
Review sebelumnya....
Adel dan Keyla belum berhasil bertemu dangan orang bernama Abraham di episode sebelumnya, menurut Nadia orang bernama Abraham ini adalah salah satu pemimpin organisasi Kali atau disebut juga 7 pendeta tinggi, Karena gagal untuk bertemu dengan Abraham, Adel dan Keyla justru pergi berbelanja.
(Woi ini siapa sih yang bikin cerita)
Saat ini Adel dan Keyla sedang mengobrol di sebuah kafe di kota Westania.
"Ngomong-ngomong Adel, apa sekarang kamu punya pacar ?" (Keyla)
Adel yang sedang minum langsung tersedak minumannya setelah Keyla bertanya begitu.
"Uhuk uhuk" (suara batuk)
"Adel kamu tidak apa-apa ?" (Keyla)
"Maaf, aku tidak apa-apa" (Adel)
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya begitu ?" (Adel)
"Tidak apa-apa, cuma ingin tahu aja" (Keyla)
"Tidak ada, aku tidak punya pacar" (jawab Adel)
Keyla tersenyum.
"Hmm bohong kan, masa Adel si ranking 3 dari Psychic School tidak punya pacar" (Keyla sambil mencubit pipi Adel)
"Hei hentikan, itu sakit, aku memang tidak punya pacar sekarang, memangnya ada yang salah dengan itu" (Adel)
"Tidak apa-apa, aku tadi hanya bercanda" (Keyla)
Suasana pun jadi canggung dan Adel kembali meminum minumannya, lalu Keyla bertanya lagi.
"Hei Adel, apa kamu menyukaiku ?" (tanya Keyla dengan lembut)
Adel pun kembali tersedak minumannya.
"Uhuk uhuk" (suara batuk)
"Woi" (Adel marah)
"Kamu ya, kalo ingin bercanda, lebih baik kamu mencari bahan candaan yang lain, itu tidak lucu sama sekali" (Adel)
"Hahaha" (Keyla tertawa)
"Tapi, kali ini aku serius" (Keyla)
"Eh..." (pupil mata Adel membesar)
"Adel maukah kamu jadi pacar ku ?" (Keyla)
……………
Disaat yang sama di Psychic School.
"Aku dengar kamu sedang menjalani latihan khusus bersama kepala sekolah ?" (tanya Sheila)
"Iya benar, aku mau ke perpustakaan dulu ya mau mempelajari jurus-jurus apa saja yang bisa aku pakai" (jawab Darel)
"Hmm kalo gitu aku juga mau pergi, ke kota Nortalia, aku harus mencari pengganti Deon" (Sheila)
"Kalo gitu aku juga pergi, dah" (Andrian pergi meninggalkan mereka berdua)
"Sheila boleh aku ikut dengan mu, aku juga ingin belajar cara memanggil spirit seperti mu" (Darel)
"Boleh, kalo gitu ayo berburu bersama" (Sheila)
"Go....!" (Darel dan Sheila)
……………
Adel dan Keyla akhirnya kembali ke penginapan dan Adel melihat anak itu baru saja mandi bareng Nadia.
"Woi bocah, seneng kamu ya" (Adel)
Dan anak itu hanya menjulurkan lidahnya mengejek Adel.
__ADS_1
"Kurang ajar, dasar bocah sialan" (Adel)
Adel pun malah main kejar-kejaran bersama anak itu.
"Keyla bagaimana hasilnya kamu sudah bertemu dengan orang itu ?" (tanya Nadia)
"Maaf Nadia aku cape, aku ingin istirahat dulu" (Keyla masuk ke dalam kamar)
"Woi Adel kamu apa kamu lakukan pada Keyla" (Nadia)
"Kami tidak berhasil bertemu dengan Abraham itu saja, mungkin dia cape karena itu" (Adel)
"Hah kamu bercanda, tapi kenapa dia jadi murung begitu" (Nadia)
Adel hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaan dari Nadia.
"Kalo gitu akan aku tanyakan sendiri pada Keyla" (Nadia)
Nadia masuk ke kamar Keyla dan sekarang hanya ada Adel dan anak itu disana.
"Terus bagaimana dengan ibuku ?" (Tanya anak itu)
"Tenang saja, ibumu pasti selamat, ayo kita ke festival, sebentar lagi festivalnya akan dimulai" (jawab Adel)
Adel pun mengajak anak itu ke festival meninggalkan Keyla dan Nadia di penginapan, sementara itu di kamar Keyla.
"Key kamu tidak apa-apa ?" (tanya Nadia)
"Tidak apa-apa Nad, aku hanya cape berjalan seharian, itu saja" (Keyla)
"Tapi kenapa kamu dan Adel bersikap aneh, seperti ada yang kalian tutupi" (Nadia)
"Mungkin dia juga cape, karena" (Keyla)
"CUKUP KEY" (Nadia berteriak)
"Kamu tidak perlu menutupinya, kamu bisa mencurahkan semuanya pada ku" (Nadia)
Seketika Keyla pun menangis dan Nadia langsung memeluk Keyla.
