
Bab 25 | Kejutan Party
"Dihari spesial ini, membuat siapa saja akan merasa senang. Apalagi dikaitkan dengan hadiah yang membuat kita berlinangan air mata"
***
Baik Saka dan Umi yang khawatir sama kondisi Leon langsung menemui Leon untuk mengecek keadaannya. Kenapa monster selalu datang dan kenapa semenjak kemarin monster selalu mengejar Ryder atau Leon. Sebenarnya apa hubungan mereka dengan semua ini.
"Leon? Apa kau baik baik saja?" Saka bertanya kepada Leon yang masih berjongkok di salah satu mobil yang berada di jalan itu.
Mendengar suara yang ia kenal, Leon bangkit dengan nafas terengah engah "aku baik baik saja, tunggu. Kalian sedang apa disini?" tanya balik Leon yang membuat Saka dan Umi mati kutu.
"Kami kebetulan sedang, emmm jalan-jalan, iya kami sedang jalan jalan" ucap Umi sedikit kaku dengan nada tinggi nya. "Bukan aku melarang kalian jalan jalan. Tapi kalau kalian dalam bahaya bagaimana?" ucap Leon khawatir.
"Kebetulan kami segera pulang kok, tapi kami lihat kamu dalam bahaya jadinya ya gitu!" ucap Saka agar kacau dengan alibi yang tidak masuk akal. Leon mendekati mata Saka "gelagatnya mencurigakan" ucapnya selidik.
Melihat Saka akan di introgasi lebih lanjut oleh Leon, Umi berpikir keras bagaimana mengalihkan perhatiannya. "Bagaimana Leon kalau aku pulang bersama mu, biarkan nanti kamu mengintrogasi Saka nanti kalau sudah di markas ya?? Kebetulan Saka masih ada urusan disini jadi lebih baik kita balik ke markas" ucap Umi mengalihkan pembicaraan awal Leon.
Tanpa basa basi Leon mengikuti langkah kaki Umi, lalu Umi langsung memberi kode untuk mengamankan semua alat alat pesta party untuk Leon, agar Leon tidak curiga apapun lagi sama Saka.
Saka langsung kembali menuju taksi yang tadi ia dan Umi tinggalkan. Untung saja sopir itu baik hati karena masih menunggunya. "Syukurlah kalau mobil ini belum jalan" ucap Saka bersyukur.
"Memang bagaimana bisa kalau mobil ini harus meninggalkan semua barang pesta sebanyak ini" ucap sopir mobil ini yang merupakan Yasa yang selama ini membututinya.
"Tunggu!! Yasa, bagaimana kau bisa ada disini" kaget Saka melihat Yasa ada disini. Yasa memandang Saka yang kaget "Cukup dengan teknik dan kata kata dari sang penulis misterius bernama dvmenulis" ucap Yasa dengan santai.
Saka melengo "Dv menulis?" ulang Saka. "Iya dvmenulis, kalau anda penasaran silahkan cek langsung di akun Instagram nya sekarang juga" ucap Yasa sambil menunjukan bukti di Instagram dvmenulis Serta bergaya ala ala iklan dilayar televisi.
"Pala loe pea! Ini bukan acara iklan komedi dodol, ini cerita Tokusatsu Indonesia, superhero SportRanger." ucap Saka menjelaskan sambil melempar Yasa dengan kotak tissue yang ada di depannya.
"Kali kali boleh dong, bercanda dikit" ucap Yasa menggoda Saka. "Canda canda apa sedikit, itumah kebanyakan. Buru jalan keburu kita ke duluan sama Umi dan Leon" paksa Saka yang langsung dituruti oleh Yasa meninggalkan tempat ini.
Di tempat berbeda tampak terlihat di markas monster raja Emas. Dimana mereka tengah mempersiapkan segala perlengkapan untuk menghacurkan IPON.
__ADS_1
"Bagaimana persiapan nya?" ucap monster raja Emas. "Persiapan akan rampung seminggu lagi tuan ku. Dan kita kesulitan mendapat DNA dari Leon karena itu bahan terpenting untuk persiapan ini" ucap seorang pogo memberitahu kan bahwa tinggal satu bahan lagi yang mereka perlukan. Bahan itu adalah DNA Leon.
Mendengar penjelasan itu monster raja Emas meninggalkan lokasi itu dan kembali duduk di singgasana nya. "Monster takraww!!!!" panggilnya.
Secara mengejutkan dari belakang singgasana nya monster takraw muncul dan mengagetkan monster raja Emas. "Kau ini!!! Tidak berguna!!!!" marah monster raja Emas sampai mendorong tubuh monster itu.
"Maafkan aku yang mulia, saya hanya bercanda" sesal monster takraw. Monster raja Emas bangkit "sekarang bukan waktunya bercanda, aku tugaskan kamu untuk mendapatkan DNA Leon sekarang juga" perintah monster raja Emas.
