Sport Rangers New Version

Sport Rangers New Version
Bab 2 | Karakter Masing Masing


__ADS_3

Bab 2 | Karakter Masing Masing


Melihat karakter orang bukan dari luar saja akan tetapi lihat kedalam hatinya sampai ke akar akarnya supaya kalian tahu karakter seperti apa mereka


***


Kai masih berjalan, dan langkah kakinya kini beranjak keluar kampus dan berjalan ke sisi kampus bagian kanan. Di sana memang ada jalan, namun jalan itu hanya diketahui beberapa orang dan Kai termasuk salah satu orang itu.


Sebelum mengetahui jalan kemana membawa nya ia pergi, justru sekarang pikiran nya lagi terbang memikirkan seseorang. Rupanya sosok Yasa masih terngiang ngiang di pikiran nya, dan bahkan ia tidak menyangka kenapa seorang ceroboh—Yasa, bisa terus ia pikirkan.


Langkah kakinya berhenti. Teringat akan sesuatu yang membuat nya berhenti, akhirnya langkah kakinya harus memutar badan dan malah berjalan ke arah berlawanan. Entah apa yang dipikirkan oleh Kai akan tetapi sekarang ia menuju ruang loker, dimana semua barang barang disimpan.


Kai menuju loker dengan no 432 dan langsung membuka kunci loker itu dan mencari sesuatu yang di cari Kai. Setelah mengambil sesuatu dalam loker itu. Secara tidak sengaja gendang telinganya mendengar percakapan seru, suara itu berasal dari balik loker ini. Dan suara itu cukup keras dan terbilang heboh.


Walaupun Kai sebenarnya cuek dengan apapun namun seseorang di balik pintu lokernya itu mengejutkan nya. Dan siapa lagi kalau bukan Yasa—Si anak Badminton.


"Hallo, Kai kita bertemu lagi??" seru Yasa mengejutkan Kai yang masih memasang muka kesal nya. "Mau apa??" ucap Kai dingin.


Yasa yang ingin membalas percakapan itu terpaksa ia hentikan karena mendengar percakapan orang yang terbilang heboh. Dan Yasa melihat ekspresi muka Kai yang penasaran sama mereka. "Kamu tidak kepo?" ucapnya memincing.


"Kepo! Kurasa?" ucapnya tidak kalah memincing. Namun ucapan Kai membuat Yasa menarik tangan Kai untuk mengetahui siapa orang di balik percakapan heboh itu.


Mereka mengintip di balik bagian loker dan tampak disana terdapat satu cowok dan dua orang cewek sedang berhadapan. Kai memandang nya biasa saja, akan tetapi Yasa malah menunjukan ekspresi kaget. Melihat Yasa melengo, Kai malah semakin kepo.


"Siapa mereka??" ucapnya singkat. Yasa yang mendengar hal itu langsung ke ekspresi semula "Kamu tidak tahu, mereka itu anak kampus ini juga" ucapnya sambil masih menatap mereka.

__ADS_1


"Tahu! Tapi mereka anak mana??" ucapnya lagi dengan nada kesal. "Kok kamu nyolot sih, apa jangan jangan–" ucapnya setengah mengejek. Namun Kai malah menendang Yasa dengan tatapan tajam "Katakan saja? Jangan basa basi!".


"Aw!! Kamu itu mentang mentang anak bola bisa nya cuma nendang orang" ucap Yasa kesakitan karena ulah Kai. "Kamu lihat cowok itu, cowok itu adalah Raja Tama Nicholas biasa di panggil Tama. Ia itu merupakan anak dari jurusan Renang, ia itu terkenal cowok dingin kedua setelah kamu" ucapnya sambil melirik sinis kepada Kai.


"Emang kejuaran harus ada peringkat" ucapnya dingin. Yasa menghela nafas "Dan itu cewek yang rambut pendek itu adalah Umi, nama lengkap nya Sahara Adinda Rumika. Ia merupakan anak yang paling galak walaupun wajahnya terlihat polos akan tetapi ia itu kalau sedang marah, kayak singa yang lagi kelaparan"


"Terlihat menarik!" ucap Kai secara tidak sadar. Yasa melengo mendengar ucapan Kai barusan "Apa! Menarik kau bilang? Justru itu adalah masalah besar. Jangan sekali kali kamu berurusan dengan Umi, kalau tidak–" lagi lagi ucapan terhenti karena Kai menyumpalnya dengan tissue yang ada di bawah.


