besar sampai Luke tidak mempunyai waktu untuk menghindar dari serangan Adel.
"Kena kamu" (Adel)
Para penonton pun tercengang.
"Hei lihat, anak baru itu berhasil menyerang Luke" (Unknown Student)
"Apakah dia akan berhasil mengalahkan Luke" (Unknown Student)
"Adel, kamu seharusnya tidak perlu sampai seperti ini" (dalam hati Elina)
Ditengah gemuruh dan terheran-herannya para penonton, serangan Adel mulai memudar dan Luke mulai kelihatan.
"Apakah ini akan menjadi akhir pertarungan ini ?" (Unknown Student)
Kemudian Luke keluar dengan seluruh tubuh yang terbakar.
"Dia ?" (Adel)
Api itu perlahan mulai padam dan tubuh Luke mulai kelihatan.
"Dia melindungi dirinya sendiri dengan apinya sendiri" (Adel)
Luke tidak mendapatkan luka apapun dari serangan Adel sebelumnya.
"Hoooooo" (para penonton bersorak)
"Itu baru Luke Phoenix, dia tidak akan kalah semudah itu" (Unknown Student)
"Padahal aku kira, anak itu berhasil melukainya, ternyata Luke Phoenix memang tak terkalahkan" (Unknown Student)
"Wow, aku tidak menyangka akan ada serangan kejutan seperti itu, tapi sekarang giliran ku untuk membalasnya" (Luke)
"Dia lebih kuat dari yang aku duga" (dalam hati Adel)
"Persiapkan dirimu baik-baik bocah, aku akan mulai serius sekarang" (Luke)
"Jurus Api : Tinju Api"
Luke menyerang Adel dari jauh dengan tinju api miliknya dan dengan sigap Adel langsung menghindar tapi Luke sudah memprediksi gerakan Adel.
"Tidak ada tempat untuk lari Adel" (Luke)
__ADS_1
Luke menyerang lagi kearah dimana Adel akan menghindar.
"Sialan dia melakukannya lagi, aku tidak akan melakukan kesalahan yang ke dua kali" (Adel)
"Jurus Petir : Gerakan Kilat"
Adel mempercepat gerakannya dengan petir miliknya sehingga dia bisa menghindari kedua serangan Luke itu.
"Apa ?, dia bisa menghindar" (Luke kaget)
"Hehe terkejut, aku lebih cepat dari kedipan mata mu, asal kamu tau" (Adel tersenyum)
"Hah, itu hanya kebetulan, serangan selanjutnya pasti akan langsung kena" (Luke)
"Hmm, benar kah begitu" (Adel)
"Jurus Petir : Gerakan Kilat"
Tiba-tiba Adel sudah ada dibelakang Luke, dan akan menyerang Luke langsung.
"Sekarang, dia ada dibelakang ku" (Luke terkejut)
"Hehe, jangan palingkan pandanganmu" (Adel)
"Jurus Petir : Tebasan Kilat"
Adel menebas Luke dengan pedangnya, lalu kemudian serangan Adel dimentahkan oleh Luke.
"Ini" (Adel kaget)
"Jurus Api : Pelindung Api"
Luke melindungi dirinya lagi dengan api miliknya untuk mementahkan serangan Adel.
"Ada apa Adel, serangan mu tidak berasa apa pun ditubuh ku" (Luke tersenyum)
Adel langsung mundur dan mengatur strategi lagi.
"Sialan, dia mempunyai pertahan yang sulit aku tembus, anda saja aku bisa menggunakan elemen air untuk memadamkan apinya" (dalam hati Adel)
Lalu Adel ingat sesuatu.
Disisi lain.
"Aku ingin tahu apa yang sedang dia rencanakan" (dalam hati Luke)
"Jurus Api : Burung Api"
Tanpa basa basi, Luke langsung menyerang Adel lagi.
"Hmm, ini dia" (Adel)
"Jurus Air : Semburan Air"
Adel menyemburkan Air dari mulutnya untuk menghalau serangan Luke.
"Eh, air ?" (Luke)
"Eh Adel, dia....." (Elina terkejut)
Adel berhasil memadamkan serangan api Luke lalu dia kehilangan keseimbangannya.
