
Sebelumnya....
Elina, Sheila dan Darel akhirnya bertemu dengan pangeran Brandon, lalu pangeran itu mengundang mereka bertiga untuk ke rumahnya.
"Bagaimana jika kalian bertiga aku ajak juga ke rumahku ?" (Brandon)
"Ke rumah pangeran ?" (Sheila dan Darel)
"Iya, mau tidak ?" (Brandon)
"Tapi pangeran ?" (Elina)
"Tidak apa-apa kak" (Brandon tersenyum)
"Mau banget" (Sheila dan Darel)
"Ya sudah aku ikut dengan ku" (Brandon)
Mereka bertiga akhirnya ikut dengan pangeran Brandon ke rumahnya.
"hahaha, kalian memang pasangan yang serasi ya" (Brandong)
"Bukan" (Sheila dan Darel)
"Tuh kam barengan lagi" (Brandon)
"Tidak itu tidak mungkin" (Sheila dan Darel)
"Hahaha" (Brandon)
"Tunggu dulu" (Darel)
"Kenapa Darel ?" (Sheila)
"Kenapa kita naik naga kayak gini ?" (Darel)
Mereka semua naik ke punggung naga itu.
"Tenang saja, dia naga yang baik kok" (Brandon)
"Iya sih tapi...." (Darel)
"Drake, berangkat" (Brandon)
"Tunggu, aaaaaaahhhhh" (Darel)
"Darel kamu pegangan yang bener" (Sheila)
Mereka semua berangkat menuju rumah pangeran yang berada di kota Victoria.
……………
Ditempat lain....
Adel baru bangun dari tidurnya dipenginapan.
"Hmm, kepala ku pusing, eh dimana aku ?" (Adel bangun dengan memegang kepalanya)
Lalu Gilang masuk ke kamar Adel membawakan sarapan untuknya.
"Eh kakak sudah bangun" (Gilang)
"Loh kamu ?, berarti aku sedang dipenginapan" (Adel)
"Iya kakak dipenginapan, tadi pagi banyak murid dari Psychic School kesini, membawa kakak yang sudah pingsan" (Gilang)
"Aku pingsan ya, betapa lemahnya aku" (Adel)
"Dan juga kak Nadia dan Keyla sudah balik ke sekolah katanya, lalu aku disini diminta untuk menjaga kak Adel sampai kakak bangun" (Gilang)
"Apa Nadia dan keyla sudah balik ke sekolah, sialan mereka meninggalkan ku" (Adel)
Adel lalu mulai memakan sarapannya.
"Ngomong-ngomong kak, bagaimana dengan ibu ku ?" (Gilang)
"Uhuk" (Adel tersedak makanan nya)
"Iya, aku sudah tau semuanya, menurut para murid yang tadi membawa kakak kesini disana terdapat banyak abu pembakaran orang mati dan mungkin salah satu nya adalah ibuku, itulah kenapa dia tidak kembali sampai sekarang" (Gilang mulai menangis)
Adel hanya termenung mendengar hal itu dan memeluk Gilang dengan erat.
__ADS_1
"Padahal aku sudah berusaha untuk jadi anak yang baik, membantu yang lebih tua dan tidak nakal lagi, tapi kenapa ?" (Gilang menangis)
"Sudah sudah, semua ini karena tuhan berkehendak" (Adel)
Gilang mulai memberontak dan melepaskan pelukan Adel.
"Semua ini karena, karena, karena kakak tidak menyelamatkannya lebih dulu dari orang lain" (Gilang)
"Maaf" (Adel)
"Kenapa kakak tidak menyelamatkannya" (Gilang)
"Maaf" (Adel)
"Kenapa, kenapa, hiks hiks" (Gilang menangis sampai tersedu-sedu)
"Maaf aku tidak bisa melakukannya" (Adel)
"Aaaaaaahhhhhhh" (Gilang menangis semakin keras)
……………
Kembali lagi....
Darel, Sheila, Nadia dan Brandon akhirnya sampai dikota Victoria, kota khusus untuk para keluarga bangsawan, disana mereka akan berkunjung ke rumah pangeran Brandon.
"Nah sudah sampai" (Brandon)
Mereka semua pun turun dari punggung naga tersebut.
"Nah Drake kamu boleh pergi sekarang" (Brandon)
"Aaarrgggghhh" (Drake mengaung)
Drake pun terbang kembali ke hutan Nortalia.
"Waahhh, jadi ini rumah seorang pangeran, besar sekali" (Darel)
"Iya mirip istana raja" (Sheila)
"Hehe, kalo kalian mau kalian bisa menginap disini" (Brandon)
"Seriusan ?" (Darel)
"Sstt... kalian ini" (Elina)
"Hahaha" (Brandon tertawa)
Lalu seketika banyak bodyguard yang menyambut mereka dan membukakan gerbang.