"Baik kalau itu perintah mu, saya akan segera laksanakan" jawab monster takraw yang langsung menghilang begitu saja.
Sebentar lagi!!! IPON akan menjadi miliku hahahahahah
Malam harinya pada sekitar pukul 23:00 tengah malam mereka mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk pesta party malam ini. Sementara mereka sibuk mendekorasi segala apa yang mereka beli.
Disini Leon masih tertidur di kamar dan saat tengah tertidur Leon merasakan ada yang aneh hingga mengacaukan segala nya.
Akhirnya mimpi buruk itu, membuat Leon terbangun dari tidurnya. Sehingga ia melihat beberapa kejanggalan membuat ia memutuskan untuk mencari tahu apa itu namun saat ia mulai berjalan menuju ruangan kendali secara mengejutkan sebuah monster menghalagi jalan nya dan monster itu langsung memeluk Leon yang erat.
Leon berontak untuk melepaskan ikatan itu, sampai membuat beberapa kegaduhan disana. Dan suara itu hampir terdengar sampai ke ruanga kendali dimana pesta akan di mulai.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kalian mendengar ada kegaduhan, tidak" ucap Tama yang mendengar dengan sangat tajam nya.
"Kau benar Tama kayaknya suaranya berasal dari—" belum Yasa meneruskan ucapnya. Munculah Leon yang sudah terikat dengan tali rotan dan disambung dengan kedatangan monster takraw.
"Leon!!!" semua menjerit melihat Leon dalam bahaya.
"Monster itu lagi??" ulang Saka dan Umi bersamaan. Para teman teman yang lain menatap Saka dan Umi karena mereka sudah menceritakan mengenai masalah tadi sore kepada Kai dan yang lainnya.
"Kita harus selamat Leon" kali ini Yasja begitu percaya diri. Sampai ia berada di paling depan berlaga kayak pemimpin saja.
"Kita tidak punya waktu lagi, ayo, kalian bersedia!?" ucap Kai memberi kode.
"Sedia!!!" akhirnya Tama dan lainnya berakhir dengan mengambil sebuah sarung tangan dan langsung memakai nya dan lalu sarung tangan itu berubah menjadi tangan besi
__ADS_1
"Clover Charge"
Tama dan lainnya menekan tombol itu dan muncul lah sebuah koin. Di ambil lah koin itu dan langsung melempar ke atas, setelah itu diambil lagi dan memutar kedua tangan mereka sambil berkata 'Muba'.
"Clover Change"
Lalu dimasukan koin tadi kepada tempatnya dan lalu menggerakan tangan menyilang ke bawah lalu ke atas lalu kembali ke bawah, bersaman dengan aliran listrik yang menyelimuti tubuh mereka sampai terpasang sebuah baju besi dengan warna masing masing.
Tanpa melakukan roll call mereka langsung melawan Monster itu, tapi sebelum itu mereka harus melepaskan Leon dari sergapan monster takraw. Namun membebaskan Leon tidak lah mudah, karena rotan nya ini memiliki racun tingkat tinggi.
Mereka berusaha menghidar akan monster itu tidak berbuat hal aneh, tapi sebelum itu. Yasa memilih bersembunyi dulu untuk melakukan analisa, melihat Yasa melakukan hal itu membuat Tama penasaran.
"Apa yang kamu lakukan??" tanya Tama. Yasa menoleh "kayaknya kita tidak cara lain untuk memusnahkan monster itu?" ucap Yasa.
"Kalau gitu apa kau punya cara?" kali ini Tama mulai memahami apa jalan pikiran Yasa yang kadang kadang tidak bisa di ajak kompromi itu.
"Tama gunakan kekuatan airmu untuk membuat tsunami yang besar dan sisanya akan ku selesaika" mendengar apa yang di sampaikan dipahami oleh Tama dan langsung bergerak cepat.
Swim Tsunami liquid
Tama melakukan finishing attack untuk membuat Tsunami dan rencana itu langsung berhasil. Hingga membuat monster itu terlempae jauh kebelakang. "Terima ini!!!! Bloking attack voly" teriak Yasa sambil melakukan finishing terakhir.
Dan itu membuat monster itu meledak dan musnah seketika, tanpa melakukan finishing terakhir mereka. Setelah itu mereka kembali ke human from dan segera menolong Leon.
"Leon syukurlah kau baik baik saja" ucap Ryder. "Tenang saja aku gapapa kok. Kayaknya ada yang kalian sembunyikan dari aku" ucap Leon selidik.
"Maaf kami tapi kami lakukan ini untuk —"
"Happy brithday Leon!!!" ucap semua memberi selamat kepada Leon. Sementara itu Leon yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.
Namun kala itu Leon hanya menitikan air mata dan di lanjutkan dengan pemberian hadiah yang pertama kali di beri oleh Ryder.
Saat Leon membuka hadiah itu tangisan Leon makim pecah saat sebuah foto membuat air matanya makin deras.
***
__ADS_1