Spirit Hunter

Spirit Hunter
Episode 20 : Kemarahan Adel.


__ADS_3

Sebelumnya...


Adel berhasil mengalahkan Kallow dan dia sekarang akan menyelamatkan Keyla yang sedang bertarung melawan Abraham sendirian.


Namun Adel terlambat karena Keyla sudah dibuat tak berdaya oleh Abraham, karena itulah Adel menjadi sangat marah.


"Kamu akan segara menerima akibatnya, Abraham" (Adel)


"Kamu memang tidak ada bedanya dengannya sama-sama cerewet, akan aku bungkam kamu dengan sekali serang" (Abraham)


"Jurus Bayangan : Kurungan bayangan"


Abraham membuat bayangan disana bergerak untuk mengurung Adel dan Nadia disana.


"Jurus Petir : Sambaran Petir"


Tiba-tiba petir menyambar tubuh Adel sendiri dan semua bayangan yang akan mengurungnya hilang terkena sambaran itu.


"Matilah kamu Abraham" (Adel)


"Jurus Petir : Tebasan Kilat"


Adel langsung menebas kepala Abraham dengan sekali tebasan.


Dalam hitungan detik kepala Abraham jatuh ke tanah, lalu secara mistrius tiba-tiba kepala tersebut tersambung kembali, sontak Nadia dan Adel kaget melihatnya.


"Apa yang terjadi" (Nadia)


Nadia langsung menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Sudah ku duga, serangan biasa tidak akan membunuh mu" (Adel)


"Jurus Petir : Tebasan Bintang"


Adel menebas Abraham berulang kali, tapi anehnya Abraham tidak menangkisnya dan membiarkan dirinya terpotong-potong, dan dalam sekejap setiap bagian tubuh Abraham yang terpotong dan jatuh ke tanah akan segera kembali utuh seperti semula.


"Itu tidak mungkin" (Nadia)


"Hmm apa kamu sudah selesai" (Abraham)


"Masih belum" (Adel)


"Jurus Petir : Hukuman Dewa"


Adel melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, ia menggambar pola bintang pada serangannya dan membuat petir memancar dari pola tersebut dengan tegangan yang sangat besar sampai bisa menghanguskan apa pun didalamnya dan Abraham pun hangus terkena serangan sebesar itu.


"Mati lah" (Adel)


Abraham yang sudah terjatuh dan hangus entah bagaimana dia bangkit lagi, seakan tidak ada serangan yang mempan terhadapnya.


"Sudah cukup" (Abraham)


Adel dan Nadia terdiam tak bisa berkata apa-apa.


"Sekarang giliran ku" (Abraham)


"Jurus Bayangan : Invincible"


Abraham menghilang dan menyerang Adel dari balik bayangan, tapi entah bagaimana Nadia bisa melihat pergerakan Abraham.


"Adel Awas belakangmu" (Nadia)


Dengan cepat Adel menangkis serangan dari Abraham.


"Hampir saja" (Adel)


"Gadis itu, bagaimana dia tau pergerakan ku" (dalam hati Abraham)


"Hoo... kamu punya refleks yang cepat ternyata, tapi bagaimana kalo begini" (Abraham)


Abraham menghilang lagi dan sekarang ia mengincar Nadia, tapi Nadia bisa dengan mudah menghindari serangan Abraham.

__ADS_1


"Cih" (Abraham)


"Nadia, kamu baik-baik saja" (Adel)


"Iya aku tidak apa-apa" (Nadia)


"Aku tidak tau apa yang dia lakukan tapi aku tidak bisa melihat dia ada dimana sekarang" (Adel)


Lalu Abraham menghilang dan mulai menyerang lagi.


"Nadia bersiap-siap lah dia menghilang lagi" (Adel)


"Adel pakai ini" (Nadia)


Nadia melemparkan sebuah senter ke arah Adel.


"Eh apa ini ?" (Adel)


"Pakai itu untuk mengalahkannya, bayangan akan hilang jika diberi cahaya" (Nadia)


"Sudah cukup bicaranya" (Abraham)


Abraham tiba-tiba ada dibelakan Nadia dan menangkapnya.


"Nadia" (Adel)


"Pantas saja kamu bisa melihat ku, ternyata kamu tau kelemahanku, tapi itu semua sudah tidak berguna lagi, sekarang mati lah" (Abraham)


"Adel tolong" (Nadia)


Abraham hendak mematahkan kepala Nadia seperti yang dia lakukan kepada Keyla tapi Adel dengan cepat menyorot mata Abraham dengan senter yang Nadia berikan.


"Terima ini" (Adel)


"Auch" (Abraham menutup matanya)


Abraham menutup matanya dan tidak jadi menyerang karena sinar dari senter itu menyilaukan matanya dan Adel langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil Nadia dari tangan Abraham.