"Emmm, kamu apa apa sih!?" kesal nya Yasa. "Satu lagi? Siapa dia?" ucapnya tidak kalah kesal. "Dia itu merupakan Saka Myuochin, ia merupakan anak paling baik dan manis se-IPON. Ia merupakan anak jurusan Gymnastic yang mahir dalam bidang atletik" ucapnya langsung menarik Kai.


"Gimana, udah puas! Kekepoan kamu?" tanya Yasa. Kai hanya mengangguk malas sambil menatap arah lain. "Baguslah kalau gitu? Mana bayaran saya?" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Apa maksud kamu!?" marah Kai. Yasa menghela nafas "kamu tidak tahu maksud ini apa? Mana uangku atas pemberian informasi?".


"Dasar mata duitan, gitu aja harus bayar" Kai makin kesal dengan ulah Yasa sekarang, akhirnya ia mengambil dompet di saku nya dan mengambil beberapa lembar uang 50 ribuan.


Yasa yang melihat uang dalam dompet Kai langsung tergiur. Karena memang Yasa tidak pernah melihat uang sebanyak itu "Dan ini kan yang kamu mau? Ambilah?" ucap Kai memberikan 3 buah uang 50 ribuan.


"Kamu tahu di dunia ini gak yang gratis, tapi buat kamu info yang aku bagi tahu ke kamu aku gratiskan sama kamu" ucap Yasa dengan nada leluconnya.


"Tadi kamu minta bayar, sekarang malah gak mau? Mana yang benar sih!?" ucap Kai yang kebingungan. Yasa hanya tertawa kecil melihat perubahan emosi Kai "Itu terserah kamu mau pilih yang mana? Itu hak kamu" ucap Yasa sambil mengambil sesuatu didalam saku celana nya.


Yasa mengambil sebuah saputangan warna merah maroon dengan gambar bola di samping nya "Kalau kamu kekurangan tissue untuk menyumpal mulut saya, ambil dan sumpal mulut saya. Soalnya tindakan kamu tadi jorok" ucap Yasa sedikit mengejek dan langsung meninggalkan Kai yang masih kaku di tempat.


Kai hanya melihat kepergian Yasa tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Kai. Ia menerima saputangan itu, ia belum bisa menerima semua pemberian ini. Namun, raut senyum khas Kai akhirnya keluar setelah sekian lama tertutupi oleh sifat dingin nya itu.

__ADS_1


Akhirnya ia mengengam saputangan itu dan langsung memasukan ke dalam jaketnya beserta uang tadi yang mau berikan sama Yasa. Dan ia pun beralih menuju loker sebelum keluar dari tempat itu.


Saat langkah kakinya menuju keluar, ia masih melihat sosok cowok itu yang masih sama dengan kedua cewek tadi. Kalau tidak salah mereka Tama, Umi dan Saka.


Dan dari gestur tubuh mereka kayaknya mereka sedang berbicara serius. Dan semua itu membuat Kai makin penasaran dengan kedua karakter mereka. Kenapa kedua karakter harusnya tiga, karena salah satu karakter mereka sama dengan Kai. Dan Kai memilih mengintip agak dekat supaya Kai tahu apa yang mereka bicarakan.


"Kak Tama?" tanya cewek rambut pendek —Umi.


Tama yang sedang asik mengecek lokernya hanya berdehem kepada mereka. Dan membuat mereka jadi makin salah tingkah sama Tama.


"Kak Tama!" kali ini giliran si rambut panjang—Saka.


Dan kali ini Tama malah mendiamkan pertanyaan Saka. Dan membuat mereka makin sebal sama kakak satu ini. Lalu sementara itu Kai melihat semua ini merasa marah dan ingin memberi pelajaran sama cowok bernama Tama itu.


"Jangan cuek sama cewek dong?" sahut Kai yang masuk ke dalam perbincangan mereka. Umi dan Saka terkejut dengan kedatangan cowok aneh ini, mereka tahu kalau cowok ini bernama Kai. Tapi mereka baru bertemu sekarang.


Sementara itu Tama asik mengecek barang barang itu langsung menghentikan aksinya dan menatap tajam cowok yang entah datang dari mana asalnya.


"Kamu siapa? Kalian tidak tahu bahwa saya lagi sibuk" ucap Tama sinis.


"Kalau kamu sibuk kenapa gak kasih tahu mereka" ucap Kai sambil menunjuk kepada Umi dan Saka.


Tama memalingkan muka "kamu tidak tahu apa apa soal saya. Dan kamu Kai! seharusnya kamu bercermin dulu sebelum bertindak, kamu tahukan kau itu sama kayak aku dan bahkan kamu tidak tahu siapa aku, jadi jangan bertidak apa apa kalau ada suatu permasalahan"


***

__ADS_1


__ADS_2