
Bab 20 | Isi Surat Mantan
"Isinya surat itu membuat siapapun yang membacanya akan tercengan. Karena isinya menyangkut salah seorang diantara kalian"
***
Setelah mengalahkan monster Renang yang dengan kalahnya di mudahkan begitu saja. Akan tetapi monster itu meninggalkan sebuah pesan setelah monster menjadi sebuah debu.
Tama melihat kearah dimana monster Renang kalah, ia mendekati tempat itu dan ia melihat sebuah surat. Tama langsung memunguti surat itu dan langsung menyimpan nya agar tidak ada orang yang tahu mengenai isi surat itu.
Mereka bersorak atas kemenangan mereka ini, hingga akhirnya Yasa menawarkan mereka untuk makan malam hari ini, yah emang sekarang waktunya malam minggu jadi waktunya adalah berpesta di malam minggu.
"Ayo, Tama jangan bersedih begitu. Mungkin ia tenang disana dan aku jamin ia tidak akan menganggu kamu lagi." ajak Yasa mencoba menghibur Tama.
Tama hanya tersenyum mendengar ajakan Yasa. Dan akhirnya Tama mengikuti jejak Yasa dan yang lainnya menuju sebuah tempat.
Mereka berjalan di jalan raya, kebetulan jalan raya kali sedang ramai mungkin malam ini adalah malam minggu jadi jalan sedang ramai ramai nya dengan orang yang sedang berhubungan asmara.
Dan mereka masih berjalan sambil menikmati angin malam yang masuk menusuk kulit. Dan sampailah mereka di sebuah restoran.
Mereka memasuki restoran itu dengan dekorasi warna kerlap kerlip dan membuat siapa saja yang melihat semua itu akan merasa terkagum kagum.
Kai dan yang lainnya merasa dengan semua itu hingga mereka tidak menyadari bahwa Leon ada bersama mereka. "Hei, Leon? Rupanya kamu disini?" ucap Kai merasa senang karena Leon ada disini.
__ADS_1
"Iyalah masa kalian saja yang bisa malam mingguan. Aku juga mau dong" ucap Leon sewot mendengar Kai bicara itu. Mereka tertawa melihat ekspresi Leon "Maaf Leon, gitu saja kamu sewot gitu sih" ucap Umi membela Leon.
Akhirnya disana mereka tertawa lepas menikmati sisa malam minggu yang sempat gagal akibat monster Renang tadi yang mengacau beberapa waktu yang lalu.
Namun berbeda dengan yang lainnya, Tama masih termenung dengan kejadian beberapa waktu yang lalu yaitu secarik kertas yang membuat nya penasaran dengan isinya.
Tama berniat membuka kertas itu namun niatnya dia urungkan karena Saka menarik tangan Tama untuk bergabung bersama. Tama hanya pasrah apabila Saka melakukan itu dan Tama juga hanya bisa menebar senyum palsu menutupi segala rasa kebingungan nya.
Setelah berbincang hangat sambil bercanda ria. Mereka di jamu oleh makan malam yang sangat lezat, masakan ini sangat mewah dan spesial karena di racik khusus oleh Tama.
Sekarang mereka tahu sisi Tama selain ia terkenal dengan sikap dingin kedua setelah Kai. Rupanya Tama juga seorang cowok yang pandai memasak, buktinya masakan Tama malam ini benar benar lezat sekali.
"Tam? Benar ini kamu yang masak" tanya Yasa yang antusias dengan apa yang rasakan. Dengan setelan yang sama hanya saja ditambah dengan celemek "Kalau kamu gak percaya dengan apa yang baru kalian rasakan" ucap cuek Tama.
Mereka hanya mendengarkan apa baru saja mereka rasakan sekarang yang keluar dari mulut Tama. "Oh ya Tama, masalah mantan kamu? Bagaimana kelanjutan nya?" ucap Ryder yang mengingat sama kejadian kemarin.
"Emang ada surat yang lain" kaget Kai. "Iya dan ini surat nya??" ucap Tama sambil menunjukan surat itu.
