Sport Rangers New Version

Sport Rangers New Version
Bab 18 | Spekulasi Tinggi


__ADS_3

Bab 18 | Spekulasi Tinggi


Ketika sebuah fakta datang secara tidak sengaja dan menimbulkan sebuah banyak Spekulasi


***


Yasa masih menatap langit langit kamarnya di asrama, Entah apa yang ia pikirkan sekarang.  Namun setelah ia melihat kedua foto tadi serta menghubungkan dengan cerita yang di sampaikan Ryder membuat ia berpikiran yang tidak tidak mengenai hubungan Kai dengan Tama.


"Apa jangan-jangan? Tama adalah kakak nya Kai" ucapnya sambil membalikan tubuhnya kesebelah kanan dengan tatapam bingung.


Namun lama kelamaan matanya mulai merasakan kantuk yang luar biasa datang dan membuat nya menutup mata serta membiarkan alam mimpi merasuki pikiran yang sedang kacau ini.


***


Di tempat berbeda Tama masih terjaga di malam ini, mata sipit nya yang sudah menunjukan kantung mata itu masih enggan menutup mata. Sampai akhirnya ia merenung memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya ia pikiran.


Secara tidak sengaja ia membuka ponselnya dan langsung menekan tombol galeri yang ada didalam ponselnya itu. Dan ia membuka salah satu album di galeri nya itu yang bernama 'Zona Kenangan'.


Didalam album itu ia melihat satu persatu foto nya bersama seorang cewek disana. Siapa yang menyangka bahwa seorang Tama, yang terkenal dengan sikap dingin nya itu bisa di berpacaran juga.


Dan nama cewek itu adalah Hana Maharani, seorang ceweka anak jurusan renang akan tetapi bukan dalam renang melainkan dalam jurusan loncat indah.


Rupanya juga Tama dan Hana sudah menjalin hubungan selama tiga tahun sampai akhirnya Tama memutuskan kisah cinta nya dengan Hana karena Tama merasa bahwa kita sudah tidak cocok lagi.


Walaupun kisah asmara mereka harus putus di tengah jalan, Akan tetapi Tama masih menyimpan kenangan itu. Sudah satu tahun lamanya setelah Tama memutuskan nya, Hana tiba tiba menghilang tidak ada rimbanya.


Namun banyak spekulasi bahwa Hana, pindah sekolah karena ia tidak mau bertemu lagi sama Tama. Karena menurut berita bahwa Hana itu menangis berhari hari bahkan sampai mogok makan gara gara Tama memutuskan nya.


Namun Tama melakukan hal itu karena ia tidak mau Hana sampai tahu bahwa Tama seorang ranger, jadi dengan terpaksa Tama melakukan hal itu.


"Sudah tiga tahun lamanya, dan besok merupakan hari aniversary kita yang ke 4 tahun, aku harap aku bisa menepati janjimu. Kalau kamu menepatinya, janji ku akan ke tepati"

__ADS_1


Entah janji apa yang mereka buat sekarang saat mereka pacaran. Namun tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hal itu hanya Tama, Hana dan Tuhan yang tahu mengenai hal itu.


Sampai akhirnya tangan Tama yang masih memengang ponsel itu mendadak jatuh tepat di lantai serta disana di tunjukan bahwa satu foto dimana mereka menjalin hubungan asmara.


"Tama!!? Tama!!?"


"Mana janji kamu Tama!!?"


"Aku akan tagih janji kamu!!? Tama!!? Tama!!?"


"Hah!!!!"


Tama seketika bangun dari tidurnya dengan cepat, Tama tidak sadar bahwa waktu telah menunjukan pukul 05:30 waktu setempat.


Pagi datang terasa cepat sekali dan membuat siapapun yang tidur akan merasa sekejap mata. Dan itu yang dirasakan Tama bahwa malam tadi ia masih berada di sisi ranjang nya sambil menatap layar ponsel, tapi sekarang ia sudah berada di sisi lain ranjang kasurnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


Secepat kilat Tama telah sampai di kampus IPON dan bukannya masuk kelas melainkan masuk ke markas rahasia IPON. Dan disana sudah pada kumpul semuanya, mungkin pertama kalinya ia terlambat.


