
Bab 4 | Dibalik Koper Itu
"Rahasia dibalik semua ini ada hikmahnya dan mungkin juga ini adalah takdir buat diri sendiri"
***
Keesokan harinya seperti biasa Kai berjalan di sekitaran halaman gerbang kampus IPON yang masih tampak sepi dan lengang. Pagi pagi sekali tidak seperti biasanya Kai datang ke kampus IPON, tapi kali ini Kai berangkat pagi sekali di asmara nya.
Dan sekarang ia masih memengang koper yang kemarin di berikan oleh sosok bernama Leon tersebut. Dan sekarang ia berdiri di gebang IPON berguna mencari sosok yang kemarin Kai temui.
Akhirnya beberapa menit kemudian datang lah sekumpulan mahasiswa datang dan bergerak masuk menuju kampus IPON sementara itu Kai yang terus mengawasi sekumpulan mahasiswa yang hendak masuk ke IPON menatap mereka satu persatu.
Saat Kai hendak menatap mereka, justru mereka malah menertawakan tatapan Kai dan bahkan cibiran mereka tertuju kepada Kai.
"Lihat! Sekarang apa yang dilakukan anak itu"
"Kayaknya sedang mencari mangsa lagi untuk kelakuannya kali"
Dan masih banyak sekali. Bahkan ada yang lebih menyakitkan, akhirnya Kai memutuskan untuk menyumpal telinga nya dengan airphone dan menyetel musik dengan volume tingkat tinggi.
Mata nya masih menatap mereka sampai akhirnya ia melihat sosok itu, Kai terkejut dan langsung melepaskan airphone dan langsung berlari menuju Leon yang berjalan menjauh.
Langkah kaki Kai terus mengikuti langkah kaki Leon akan tetapi pada saat belok kan itu Sosok Leon mendadak hilang dari hadapan, seperti nya ia menyadari bahwa Kai sedang mengikuti nya.
Akhirnya Kai kesal dan berjalan berlawanan dari tempat tadi mengejar Leon dan kembali duduk di tangga koridor kampus IPON. Kai masih memikirkan tentang semua ini, apa yang harus ia lakukan sekarang.
Di kala ia sedang kebingungan justru ia mendapat sebuah ide, yaitu ia harus mengamati gerakan teman temannya yang baru. Akhirnya Kai bangkit dan langsung menuju lift untuk naik ke lantai tiga tempat ruangan kelas Badminton.
Dengan sambil memengang koper kemarin ia berjalan menyelusuri koridor sepanjang itu sampai ia mencari ke setiap kelas, namun sang cowok tengil itu tidak hadir dan tidak terlihat batang hidung nya.
__ADS_1
Setelah mencari ke semua kelas hasilnya adalah nihil.
Akhirnya Kai tidak menyerah ia mencari ke lantai enam untuk segera menuju ruangan kelas Renang dan mencari sosok Tama. Tama memang terkenal dingin akan tetapi sedingin dingin nya orang pasti asa sisi hangat nya.
Ia mencari ke semua tempat baik ramai ataupun sepi, namun sosok Tama juga tidak hadir disana dan itu juga merupakan adalah pencarian yang sia sia selama hidup Kai.
***
Percarian Kai akhirnya berhenti di lantai dua belas ruangan jurusan Gymnastic dan disini terdapat banyak sekali cewek cewek masuk ke jurusan ini dan itu membuat Kai agak risis apabila sekarang ia sedang berada di kantin lantai dua belas.
Ternyata pencarian di lantai sembilan tempat jurusan Karate, Kai tidak menemukan sosok Umi, cewek yang ceria dan di kenal keganasannya apabila sudah berurusan dengan nya.
Begitupun pencarian di lantai dua belas ia juga tidak menemukan sosok Saka dimana pun bahkan kantin tempat ia sekarang duduk saja ia tidak bertemu dengan sosok Saka.
Hingga secara tidak terduga datang sosok pria paruhbaya yang kayaknya adalah penjaga kantin jurusan Gymnastic ini dan ia sedang membawa minuman yang kayaknya di pesan Kai.
"Ujang, kunaon beunget meni baeud kitu?" ucap penjaga kantin itu dengan bahasa yang sama sekali tidak dipahami oleh Kai. Tapi Kai tahu kalau bahasa itu adalah bahasa Sunda.
