
Sebelumnya....
Anak yang awal nya dikira bernama Budi itu ternyata bernama Brandon dan dia juga seorang pangeran, dia berkeliling didalam hutan dan bertemu dengan seekor naga dan disaat yang sama Elina, Sheila dan Darel sedang mencarinya.
"Namaku adalah Brandon Garett, aku adalah seorang pangeran dari kerajaan Elio" (Brandon)
"Apa seorang keturunan raja ?" (Naga itu)
"Iya benar sekali, aku adalah bangsawan kerajaan, jika kamu tidak tunduk kepada ku maka aku akan menyegelmu" (Brandon)
"Hmm, anak kecil seperti mu tidak akan mungkin bisa membohongi ku, anak raja tidak akan mungkin datang ke tempat seperti ini" (Naga itu)
Naga itu kembali mencoba untuk tidur dan Brandon terlihat kesal dibilang seperti itu.
"Woi, siapa nama mu" (Brandon)
"Apa lagi yang kamu mau bocah" (Naga itu)
"Cepat katakan" (Brandon benar-benar kesal sekarang)
Sekali lagi naga itu tiba-tiba gemetaran sendiri saat Brandon menggertaknya.
"Lagi, ada apa dengan bocah ini" (dalam hati Naga itu)
"Baiklah akan ku katakan nama ku, namaku adalah Drake, aku adalah naga suci penjaga hutan ini" (Naga itu)
"Okelah kalo begitu, Drake jadilah abdiku" (Brandon)
"Apa ?" (Drake)
"Kamu adalah naga suci kan, apa salahnya naga suci jadi abdi seorang pangeran" (Brandon)
"Kamu sudah kelewatan, sudah saatnya kamu pergi dari sini" (Drake)
Drake menyerang Brandon dengan menyemburkan api dari mulutnya kearah Brandon.
"Whoooss"
Brandon tidak menghindar sama sekali dan dia membiarkan dirinya sendiri terkena api itu.
"Hmm jadi kamu memilih untuk jadi abu" (Drake)
"Dengar ya akan aku katakan sekali lagi" (Brandon)
Api yang membakar tubuh Brandon perlahan mengecil dan padam dengan sendirinya, saat itu juga Drake terkejut.
"Dia tidak terbakar oleh api ku" (dalam hati Drake)
"Mau kah kamu jadi abdiku ?" (Brandon)
Drake masih belum percaya dengan apa yang dia lihat.
"Ka.... kamu keturunan cahaya ?" (Drake)
"Iya" (Brandon tersenyum)
Tak lama mereka berdua keluar dari gua itu.
"AAARRRRGGGHHHHH"
Drake mengaum dengan sangat keras, saat itu juga Elina, Sheila dan Darel menemukan Brandon.
"Brandon" (Elina)
"Eh Brandon ?" (Sheila dan Darel)
"Iya, kalian berdua cepat ikut aku" (Elina)
Elina langsung berlari kearah naga itu, sedangkan Sheila dan Darel tertinggal dibelakannya.
"Kakak tunggu" (Sheila)
"Nyum nyum" (Darel masih menguyah)
"Darel ayo cepat atau kita akan ketinggalan" (Sheila)
"Sebwentar lawgi" (Darel ngomong sambil ngunyah)
__ADS_1
Sheila memukul Darel dan langsung menariknya pergi.
"Dasar makan mulu kerjaannya" (Sheila)
"Mawaf" (Darel tetep ngunyah)
"Kita sudah ketinggalan kak Elina, aduh kemana dia tadi ?" (Sheila)
"Mungkin dia pergi kearah naga itu" (Darel)
"Kamu benar, ayo kita kesana" (Sheila)
Akhirnya Sheila bersama Darel juga ke arah naga tersebut, lalu Elina yang lebih dulu sampai disana.
"Pangeran sedang apa kamu disana ?" (Elina)
"Oh kak Elina" (Brandon)
Brandon pun turun dari naga tersebut.
"Ada apa kakak kesini ?" (Brandon)
"Seharusnya aku yang tanya begitu, kamu sedang apa disini ?" (Elina)
"Hehe, aku hanya sedang mencari angin saja, dirumah terus bosen" (Brandon)
"Ya sudah, untung kamu tidak apa-apa" (Elina mengelus kepala Brandon)
"Hehe" (Brandon tersenyum)
"Oh ya kak, kenalin abdi baru aku namanya Drake, dia naga penjaga hutan ini" (Brandon)
"Eh, naga ini maksudmu ?" (Elina)
"Iya" (Brandon mengangguk)
"Waaah, aku sedikit terkejut bahwa kamu melakukan itu tapi itu jadi mungkin jika kamu yang melakukannya, kamu makin pintar ya" (Elina)
"Iya dong, aku kan ingin jadi kayak kakek dulu, menjadi pahlawan yang mengalahkan raja iblis, yaitu kesatria Lightborn" (Brandon)
"Iya iya kamu pasti bisa kok" (Elina)
Tak lama kemudian Sheila dan Darel datang.
