
Review sebelumnya :
Adel menyelamatkan seorang anak dari anak buah Abraham tapi ibu dari anak itu sudah terlanjur diculik darinya.
Saat ini Adel dan Keyla sedang menuju gereja untuk menyelamatkan ibu anak tersebut, di saat yang sama Nadia mendapatkan foto yang di dalam nya terdapat nama Abraham sebagai salah satu pemimpin organisasi Kali.
"Jangan-jangan Abraham difoto ini dan Abraham yang dimaksud anak ini adalah orang yang sama" (dalam hati Nadia)
"Dek kamu tau tidak orang-orang ini" (Nadia menunjukan foto tersebut)
"Itu Abraham si pendeta gadungan yang menculik ibu ku" (jawab anak itu)
"Berarti orang yang di datangi Adel dan Keyla adalah salah satu pemimpin Kali" (dalam hati Nadia)
Menurut informasi yang Nadia dapat dari kepalan sekolah organisasi Kali ini adalah organisasi satanism yang suka menculik orang untuk dijadikan tumbal ritual mereka, dan mereka bukan organisasi biasa kebanyakan anggotanya bisa menggunakan energi spiritual bahkan para pemimpin mereka bukan manusia biasa.
"Aku harus segera memberi tahu mereka berdua" (Nadia panik)
Nadia langsung menelpon mereka berdua, dan langsung memberitahu mereka berdua.
"Apa pendeta tinggi dari organisasi kali ?" (Keyla)
"Iya, mereka sangat berbahaya, jadi berhati-hatilah" (Nadia)
"Berarti kita tidak boleh gegabah, kita tidak tau sekuat apa Abraham ini, tapi dengan begini semuanya jadi jelas" (Adel)
"Ya apa pun itu, aku akan tetap memukulnya karena bersikap kasar terhadap wanita" (Keyla)
Meski begitu Adel dan Keyla tetap pergi ke gereja tersebut.
……………
Sementara itu di Psychic School, Sheila dan Andrian sudah diperbolehkan untuk masuk sekolah.
"Sheila, Drian kalian sudah sembuh" (Darel)
"Oh Darel, aku merasa seperti terlahir kembali" (Sheila)
"Kamu tau tidak Darel, Sheila saat disana tidurnya ngorok kaya kodok" (Drian)
"Iya kah" (Darel)
"Bohong, mana mungkin aku tidur ngorok" (Sheila)
"Kamu mana tau, kan kamu kan tidur" (Drian)
"Hahaha" (Darel dan Andrian tertawa bersama)
"Awas ya kalian" (Sheila kesal)
"Oh ya ngomong-ngomong bagaimana dengan kak Rei ?" (tanya Darel)
"Dia masih belum sadarkan diri" (Drian dengan wajah sedih)
"Begitu ya, aku sangat mengkhawatirkannya" (Darel)
"Aku khawatir kalau terjadi apa-apa dengan kak Rei" (Sheila)
"Bagaimana pendapatmu Darel, kamu kan yang menolongnya saat itu" (Drian)
"Aku tidak tau, saat aku datang mereka berdua sudah tergeletak di tanah tapi seingat ku kak Rei tidak terluka parah dia hanya tidak sadarkan diri saat aku datang menjemputnya" (Darel)
"Bagaimana bisa, jika dia tidak terluka parah, kenapa keadaan kak Rei sekarang justru sangat memprihatinkan" (Drian)
"Sudah kita doakan saja supaya kak Rei bisa cepat sembuh dan bertemu dengan kita lagi" (Sheila)
……………
Adel dan Keyla akhirnya sampai di gereja tersebut.
"Jadi ini tempatnya" (Keyla)
__ADS_1
"Sepertinya begitu, ayo kita tanyakan ke salah satu biarawan disana" (Adel)
Adel pun bertanya pada seseorang disana.
"Permisi, kami ingin bertemu dengan orang bernama Abraham, apakah dia ada disini ?" (tanya Adel)
*Aku tidak kenal dengan nama itu, kamu mungkin salah tempat" (jawab biarawan)
"Tapi kata seseorang dia adalah pendeta di gereja ini" (Adel)
"Sudahlah, jika urusanmu kesini bukan untuk beribadah maka pergilah dari sini" (biarawan)
"Maafkan saya, kalo gitu saya permisi" (Adel)
Adel pun meninggalkan gereja itu.
"Bagaimana ?" (tanya Keyla)
"Orang itu tidak ada disini, tapi biarawan tadi sangat mencurigakan, gerak geriknya seperti menutupi sesuatu" (Adel)
"Menutupi sesuatu ?" (Keyla)
"Iya, jika kata anak itu dia seorang pendeta di gereja ini, tapi kenapa biarawan tadi bilang kalo dia tidak mengenalnya" (Adel)
Lagi-lagi Adel tidak mendapatkan jawaban apapun.
