
Sebelumnya....
Adel menghancurkan ruangan bawah tanah dengan jurusnya agar cahaya matahari bisa masuk untuk menghilangkan jurus bayangan Abraham, tapi itu tidak cukup untuk mengalahkan Abraham karena sebenarnya.
"Sialan, keluar sini jangan bersembunyi" (Adel)
"Hahaha baik lah" (Abraham)
Abraham keluar dari balik puing-puing.
"Akhirnya kaluar juga kamu, urusan kita belum selesai" (Adel)
"Benar kah, kalo gitu akan ku selesaikan" (Abraham)
"Jurus Bayangan : Tangan-tangan Bayangan"
Banyak puing-puing disekitar situ, dengan bayangan yg ada dibawah puing-puing itu Abraham membuat banyak tangan-tangan dari bayangan itu dan salah satunya menangkap kaki dan tangan Adel.
"Apa ini, lepaskan" (Adel memberontak)
"Jangan palingkan pandanganmu bocah" (Abraham)
Abraham melancarakan pukulan keras kewajah Adel dan Adel tidak bisa mengelak karena dia ditahan oleh tangan-tangan bayangan.
"Arghh" (Adel)
"Masih belum, terima ini" (Abraham)
Abraham memukuli Adel dengan banyak sekali pukulan dengan Adel yang tidak bisa lari.
"Hiya.... hiya.... makan ini..... juga ini.... sekarang matilah" (Abraham)
Adel terpental terkena pukulan terakhir Abraham.
"ADEL" (Nadia berteriak)
"Jangan berisik, gadis cerewet" (Abraham)
Tangan bayang-bayang itu sekarang menangkap Nadia dan dia tidak bisa bergerak.
"Kalian bilang tau kelemahan ku hah, kalian pikir kaliak ini siapa" (Abraham mendekati Nadia)
Abraham menjabak rambut Nadia dengan keras.
"Aaahhh... sakit" (Nadia merintih kesakitan)
"Kamu bawahan Dairus kan, kamu pasti tau sesuatu tentang kristal merah delima, beru tahu aku" (Abraham dengan tatapan tajam)
"Aahh, apa yang kamu katakan, a.... aku tidak tau apa maksudmu" (Nadia)
Abraham menarik rambut Nadia dengan keras lagi.
"Aaahhh" (Nadia merintih)
"Kamu mau mencoba berbohong ya" (Abraham)
"Ti.. tidak aku" (Nadia)
"Sudahlah, kalo memang kamu tidak tau berarti kamu juga harus mati" (Abraham)
"Jurus Bayangan : Bor bayangan"
Tangan Abraham diselimuti oleh bayangan dan bayangan itu membentuk seperti bor ditangan Abraham.
"Seharusnya kamu beri tahu Darius untuk memberikan kristal itu" (Abraham)
Abraham akan melancarkan serangan langsung ke Nadia.
"TUNGGU" (Adel berteriak)
Abraham menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah Adel.
"Hmm, ternyata sang pahlawan masih hidup, aku tidak terkejut, murid pilihan Darius memang kuat ternyata tapi juga menyebal kan" (Abraham)
"Adel" (Nadia dengan suara lemah)
__ADS_1
"Aku akan membiarkanmu begitu saja dan menjadikanmu sandra" (Abraham melepas rambut Nadia)
Nadia masih terikat oleh tangan-tangan bayangan.
"Hei kamu Adel, jika kamu masih punya tenaga, lebih baik kamu hubungi Darius dan suruh dia kesini membawakan krital merah delima, jika tidak 2 murid kesayangan nya akan mati ditangan ku, hahaha" (Abraham)
"DIAM KAMU" (Adel)
"Hmm" (Abraham)
"Kamu pikir kamu bisa menang begitu saja, kamu pikir kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu pikir aku akan melepaskan mu begitu saja setelah kamu melakukan hal kejam kepada Keyla, kamu pikir kamu itu siapa, hah" (Adel)
"Berisik sekali" (Abraham)
Abraham tiba-tiba muncul di depan Adel dari balik bayangan puing-puing dan akan melakukan serangan dadakan dengan bor bayangan ditangannya.
Tatapan Abraham tajam sekali seperti ingin membunuh Adel dalam sekali serang, Adel juga tidak punya waktu untuk mengelak dari serangan mendadak ini.
"Jurus Tanah : Jebakan Binatang Buas"
Gerakan Abraham ditanan dengan jurus tanah tersebut.
"Hei sepertinya kamu lupa satu orang disini" (Keyla)
"KE... KEYLA" (Adel dan Nadia kaget)
Adel dan Nadia terkejut melihat Keyla masih hidup dan tidak terluka sedikitpun.
