
Bab 24 | Rencana Kejutan Party
"Tempat kelahiran mengundang dimana mengingat tanggal kelahiran dimana tanggal semakin besar maka semakin kurang umur kita"
***
Setelah mendengar penjelasan singkat kenapa mereka terpilih menjadi seorang ranger. Ternyata bukan saja mereka menyelamatkan bumi dan kampus ini juga, melainkan menyelamatkan seseorang yang bernama Rhyno.
Semua mulai paham dan juga memahami apa yang selama ini mereka sembunyikan, dan mereka juga bertekad bukan untuk melindungi bumi dan IPON serta mereka menyelamatkan orang itu.
"Baiklah, sudah bincang bincang hari ini. Kebetulan saya mau jalan jalan untuk menikmati pemandangan sore menuju malam hari ini" ucap Leon bangkit setelah memberi penjelasan mengenai rahasia kecil IPON.
Akhirnya Leon meninggalkan mereka semua dan bersiap siap untuk jalan jalan. Sementara itu Ryder dan yang lainnya hanya menatap kepergian Leon sampai akhirnya Ryder menyadari sesuatu yang membuat Ryder panik.
"Gawat!" ucap Ryder.
Mendengar ucapan Ryder membuat teman teman yang lain ikut panik melihat ekspresi Ryder yang berubah begitu saja. "Ada apa kak? Apanya yang gawat?" ucap Kai selaku adik yang takut melihat kakaknya panik.
"Besok tanggal berapa??" ucap Ryder yang langsung meminta kalendar. Kai yang menyadari hal itu langsung mengecek ponselnya dan membuka kalendar. "Besok tanggal 22 kak, emang kenapa??" ucap Kai yang melihat kalendar di ponsel.
"Besok adalah ulang tahun Leon yang ke 24 tahun" ucap Ryder langsung mengingatnya.
"Wah kayaknya kita harus bikin kejutan nih untuk Leon" ucap antusias Saka setelah mendengar kata ulang tahun. "Aku setuju bagaimana kalau kejutan nya sambil dengan party" sahut Umi yang merasa Semangat.
"Wah sekarang Umi dan Saka kompakan lagi ni~ye" goda Yasa yang membuat mereka malu merah tomat. "Kamu nih apa apan Yas, mereka bertengkar ngomong! Mereka sekarang baikan ngomong juga!" ucap Tama yang mulai belajar bercanda seperti Yasa.
"Kayaknya Tama mulai ketularan Yasa nih" goda Kai. Yasa langsung memasang muka cemberut "Kai, kamu nih emang aku virus apa pake acara tular menular" jawab Yasa nada pelan.
Semua disana tertawa lepas mendengar Tama yang mulai mengoda Yasa hingga Tama merasa malu dan membuat pipi Tama merah seperti tomat.
"Sudah sudah! Kasihan Tama kalian goda mulu, aku setuju sama ide Saka dan Umi lebih baik kita bikin kejutan party untuk Leon" lerai Ryder agar semua nya tidak membuat yang lebih lagi.
__ADS_1
"Aku setuju! Sekarang mending kita belanja" ucap Saka dan Umi secara bersamaan. Sehingga membuat semua cowok cowok yang disana mereka heran dengan kedua cewek ini.
Akhirnya Saka dan Umi meninggalkan kamar Ryder untuk belanja persiapan pesta sementara para cowok hanya menatap kepergian mereka. "Terus, bagaimana kita sekarang" ucap Yasa yang hanya menatap datar mereka.
***
Saka dan Umi langsung pergi kesebuah tempat yang terkenal di daerah sekitara IPON. Akhirnya mereka menuju kepada salah satu mall terbesar disana.
Mereka masuk kedalam mall itu dan melihat semua orang ramai disana lalu lalang disekitaran beberapa kios mereka yang terdapat beberapa barang itu, akhirnya mereka memutuskan untuk naik ke lantai dua dengan eskalator.
Setelah sampai di eskalator mereka menatap seluruh penjuru mall menemukan tempat yang mereka cari cari. Namun di lantai dua mereka hanya menemuka toko baju saja.
Dengan berat hati mereka memutuskan untuk naik lagi ke lantai tiga. Dan setelah sampai dilantai tiga mereka bisa melirik beberapa toku assesoris atau pernak pernik lainnya.
Dan akhirnya mereka memutuskan masuk kesalah satu tempat itu dan berusaha mencari apa yang mereka cari. Dan akhirnya mereka menemukan semuanya itu dan langsunglah Saka dan Umi mengambil semua itu.
