
Bab 14 | Kai Menghilang
"Sesuatu yang tidak ada rimbanya akan menyimpam banyak rahasia didalam nya dan itu menimbulkan tanda tanya besar"
***
Setelah monster Anggar itu musnah serta menghilang nya para Ryuukenger secara misterius membuat para SportRanger kebingungan dengan semua ini.
Entah apa yang terjadi hari ini? Tapi yang jelas banyak kejanggalan dalam satu hari ini. Setelah mereka kembali ke humam from, mereka menyadari bahwa tadi Kai membantu mereka melawan Monster itu.
Akan tetapi sekarang, Kai ada dimana? Setelah bingung dengan kejanggalan menghilang nya para Ryuukenger, sekarang malah giliran Kai yang menghilang.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Kai disekitar hutan ini, mudah mudahan mereka dapat menemukan Kai.
Disaat mereka beberapa langkah berjalan di daerah hutan itu, suara alarm bergema di telinga mereka. "Para ranger, segera kembali?" seru Leon memerintahkan mereka.
"Tapi, Leon. Kita belum menemukan Kai" ucap cemas Yasa.
"Waktu kalian tidak banyak hutan ini sudah bom waktu dan waktunya tinggal beberapa detik lagi" perintah Leon sesegera mungkin.
"Lebih baik kita segera pergi dari sini" ucap Tama. Mendengar apa yang di katakan Tama, ekspresi Yasa langsung berubah "terus kamu mau meninggalkan Kai mati terbakar di tempat ini, HAH!!" kesal Yasa.
"Kita tidak bisa menyimpulkan seperti itu, lebih baik kita pergi dari sini?" seru Saka menyetujui apa yang di katakan Tama.
Yasa tidak menyangka bahwa teman temannya tidak memperdulikan Kai sama sekali, ia merasa bahwa Kai memang di pandang sebagai pemimpin oleh rekan rekan nya. Dan ia sebagai sahabat Kai, telah gagal menjaga Kai.
"Yasa! Kamu tidak berpikiran untuk mencari Kai, kan?" ucap Tama selidik.
Yasa langsung menatap tajam Tama "Kalau kamu bisa membaca pikiran aku, mungkin kau akan tahu jawaban nya?" jawab Yasa setengah marah.
"Cepat!!! Waktu nya tinggal sepuluh detik lagi" perintah Leon lagi.
"Kamu mau mati konyol di sini??" marah Tama sambil mencengkram kerah baju Yasa. Kali ini Tama benar benar marah dan Yasa sama sekali tidak bertingkah bodoh sekarang. Dan pertama kali nya Yasa bersikap serius.
"Kalau kamu gak mau mati Konyol, cepat selamatkan dirimu sendiri" ucap Tama sambil mendorong tubuh Yasa. Dan setelah itu langsung meninggalkan tempat itu.
Bukan hanya Tama. Saka, Umi dan juga Ryder juga pergi meninggalkan tempat itu. Dan disana Yasa mulai bimbang atas apa yang ia pilih, akhirnya Yasa mengikuti langkah Tama dan yang lainnya.
__ADS_1
Setelah mereka berhasil keluar dari hutan itu ledakan dari bom waktu pun meledak, walaupun mereka berhasil keluar akan tetapi sisa ledakan nya masih mengenai mereka.
"Kamu lihat! Kalau kamu masih keras kepala. Kamu akan mati konyol di dalam sana" Kesal Tama sambil bangkit.
Yasa melihat lagi kebelakang, kebakaran hutan akibat dari bom waktu yang di simpan oleh monster Anggar beberapa menit yang lalu.
Akhirnya Yasa dan yang lainnya meninggalkan tempat itu dan kembali menuju markas IPON.
***
Di markas IPON Tama dan yang lainnya bersiap untuk masuk kuliah dan mengikuti pelajaran dari dosen dosen disana. Dan di markas tinggalah Leon serta Ryder yang masih menganalisa apa yang terjadi.
"Leon, sebenarnya apa yang terjadi sama Kai?" tanya Ryder kepada Leon yang sibuk menatap layar monitor itu.
Sambil masih menatap layar itu "Kayaknya Kai mulai mengingat kembali trauma nya" ucap Leon.
