
Flashback 1 hari sebelumnya.
Masih di ruangan ketua.
"Menurut klien, dia membeli hotel ini karena pemilik hotel sebelumnya itu bangkrut dan menjual hotelnya dengan harga murah" (Samuel)
"Dan kamu tahu Brayn, persaingan disana sudah sangat tidak sehat, mereka sampai rela bayar puluhan hanya untuk membuat lawan bisnisnya bangkrut" (Samuel)
"Iya aku tau itu, makanya kita harus kesana dan melihat dengan mata kita sendiri" (Brayn)
"Tolong ya, jaga mereka bertiga" (Samuel)
"Tak perlu sebegitu nya 😌" (Brayn)
...----------------...
18 Juni, 09:00 PM Hotel Paradise.
"Oke akan aku jelaskan tugas kalian itu apa" (Brayn)
Mereka semua berkumpul dilobi hotel.
"Jadi kita disuruh untuk membersihkan tempat ini dari pengaruh ilmu hitam karena menurut klien kita hotel ini sudah kena santet" (Brayn)
*Btw, santet itu upaya seseorang untuk mencelakakan orang lain dengan cara supranatural.
"Oh gitu ya, pantas saja hotelnya tidak dipakai, ternyata ini alasannya 😯" (Darel)
"Jadi begitu, kita akan melakukan pembersihan dari setiap lantai, satu persatu dan mencari dari mana sumber santet ini berasa, kalian siap ?" (Brayn)
"SIAP" (mereka bertiga bersamaan)
Setelah melakukan persiapan, mereka bertiga langsung berpencar satu sama lain ke setiap lantainya.
Hotel ini memiliki 6 lantai dan 2 lantai basement. Lantai 2 sampai 4 diperiksa sama Darel, lantai 5 sampai rooftop diperiksa sama Andrian dan Sheila yang memeriksa basement.
"Kamarnya banyak banget, aku tidak pernah tahu kalo kamar hotel bisa sebanyak ini" (Darel)
Darel memeriksa setiap kamar dilantai 3 tersebut dan hanya menemukan beberapa spirit kelas bawah.
__ADS_1
"SPIRIT POWER : HOLY PUNCH"
Dengan tinju dan energi spiritnya, Darel mensucikan semua spirit yang ia temui.
"Bahkan ditempat yang bagus begini pun, masih banyak hantunya 😏" (Darel)
...----------------...
Dilantai 5.
Andrian juga sama hanya menemukan beberapa spirit kelas rendah sampai sedang.
"Saatnya pembersihan" (Andrian)
Dia mengeluarkan dua pistol miliknya dan membidiknya.
"Dor... Dor... Dor..." (suara tembakan)
*Meskipun bukan senjata ghaib, tapi pistol milik Andrian menggunakan peluru yang diisi energi spirit.
"Ini mah terlalu gampang" (Andrian dengan sombongnya)
...----------------...
"Leo apa kamu mencium sesuatu ?" (Sheila)
"Rrrghhh..." (suara harimau)
"Hmm... Ini lebih damai dari yang aku perkiraan ku ya" (Sheila)
Sheila ditemani spirit kelas menengah (Leo) miliknya, mereka menelusuri parkiran kosong dilantai basement.
"Biasanya ditempat gelap dan kosong seperti ini banyak spirit berkeliaran tapi ini malah sepi 😕" (Sheila)
"Hi.. Hi.. Hi.." (suara kuntilanak)
Sesosok kuntilanak tiba-tiba muncul dari balik kegelapan.
"LEO... SERANG" (Sheila)
__ADS_1
Leo langsung melompat dan menerkam sebuah kuntilanak tersebut.
"Cuma arwah gentayangan" (Sheila)
Sheila melanjutkan langkahnya bersama Leo.
"Sejujurnya, aku nggak mau ditugaskan di basement tapi karena aku kalah suit, jadi gini deh 🥲" (Sheila)
"Untung ada kamu yang temenin aku, Loe" (Sheila sambil mengelus kepala Leo)
"Rrghh..." (suara harimau)
Malam semakin larut dan mereka bertiga sudah membersihkan sepertiga bangunan hotel.
Dan sebentar lagi menuju tengah malam.
Bersambung......
......................
...****PENGENALAN KARAKTER****...
-Nama lengkap : Andrian Dareen
-Tinggi badan : 178 cm
-Tanggal lahir : 1 Januari
-Dia memiliki tubuh yang cukup bagus dan sering menggunakan pakaian rapih.
-Orangnya sangat taat pada peraturan dan agak kaku tapi juga sering meremehkan orang.
-Makanan kesukaannya itu sandwich dan salad buah.
-Alasan mengapa dia masuk organisasi karena dia terlahir sebagai indigo dan merasa bahwa menjadi spirit hunter adalah tugasnya.
-Umur dia saat ini 19 tahun.
...SPIRIT HUNTER...
__ADS_1