"SELAMAT DATANG KEMBALI PANGERAN MUDA" (para bodyguard)
"Wahh, banyak sekali pengawalnya" (Darel)
"Iya, kira-kira ada berapa orang ya, 100, atau 200" (Sheila)
"300 kayaknya" (Darel)
"Iya kayaknya, haha" (Sheila)
"Hei kalian, tidak sopan seperti itu" (Elina)
"Maaf" (Sheila dan Darel)
"Hahaha, tidak apa-apa, ayo kita masuk" (Brandon)
Lalu mereka masuk ke dalam rumah.
"Kalian duduk disini dulu, aku akan memanggil ibuku dulu" (Brandon)
Mereka pun duduk disofa ruang tamu.
"Wah lihat Shel, banyak ukiran-ukiran tulisan ditembok itu" (Darel)
"Iya, disini juga banyak foto dari pangeran Brandon dan juga, eh kaya pernah lihat" (Sheila)
Lalu ratu pun datang menemui mereka bertiga, Elina langsung reflek berdiri dan memberi hormat kepada sang ratu.
"Selamat datang sang ratu" (Elina)
Sedangkan Darel dan Sheila ikutan memberi hormat karena melihat Elina.
__ADS_1
"Haha, duduk duduk, tidak apa-apa, ini bukan di istana tidak usah terlalu formal begitu Elina" (Ratu)
"Baik ratu" (Elina)
Mereka semua kembali duduk.
"Dan mereka berdua ini siapa, sepertinya Brandon membawa banyak teman kesini ya" (Ratu)
"Biar saya perkenalkan ratu, mereka berdua adalah murid dari Psychic School sama seperti saya, yang ini bernama Sheila dan yang ini bernama Darel" (Elina)
"Oh jadi mereka teman sekolah mu" (Ratu)
"Iya ratu" (Elina)
"Elina tak perlu terus-terusan memanggilku seperti itu, kamu biasanya memanggilku dengan sebutan tante" (Ratu)
"TANTE" (Sheila dan Darel kaget)
"Oh kalian tidak tau ya, Elina ini dulu teman kecilnya Adel, dia sering main kesini dulu" (Ratu)
"Adel ?" (Darel)
"Maksud anda, Adel murid rangking 3 Psychic School itu anak seorang ratu" (Sheila)
"Iya, dia adalah kakak laki-lakinya Brandon, tidak aku sangka Adel mempunyai banyak teman sekarang, aku turut bahagia" (Ratu)
"Tapi yang paling mengejutkan adalah, bagaimana kak Elina juga teman kecilnya Adel, aku tidak pernah tau tentang itu" (Sheila)
"Kalian tidak tau, Elina dan Adel sudah dijodohkan sejak mereka kecil dan Elina akan jadi ratu suatu hari nanti" (Ratu)
"Ja.... jadi ratu" (Darel dan Sheila terkejut)
"Tante jangan begitu, itukan masa lalu, waktu kita masih kecil, sekarang sudah beda lagi" (Elina)
"Oh jadi kamu sudah punya laki-laki lain ?" (Ratu)
Ratu, Darel dan Sheila semuanya menarap Elina.
"Be... belum sih, tapi kan" (Elina)
"Hei kalian, apa ada yang lapar ?" (Brandon)
Brandon tiba-tiba datang bersama dengan seorang pelayan.
"Ratu dan para tamu yang terhormat, makan siang sudah siap, silakan beralih ke meja makan" (Pelayan)
"Oh sudah waktunya makan siang, kalian juga ayo ikut makan" (Ratu)
Mereka semua langsung pindah ke meja makan, disana sudah ada banyak sekali makanan mewah dan para koki kerajaan berjejer disana.
"Waaaahhhh, mewah sekali, aku belum pernah melihat makanan semewah ini" (Darel)
"Darel" (Elina)
"Hahaha, makanlah yang kamu mau nak, anggap seperti rumah sendiri" (Ratu)
"Beneran boleh yang mulia ?" (Darel)
"Iya makanlah sampai kenyang" (Ratu)
Darel langsung makan tanpa memperdulikan yang lain.
"Darel makanlah dengan tenang, kita sedang ada didepan keluarga kerajaan loh" (Sheila)
"Oh maaf" (Darel)
"Hahaha, Darel lucu sekali" (Brandon)
Makan siang pun selesai dan semua makanan dipindahkan dari meja makan.
"Hei kalian mau dengar tidak cerita tentang Adel kecil ?" (Ratu)
Bersambung....
......................
"Halo aku Aditya Fathir, entah kenapa disini ceritanya agak melenceng dari garis besar ya, tapi tenang saja, ini juga termasuk cerita utama kok, jadi baca sampai habis ya"
"Kalo kalian punya saran dan masukan, tulis komentar kalian dikolom komentar, terima kasih"
Get enjoy and bye bye.
__ADS_1
...-SPIRIT HUNTER-...