"Aku di tolak" (Keyla)
Keyla mengangguk.
"Terus gimana hubungan mu dengannya" (Nadia)
"Nggak tau" (Keyla)
*Kamu tahu kan kalau aku sudah suka sama Adel sejak masuk Psychic School dan hanya ada dua cewe yang dekat dengannya yaitu aku dan Elina, tapi Adel lebih dekat dengan Elina dan aku tidak ingin hal itu terus terjadi, makanya aku ingin segera mengungkapkan perasaan ku, tapi sekarang dia malah menolak ku" (Keyla menangis lagi)
"Sudahlah mungkin memang kalian tidak berjodoh" (Nadia)
"Tapi aku sudah berlatih keras untuk bisa masuk ke dalam LH bersamanya, aku juga sudah tau apa yang dia suka dan aku sudah berjuang keras untuk perasaan ku ini, tapi..." (Keyla)
"Sudah sudah, sekarang mending kita siap-siap ke festival, sebentar lagi festival akan dimulai"
Keyla mengangguk.
Mereka berdua bersiap-siap dan pergi ke festival.
"Eh kemana anak itu ?" (Nadia)
"Mungkin sudah pergi duluan bersama Adel" (Keyla)
"Mungkin saja, ayo berangkat" (Nadia)
……………
Adel dan anak itu sudah ada di festival.
"Kak coba liat ini, argh..." (anak itu)
Anak itu menunjukan sebuah topeng mainan ke Adel dan mencoba menakuti Adel.
"Kamu bodoh ya, aku ini spirit hunter aku sudah biasa melihat yang seperti itu, oh ya ngomong-ngomong aku belum tanya siapa namamu ?" (Adel)
"Gilang namaku gilang" (gilang)
__ADS_1
"Oh oke Gilang, aku mau pergi dulu ke toilet kamu tetap disini sebentar, aku akan kembali lagi" (Adel)
"Cepetan" (Gilang)
"Iya bawel" (Adel)
Adel pun meninggal kan Gilang untuk pergi ke toilet, tapi saat Adel kembali Gilang sudah tidak ada ditempat.
"Gilang, kemana tuh bocah, Gilang" (Adel memanggil-manggil Gilang)
Adel langsung menelpon Nadia dan Keyla.
"Halo, ada apa Adel ?" (Nadia)
"Gilang hilang, kalo kamu lihat dia beri tahu aku" (Adel)
"Gilang, anak yang tadi bersama mu ?" (Nadia)
"Iya, tadi aku tinggal dia sebentar tapi sekarang tidak tahu kemana dia" (Adel)
"Ya sudah nanti aku kabarin kalo ketemu" (Nadia)
"Tolong ya" (Adel)
Nadia mematikan telpon.
"Kenapa Nadia ?" (tanya Keyla)
"Gilang anak yang bersama Adel hilang, tadi Adel bilang begitu pada ku, kita juga harus mencarinya" (Nadia)
"Bodoh sekali Adel menjaga anak kecil saja tidak bisa" (Keyla)
"Sudahlah sekarang bukan saatnya berdebat" (Nadia)
Mereka bertiga langsung mencari Gilang ditengah kerumunan festival sampai-sampai mereka bertiga bertemu satu sama lain.
"Gimana Adel, sudah ketemu ?" (Nadia)
"Belum, kamu belum bertemu dengannya ?" (Adel)
"Kenapa malah nanya balik" (Nadia)
"Maaf, aku panik" (Adel)
Disisi lain Keyla dari tadi terus memalingkan pandangannya dari Adel dan Adel sadar akan hal itu.
"By the way Keyla, aku minta maaf ya" (Adel)
Keyla hanya memalingkan wajahnya dan wajahnya memerah.
"Sial kalo begini terus tidak akan selesai, akan ku gunakan jurus itu" (Adel)
Adel menggigit jarinya sendiri dan meneteskan darahnya ke tanah juga menutup matanya.
"Jurus Spirit : Mata Batin"
"Bodoh, menggunakan jurus itu untuk mencari anak kecil dari semua orang yang ada disini, itu tidak mungkin" (Nadia)
"Kamu mungkin benar tapi kenapa aku malah melihat banyak sekali spirit di sini" (Adel)
"Hah spirit dari tadi aku tidak lihat spirit..." (Nadia)
Tiba-tiba banyak sekali spirit muncul di tengah-tengah festival itu, semua orang langsung histeris ketakutan dan berlarian. menyelamatkan diri.
"Ada apa dengan ini semua ?" (Nadia kebingungan)
"Hei lebih baik kita selamatkan semua orang ini dulu" (Keyla panik)
"Bagaimana aku tidak menyadari keberadaan semua spirit ini" (dalam hati Adel)
Bersambung....
......................
"Halo pembaca, aku Aditya Fathir"
"Kalo kalian punya saran atau ide, tolong ditulis di komentar ya, semoga kalian suka dengan ceritanya dan sampai jumpa"
__ADS_1
"Get enjoy and bye bye"
...-SPIRIT HINTER-...