Sport Rangers New Version

Sport Rangers New Version
Bab 3 | Kekuatan Olahragawan


__ADS_3

Bab 3 | Kekuatan Olahragawan


Setiap bakat memiliki tingkatan energi kuat didalam nya dan apabila kekuatan itu berhasil bangkit maka akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat


***


Perdebatan yang di picu oleh ketidaktahuan Kai membuat Tama, Umi dan Saka keheranan. Maksud nya apa cowok satu ini ngomong begitu, padahal para cewek tampak biasa saja apabila selalu di cuek oleh seseorang bernama Tama. Tapi kenapa, sosok Hikomori satu ini malah menjadi seorang ambisius.


Dan secara tidak sadar, Kai terpancing emosi oleh perkataan Tama yang kayaknya menyingung perasaan nya. Hingga ia tidak segan segan menarik kerah baju Tama dengan tatapan yang tidak biasa.


"Maksud kamu apa? Ngomong seperti itu?" ucap Kai yang tidak terima dengan ucapan Tama. Tama yang hanya bisa menatap malas orang ini malah menyikapinya dengan santai.


"Kamu itu pura pura bego atau memang bego orangnya! Kamu itu harus sadar. Kamu tidak lebih dari seorang pecundang, kamu menarik diri dari lingkungan karena itu adalah ulah kamu sendiri" ucap Tama menyebutkan beberapa fakta dan opini.


Entah apa yang dipikirkan Kai saat tangan Tama mengusap seperti sedang membersihkan baju Kai dari debu debu yang ukuran nya sangat kecil itu. Tiba tiba tangan Kai secara perlahan merengangkan erat tan nya hingga berhasil menghentikan aksinya itu.


Namun Tama malah melihat sesuatu yang aneh, Dimana raut muka Kai yang seperti sedang menahan amarahnya. Entah amarah apa yang dipendam oleh Kai? Dan itu menjadi pertanyaan bagi Tama, Umi dan Saka.


Sementara Umi dan Saka yang melihat titik dimana Kai mulai beradu mulut dengan Tama hanya bisa menyembunyikan mulutnya di balik buku catatan yang mereka bawa, mereka tidak menyangka bahwa akan seperti ini jadinya.


Kedua telapak tangan mulai mengepal, amarah membara dan sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya lagi dan berapa detik kemudian tangan Kai langsung menuju seseorang sampai satu teriakan membuat Kai diam dan terpaku melihat sosok itu.


"KAISAR!"


tangan yang hendak mendarat di pipi Tama terurung sudah karena satu teriakan itu yang bergema oleh seseorang yang umurnya lebih tua dari mereka semua. Pria paruhbaya dengan memakai jaket merah dengan tanda IPON fc di bagian belakang serta nama tepat di sebelah kiri.


"Pak Darma" yap benar, sosok itu adalah Darma. Pelatih bola IPON fc sekaligus wali kampus jurusan sepak bola hadir di hadapan Kai, Tama, Umi dan Saka.

__ADS_1


Kayaknya Darma sudah melihat aksi yang hendak dilakukan oleh anak muridnya tersebut kepada anak murid yang lain, buktinya sekarang Darma sedang menatap tajam Kai. Sedangkan Kai yang langsung melihat itu mengurungkan niat nya dan hanya bisa menundukan kepala tatkala Darma  mulai berjalan mendekati mereka.


"Rupanya kamu disini? Sekarang ikut Bapak sekarang" ucap Darma dengan nada intonasi naik. Kai hanya bisa mengangguk dan mulai menatap malu mereka.


"Bapak pinjam dulu Kai, ya? Tanya Darma kepada ketiga mahasiswa beda jurusan ini.


"Iya pak, silahkan" ucap santai Tama sekaligus dua anggukan dari Saka dan Umi.


Akhirnya Darma dan Kai meninggalkan tempat mereka dan sampai sekarang Kai bingung, urusan apa lagi yang akan ia hadapi bersama dengan pelatih nya ini.


Kai berjalan menunduk ia melewati beberapa koridor kelas tiap tiap jurusan berbeda, pemandangan tidak biasa setiap kali Kai melewati tempat ini. Walaupun hanya berjalan biasa dan di barengi dengan seorang dosen itu membuat malu setengah mati hingga beberapa cibiran datang dari segala arah.


"Sekarang apa lagi yang ia lakukan?"


"Palingan juga masalah lagi! Dia!"