"Jurus Petir : Tebasan Kilat"


"Nadia tetap dibelakang ku, aku akan melindungi mu" (Adel)


Tangan Abraham kembali pulih seperti sebelumnya.


"Kalian memang berisik sekali ya" (Abraham)


"Kamu tidak akan menang sekarang Abraham" (Adel)


"Hahaha kamu mungkin bisa menyorot ku dengan senter itu tapi itu hanya berlaku jika aku sendiri, bagaimana dengan ini" (Abraham)


"Jurus Bayangan : Bayangan Ganda"


Abraham membuat 4 bayangan dirinya dari bayangannya, tapi dengan santainya Adel hanya melihat jam ditangannya.


"Sudah saatnya fajar tiba" (Adel)


"Adel kita tidak akan menang jika kita terus disini, tempat ini ada dibawah tanah sinar matahari tidak akan masuk ke sini" (Nadia)


"Iya gadis itu benar, kamu tidak punya kesempatan untuk menang" (Abraham)


"Kalo begitu aku yang tinggal bawamu keluar kan" (Adel dengan tersenyum)


"Jurus Petir : Badai Petir"


"Adel jangan bilang kamu" (Nadia)


Adel membuat awan badai seperti sebelumnya tetapi awan itu ada diluar gereja dan badai juga terjadi diluar gereja.


"Apa itu badai petir, hahaha kamu bercanda kita didalam ruangan hal itu tidak akan membantu apapun, sekarang bersiapalah" (Abraham)


Abraham mulai menyerang Adel bersama 4 bayangannya dari berbagai arah.

__ADS_1


"Adel bagaimana ini" (Nadia)


"Nadia menunjuklah" (Adel)


"Eh ok" (Nadia menunduk dibelakang Adel)


Sebuah sambaran petir dari luar menyambar langsung salah satu bayangan Abraham, petir itu masuk dengan menhancurkan atap ruangan bawah tanah tersebut.


"Duar" (suara petir)


"Apa" (Abraham kaget)


Lalu dilanjutkan dengan rentetan petir berikutnya dari luar sampai menghancurkan semua bayangan Abraham dan juga atap ruangan bawah tanah itu.


Setelah itu Adel menghentikan badai petirnya dan cahaya matahari pun muncul dari timur, sekarang ruangan itu disinari oleh sinar matahari.


Segera Abraham langsung bersembunyi dibawah puing-puing atap yang hancur.


"Apa sudah selesai ?" (Nadia)


"Sudah, sekarang tolong cari dan bawa Keyla dari sini, dia pasti ada dibawah reruntuhan" (Adel)


"Oh ya" (Nadia baru sadar)


"Dasar bodoh kenapa kamu tidak menyelamatkan Keyla lebih dulu" (Nadia memukul kepala Adel)


"Maaf aku lupa" (Adel memegang kepalanya)


"Dasar, kalo terjadi hal yang lebih buruk terhadap Keyla bagaimana" (Nadia)


Nadia pun pergi mencari Keyla.


"Ok sekarang keluarlah Abraham, aku akan mengalahkan mu sekarang" (Adel)


"Mengalahkan ku ?" (suara Abraham dari balik puing-puing)


"Sekarang kamu sudah punya bayangan lagi, kamu tidak akan menang" (Adel)


"Hahaha kamu bodoh ya hanya karena aku tidak bisa menggunakan jurus bayangan ku bukan berarti kamu bisa mengalahkan ku" (Abraham dari balik puing-puing)


"Hah apa maksudmu, cepat keluar" (Adel)


Lalu tiba-tiba Nadia berteriak kepada Adel.


"Adel aku tidak bisa menemukan Keyla di reruntuhan" (Nadia)


"Apa ?" (Adel)


"Hahaha, iya kamu kira bayanganku hilang begitu saja, bayangan ku masih ada dibawah reruntuhan ini" (Abraham dari balik puing-puing)


"Adel dia bisa bergerak dibawa reruntuhan ini, jangan-jangan dia juga" (Nadia)


"Sialan, keluar sini jangan bersembunyi" (Adel)


"Hahaha baik lah kalo begitu" (Abraham)


Abraham pun keluar dari puing-puing itu.


"KE... KEYLA" (Adel dan Nadia berteriak)


Bersambung....


......................


"Halo pembaca, aku Aditya Fathir"


"Kalo kalian punya saran atau ide, tolong ditulis di komentar ya, semoga kalian suka dengan ceritanya dan sampai jumpa"


"Get enjoy and bye bye"


...-SPIRIT HUNTER-...

__ADS_1


__ADS_2