
Sebelumnya....
Abraham berhasil dikalahkan oleh Keyla dan para murid dari Psychic School, lalu mereka menemukan buku tentang ritual pembukaan gerbang neraka.
Segera Keyla bersama Nadia kembali ke Psychic School meninggalkan Adel sendirian bersama Gilang dipenginapan.
Tapi disaat sebelumnya ditempat yang berbeda Elina, Sheila, dan Darel masih mencari spirit dikota Nortalia.
"Haa..... cape, sudah semalaman kita mencari anak itu dan tidak ketemu sama sekali" (Darel menghela nafas)
"Darel kita tidak boleh mengeluh begitu, bagaimana pun kita harus mencari anak itu sampai ketemu" (Sheila)
"Tapi sebentar lagi fajar" (Darel)
"Darel" (Sheila)
"Tidak apa-apa Sheila, dia benar, lebih baik kita istirahat dulu sambil menunggu matahari terbit" (Elina)
"Tapi kak, bagaiman dengan anak itu ?" (Sheila)
"Jangan khawatir, Budi bukanlah anak biasa dia pasti tau cara untuk melindungi diri" (Elina)
"Eh maksud kak dia itu" (Sheila)
"Iya, dia cenayang seperti kita, dia dilahirkan dengan kemampuan yang luar biasa, ia bisa merasakan hawa keberadaan spirit bahkan dari jarak yang sangat jauh dan saat ini dia sedang mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tau apa itu dan karena orang tua nya khawatir, jadi aku membantu mencarikannya" (Elina)
"Begitu ya, jadi kita bisa istirahat dengan tenang sekarang" (Sheila)
"Iya, kalian berdua tidurlah dulu" (Elina)
"Eh kakak gimana, kakak pasti juga cape kan" (Sheila)
"Ya sudah, ayo kita tidur berdua" (Elina tersenyum)
"Baik kak, Darel kamu juga harus istirahat...." (Sheila)
Selagi mereka berdua mengobrol ternyata Darel sudah tidur dari tadi.
"Dasar sudah tidur duluan ternyata dia" (Sheila)
"Sudah tinggalakan saja dia, ayo kita juga tidur" (Elina)
"Iya" (Sheila)
Saat mereka bertiga tertidur pulas, anak yang bernama Budi itu menemukan sebuah gua dan masuk kedalamnya.
Saat sudah masuk kedalam pintu gua, Budi mendengar suara nafas yang sangat berat.
"Hussssh Hussssh" (suara nafas)
Budi tanpa takut sedikitpun terus masuk kedalam gua dan menemukan ada seekor naga yang sedang tertidur didalam gua tersebut.
"Ketemu juga akhirnya" (Budi)
Budi menaburkan garam disekeliling naga itu.
"Ok persiapan sudah selesai, sekarang tinggal langkah terakhir" (Budi)
Budi menempelkan tangannya tepat dikepala naga tersebut dan mulai membaca mantra.
"Jurus Spirit : Segel Jiwa"
Lalu tiba-tiba naga itu dikelilingi oleh cahaya dan juga lingkaran sihir, tapi tanpa disangka sebelum jurusnya mulai aktif naga itu tiba-tiba bangun karena menghirup garam yang jatuh dari tangan Budi yang ada diatas kepala naga itu.
"Hacuuuuhhhh....."
Naga itu bersih dengan sangat keras sampai menerbangkan semua garam yang sudah ditebar sebelumnya dan karena itu juga jurus penyegelannya dibatalkan.
Naga itu nampak kebingungan, sedangkan Budi sudah ada diatas kepala naga tersebut.
__ADS_1
"Hampir saja" (dalam hati Budi)
Lalu dia mencoba berkomunikasi dengan naga itu.
"Woi naga jelek" (Budi)
Naga itu menengok ke kanan ke kiri, kebingungan mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Woi aku ada diatas sini" (Budi)
Budi turun dari kepala naga itu.
"Aku ingin kamu untuk...." (Budi)
Belum selesai bicara, naga itu langsung menyerang Budi dengan cakarnya.
"Aaargh...."
Entah bagaiman, Budi tiba-tiba sudah ada diatas kepala naga itu lagi.
"Hei itu bukan cara yang baik untuk menghadapi anak kecil" (Budi dengan memukul-mukul kepala naga itu)
Lalu naga itu mendongakkan kepalanya dengan cepat dan berniat untuk memakan Budi bulat-bulat, namun Budi tiba-tiba menghilang dari hadapan naga itu.