Tanpa pikir panjang Yasa langsung mengambil paksa surat itu dan membuat Tama langsung memasang muka marah kepada Yasa yang berusaha menjauh dari Tama. Setelah Yasa sedikit menjauh dari Tama, akhirnya Tama angkat bicara "Baiklah Baiklah kalau kamu mau membaca kan nya silahkan saja? Aku tidak marah kok" ucap nyerah Tama.
"Bener nih Tam, ini bukan ancaman seperti biasa kamu lakukan kan!" jawab Yasa yang tidak percaya. Tama berdecak "Bener Yas," dengan nada ancaman sedikit.
Akhirnya Yasa mulai membuka isi surat dari mantan kekasih Tama yang merupakan janjinya dulu kepada Tama. Setelah membuka lipatan surat itu ia sedikit bisa membaca terlebih dahulu dari pada yang lain. Dan itu yang membuat ekspresi Yasa langsung berubah kaget.
__ADS_1
Melihat Yasa yang langsung bingung, membuat teman teman yang lain bertanya tanya sebenarnya apa isi surat itu?
Yasa siap berucap, namun ia ragu buktinya ia mengigit bibir bawahnya tanda ia mulai ragu. Namun akhirnya ia mulai dengan satu helaan nafas panjang.
"Sebenarnya memang benar aku yang telah membunuh kedua orang tuamu—" ucap Yasa membaca bait pertama surat ini. Tama yang mendengar nya langsung memasang muka marah.
"— namun itu semata mata karena mereka tidak memperdulikan kamu, sebenarnya mereka sayang kepada kepada adik kamu, karena adik kamu bernama Kaisar Indra Rindhuwi." ucap Yasa yang membaca isi surat itu sampai penutup surat itu.
Kai dan yang lainnya tercengan mendengar isi surat Hana untuk Tama dan rupanya isi surat itu mewakili jawaban dari pencarian kakak nya Kai oleh detektif Ryder dan Yasa.
Kai yang mendengar itu tidak menyangka bahwa kakak yang selama ini ia cari cari rupanya ada di kampus IPON dan sekarang satu dalam melawan para Injury untuk menyelamatkan bumi.
Kai yang masih tidak menyangka beberapa kali mulut nya mengucapkan syukur dan berniat untuk memeluk Tama sebagai kakak kandungnya. namun sebaliknya, Tama malah menyangkal bahwa rasa rasanya ia tidak mempunyai adik sama sekali.
"Tidak itu semua tidak mungkin!!" ucap Tama yang masih tidak percaya dengan fakta yang ada ada.
"Itu mungkin Tama, soal nya kemarin aku melihat fakta yang membuktikan bahwa memang kamu adalah kakaknya Kai. Pertama kali aku dengar dari Ryder bahwa ia melihat bayangan sepasang suami istri tengah mengasuh dua orang anak laki laki yang satu sedang bermain bola dan satu lagi sedang bermain benda kecil
Fakta kedua aku melihat foto waktu Tama masih kecil yang memakai baju kotak kotak putih biru. Begitupun dengan anak yang ada foto Kai waktu kecil sama persis dengan apa yang dikenakan Tama. Dan itu membuktikan bahwa Tama memang kakak kandung Kai" jelas Yasa dengan beberapa fakta
Tama yang mendengar itu merasa tidak percaya dengan apa baru saja ia dengar dan rasa rasanya ia tidak mau lagi mendengar apa yang seharusnya bakal terjadi selanjutnya. Jadi ia memutuskan untuk meninggalkan tempat ini.
Semua kaget melihat kepergian Tama dan disana juga ekspresi Kai benar benar berubah. Apa mungkin Tama tidak mau mengakui nya sebagai adiknya.
__ADS_1
Melihat kepergian Tama, Leon yang melihat situasi ini mencoba untuk mengalihkan semuanya "Oh ya Ryder aku lupa? Kemarin monster Renang itu merupakan Reinkranasi dari Nurfa Nurul Utami. Jadi misi kita menyelamatkan para atlet tinggal sedikit lagi" ucap Leon mmberitahu Ryder agar langsung mengecek tablet android nya untuk mencari tahu untuk misi berikutnya.
***