"Trauma!" ulang Ryder.
"Ya, trauma. Akibat trauma nya itu kembali hingga membuatnya hilang kendali dan susah untuk di hentikan" jelas Leon.
"Kamu tahu apa trauma dari Kai?" tanya Ryder lagi.
Ryder tampaka berpikir dengan apa yang ia baru tangkap beberapa data tadi. Dan akhirnya ia mulai menemukan sesuatu data lagi dimana ia tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Keitaro dan Hanako.
"Jangan jangan, trauma Kai ada hubungan nya dengan kekuatan yang mereka maksud" tanya Ryder dalam hati nya.
Setelah berpikir seperti itu, ia kembali mengecek data yang ada di tablet android milik Leon. Karena tahu hanya Ryder saja yang boleh mengetahui isi dari tablet android milik Leon.
Lalu ia mulai mencari data tentang Kai. Dan setelah data itu ia mulai mengirimkan data itu ke jam tangan android nya.
"Leon, aku pamit keluar sebentar ya?" ucap Ryder sambil menaruh tablet android milik Leon.
"Ya sudah, silahkan" jawab Leon. Dan sekarang tinggallah Leon di markas ini sendirian karena Ryder pergi dari tempat ini.
Monster raja Emas sedang tidur di singgasana nya sementara itu satu monster mendekati monster raja Emas dan memberikan selimut kepada raja nya itu.
__ADS_1
"Rupanya salah satu ranger memiliki kekuatan yang tidak terduga, mungkin kalau kita bisa mengambil kekuatan itu kita bisa menghidupkan monster yang telah musnah" ucap monster silat.
Monster silat melihat kedalam sebuah layar monitor yang dimana disana terdapat seorang pemuda yang masih berjalan di sisi rawa hutan itu.
"Tunggu aku,Rangers! Aku akan segera menjadikan mu kaki tangan para Injury"
Di tempat lain Ryder tampak sedang mengendari motor nya dam berjalan di sebuah jalan yang sedang ramai di kunjungi banyak orang, rupanya tempat ini merupakan desnitasi tempat wisata yang ada di tempat ini.
Bukan mau jalan jalan akan tetapi Ryder mencari tahu mengenai sosok Kai. Sepanjang jalan Ryder kepikiran mengenai Kai.
Pada awal ketemu terjadi keanegah secara berturut turut kepada Kai. Seperti ada seseorang yang memancing nya untuk mengingat masa lalu dan itu membuat Ryder makin penasaran kepada sosok Kai.
Tapi yang Ryder tahu bahwa Kai seorang pemimpin dalam sebuah klub sepak bola. Dan akhirnya Ryder sampai di sebuah stadion di luar kampus IPON.
Stadion itu cukup luas dan dalam keadaan sepi. Ryder mulai menjelajahi tempat itu secara teliti. Mungkin sedikit nya ia bisa mencari informasi mengenai Kai.
Namun saat ia menjelajah ke tengah lapangan Ryder menangkap sesuatu yang aneh.
Bayangan yang ia tangkap adalah seorang sepasang suami istri beserta kedua anak lelaki nya. Anak yang kecil itu tengah belajar bermain bola sementara anak kecil yang lebih dewasa sedang bermain benda kecil yang sedang ia pegang.
Ryder merasa pusing setelah melihat sekilas masa lalu nya itu entah kenapa masa lalu nya bisa berada di tempat ini, padahal seingat Ryder ia belum pernah menjelajah sampai ke luar kampus IPON.
Setelah itu Ryder memilih meninggalkan stadion serta menganalisa beberapa tempat itu. Sampai akhirnya suara dari dalam saku celana nya bergetar begitu saja.
Rupanya ponselnya berbunyi dan telepon itu berasal dari Yasa. Setelah itu Ryder mengangkat telepon dari Yasa.
"Ada apa Yas?" tanya Ryder malas.
"............."
"Darimana kamu tahu?" kaget Ryder.
"........." setelah mendengar jawaban Yasa, Ryder langsung menengok ke tempat dimana Yasa berada.
Dan ternyata benar, Yasa mengikuti Ryder.
__ADS_1
***