
Bab 15 | Edisi Pencarian
"Petualangan kali ini bukan mencari sebuah harta, edisi ini bukan masalah gosip melainkan semuanya di lakukan hanya untuk mencari seseorang"
***
Yasa mulai mendekati Ryder yang masih terkejut karena kedatangan nya, dengan masih memengan ponsel di telinga nya ia hanya mengamati jalan Yasa yang hendak mendekati nya.
Setelah Yasa berada di hadapan Ryder, Ryder langsung menyimpan ponselnya kembali di kedalam saku celana nya dan mulai bersikap seperti biasa.
"Kenapa kau mengikuti aku?" ucap Ryder selidik.
Yasa masih menatap tajam Ryder sampai akhirnya ia mulai menundukan kepalanya dalam dalam sampai ia sekarang dalam posisi ruku dan membuat Ryder tampak bingung.
"Ryder! Aku mohon dengan sangat boleh kah aku ikut dengan mu untuk mencari keadaan Kai?" ucap Yasa memohon kepada Ryder.
Melihat aksi Yasa yang terbilang aneh membuat Ryder merasa malu sendiri dan seketika Ryder bingung harus melakukan apapun kepada Yasa.
"Yas, bangun Yas. Jangan begitu dong malu Kalau sampai ada yang lihat" ucap Ryder memohon sangat kepada Yasa agar tidak melakukan hal itu.
"Tidak aku tidak akan bangun sampai kamu mau memperbolehkan aku ikut dengan mu" enggan Yasa yang menolak permohonan Ryder.
Merasa tidak punya pilihan lagi akhirnya ia memilih menyetujui permintaan Yasa "Baiklah kau boleh ikut" ucapnya pasrah karena bingung lagi harus dengan alasan apa.
Akhirnya setelah mendengar jawaban dari Ryder, Yasa akhirnya bangun dan langsung memeluk Ryder dengan erat. Ryder yang merasakan hal itu ragu untuk membalas tingkah Yasa sampai akhirnya ia hampir kehilangan nafas karena pelukan Yasa yang teramat erat
"Makasih Ryder"
Setelah itu Yasa mulai melepaskan pelukannya dan sementara itu Ryder mengatur nafasnya karena sempat terhambat oleh pelukan erat Yasa.
"Oh ya Ryder, ngapain kamu ada disini" ucap Yasa yang penasaran dengan apa yang dilakukan Ryder di sini.
Mendengar ada yang bertanya Ryder langsung menatap Yasa "Sebenarnya aku secara tidak sengaja masuk kesini, namun lama kelamaan tempat ini membuat aku ingat tentang sebuah kejadian dimana ada sepasang suami istri dan dua orang anak laki laki sedang main disini" jelas Ryder.
__ADS_1
"Kamu tahu siapa mereka" ucap Yasa yang merasa tertarik dengan cerita Ryder. Dengan menopang dagu ia kembali angkat bicara "Aku gak terlalu yakin mengenai hal itu, itu entah kedua orang tuaku atau siapa. Tapi yang aku lihat tadi" ucap Ryder.
"Oh begitu!?" ucap Yasa yang meninggalkan tanda tanya.
"Apa!?" kaget Ryder. Mendengar apa yang di katakan Ryder Yasa kembali buka suara "Maksud kamu apa ngomong gitu?" ucap ulang Yasa.
Mendengar bahwa ada yang tidak beres dengan Yasa akhirnya ia memilih menyimpan pertanyaan tadi agar ia tidak merasa ngaco lagi apabila berbicara dengan Yasa.
Akhirnya Ryder memutar balikan percakapan tadi "Kayaknya kamu dekat banget sama Kai?" tanya Ryder yang tiba tiba bertanya seperti itu.
"Sebenarnya gak kenal kenal amat. Akan tetapi aku suka banget sama karakter yang unik, maka setiap mahasiswa di setiap fakultas aku selalu mengamati mana yang memiliki karakter unik." jelas Yasa apa yang ia pahami.
"Jadi menurut kamu Kai itu unik. Gitu?" tanya Ryder.
Dan Yasa hanya mengangguk karena ia baru mendapat sebuah pesan di ponsel nya. Mendengar penuturan Yasa membuat ia sangat penasaran sama Kai dari cerita yang Yasa tadi ceritakan.
"Kamu tahu dimana asrama Kai" tanya lanjut Ryder yang langsung mengambil keputusan untuk mencari asrama Kai.
