
Bab 26 | Pertemuan Masa Lalu
"Ketika kenangan itu di kenang maka siapapun yang mengajak mengenang, maka akan terlintas dalam pikiran"
***
Leon langsung ambruk, badan nya sudah tidak mampu menahan beban tubuhnya. Bahkan air matanya semakin deras dan membuat siapa saja akan merasa pilu melihat semua ini.
Ryder langsung memeluk Leon dengan kencang. Membiarkan bajunya basah akibat air mata dan semuanya bahkan larut dalam kesedihan.
Dan sekarang malam ini bukan malam party memainkan malam berduka.
Leon sedikit lega karena sudah mengeluarkan semua keresahan yang ada di tubuhnya, dan akhirnya ia mulai mengusap semua air mata nya. Dan mulai angkat bicara.
"Makasih ya Ryder. Kamu dapat ini dari mana?" ucap Leon yang menujukan sebuah bingkai foto.
"Aku mengambil foto itu pada saat mereka akan menyelesaikan misi terakhir mereka yang ada di daerah Gunung Krakatau" jawab Ryder yang ingat betul kejadian itu.
"Kejadian apa?" tanya Kai mulai penasaran dengan cerita mereka.
"Kalian belum tahu cerita di balik IPON beberapa tahun yang lalu" ucap Ryder sambil menatap Leon beriringan.
Semua hanya bisa memasang telinga mereka karena mereka tahu sebentar lagi akan mendengar sebuah kisah yang membuat mereka terkait dalam situasi ini.
Baik Leon dan Ryder sama sama beradu pandangan. Sampai akhirnya Leon memberi kode agar ia yang menceritakan semuanya dari awal agar mereka paham sumber permasalahan nya.
"Kalau kalian ingin tahu, kita akan mengetahui di suatu tempat" ucap Leon menggatungkan ucapan nya.
Setelah itu mereka hanya bisa menerima keadaan dan menunggu tempat dimana Leon janjikan.
***
Akhirnya waktunya yang ditentukan tiba, mereka mendapat pesan dimana mereka harus berkumpul. Kebetulan mereka sekarang berada di asrama masing masing.
Ditempat Kai, sekarang Kai sedang menulis sesuatu materi yang ia dapatkan di kelas kampus tadi.
**Cara Menentukan Taktik. **
Dalam menentukan taktik perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:
1. Apa yang bisa dilakukan pemain saat bertanding.
2. Pelatih harus mengetahui atau pahambenar akan kemampuan para pemainnya sendiri dan pemain calon lawan.
3. Pemberian tugas kepada pemainnya dalam menghadapi kesebelasan calon lawan harus diuji coba dalam latihan.
__ADS_1
4. Harus mengetahui terlebih dahulu taktik yang biasa digunakan oleh calon lawan.
5. Memperhatikan situasi penonton dan kondisi lapangan.
Itulah artikel yang kini sedang dibaca oleh Kai dan itu sangat penting bagi Kai karena Kai menjadi pemimpin di klub sepakbola maupun di ranger.
Tiba tiba satu notifikasi muncul dan Kai langsung membuka pesan itu
Leon IT
Kita ketemu didepan pintu markas.
Di tempat berbeda, terutama Umi dan Saka. Kebetulan mereka sedang ada dijalan jalan di satu salan protokol yang ada disana. Saka dan Umi sedang bercanda di jalanan yang ramai, hingga mereka di kejutkan dengan getaran di ponsel mereka masing.
(Ponsel Umi)
Bos Leon
Kita ketemu didepan pintu markas.
(Ponsel Saka)
ITLeon
Kita ketemu didepan pintu markas.
Di tempat berbeda juga tampak Yasa sedang bersama Tama, tumben tumbenan mereka bersama, walaupun secara kepribadiannya mereka saling bertolak belakang.
"Ada apa? Ngajak ketemuan disini" ucap Tama dengan tatapan dingin nya.
"Sejak perbincangan singkat itu membuat aku mulai merasa nyaman sama kamu, kamu itu unik tahu. Tam," ucap Yasa gemes.
"Kamu itu bisa saja, sekarang kamu lebih memilih aku dibanding Kai" ucap Tama mengoda Yasa. Yasa hanya tertawa hambar "hahahahaha kamu bisa saja" ucap Tama.