"Sungguh naga yang kasar" (Budi)
Budi kembali lagi di atas kepala naga itu.
Akhirnya naga itu pun menyerah dan tidak menyerang Budi lagi.
"Aku ingin kamu untuk....." (Budi)
Naga itu tak memperdulikan Budi dan mencoba untuk tidur lagi.
"Woi bangun jangan kacangin aku" (Budi memukul-mukul kepala naga itu lagi)
Karena kesal tidak bisa tidur lagi, naga itu pun memutuskan untuk mengobrol dengan Budi.
Budi pun kaget mendengar tiba-tiba ada suara dikepalanya.
"Oh jadi kamu berkomunikasi lewat telepati" (Budi)
"Tak perlu basa basi, cepat katakan apa mau mu ?" (Naga itu)
"Ok kalo gitu langsung ke intinya saja" (Budi tersenyum)
Budi memegang kepala naga itu dan muka serius, budi bertanya.
"Sedang apa kamu disini ?" (Budi dengan tatapan tajam)
Seketika keberadaan Budi sangat mengintimidasi naga itu, bahkan naga itu merinding ketakutan.
"Apa-apaan dengan bocah ini, menggertak ku, dia pikir dia siapa" (dalam hati naga itu)
"Apakah aku harus memperkenalkan diriku, agar kamu mau bicara, aku bisa mendengar semua yang ada dipikiranmu" (Budi)
Naga itu langsung kaget mendengar hal itu.
"Bagaimana bisa ?" (dalam hati naga itu)
"Ok lah kalo gitu" (Budi)
Budi pun turun dari kepala naga itu.
"Akan ku perkenalkan diriku, nama ku adalah Brandon Garett, aku adalah pangeran dari kerajaan Elio" (Budi)
……………
Sementara itu, hari ternyata sudah pagi dan Elina bangun lebih dulu dari Sheila dan Darel, dia sedang menyiapkan makanan untuk Sheila dan Darel.
__ADS_1
Tak lama Sheila dan Darel pun bangun.
"Hmm bau apa ini, enak sekali" (Darel)
"Oh sudah bangun, ayo sarapan bareng" (Elina)
"Wah enak nih, aku makan dulu ya" (Darel)
Darel langsung makan duluan.
"Hmm ada apa sih, ribut-tibut dari tadi" (Sheila)
"Oh Sheila juga sudah bangun, maaf ya aku membangunkan mu, ayo kita makan" (Elina)
"Oh kak Elina, kok aku ada disini ?" (Sheila)
"Sudah ayo makan" (Elina)
"Hmm hmm" (Sheila mengangguk)
Mereka bertiga pun makan barsama.
"Oh ya aku baru ingat, kita harus mencari bocah yang bernama Budi itu, kita harus cepat" (Sheila)
"Namanya bukan Budi" (Elina)
"Eh ?" (Sheila)
"Dia adalah keturunan bangsawan, dia putra dari sang raja kerajaan Elio, dia adalah seorang pangeran" (Elina)
"APAAAAAAAA" (Sheila terkejut)
"Baaaaabagaimana bisa seorang pangeran ada ditengah hutan sendirian ?" (Sheila)
"Ceritanya panjang, tapi yang pasti raja memintaku untuk menjaganya dan mengawasinya, tapi aku malah kehilangan dia sekarang" (Elina)
"Oh kakak tidak usah merasa bersalah begitu, dia pasti tidak jauh dari sini, sebentar lagi juga kita akan menemukannya, iya kan Darel" (Sheila)
"Hmm hmm" (Darel mengangguk sambil mengunyah makanannya)
"Woi makan mulu kerjaannya" (Sheila)
Sheila memukul kepala Darel.
"Kalian benar, sebentar lagi pasti ketemu" (Elina)
Lalu tiba-tiba terdengar suara auman.
"AARRGGHHHHH" (suara auman)
"Hah apa itu ?" (Sheila)
"Lihat itu" (Darel menunjuk kearah gua)
Seekor naga keluar dari gua dengan Brandon diatas kepala naga tersebut.
"Kak lihat itu Budi, diatas kepala naga itu" (Sheila)
"Brandon" (Elina)
"Eh Brandon ?" (Sheila dan Darel)
Bersambung....
......................
Halo aku Aditya Fathir, sorry ya telat tapi hari ini aku bakal update 2 episode sekaligus, jadi tenang saja.
Kalo kalian punya saran atau masukan, tulis komentar kalian dikolom komentar, terima kasih.
__ADS_1
Get enjoy and bye bye.
...-SPIRIT HINTER-...