Sport Rangers New Version

Sport Rangers New Version
Bab 11 | Samurai Vs Anggar


__ADS_3

Bab 11 | Samurai Vs Anggar


"Senjata mereka adalah pedang akan tetapi pedang mereka berbeda begitupun dengan gaya bertarung mereka"


***


Pagi hari mulai menyapa kembali dan terlihat Kai tengah berdiri di suatu tempat beriringan dengan semilir angin yang segar menusuk kulit putihnya.


Dan tampak di depan ia melihat sebuah gerbang yang bertuliskan hurup kanji disana. Entah apa arti dari hurup kanji itu namun dari corak dan bentuk nya sepertinya Kai mengetahui sesuatu tentang ini.


Rasa penasaran menyelimuti hati nya dan memaksa tubuhnya untuk masuk. Maka masuklah ia kesana dengan mendorong gerbang yang cukup besar itu dengan kedua tangannya.


Dan terlihat disana sekumpulan orang tengah berlatih menggunakan pedang khusus yang sangat panjang. Pedang itu mengingatkan kepada olahraga yang ia lihat di lantai dua puluh empat.


Kai mendekati mereka sampai akhirnya ia terkena sabetan ujung pedang itu. "Aw!" ucap Kai yang menjerit karena tangan yang berusaha menghalagi kepalanya dari pedang itu.


Mendengar jeritan Kai tiba tiba sekumpulan remaja datang mendekati Kai. "Kamu tidak apa apa?" tanya nya.


"Aku gapapa, cuma aw!" jawab Kai yang merasa tangannya kesakitan. Melihat tangan Kai yang darahnya keluar banyak membuat mereka panik dan segera mencari sesuatu.


Kai harus dipaksa di tarik kesana kemari karena permintaan mereka. Sampai akhirnya tangan Kai di obati oleh salah satu rekan mereka.


"Kalau kamu mau menghindar bukan begini caranya" ucap gadis itu ketus. Kai yang tangannya sedang di obati hanya bisa manggut manggut saja sambil menatap wajah gadis itu.


"Reika!" ucap seorang pemuda yang berlari kearah mereka.


"Oni-chan!" jawab gadis itu menatap orang yang dipanggil nya.


"Kamu telah membantu nya, makasih ya Reika" ucap nya kepada gadis yang bernama Reika.


"Jadi nama kamu Reika ya!" ucap Kai kepada Reika. Reika hanya tersenyum "iya, nama oni-chan siapa?" tanya Reika.


Mendengar nama itu sungguh membuat Kai tidak mengerti "Oni-chan nama saya bukan Oni-chan tapi nama saya itu Kaisar atau di panggil Kai." ucap Kai dengan jelasnya.


Semua tertawa melihat ekspresi wajah Kai dan itu membuat Kai malu hingga kedua pipi nya merah. "Maafkan saya, maksud adik saya itu Oni-chan itu adalah panggilan kakak dalam bahaya Jepang" jelas pemuda itu.


"Oh begitu, makasih ya Reika atas bantuan nya" jawab Kai.

__ADS_1


"Salam kenal Kai. Perkenalkan nama saya Isaragi Keitaro, kamu bisa memanggil aku dengan nama Keitaro. Dan ini teman teman ku, ini Tamada, Tatsuya, ini Rin dan ini Hanako." ucapnya menyebutkan nama teman temannya.


"Senang bertemu dengan kalian semua, ngomong ngomong tempat apa ini" tanya Kai yang mulai penasaran.


"Ini nama nya adalah Klan, Klan merupakan sebuah keturunan dal sebuah hubungan keluarga dan kami masing masing saling bersahabat antara satu sama lain" ucap Keitaro.


"Oh oke oke" jawab nya paham. "Terus kamu ngapain ada disini?" tanya Tamada penasaran.


"Entahlah tiba tiba saja aku sudah ada disini?" ucap Kai yang bingung. "Ya sudah kalau gitu, mending kita latihan yuk" ajak Keitaro.


"Latihan!" kaget Kai yang langsung di tarik oleh Keitaro. Setelah itu Kai di ajak kesebuah lapangan kosong dan disana hanya terdapat Keitaro dan Kai.


Kai sebenarnya tidak bisa melakukan atraksi pedang kayak para ninja samurai. Akan tetapi Kai hanya tahu teknik memainkan anggar. Di kala Keitaro mulai siap, dan Kai siap akhirnya mereka bertarung dengan pedang dan menggunakan jurus dan tak tik berbeda beda.