"Tumben, Tam kamu terlambat?" tanya Saka yang melihat pertama kali bahwa Tama baru datang. Tama hanya bisa mengusap wajahnya yang kasar "Iya, kemarin aku gak bisa tidur jadinya kesiangan" ucapnya sambil kebingungan.


"Tama? Ikut saya!" ucap Leon yang melihat geragat Tama yang berbeda dari biasanya. "Baiklah Leon" jawab Tama yang langsung mengikuti langkah kaki Leon.


Tinggallah Tama dan Leon didalam sana mereka berbicara empat mata tanpa ada ganguan sedikitpun. "Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Leon yang tanpa basa basi.


"Sebenarnya? Malam tadi—" ucap Tama yang ragu. Leon menunggu jawaban dari Tama. "Kamu di datangi oleh orang yang membunuh kedua orang tuamu" ucap Leon sakarkis.


Tama terkejut mendengar hal itu, padahal itu bukan yang ingin di bahas Tama kepada Leon, niatnya mau menanyakan perihal mimpi mantan kekasih itu hingga ia kesampingkan itu karena yang lebih penting adalah kedua orang tuanya.


"Maksud nya!!" ulang Tama bingung.

__ADS_1


"Jadi dulu kamu meminta aku untuk menguak siapa yang telah membunuh orang tua mu dan mendesak untuk mencari tahu. Setelah meneliti lebih lanjut mengenai kasus pembunuhan itu dan Rupanya mereka di bunuh oleh —" Belum sempat Leon memberikan informasi kepada Tama. Ryder main masuk saja kedalam ruangan Leon.


"Maafkan saya Leon, Tama. Tapi ini benar benar gawat" ucap Ryder memberitahu.


"Gawat bagaimana!?" ucap ulang Leon. Ryder dan Leon saling tatap dengan kode yang hanya diketahui oleh mereka berdua. "Ada kerusuhan di area renang" ucap Ryder.


***


Mereka para rangers langsung menuju area renang dan melihat ada sosok monster misterius menyerang area kolam renang. Berarti dapat di artikan bahwa monster ini adalah monster Renang.


"Guys! Kalian sedia?" seru Kai setengah teriak.


Mereka mengambil sarung tangan dan langsung melakukan perubahan dengan cepat tanpa melakukan roll call.


Mereka langsung menghadapi monster itu dengan kekuatan mereka yang masih segar dan sangat mudah, sekaligus di hitung pemanasan.


Akan tetapi serangan yang mereka luncurkan malah timbal balik kembali ke mereka. Seperti istilah senjata makan tuan. Dan itu membuat mereka kalah sehingga kekalahan mereka membuat mereka kembali ke human from.


"Hahahaha, hanya segitu saja kemampuan mu para ranger. Tapi kenapa para Injury kemarin kalah sama kalian" ucap monster Renang itu tertawa kejam melihat para rangers tersungkur disana.


"Dan untuk kamu rangers biru, atau bisa di bilang Raja Tama Nicholas, mantan kekasih terindah ku" lanjut lagi monster Renang itu yang berubah menjadi manusia dan wujud aslinya adalah seorang cewek.


Tama tampak terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang. Rupanya yang merusuh di kampus IPON adalah anak didiknya sendiri di jurusan loncat indah.


"Hana!?" ucap pelan Tama.


"Kenapa, kaget melihat aku. Apa kabar Tama lama tidak bertemu berapa lama kita tidak bertemu. Eum kira kira satu tahun! Oh ya aku baru ingat selamat hari aniversary kita ya ke 4 tahun. Aku tidak menyangka akan merayakan hari istimewa kita seperti ini" ucap lagi Hana— si monster Renang yang mendekati Tama.


Tama hanya bisa menatap tajam kosong Hana yang mendekati dirinya sedekat mungkin hingga Tama sulit bernafas. "Oh ya satu lagi. Aku sampai lupa—" lanjut lagi dengan mendekat kan bibir nya ke telinga Tama.


"—aku yang telah membunuh kedua orang tua mu"

__ADS_1


***


__ADS_2