Setelah mereka belanja dengan segitu banyaknya. Mereka keluar dari tempat itu setelah membayar semua biaya nya. Dengan benda yang segitu banyaknya mereka agak kewalahan membawa belanja semua itu sampai akhirnya Mereka juga sampai memasukan semua belanjaan itu kedalam mobil taksi.
Setelah merasa nafas mereka lega, akhirnya mereka langsung memasuki mobil taksi itu dan berjalan meninggalkan mall itu untuk menuju markas kampus IPON.
Saat perjalanan menuju markas kampus IPON tiba tiba mobil taksi berhenti begitu saja. Umi dan Saka melihat keluar kaca beberapa mobil dan motor berhenti di sisi kanan dan kiri nya.
"Ada apa? Kok tiba tiba macet jalanan nya" ucap Saka yang merasa gerah. "Perasaan belum jam lima akan tetapi jalanan sudah macet saja" ucap Umi menambahkan.
Namun saat Saka mengecek keluar dari kaca jendela mobil melihat ada sosok yang ia kenal dan akhirnya memberi tahu Umi untuk melihat semua itu. Dan saat Umi melihat apa yang dilihat Saka, Umi sama seterkejutnya dengan Saka.
"Leon, apa benar itu Leon" ucap Umi teriak.
Umi menunjuk ke arah sosok yang dikira Leon. Setelah melihat dengan lebih seksama lagi, Dan benar adanya sosok itu adalah Leon yang sedang di kejar oleh seorang monster.
Dan kayaknya itu yang membuat jalanan jadi macet seperti ini. Dan Saka ataupun Umi langsung keluar dari mobil itu dan berlari menuju monster itu yang mau mengejar Leon.
__ADS_1
Akhirnya Umi dan Saka hanya menendang monster itu secara bersamaan, lalu mereka melakukan salto untuk mempercepat mereka menghalangi monster itu menyakitki Leon.
"Huhuhuhu kalian siapa? Berani nya kalian menghalagi makan malam ku" ucap monster itu yang mereka lihat ada unsur bola ada di badan monster itu.
"Apa ini makan malam mu? Tunggu tunggu bukannya kamu bukan zombie kan yang makan manusia lainnya, kan?" tanya Umi dengan sewot kepada monster itu.
"Berani beraninya kamu bandingkan aku dengan zombie, aku lebih baik dari zombie" ucap monster itu Kayaknya marah.
"Wah wah wah! Kayaknya monster itu mulai marah nih, Sak? Bagaimana Kalau kita hajar dulu sebagai pemanasan mereka di malam hari." ucap Umi lagi yang merasa tertantang dengan hadirnya monster ini.
"Leon, lebih baik kamu sembunyi biarkan aku sama Umi yang urus semua ini" ucap Saka memberi tahu Leon untuk menyelamatkan diri.
Setelah Leon menyelamatkan diri bersiaplah para ranger cewek itu beraksi.
Setelah itu mereka mengambil Clover yang ada di dalam tubuh mereka. Ada yang ada didalam saku jaketnya, ada yang ada didalam saku celana nya serta ada yang ada didalam tas nya.
Setelah itu mereka memasukan Clover kepada tangan kiri nya, dan secara ajaib membuat tangan kiri mereka menjadi tangan besi.
"Clover Change" ucapnya kala menekan tombol yang ada pada Clover mereka hingga memunculkan koin untuk membuat mereka berubah.
Setelah itu mereka mengambil dan melempar nya, kemudian diambil kembali dan di masukan kembali kepada Clover sambil mengucapkan "Clover Charger"
Dan setelah itu mereka meyilangkan tangannya ke bawah lalu ke atas hingga kembali kebawah dengan aliran listri yang menyertai mereka. Setelah itu tubuh mereka dilapisi armor atau baju besi dengan warna masing masing.
Tanpa melakukan roll call mereka langsung menghajar monster itu akan tetapi baru satu serangan mereka luncurkan, ternyata serangan mereka malah balik lagi ke mereka seperti senjata makan tuan.
Itu hanya satu serangan dan membuat mereka kewalahan untuk mengatasi monster itu. "Huhuhuhu kayaknya urusan sama kalian berhenti sampai disini dadada!" ucap monster itu menghilang begitu saja.
Dan setelah itu Saka dan Umi kembali ke human from dan langsung mengecek keadaan Leon yang sedang bersembunyi.
***
__ADS_1