Dan masih banyak lagi cibiran lainnya dan itu sudah menjadi dongeng khas setiap hari di kampus IPON. Pernah satu kali ia membully seseorang hingga orang yang ia bully itu malah balik menyerang dan terjadi baku hatam antara Kai dengan orang yang ia bully.


Kejadian itu beberapa tahun yang lalu tapi sekarang semenjak ia Hikomori perlahan lahan ia mulai terkendali, namun kadang masih belum stabil karena sekali ia di pancing emosi nya maka sifat Hikomori nya akan luntur dan berubah kembali jadi pemberontak.


Setelah berputar putar mengelilingi koridor kampus IPON akhirnya mereka sampai di kantor dan Kai langsung memasuki ruangan itu dan langsung duduk di sebuah kursi dan langsung melihat sosok yang ada di balik kursi itu.


Dan setelah tenang selama beberapa detik, akhirnya ia memutar kursi nya dan sosok itu langsung menatap tajam Kai. Ia melihat sosok remaja yang sedang kini sedang memandanginya dengan tatapan sangat tajam.


Kai yang gelapan hanya bisa bingung dan heran menatap semua ini, perasaan tadi ia masuk ke sebuah ruangan akan tetapi sekarang masuk ke ruangan rahasia. Juga tadi ia bersama dengan pelatih nya tapi sekarang kenapa ia bersama dengan remaja yang sepertinya umurnya lebih muda dari nya.


"Apa benar, kamu Kaisar Indra Rindhuwi!?" tanya nya introgasi. Kai hanya bisa mengangguk karena masih bingung dengan semua ini.

__ADS_1


"Jadi, kamu yang dikenal cowok dingin kedua setelah Tama?" tanya nya lagi, lagi lagi perbandingan ini, apa tidak ada yang lain selain membandingkan Kai sama Tama.


"Jangan bandingkan saya dengan manusia berdarah dingin itu" jawab Kai nyolot.


Remaja itu hanya terdiam sambil mengambil sebuah map yang berisi data diri Kai. "Kaisar Indra Rindhuwi, adalah anak jurusan sepak bola yang dikenal dengan ambisinya serta emosi kini berubah menjadi Hikomori, yang kayaknya usaha nya itu sia sia" ucapnya dengan membaca isi map itu dengan lantang dan tegas.


Kai terkejut mendengar semua apa yang dibacanya bocah itu, kedua tangannya kembali mengepal dan raut muka nya makin menunjukan ekspresi marah yang sangat luarbiasa.


Melihat Kai yang ada didepannya bereaksi membuat ia menutup map nya itu dan langsung melangkah kakinya ke arah dispenser dan mengambil segelas air dan langsung memberikan air itu kepada Kai.


"Kayaknya ia orang yang aku cari selama ini! Orang dengan kepribadian ganda disetiap masa" batin remaja itu berbicara.


Melihat orang yang didepannya memberi air tanpa rasa malu atau apapun Kai langsung meminum air itu sampai ke tegukan terakhir. Kayaknya ia benar benar haus atau malah sedang memadamkan amarahnya.


Akhirnya remaja itu kembali duduk dan langsung menatap serius Kai "Kamu tahu alasan kamu di bawa kesini?" tanya remaja itu.


"Saya tidak tahu, soal nya saya tadi kesini sama pak Darma" ucapnya jujur dan masih menundukan kepalanya. Seulas senyuman di berikan remaja itu dengan dibarengi uluran tangan "Perkenalkan nama saya Saputra Leon Pandu, biasanya di panggil Leon. Saya hanya remaja biasa yang harus meminta kamu menyimpan ini" ucap remaja itu yang bernama Leon sambil membawa sebuah koper kecil.


Kai bingung kenapa pemuda bernama Leon malah memberi ini "maksud semua ini apa?" tanya Kai bingung.


"Jangan bertanya apapun lagi, aku minta sama kamu jaga dan simpan koper ini. Dan suatu hari nanti kamu tahu isi dari koper ini dan itu akan berguna buat kamu" ucap Leon tanpa basa basi .


Leon pun bangkit dan kaluar dari ruangan itu meninggalkan Kai dengan segala kebingungan nya. Kai hanya bisa menerima dan menjaga baik baik koper itu sedangkan Leon yang masih ada di balik pintu keluar hanya menghela nafas sambil mengambil sebuah tablet android yang ada di balik saku jaket nya.


"Sebentar lagi harapan untuk para senior akan kembali, aku akan mengambil semua semangat dan bakat dari para senior, tunggulah sebetar lagi kalian akan kembali pulih" ucapnya sambil membaca daftar yang ada dalam tablet nya tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2