"Ya sudah mau gimana lagi, eh kamu sibuk tidak, jika kamu mau ayo temani aku berbelanja sebentar sambil menunggu festival dimulai" (Keyla)
"Lah bukanya kamu sudah belanja sama Nadia tadi pagi" (Adel)
"Iya kamu benar tapi kali ini aku butuh pendapat seorang laki-laki" (Keyla)
"Njir kenapa cewe bar bar ini tiba-tiba jadi imut banget gini, jangan-jangan ada sesuatu" (dalam hati Adel)
"Ya sudah aku temenin kamu" (Adel)
"Hore, ayo pergi sekarang" (Keyla dengan menarik tangan Adel)
Mereka berdua pergi ke pusat pembelanjaan dan mereka pergi ke toko baju.
"Hmm, mungkin jika warna lain lebih bagus" (jawab Adel)
"Kalo begitu yang ini" (Keyla)
"Hmm, mungkin lebih baik ganti modelnya" (Adel)
"Model bajunya ?" (Keyla)
"Bukan tapi model orangnya" (Adel)
"Adeeeell" (Keyla mencubit perut Adel dengan keras)
"Aaaa... sakit sakit, iya iya maafkan aku" (Adel)
"Bagaimana dengan yang ini" (Keyla)
"Iya yang itu bagus, memangnya kamu beli baju itu buat apa ?" (Adel)
"Rahasia, seorang pria tidak perlu tau rahasia seorang wanita" (Keyla sambil tersenyum)
Selanjutnya mereka pergi ke toko oleh-oleh.
"Adel kamu lebih suka diberi hadiah gantungan kunci atau jam tangan ?" (Keyla)
"Eh kamu mau ngasih aku hadiah, harusnya kamu tidak mengajakku kesini, aku bisa tau hadiahnya kalo gitu" (Adel)
"Kenapa kamu kepedean begitu, ini cuma perumpamaan karena aku butuh pendapat cowo" (Keyla)
"Begitu ya" (Adel dengan menangis)
"Woi, jangan nangis" (Keyla)
__ADS_1
"Kalo aku akan lebih suka diberi jam tangan karena aku bisa pakai itu kemana-mana dan agar aku selalu ingat orang yang memberi jam tersebut" (Adel)
Keyla tidak sengaja bertatapan dengan Adel dan tiba-tiba wajahnya memerah.
"Eh kenapa ?" (tanya Adel)
"Ah tidak apa-apa, aku hanya sedang melamun" (jawab Keyla)
Keyla langsung pergi ke meja kasir dan membeli sebuah jam tangan dengan wajah tersenyum.
Selanjutnya mereka pergi ke toko baju renang.
"Adel yang ini bagus tidak" (Keyla)
"Woi kenapa lo ajak gua kesini" (Adel)
"Karena ingin aja, kan aku butuh pendapat cowo" (Keyla)
"Gila ya, ayo kita pergi dari sini" (Adel menarik tangan Keyla)
"Bu maaf ya tidak jadi" (Keyla bicara pada pelayan toko)
Selanjutnya mereka ke kafe.
"Tadi kenapa kamu tidak mau ke toko baju renang padahal disana baju renangnya bagus-bagus" (Keyla)
"Kamu gila, kalo aku tetap disana bisa runyam urusannya" (Adel)
"Padahal aku ingin kamu melihat aku pake bikini loh" (Keyla)
"Diam" (wajah Adel memerah)
"Ngomong-ngomong Adel, kamu sudah punya pacar ?" (tanya Keyla)
"Eh...?" (Adel bingung)
……………
Di dalam gereja sebelumnya.
"Yang mulia Abraham, tadi ada orang yang mencari tuan" (biarawan)
"Siapa ?" (Abraham)
"Saya tidak tau tapi mereka memakai seragam Psychic School, sepertinya mereka murid sekolah itu" (biarawan)
"Oh begitu ya, jadi sekarang mereka mencari ku, akan ku buat mereka menyesal karena mengusik kedamaian ku" (Abraham)
"Kalian tetap lakukan tugas kalian seperti biasa dan bersiap-siap lah untuk malam ini" (Abraham)
"Baik hamba akan lakukan" (biarawan)
Di dalam gereja itu, sudah ada 5 orang wanita yang di salib dan salah satunya adalah ibu dari anak yang ditolong Adel, tetapi mereka semua tidak sadarkan diri.
Abraham berdiri di atas simbol pentagram yang di kelilingi oleh 5 wanita tadi.
"Saatnya memulai ritual nya" (Abraham)
Abraham mulai membaca sebuah mantra dan simbol pentagram itu juga mulai mengeluarkan cahaya merah.
"Terimalah persembahan ku ini tuhan ku" (Abraham)
Tiba-tiba 5 wanita tadi terbakar oleh api, semua wanita tadi pun tersadar dan merintih kesakitan.
"Iya iya teruslah menangis, air mata kalian akan jadi simbol kesetiaan ku pada tuhan ku" (Abraham)
......................
"Halo pembaca, aku Aditya Fathir"
"Kalo kalian punya saran atau ide, tolong ditulis di komentar ya, semoga kalian suka dengan ceritanya dan sampai jumpa"
__ADS_1
"Get enjoy and bye bye"
...-Spirit Hunter-...