"Kak Elina" (Sheila)
"Sheila, aku kira kamu tersesat tadi, tidak ada dibelakang ku" (Elina)
"Iya kita bisa terpisah seperti tadi karena semua gara-gara Darel" (Sheila)
"Kok aku ?" (Darel)
"Kamu makannya lama banget, kita jadi ketinggalan kak Elina kan" (Sheila)
"Aku hanya menghabiskan makanan yang sudah disiapkan" (Darel)
"Tapi kan tetap saja, gara-gara kamu kita terpisah" (Sheila)
"Sudah sudah, jangan bertengkar lagi" (Elina)
"Kak Elina, mereka siapa ?" (Brandon)
"Oh ini temen-temen aku dari Psychic School, mereka kesini buat cari abdi seperti kamu tapi tidak sengaja malah bertemu dengan kamu" (Elina)
"Bertemu dengan ku ?" (Brandon Bingung)
Brandon mencoba mengingat kejadian sebelumnya.
"Oh ya aku ingat, kalian sepasang kekasih yang sedang bertengkar kan" (Brandon)
"BUKAN" (Sheila dan Darel bersamaan)
"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengannya, lagi pula aku kesini hanya untuk mencari abdi" (Sheila)
"Dih siapa juga yang mau sama kamu, aku kesini juga mau cari abdi" (Darel)
"Sudah sudah kalian berdua, kalian seharunya memperkenalkan diri bukannya bertengkar seperti itu" (Elina)
__ADS_1
Mereka berdua pun terdiam sejenak, kerena malu.
"Eh, pangeran kenalin nama ku Sheila aku juga dari Psychic School, adik kelasnya kak Elina, senang bertemu dengan anda pangeran" (Sheila)
"Aku juga sama pangeran, aku Darel senang bertemu dengan anda pangeran" (Darel)
"Oh jadi nama kamu Darel" (Brandon)
Brandon mendekati Darel.
"I.... iya pangeran" (Darel)
Brandon lalu mengambil tangan Darel dan melihat telapak tangannya yang bercahaya jika dialiri energi spirit.
"Sudah ku duga" (Brandon)
"Eh ada apa pangeran ?" (Darel)
"Kamu orang yang kakak maksud kan, seorang anak keturunan cahaya, Lightborn" (Brandon)
"Yang kakak maksud ?" (Darel)
"Brandon apa maksudmu ?" (Elina)
"Tadi saat pertama kali aku masuk ke hutan ini, aku merasakan dua energi besar dan salah satunya menuju orang ini" (Brandon menunjuk Darel)
"Oh pas pertama kita ketemu itu, aku kira kamu anak yang tersesat" (Darel)
"Iya aku hanya ingin memastikan saja, ternyata dugaan ku benar" (Brandon)
"Terus yang satunya sudah ketemu ?" (Darel)
"Ini, namanya Drake naga penjaga" (Brandon)
"Aarrrghhh" (Drake mengaung)
"Waaahh, apakah dia jinak ?" (Darel)
"Tenang saja, dia sudah jadi abdiku, dia tidak akan menyerang sembarangan" (Brandon)
"Waaahh bagaimana bisa dia menjadikan seekor naga sebagai abdi, jelas ini adalah spirit level tinggi" (dalam hati Sheila)
"Oh ya ngomong-ngomong bagaiman kalian tau kalo aku adalah seorang pangeran ?" (Brandon)
Seketika Sheila dan Darel menunjuk Elina.
"Eh tidak, itu cuma kebetulan" (Elina)
"Kak ya, hah padahal sudah aku bilang untuk menyamarkan identitas ku" (Brandon)
"Maafkan aku" (Elina)
"Ya sudah karena sudah terlanjur, bagaimana jika aku ajak kalian berdua ke rumah ku" (Brandon)
"Eh rumah seorang pangeran" (Sheila dan Darel)
"Iya, mau tidak ?" (Brandon tersenyum)
"Mau banget" (Sheila dan Darel)
"Hahaha kalian memang pasangan yang serasi ya" (Brandong)
"Bukan" (Sheila dan Darel)
"Tuh kan barengan lagi" (Brandon)
"Tidak, itu tidak mungkin" (Sheila dan Darel)
"Hahaha" (Brandon tertawa)
Bersambung....
......................
Halo aku Aditya Fathir, agak gimana gitu jika telat, maaf ya buat yang baca, akan segera update yang selanjutnya.
Kalo kalian punya saran atau masukan, tulis komentar kalian dikolom komentar, terima kasih.
__ADS_1
Get enjoy and bye bye.
...-SPIRIT HUNTER-...