Sport Rangers New Version

Sport Rangers New Version
Bab 22 | Pengorbanan Cinta


__ADS_3

Bab 22 | Pengorbanan Cinta


"Ketika semua di dasarkan pada cinta maka itu sulit bagi siapapun mau mengambil semua itu bahkan yang penting sekalipun di maka Cinta yang akan berkuasa"


***


Melihat Ryder terluka parah, para ranger langsung membawa Ryder ke rumah sakit terdekat. Mereka tahu bahwa Ryder melakukan semua ini demi melindungi Kai dari serangan monster itu.


Di koridor rumah sakit mereka masih mendorong brangkar ranjang Ryder, mereka memasang muka cemas dan khawatir dengan keadaan Ryder.


Dokter disana langsung menangani Ryder yang baru sampai di depan ruangan UGD, Kai sempat membaca name tag dokter itu yang bernama-Andreas.


Dokter bersama suster lainnya mulai memasuki ruangan UGD untuk memeriksa keadaan Ryder. Sementara itu teman teman yang lain menunggu di luar.


Beberapa menit kemudian langkah kaki seseorang berlari memasuki lorong lorong koridor rumah sakit dan akhirnya gerakan itu berhenti saat melihat Kai dan yang lainnya. Dan sosok itu adalah Leon.


"Bagaimana, kondisi Ryder? Apa dia baik baik saja" ucap Leon yang masih menghela nafas berkali kali. Kai dan teman teman yang lain hanya menatap mata satu sama lain.


"Bagaimana?" ulang Leon yang melihat keheranan itu. Kai yang sempat ingin memberi tahu kondisi Ryder, Saka tiba tiba berlari menjauhi mereka dan membuat Leon semakin keheranan.


"Saka, tunggu!!" teriak Umi yang mengejar kepergian Saka. Dan akhirnya semua mata tertuju kepada Saka dan Umi yang pergi meninggalkan mereka semua. Umi langsung menghalangi gerakan Saka dan membuat Saka murka


"Pergi dari jalanku!?" ucap Saka teriak di hadapan Umi. Umi hanya bisa berdiam diri menghadapi sikap Saka yang seperti itu. "Aku tahu kamu sangat terpukul dengan kejadian ini dan aku harap Ryder baik baik saja" ucap Umi memberi nasihat kepada Saka.


Namun beberapa detik kemudian tangisan Saka pecah dan langsung memeluk Umi dengan erat. Umi membalas pelukan Saka mencoba menenangkan diri Saka. Dan disana terjadi kesedihan mendalam dalam hati dan jiwa Saka.


"Keadaan Ryder-" ucap Kai terpotong.


Ceklek!!


Tiba tiba suara pintu ruangan UGD di buka dan muncullah dokter tadi yang bernama- Andreas. Mereka semua langsung mendekati dokter itu dan terjadilah reaksi yang mencengangkan.

__ADS_1


Keadaan dokter itu yang jas putih nya terkena dengan darah segar di sekitaran tangan jas itu. Dan memimbulkan tanda tanya bagi mereka semua.


"Apakah kalian keluarga pasien?" tanya dokter Andreas bertanya.


"Iya kami keluarga nya, bagaimana keadaan Ryder dok?" kali ini Leon benar benar panik dengan keadaan Ryder dengan melihat kondisi dokter Andreas.


"Pasien kekurangan banyak darah, sementara pasien memiliki gologan darah AB+ yang sangat langka, apa disini ada mempunyai golongan darah itu" tanya dokter Andreas memberi surat golongan darah Andreas.


Leon langsung merebut kertas itu dari dokter Andreas. Dan segera langsung membaca surat itu dengan teliti. Setelah itu Leon saling beradu tatap dengan mereka semua berharap ada yang mempunyai golongan darah yang sama.


Semua terdiam beberapa saat dan itu menandakan bahwa tidak ada satupun yang mempunyai golongan darah itu. "Kayaknya memang gak ada? Kalau memang gak ada kita tidak punya pilihan lain, selain-" ucap dokter Andreas terhenti karena Kai langsung mengacungkan tangan.


"Saya dok, saya yang golongan darah nya AB+" ucap Kai ragu. Dokter Andreas merasa senang mendengar penuturan dari Kai. Lalu setelah itu rangkulah Kai oleh Andreas menuju ruangan pemeriksaan.


Mereka semua hanya bisa menunggu sampai proses trasfusi darah Kai kepada Ryder lancar. Beberapa menit kemudian datang Kai dengan dokter yang lain dengan nama Dion.


