
Sebelumnya....
Nadia dan Keyla bertemu dengan Abraham saat mereka masuk ke ruangan bawah tanah digereja, tapi prioritas mereka hanya untuk menyelamatkan Adel.
"Keyla, jangan kalah sampai aku kembali bersama Adel" (Nadia)
"Tenang saja, aku tidak akan kalah, aku ranking 5 teratas, Keyla Vania" (Keyla)
Nadia pergi meninggalkan Keyla bersama Abraham untuk mencari Adel.
"Kamu pasti Abraham, orang yang menculik para perempuan di desa, atas dosa itu aku akan menghukumu" (Keyla)
"Lagi-lagi aku bertemu dengan orang yang berisik, aku benci orang-orang seperti mu, lebih baik kamu diam sekarang juga" (Abraham)
...FLASHBACK...
Beberapa waktu yang lalu, saat Nadia dan Keyla kembali ke penginapan bersama Gilang.
"Itu pasti ulah dia" (Gilang)
"Eh kenapa, apa maksudmu, dia itu siapa ?" (Nadia)
"Abraham, orang yang telah menculik ibuku dan membuat semua orang di desa ketakutan dengan pasukan spirit miliknya" (Gilang)
"Pasukan spirit, apa yang dia lakukan dengan desa mu" (Nadia)
"Dia menghancurkan desa ku dan menculik semua perempuan di desa termasuk ibuku, aku tidak akan memaafkannya, apa pun yang terjadi" (Gilang)
"Jadi yang tadi menyerang difestival itu pasukan spirit Abraham, jadi sejak awal memang dia dalang nya" (Keyla)
"Iya, dia bisa menghilang dalam bayangan dan muncul dimana saja dia mau, dan dia tidak bisa mati" (Gilang)
"Menghilang ?" (Keyla)
"Tidak bisa mati ?" (Nadia)
"para warga pernah menyerangnya saat dia menyerang desa tapi mereka semua dibunuh hanya dalam sekejap olehnya, bahkan jika kamu bisa memenggal kepalanya, kepala tersebut bisa langsung menyambung lagi" (Gilang)
"Gawat kita harus memberitahu Adel, secepatnya" (Keyla)
"Keyla tunggu, Gilang kamu tidur dulu yuk, sudah malam, kamu pasti akan bertemu lagi dengan ibumu, percayalah" (Nadia)
...UDAH FLASHBACKNYA...
"Katakan padaku dimana para perempuan desa yang kamu culik ?" (Keyla)
"Sudah ku bilang, kamu lebih baik diam saja" (Abraham)
"Jurus Bayangan : Invincible"
Abraham menghilang begitu saja dari hadapan Keyla.
"Jangan kabur kamu, kalo berani sini lawan aku" (Keyla)
"Siapa yang kabur, aku justru akan membunuhmu sekarang" (Abraham)
Tiba-tiba dari belakang Keyla, Abraham melayangkan pukulan keras kepada Keyla, bahkan sampai Kayla terpental ke dinding.
"Buk" (suara benturan)
"Ah.... jangan sembunyi kamu" (Keyla kesakitan)
"Aku bersembunyi, hah jangan bercanda aku justru ada dibelakangmu dari tadi" (Abraham)
"Dibelakang" (Keyla langsung menoleh kebelakang)
Dan Abraham memukul Keyla lagi.
"Buk" (suara benturan)
__ADS_1
"KELUAR" (Keyla berteriak)
"DIAM" (Abraham juga berteriak)
"Orang-orang seperti mu yang sok tau, harus segera dimusnahkan, aku benci orang sepertimu" (Abraham)
Abraham terus memukul Keyla dari segala arah tanpa balasan dari Keyla sekalipun.
"Aduuuh... sakit sekali" (Keyla merintih kesakitan)
"Sekarang temuilah ajalmu" (Abraham)
Abraham akan melayangkan pukulannya lagi, tapi Keyla kali ini bisa mencegahnya.
"Jurus Tanah : Perangkap Binatang Buas"
Keyla menangkap Abraham tepat saat Abraham hendak menyerangnya.
"Kena kamu, sekarang gilira..." (Keyla)
"Terlambat" (Abraham)
Abraham tiba-tiba muncul dibelakang Keyla dan mengucinya dari belakang.
"Haha yang kamu tangkap itu hanyalah bayangan" (Abraham)
"Lepaskan aku atau akan ku bu..." (Keyla)
Keyla memberontak untuk melepaskan dirinya, tapi kunciang dari Abraham sangat kuat.
"Sekarang saatnya tidur gadis cerewet" (Abraham)
Abraham memutar leher Keyla sampai dia tidak lagi bergerak.
"Dengan begini kamu akan diam selamanya" (Abraham)
"Hei Adel cepat bangun, Keyla butuh bantuan mu" (Nadia melepaskan tali yang mengikat Adel)
Adel masih tetap tidak sadarkan diri.