"Untuk itu saya kurang tahu, mungkin teman temannya yang lain pasti tahu" jawab Yasa ragu.
"Benar tuh, mungkin kita juga bisa tahu teman teman yang lain juga." seru Yasa antusias. Rider tiba tiba kaget "Jangan! Jangan kasih tahu yang lain dulu. Karena kita gak mau mereka sampai kenapa kenapa" ucap Ryder.
"Kenapa gak boleh?" ulang Yasa yang tidak paham. "Pokoknya jangan dulu, kalau kita selidik dulu, Kalau sudah fix boleh kita kasih tahu lainnya" ucap Ryder memberi penjelasan.
"Baiklah kalau gitu, sekarang kita pergi langsung ke kampus IPON sekarang juga" ucap Yasa yang menaiki motor Ryder dan berjalan meninggalkan tempat ini dan berjalan menuju kampus IPON.
***
Sementara itu Umi tampak termenung di balkon kelas nya sambil menatap tatapan ke arah hutan yang kemarin terbakar akibat ulah monster Anggar kemarin.
Wajah nya memunjukan bahwa ia raut muka cemas. Umi masih memikirkan kemana pergi nya Kai, dan itu yang membuat Umi agak terganggu dalam pelajaran hari ini.
Masalah sama Saka ia belum selesai sekarang di tambah dengan menghilang nya Kai yang membuat ia makin stress dan itu juga menganggu pikiran juga hatinya.
__ADS_1
Tiba tiba dari belakang ada seseorang yang membuat matanya gelap. Siapa lagi kalau bukan teman sekelasnya Ghina. "Hayo! Kenapa Umi?" ucap Ghina penasaran yang melihat ekspresi aneh nya Umi.
"Entahlah Ghin, aku juga bingung!" ucap Umi bingung.
"Apa jangan jangan kamu lagi ada masalah sama Saka. Aku lihat beberapa hari ini kamu dan dia gak ikut ikut lagi kemana si cuek Tama pergi" ucap Ghina asal tebak.
"Sudah aku bilang, aku sudah tidak ikut lagi les sama dia" ucapnya bohong karena Umi gak mau bahwa teman temannya tahu bahwa seorang rangers.
"Ya sudah kalau gitu, oh ya sampai lupa, katanya besok kamu harus ikut tanding melawan anak karate kota seberang" ucap Ghina memberitahu info itu.
Umi mengangguk "Iya, aku tahu. Makasih sudah ngingetin" ucap Umi lemas.
Setelah itu Ghina dan Umi berjalan meninggalkan kelasnya dan berjalan menuju kantin karena mereka belum makan dari siang. Karena waktu sekarang hampir mau belok se sore.
Kai kamu dimana sekarang? Aku khawatir sama kamu. Bathin Umi bersedih.
Saat mereka berjalan cepat menuju kantin, rupanya dibelakang mereka ada yang mengikuti langkah kaki mereka dan rupanya seorang monster Silat sedang mengawasi pergerakan sang ranger kuning tersebut.
"Wah wah wah, kayaknya aku punya rencana bagaimana menghacurkan para ranger serta mengambil kekuatan misterius dalam diri ranger itu. Dengan memanfaatkan pertarungan besok dari ranger kuning itu" ucap monster Silat itu.
Setelah itu monster Silat itu kembali ke wujud trasparan meninggalkan kampus IPON. Namun ia kembali terlihat setelah ia berada di sebuah tempat gelap dan kosong.
Tampak sebuah benda di keluarkan oleh monster Silat dan menujukan proyektor komunikasi dengan monster Raja Emas.
"Bagaimana rencana kamu selanjutnya?" tanya monster Raja Emas itu.
"Siap yang mulia, akan tetapi yang mulia boleh aku meminta sedikit kekuatan Karate agar bisa mengalahkan ranger karate itu" tanya monster Silat itu.
"Baiklah kalau kamu berhasil mengalahkan para ranger itu nanti aku akan memberikan sedikit kekuatan karate kepada kamu" jawab monster Raja Emas.
"Terima kasih tuanku, saya akan segera kembali untuk mengambil sedikit kekuatan itu" ucapnya sambil mematikan proyektor komunikasi itu secara sepihak.
Tunggu kehadiran ku para ranger ucap nya dalam hati sambil tersenyum sinis monster Silat itu.
__ADS_1
***