"Key, kamu tidak apa-apa ?" (Nadia)
"Aku baik-baik saja, yang kalian kita aku dibunuh oleh orang itu cuma bayangan ku" (Keyla)
"Syukurlah, tapi dari mana saja kamu" (Nadia)
"Nadia nanti saja bicaranya, aku akan menyelamatkanmu lebih dulu, Adel kamu masih bisa berdirikan" (Keyla)
"Iya" (Adel)
Abraham memberontak dan merusak perangkap binatang buas milik Keyla.
"Aku mengandalkan mu Adel" (Keyla)
Keyla berlari ke arah Nadia.
"Jurus Bayangan : Tangan Tangan Bayangan"
Tangan bayangan muncul lagi dari balik puing dan mencoba menangkap Keyla, tapi Keyla berhasil menghindar.
"Jurus Petir : Tebasan Kilat"
Adel mulai menyerang Abraham dan Abraham tidak mau kalah, dia juga mulai menyerang balik dan akhirnya ertarungan mereka berdua tak terelakan lagi.
"Mau berapa kali pun kamu menebasku, kamu tidak akan menang aku ini abadi" (Abraham)
Keyla membebaskan Nadia.
"Nad kamu hubungi Pak Darius dan bawa bantuan kesini, aku akan membantu Adel" (Keyla)
"Siap" (Nadia)
Nadia pergi mencari bantuan.
"Jurus Tanah : Perangakap Bianatang Buas"
Abraham terkena jurus itu lagi.
"Cih jurus ini lagi" (Abraham langsung memberontak)
"Adel sekarang" (Keyla)
Adel langsung menusuk dada Abraham sampai pedangnya menembus badan Abraham.
"Kamu tidak pernah belajar ya, aku tidak akan ma..." (Abraham)
"Jurus Petir : Gelombang Kejut"
__ADS_1
Serangan Ade itu membuat Abraham tersetrum.
"Aaarrrgghhh" (Abraham)
Keyla dengan cepat berlari kearah Abraham dan akan menlancarakan pukulan pamungkasnya.
"Jurus Lava : Letusan Gunung Berapi"
Keyla memukul Abraham dan mengenai bagian perutnya tak lama kemudian
"Duar" (suara ledakan)
Tubuh Abraham meledak dan hancur berkeping-keping.
"Adel itu saja tidak cukup untuk membunuhnya kita harus melancarkan serangan selanjutnya" (Keyla)
"Ok, jurus spi...." (Adel terjatuh)
"Adel" (Keyla)
Keyla langsung menolong Adel.
"Adel kamu tidak apa-apa" (Keyla)
"Hosh hosh" (suara nafas Adel)
"A.... aku" (Adel)
Abraham yang tadi hancur berkeping-keping kembali pulih ke bentuk semula.
"Hahaha, dia sudah kehabisan tenaga" (Abraham)
"Apa ?" (Keyla)
"Lihatlah dibawah kaki mu" (Abraham)
Keyla melihat kebawah kakinya.
"Bukankah semua benda didunia ini mempunya bayangan, jika itu benar maka itu berarti kemenangan ku sudah ditentukan" (Abraham)
"Jurus Bayangan : Tangan Tangan Bayangan"
Tangan bayangan itu sekarang muncul dari bayangan tubuh mereka sendiri dan Keyla berusaha untuk menghindar.
"Percuma saja menghindar karena itu bayangan mu sendiri" (Abraham)
Dam benar tak lama Keyla pun oleh bayangannya sendiri begitupun dengan Adel yang sudah lemas.
"Hahaha lihat, hasilnya bahkan sudah ditentukan sejak awal" (Abraham)
Abraham berjalan menuju Adel yang sudah tak bertenaga dan menginjak perutnya.
"Uhuk uhuk" (Adel batuk-batuk dan kesulitan bernafas)
"WOI LEPASKAN" (Keyla berteriak)
"Hei hei tidak usah berteriak, setelah aku selesai disini pasti nanti giliran mu" (Abraham)
"Jurus Bayangan : Bor Bayangan"
Abraham membuat bor bayangan lagi ditangannya dan akan menyerang Adel yang sudah tak berdaya.
"Dengan ini selesai sudah" (Abraham)
Abraham menusuk jantung Adel dengan bor bayangan itu.
"HENTIKAN" (Keyla)
Bersambung....
......................
Halo aku Aditya Fathir, kalo kalian suka dengan novel ini jangan lupa di like dan follow supaya tau kelanjutan ceritanya.
Kalo kalian punya saran atau masukan, tulis komentar kalian di kolom komentar, terima kasih.
__ADS_1
Get enjoy and bye bye.
...-SPIRIT HUNTER-...