Kai yang mendengar hal itu menatap heran penjaga kantin itu "Pak, bapak itu ngomong apa? Kai gak ngerti" ucap Kai mengeluh soal bahasa yang tidak mengerti.
"Maaf, maksud bapak? Ujang, kenapa muka kamu ditekuk gitu?" ucapnya mengulangi percakapan awal dengan menggunakan bahasa Indonesia.
"Kai gapapak kok" ucap nya singkat. Muka Kai kembali di tekuk lagi dan sekarang malah makin sedih. "Dari pada ujang sedih lebih baik ujang lihat pertandingan downhill di bukit belakang kampus IPON" ucap penjaga kantin itu dan langsung meninggalkan Kai dengan segala pertimbangannya.
Kai mendengar hal itu langsung tertarik dan akhirnya tidak menunggu lama lagi, ia bergegas menuju bukit belakang kampus IPON dan tidak lupa membaya minuman tadi.
Suasana di bukit belakang kampus IPON tampak ramai sekali karena mungkin ini adalah event pertama kali yang dilakukan IPON dalam olahraga downhill.
Dan tampaknya disini ramai sekali mana mungkin ia bisa menikmati atraksi ini, saat Kai hendak mencari duduk Kai melihat sepasang orang yang salama ini di cari Kai.
__ADS_1
"Bukannya itu Tama,Yasa, Saka dan Umi. Rupanya mereka disini? Tapi ngomong ngomong mereka ngapain disini"
Tanpa pikir panjang Kai segera mengikuti mereka namun belum saatnya ia mendekati mereka guncangan gempa menghadang perjalan Kai dan semua orang lari menyelamatkan diri begitupun dengan para pemain.
Namun Kai melihat mereka sama sekali tidak lari ke pintu keluar, tapu mereka malah menuju tempat atraksi downhill itu dan hingga datang sebuah monster yang sangat seram mengamuk di tempat itu.
Kai melihat hal itu merasa percaya tidak percaya dengan semua ini, namun ia melihat semua ini dengan mata kepalanya sendiri, jadi tidak mungkin kalau ini mimpi.
Kekuatan itu keluar dari mulut monster itu dan akan tetapi mereka malah menghindar, tarus Kai memilih bersembunyi karena mereka penasaran dengan mereka berada disini.
"Tama! Sekarang saatnya?" ucap Yasa sedikit berteriak.
Kai melihat mereka berbaris berhadapan dengan monster itu "Kalian sedia!" akhirnya Tama dan lainnya berakhir dengan mengambil sebuah sarung tangan dan langsung memakai nya dan lalu sarung tangan itu berubah menjadi tangan besi.
Tama dan lainnya menekan tombol itu dan muncul lah sebuah koin. Di ambil lah koin itu dan langsung melempar ke atas, setelah itu diambil lagi dan memutar kedua tangan mereka sambil berkata 'Muba'
Lalu dimasukan koin tadi kepada tempatnya dan lalu menggerakan tangan menyilang ke bawah lalu ke atas lalu kembali ke bawah, bersaman dengan aliran listrik yang menyelimuti tubuh mereka sampai terpasang sebuah baju besi dengan warna masing masing.
Tama berwarna biru, Yasa berwarna hijau, Umi berwarna kuning, dan Saka berwarna merah muda. Dan bergaya ala super sentai atau power ranger yang ada di televisi.
Setelah itu mereka beraksi melawan Monster itu dengan segala kekuatan mereka. kai merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat namun ini benar benar nyata pahlawan super ada di depan mereka.
Kai melihat pertarungan mereka sangat sengit namun mereka kalah telak. Kai bingung harus melakukan apa, ia tidak bisa apa apa hingga akhirnya ia berniat membuka koper itu.
Langsung lah Kai membuka koper itu dan isinya adalah sebuah sarung tangan yang di pakai mereka, jadi di balik koper ini adalah alat untuk berubah yang di beri nama 'Clover'.
Kai mengambil itu dan langsung berubah menjadi seperti mereka dan langsung menghajar mereka. Dan apakah Kai bisa membantu teman teman barunya.
***
__ADS_1