"Aduh Adel bangun, jika bukan kamu yang menolong Keyla siapa lagi" (Nadia)
Nadia terus mencoba menyadarkan Adel namun sia-sia.
"Aku mohon Adel bangunlah, aku tidak bisa melakukan apapun, kamu.... cuma kamulah harapan ki" (Nadia menangis)
Nadia hanya bisa menangis sekarang di dada Adel yang terbaring tidak sadarkan diri, namun tiba-tiba tanpa Nadia sadari, Adel sadar dan langsung menggenggam tanga Nadia yang ada didadanya.
"Jangan menangis, kamu harus percaya diri, kamu bisa melakukanya jika kamu" (Adel)
"Hah" (Nadia kaget)
Nadia langsung memeluk Adel saat tau Adel sudah sadar.
"Akhirnya kamu bangun juga, aku khawatir sekali, aku kira kamu sudah" (Nadia masih menangis)
"Aku baik-baik saja tenanglah dan berhentilah menangis" (Adel mengusap air mata Nadia)
Nadia berhenti menangis dan tersenyum kepada Adel.
"Nah sekarang katakan dimana Keyla ?" (Adel)
"Keyla sedang melawan seorang laki-laki bertubuh besar, dia tampak seperti pendeta" (Nadia)
"Dia pasti Abraham, Nadia cepat bawa aku kesana, orang itu sangat berbahaya" (Adel)
Lalu muncul lah Kallow disana, ditempat Adel dan Nadia.
"Hallo Adel, sudah bangun ya, bagaimana tidurnya, nyenyak ?" (Kallow)
__ADS_1
"Kallow, aku tidak punya waktu untuk mu" (Adel dengan tatapan tajam)
"Wah wah padahal kita baru saja bertemu beberapa jam yang lalu, lebih baik kita lanjutkan obrolan sebelumnya" (Kallow)
"Jurus Spirit : Tebasan Kilat"
Adel dengan cepat langsung menyerang Kallow begitu saja.
"Jurus Spirit : Dinding Ghoib"
Tapi Kallow tidak mau kalah, dia juga langsung menangkis serangan dari Adel.
"Wah wah, bukanya kurang sopan menyapa orang dengan seperti itu" (Kallow)
"Jurus Petir : Tebasan Bintang"
Adel menyerang Kallow terus-menerus dari berbagai arah dengan sangat cepat.
"Apa yang kamu lakukan Adel, serangan seperti itu tidak akan menembus dinding ghoib ku" (Kallow)
Lalu Adel berhenti menyerang.
"Aku tahu itu, tapi aku sudah pernah melawan orang yang mempunyai kemampuan yang sama seperti mu, jangan menhalangi langkah ku" (Adel)
Ternyata serangan Adel yang tadi membentuk pola bintang dilantai dan pola tersebut sekarang menyala, mengeluarkan percikan listrik.
"Apa yang akan kamu lakukan" (Kallow ketakutan)
"Sudah ku bilang kan, aku tidak punya waktu untukmu" (Adel)
"Jurus Petir : Hukuman dewa"
Pola bintang tadi memamcarkan petir yang sangat besar dan dahsyat, yang bahkan mampu memhanguskan apapun yang ada pada pola tersebut sedangkan Kallow berdiri tepat ditengah-tengah pola tersebut.
"Tidaaaaak....." (teriakan Kallow)
Kallow hangus terkena sambaran petir sebesar itu.
"Kelamahan dari dinding ghoib itu ada di bagian kaki, walaupun terlihat dinding sangat kuat dan kokoh tapi sebenarnya dinding itu melayang diatas tanah" (dalam hati Adel)
"Nadia cepat tunjukan jalannya" (Adel)
"Ah iya, ayo" (Nadia)
Segera Adel dan Nadia pergi ke tempat Keyla berada, tapi saat sampai disana mereka terkejut karena melihat Keyla sudah diam tak berdaya dipelukan Abraham.
"ABRAHAM" (Adel berteriak dengan sangat marah)
"Oh ada orang lain lagi yang ingin dibungkam" (Abraham)
Keyla yang sudah tidak berdaya dijatuhkan begitu saja oleh Abraham dari tangannya.
"Keyla, tidak" (Nadia menangis)
"Kamu akan segera tahu akibatnya Abraham" (Adel mengepalkan tangannya
"Mati lah kamu Abraham" (Adel menyerang)
Bersambung....
......................
"Halo pembaca, aku Aditya Fathir"
"Kalo kalian punya saran atau ide, tolong ditulis di komentar ya, semoga kalian suka dengan ceritanya dan sampai jumpa"
"Get enjoy and bye bye"
...-SPIRIT HUNTER-...
__ADS_1