"Gimana kak?" ucap dokter Andreas bertanya kepada Dion dengan panggilan Kakak. Dion hanya tersenyum "Iya dreas lancar, kayaknya mereka memiliki ikatan batin yang kuat, atau karena mereka memang adik kakak ya" ucap Dion yang tiba tiba berucap seperti itu.


"Apa maksud dari perkataan dokter tadi?" tanya Yasa yang menangkap apa yang aneh dari perkataan tadi. Leon langsung mengambil tablet android di saku jas nya dan membuka tablet android nya.


"Perkataan dokter tadi ada benar nya juga? Kayaknya memang benar Kai sama Ryder memiliki ikatan batin yang kuat. Atau jangan jangan kakaknya Kai itu adalah Ryder bukan Tama" ucap Leon yang langsung mengambil kesimpulan seperti itu.


"Apa!!" kaget mereka semua.


"Iya, dulu sebelum Ryder di rekrut menjadi anggota SportRanger aku dan ia sempat membuat perjanjian karena sebagai balas budi telah menolong nya dari pasukan Injury. Dan ia memita tolong untuk mencari siapa keluarga nya dan jati diri nya, karena dulu Ryder sempat di culik oleh pasukan pogo sekitar umur 10 th" ucap jelas Leon.


"Tunggu! Apa benar itu" ucap Kai kaget yang membuat teman temannya yang lain terkejut.


"Iya dulu aku juga kehilangan seorang kakak yang umurnya sekitaran 10 th yang dibawa oleh para pasukan pogo" lanjut Kai yang langsung ngomong seperti itu.


"Kayaknya cerita nya sama seperti Kai" ucap Tama yang mulai berspekulasi.

__ADS_1


"Dan aku ingat kakak aku punya tanda luka sebatan tombak membentuk hurup X di tangan kanan nya" ucap Kai mengingat kejadian itu.


Leon mendengar cerita itu langsung berpikir keras dan menangkap sesuatu kesamaan dari cerita Kai dan juga fakta dari Tama. "Kalau mendengar fakta dari Kai. Kayaknya memang benar bahwa Ryder adalah kakaknya Tama" ucap Umi yang kembali bergabung dengan yang lainnya bersama Saka yang masih mengusap air matanya.


"Hihihihi kayaknya kalian sudah tahu rahasia kecil ini" ucap monster itu yang datang tanpa di undang.


"Monster Gymnastic!! Jadi ini ulah kamu??" ucap Tama yang langsung menarik kesimpulan itu. Monster Gymnastic hanya tertawa sambil mengoyangkan pinggulnya.


"Sebenarnya kami mengincar Ryder, karena memang ranger ungu memiliki rahasia dari pasukan Injury. Dan aku telah membunuh mata mata kalian" ucap monster Gymnastic.


"Apa!! Kenapa.... Kenapa kalian melakukan itu, sudah cukup kalian menyakitkan keluarga ku lagi. Aku tidak akan membiarkan kamu menyakitki siapapun lagi" teriak Kai murka.


"Kalian benar benar keras kepala!! Rasakan akibatnya Hyyaaaaa" ucap monster Gymnastic dengan mengayunkan tali itu dan langsung mengenai para ranger hingga terhempas begitu jauh.


Para Ranger tersungkur di aspal dan monster Gymnastic tampak bersiap siap memancarkan serangan lainnya. Namun para ranger bangkit dan menyuruh Leon untuk berlindung.


Mereka berbaris dan bersiap melakukan traspormasi.


"Kai! Sekarang saatnya?" ucap Yasa sedikit berteriak.


Setelah melihat mereka berbaris berhadapan dengan monster itu "Kalian sedia!" akhirnya Kai dan lainnya berakhir dengan mengambil sebuah sarung tangan dan langsung memakai nya dan lalu sarung tangan itu berubah menjadi tangan besi.


Tama dan lainnya menekan tombol itu dan muncul lah sebuah koin. Di ambil lah koin itu dan langsung melempar ke atas, setelah itu diambil lagi dan memutar kedua tangan mereka sambil berkata 'Muba'


Lalu dimasukan koin tadi kepada tempatnya dan lalu menggerakan tangan menyilang ke bawah lalu ke atas lalu kembali ke bawah, bersaman dengan aliran listrik yang menyelimuti tubuh mereka sampai terpasang sebuah baju besi dengan warna masing masing.


Mereka langsung bertarung tanpa melakukan roll call. Untuk mempersingkat waktu, dengan bantuan dari Leon mereka menyusun strategi.


Karena Ini misi Gymnastic, maka Ini adalah giliran Saka yang melakukan hal itu. Apakah Saka bisa mengalahkan monster Gymnastic sebagai pembalasa telah menyakiti Ryder.


***

__ADS_1


__ADS_2