Sebelum mereka melanjutkan percakapan tiba tiba suara notifikasi milik Yasa berbunyi dan membuat Tama dan sang pemilik ponsel penasaran.
Akhirnya Yasa membuka pesan itu dan
Bro Leon
Kita ketemu didepan pintu markas.
"Oh ya Tam kita di panggil sama Leon untuk kumpul di depan pintu markas" ucap Yasa memberitahu Tama.
Tama menoleh "lebih baik kita lets go sekarang" ucap Tama yang Sekarang dirinya merasa antusias.
__ADS_1
Sementara itu Yasa hanya mengerutkan kening melihat tingkah laku sahabat dingin nya yang satu ini. Dan tanpa basa basi lagi mereka langsung pergi menuju tempat itu.
***
Di depan pintu masuk markas mereka, sudah ada Ryder dan Leon. Lalu disusul Saka dan Umi, setelah itu Yasa dan Tama. Dan terakhir baru Kai yang datang paling akhir.
"Semua sudah lengkap Leon? Kenapa kamu menyuruh kami ada disini" ucap Yasa berlaga gaya pemimpin.
"Disini itu pemimpin itu aku apa kamu" marah Kai melihat posisi nya di ambil Yasa. "Hehehe bercanda saja" ucap cengengesan Yasa.
Leon hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah mereka "Jadi, berdirinya IPON kalian bisa lihat di patung ini" ucap Leon membuka ucapan nya.
Mereka semua menatap patung itu, Patung wanita sabahu dengan disisi seekor harimau sumatra berdiri disana dan menatap arah utara.
"Ini adalah seorang ranger dari generasi pertama kita, ia adalah seorang ranger bernama Kimkaya yang mengusai kekuatan bumi." lanjut Leon lagi.
"Bukannya, tunggu! Ia rangers pertama sebelum kita" tanya Kai yang penasaran dengan cerita yang sempat di ceritakan kakaknya.
"Iya benar, mereka bernama Nusantaranger new version, terdiri dari George, Renata, Rimba, Kanaya dan salah satunya adalah Rangga— Sahabat kakak kamu" ucap Leon meluruskan apa yang Kai pikirkan.
"Jadi pada saat misi terakhir, kakak kamu di telepon sama Rangga itu membantu nya kembali menuju Kintamani — Bali. Akan tetapi Ryder keburu di cuci otak sama Ruh Kelana untuk menjadi monster Krakatau. Namun itu tidak berlangsung lama karena Ryder kembali tersadar dan langsung berubah menjadi rangers ungu.
"Seingat aku kayaknya salah satu di antara ke 5 rangers itu ada yang tinggal disini dan merupakan alumni IPON"
"Apa?" ucap mereka semua kaget.
"Iya, kalau tidak salah ada di fakultas Gymnastic dan seorang atlet panjat tebing" ucap Ryder menambahkan.
Mereka semua mendengar ucapan Ryder dan mulai mencerna apa yang baru saja di bicarakan. Dan yang kayaknya keras berpikir adalah Saka, kebetulan Saka adalah anak fakultas Gymnastic.
"Iya!!! Aku ingat. Kenapa setiap guru yang masuk ke falkutasku harus memakai kata gorra sebelum masuk" ucap Saka yang baru ingat.
"Iya memang betul. Karena gorra adalah panggilan dalam rangers" ucap Leon memperjelas.
Setelah mereka berkelut dengan masalah itu akhirnya mereka menatap langit sama sama berharap bahwa mereka bisa bertemu disuatu hari nanti.
"Naya, aku tahu kamu milik Rangga! Akan tetapi aku akan mendoakanmu selalu semoga kau bahagia disana dan semoga kita bisa bertemu kembali" ucap Leon dalam hatinya berharap lebih kepada Naya.
Sementara itu raut muka Ryder berubah 180 ° karena ia sangat khawatir sama keadaan Rhyno yang saat ini ada di tangan para pasukan Injury.
Apakah Rhyno baik baik saja?
Tunggu kami Rhyno, kami akan menyelamatkan mu?
***
__ADS_1