"Hya, Hya Hya!!! Hyyyyyyaaaa" teriaknya untuk menangkis pedang Keitaro.


"Kai, Kai, Kai bangun Kai. Kaiiiiiiii bangun!!!!" teriak Yasa yang berusaha membangunkan Kai yang masih bermimpi.


Yasa berusaha sekuat mungkin membangunkan Kai karena waktunya untuk menuju misi baru, namun pemimpin satu ini belum saja bangun dan sepertinya ia sedang asik dengan mimpinya.


"Aduh!!! Kai bangun!!! Bangun!!!!!!" teriak lagi Yasa yang hampir kehilangan suara dan nafasnya.


Yasa yang mendengar suara itu langsung menatap Tama sambil menghela nafas "susah banget nih Tama. Bagaimana cara nya" ucap Yasa menyerah.


"Gini caranya bangunkan si biang masalah ini" ucap Tama mengambil segelas air di atas nakas milik Kai. Lalu tanpa di sadari Tama malah menuangkan air itu di atas wajah Kai.


"Aduh! Aduh! Aduh apa ini basah?" teriak Kai panik kala air membasahi wajahnya.


Tama langsung menyimpan gelas tadi ketempat semula "Gitu saja susah bangunkan si dia. Tuh— dia bangun juga" ucap Tama dingin sambil meninggalkan Yasa dan Kai.


***


Akhirnya yang selama ini mereka tunggu datang juga siapa lagi kalau bukan Kai dan Yasa. Mereka juga memasang tatapan tajam kepada mereka.


Karena merasa malu akhirnya mereka buru buru duduk untuk menyaksikan apa yang di sampaikan oleh Leon. Karena tadi Yasa telah memberi tahukan dahulu.


"Sudah lengkap semua?" tanya Leon. Semua hanya terdiam kala Leon sudah bertanya seperti itu. Kayaknya sudah lengkap dan langsung saja Leon meneruskan bicara nya

__ADS_1


"Begini, untuk misi kali ini agak berbeda dari biasanya. Kali ini kalian harus bertarung dengan monster tipe senjata, dan senjata yang digunakan adalah pedang." ucap Leon serius


"Pedang— Jangan jangan —" ucap Kai agak berpikir.


"Entah seperti apa bakat monster itu yang jelas mereka bertarung dengan menggunakan pedang." jelas Leon.


"Jadi kalau kita tidak tahu bagaimana bakatnya bagaimana cara kita mengalahkan nya" ucap Tama bingung.


"Bisa dua kemungkinan!!" teriak Kai menyela omongan Leon. Mereka bingung dengan apa yang di omongkan oleh Kai.


Melihat dengan tatapan itu Kai langsung mengambil paksa laptop yang dipakai oleh Leon "Maaf aku pinjam dulu" ucap Kai.


"Jadi gini ada dua bakat yang menggunakan senjata pedang yang pertama adalah olahraga Anggar dan satu lagi yaitu adalah Samurai."


"Anggar" ucap ulang Yasa, Saka dan Tama


"Samurai" ucap ulang Leon, Ryder dan Umi.


"Iya mungkin kalau kita berlatih dengan menggunakan kedua jurus itu mungkin kita bisa mengalahkan monster yang satu ini" ucap Kai optimis.


Tama hanya tersenyum kecut "pasti gara gara mimpi lagi, kan" ucap Tama. Kai mengendus "ini bukan soal mimpi atau semacam nya tapi yang jelas hanya kekuatan itu yang saling berhubungan" ucap Kai.


"Benar juga apa yang di sampaikan oleh Kai" ucap Ryder yang setuju dengan Kai.


Semuanya mengangguk setuju mendengar penjelasan Kai. Sementara itu Tama yang awalnya tidak setuju akhirnya setuju walaupun terpaksa.


Tama mulai meninggalkan mereka semua disana, namun akan tetapi Kai malah mengikuti Tama sampai akhirnya Tama berhenti di puncak gedung IPON.


Mengetahui bahwa Kai mengikuti nya Tama langsung memutar badan dan segera mereka bertatap satu sama lain.


"Apa yang kamu mau?" ucap dingin Tama.


Kai yang menatap tajam Tama menelan silva nya "Mungkin benar soal yang kamu bicarakan tadi" ucap Kai. Tama terkejut mendengar ucapan Kai.


"Maksud kamu?" ucap Tama.


"Iya iya soal mimpi" ucap Kai asal.

__ADS_1


***


__ADS_2