
Flashback sehari sebelumnya.
Masih diruangan ketua.
"Permisi pak" (Nadia)
"Iya Nadia, ada apa ?" (Samuel)
"Saya dapat berita baru, penting tentang salah satu klien kita" (Nadia)
"Apa itu ?" (Samuel)
"Ternyata pemilik hotel Paradise di Kota Estania sebelum itu adalah Gallen Gibson, seorang ketua mafia kejam yang suka menculik gelandangan di jalanan lalu membunuhnya" (Nadia)
"APA, kamu serius ?" (Samuel terkejut)
"Saya dapat informasi ini dari klien kita" (Nadia)
"Kenapa baru bilang sekarang, panggil Rei ada tugas buat dia" (Samuel)
...----------------...
18 Juni, 11:23 PM Lantai 4.
"Ini lantai terakhir di tugas ku, akan ku selesaikan dengan cepat" (Darel)
Darel berjalan di koridor dan memeriksa kamar satu persatu.
"10 clear" (Darel)
"11 clear juga" (Dare)
"12, hmm.. ๐" (Darel)
Darel membuka pintu kamar 12. Ia merasa baru saja melihat ada yang bergerak dari balik kegelapan kamar.
"Mau main petak umpet kah ๐" (Darel)
Darel masuk kamar tersebut dengan pelan-pelan dan menghidupkan lampu kamar.
"Klik" (suara sakelar)
Lampu menyala dan Darel bisa melihat seisi ruangan.
"Cit... Cit..." (suara tikus)
"Ternyata cuma tikus ๐" (Darel)
Ia kembali keluar dari kamar tersebut dan melanjutkan ke kamar berikutnya.
__ADS_1
"Ternyata ditempat sebagus ini aja masih ada tikus ya" (Darel)
"Ceklik..." (suara pintu)
Darel membuka pintu kamar 13 dan melihat hal yang sama, kamar tersebut gelap gulita sama seperti kamar-kamar sebelumnya.
"Klik" (suara sakelar)
Lampu menyala dan Darel bisa melihat seisi ruangan.
"Nggak ada apa-apa, berarti clear" (Darel)
Selesai memeriksa kamar tersebut, Darel kembali keluar dari kamar tersebut.
"Cit... Cit..." (suara tikus)
Seekor tikus keluar dari pintu kamar tersebut sesaat sebelum Darel menutup rapat pintu kamar.
"Ih banyak tikus ya disini, tempatnya jorok" (Darel)
Darel terus melanjutkan tugasnya.
"Ceklik..." (suara pintu)
Dia membuka pintu kamar.
"Klik" (suara sakelar)
"Cit... Cit..." (suara tikus)
Dan selalu ada tikus dari kamar yang ia masukin.
"Aneh banget, ini udah 3 kamar tapi kok rasanya kek dejavu ya ๐ค" (Darel)
Darel menutup pintu kamar dan berjalan lagi menuju kamar berikutnya.
"Atau jangan-jangan aku aja yang halu" (Darel)
Dia berhenti didepan pintu kamar selanjutnya.
"Ini berarti kamar ke... ๐" (Darel)
Darel melihat nomer yang tertera di pintu kamar.
"13 ๐คจ" (Darel)
"Seharusnya kamar 13 udah lewat dari tadi tapi kok ini ?" (Darel bertanya-tanya)
Karena tidak menemukan jawabannya. Darel mencoba masuk ke kamar 13 itu, sekali lagi.
__ADS_1
"Ceklik..." (suara pintu)
Darel membuka pintu.
"Klik" (suara sakelar)
Darel menyalahkan lampu.
"Cit... Cit..." (suara tikus)
Seekor tikus keluar dari dalam kamar.
"Aku tidak paham apa yang sedang terjadi" (Darel)
Karena masih penasaran. Darel akhirnya memutuskan untuk berjalan kembali ke kamar sebelumnya.
"13" (Darel)
"13 lagi" (Darel)
"Masih 13" (Darel)
Mau sejauh apapun Darel berjalan ke kamar sebelumnya ataupun selanjutnya kamar yang ia temui selalu bernomor 13.
"Sial, aku sudah terperangkap dikamar 13 ini, sekarang aku harus bagaimana ๐ซ" (Darel merasa putus asa)
Bersambung.....
......................
...****INFORMASI KARAKTER****...
-Nama lengkap : Darel Damar (MC)
-Tinggi badan : 173 cm
-Tanggal lahir : 10 Desember
-Dia punya mata biru yang indah, mungkin karena keturunannya.
-Dia sebenernya tidak peduli dengan orang lain dan hanya mementingkan diri sendiri, tapi karena keluguannya dia sering dimanfaatkan.
-Alasan dia masuk organisasi karena harus menebus uang berobat rumah sakitnya dan biaya pemakaman adiknya.
-Makanan kesukaannya adalah roti isi keju dan buah-buahan.
-Umurnya saat ini 18 tahun.
...SPIRIT HUNTER...
__ADS_1