"Eh ?" (Adel)
"Kepalaku tiba-tiba pusing, aku memang belum bisa melakukannya dengan sempurna, tapi mengganti elemen ku mendadak seperti ini, membuat tubuh ku belum terbiasa" (dalam hati Adel)
Luke menyadari saat Adel kehilangan keseimbangan setelah menggunakan jurusnya.
"Wow, sekarang kamu bisa menggunakan jurus air, habis ini jurus apa lagi, tanah, angin, aku tidak sabar melihatnya" (Luke)
"Diam kamu, aku akan memadamkan api mu dan memenangkan pertandingan ini" (Adel)
"Memadamkan api ku ?, kamu ini bermimpi, jujur saja kamu pasti belum terbiasa mengganti elemen mu seperti tadi kan, kamu mungkin akan pingsan jika melakukannya lagi, hahaha" (Luke tertawa)
"Dia benar, Adel belum terbiasa dengan elemen lain, dia hanya bisa menggunakan 1 elemen, jika dia melakukannya lagi mungkin dia akan segera tidak sadarkan diri" (Elina dari kursi penonton)
Lalu para penonton mulai bersorak lagi.
__ADS_1
"Habisi, Habisi, Habisi" (para penonton)
"Kami dengar itu, para penonton sudah tidak sabar melihat siapa pemenangnya, ayo kita selesaikan dengan cepat" (Luke tersenyum)
"Walaupun sudah terlihat siapa pemenangnya" (dalam hati Luke)
Adel belum sepenuhnya siap untuk serangan selanjutnya karena dampak dari jurusnya sebelumnya, tapi dia tetap berusaha untuk tetap terjaga.
"Bersiaplah Adel, serangan ku selanjutnya akan lebih kuat dari yang kamu kira" (Luke)
"Bertahan lah Adel" (Elina)
"Aku pasti bisa mengalahkannya, bertahanlah" (dalam hati Adel)
"Jurus Api : Tinju Api"
Luke melancarkan serangannya.
"Aku akan menghindari serangannya" (Adel)
Adel berniat untuk menghindar dari serangan Luke tapi dia malah salah langka dan terjatuh.
"Hahaha, sudah aku bilang, kamu tidak bisa memadamkan api ku" (Luke)
"Jurus Api : Burung Api"
Luke melancarkan serangan selanjutnya dan Adel tidak mungkin bisa menghindar.
"Kena kamu" (Luke)
"Sial aku tidak bisa menghindar, kalo begini aku punya pilihan lain, selain...." (dalam hati Adel)
"Jurus Air : Gelombang Air"
Adel membuat sebuah ombak air untuk menangkis serangan Luke.
"Adel jangan lagi" (Elina)
Serangan Luke berhasil dipadamkan oleh Adel tapi tak lama Adel langsung tak sadarkan diri.
"Kepala ku...." (Adel)
"ADEL" (Elina berteriak)
Tanda pertandingan selesai pun dibunyikan.
"Tiii......t"
"Sudah cukup, pemenang duel kali ini adalah...." (Wasit)
"Sudah aku duga akan seperti ini" (Luke)
"Luke Phoenix" (Wasit)
"Woooooo......" (para penonton bersorak)
Elina langsung turun ke arena pertandingan untuk melihat kondisi Adel.
"Adel, Adel" (Elina)
"Hei kamu" (Luke)
Luke memanggil Elina.
"Eh ?" (Elina)
"Tenang saja dia tidak apa-apa, dia hanya pingsan karena terlalu memaksa dirinya sendiri, cukup biarkan dia untuk beristirahat" (Luke)
Luke pun meninggalkan mereka berdua.
Bersambung....
......................
Halo aku Aditya Fathir, Kalo kalian suka dengan novel ini, jangan lupa kasih like dan follow supaya tau kelanjutan ceritanya.
Kalo kalian punya saran dan masukan, tulis komentar kalian dikolom komentar, terima kasih.
__ADS_1
Get enjoy and bye bye.
...-SPIRIT HUNTER-...