
Bab 16 | Rencana Hampir Sempurna
"Segala sesuatu rencana yang sudah matang akan berhasil dengan sempurna akan tetapi di bagian akhirnya ada saja ganguan yang membuat rencana itu gagal total"
***
Di sebuah hutan lebat dengan pohon pohon yang menjulang tinggi serta rumput rumput mulai sama tumbuhnya seperti pohon disana.
Berjalan sebuah pemuda dengan tatapan yang cukup aneh. Dan pemuda itu tidak merasa ngeluh atau cape sekalipun. Ia masih merapatkan bibir nya yang hampir membiru karena cuaca di hutan ini sangat dingin.
Dengan berjalan lurus pemuda itu terus berjalan sampai ada hewan buas sekalipun tidak berani menerkam nya walaupun hewan itu tepat berada di depannya.
Pemuda itu adalah Kai. Kai yang berlari dari pertarungan setelah mengelahkan monster Anggar itu. Entah apa yang ia pikirkan tapi yang jelas pikiran kali ini sedang kacau balau, hingga mengapa ia memilih menghilang begitu saja.
Kala ia berjalan menuju ke arah timur ia melihat cuaca perlahan lahan mulai menampakan cahaya nya, rupanya matahari sudah mulai menampakan sinarnya.
Mungkin sudah semalam ia menghilang, namun Kai tidak merasa khawatir atau apapun semenjak ia menghilang. Dan juga mungkin ia berjalan seharian penuh sampai kaki mulai berjalan dengan tanda jejak bercak warna merah.
Sampai saat matahari mulai naik ke permukaan langit, Kai langsung menandahkan kepalanya seakan ia tahu bahwa apa yang ia cari.
Namun setelah menatap matahari itu, di nan jauh disana terdapat seseorang yang tengah berdiri sejajar dengan Kai. Dengan memakai baju karate dengan sabuk warna kuning dan juga rambut pendek se bahu menambah penampilan nya.
Melihat sosok itu Kai berusaha beberapa kali mengedipkan matanya takut ia salah lihat, setelah berkedip dan mengucek matanya beberapa kali, rupanya bayangan itu tidak hilang.
Dan Kai tahu siapa dia. Kai tersenyum dan langsung mengikuti bayangan itu.
"Umi" satu kata itu saja yang Kai sebut. Kai memang dekat dengan Umi dari pada Saka, dan Kai tahu bahwa Umi tengah ber konflik dengan Saka dan itu membuat persahabatan mereka rengang.
Kai terus berjalan, walaupun darah di kaki nya mulai banyak dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, walaupun begitu kai berusaha mendekati Umi untuk meminta bantuan dirinya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Kai sampai di ujung hutan itu dan melihat sosok Umi berada di ujung jurang itu, dengan tertatih tatih Kai berjalan mendekati Umi, namun saat ia mengengam tangan Umi, tiba tiba bayangan Umi menghilang dan bersamaan dengan muncul nya sebuah penjara khusus dengan kekuatan listrik tegangan tinggi.
"Apa yang terjadi!!! Umi!!! Umi!!! Dimana kamu?" teriak Kai yang mungkin sudah sadar.
"Aw!!" jerit Kai yang terkena sengatan listrik itu dan membuat ia tersungkur, namun Kai berusaha bangkit dan ia melihat sosok yang mulai muncul tepat ada di hadapan nya.
"Bagaimana!! Sakit rasanya!!" Seru monster Silat mendekati tubuh Kai yang hampir bangkit.
"Siapa kamu?" tanya Kai emosi monster Silat itu hanya menarik krah baju Kai sambil berbisik "saya hanya menginginkan kekuatan tersembunyi kamu, namun sebelum itu aku akan menghajar teman teman mu yang lain. Apalagi teman yang satu ini" ucapnya sambil mengeluarkan sebuah proyektor kecil dan Kai melihat sosok Umi tengah bersiap bertanding dalam lomba karate.
"Dengan menganggu konsentrasinya, ia akan kalah dan aku bisa mengambil keuntungan itu. Dan keuntungan itu akan aku hadiahkan pada dirimu" ucap kejam monster Silat.
"Itu idak terjadi!!!" ucap Kai marah. Monster Silat berdecak "tidak akan? Kita lihat saja nanti" ucap monster Silat yang langsung menghilang.
Melihat monster Silat langsung merasakan aksinya. Kai bingung harus melakukan apa, ia hanya bersimpuh pasrah karena tidak bisa berbuat apa apa.
"Aaaaaaaaaaaaaaa"
***
Hingga ia akhirnya memilih untuk meninggalkan Clover nya di markas rahasia IPON. Karena Umi berpikir untuk bisa berkonsentrasi dalam memenangkan pertarungan itu dan membuktikan pada Saka bahwa ia kuat.
Umi bersiap di ring pertarungan karate dan lawan nya kali ini merupakan juara 5 kali berturut turut, namun bagi Umi itu bukan apa apa. Umi yakin bahwa ia memenangkan lomba itu.
Bersamaan dengan itu monster Silat datang dan melihat pertarungan Umi mau di mulai. "Saatnya beraksi" ucapnya sambil menghilang dan berbunyilah peluit tanda pertarungan di mulai.
Umi melakukan dengan baik begitu dengan lawan nya yang melakukan hal yang sama, namun saat mereka seri saat rencana dari monster Silat itu di mulai.
Umi yang ingin memukul lawan nya tiba tiba mengurungkan niat nya kala melihat wajah Kai berada di hadapan. Umi awalnya tidak percaya namun ini benar benar nyata hingga Umi mengurungkan niat itu dan memilih ia di pukuli habis habisan oleh lawan nya.
__ADS_1
Sementara itu teman temannya yang lain yang melihat aksi Umi di layar dengan kamera tersembunyi merasa aneh, kenapa Umi bisa seperti itu. Dan disana Leon mendapat sesuatu yang gawat.
"Gawat!!" ucap Leon di meja kerja nya. Para Ranger yang mendengar teriakan Leon langsung berbondong bondong mendekati Leon. "Ada apa?" tanya Ryder.
"Umi dalam bahaya, sepertinya ini ulah monster Silat yang merupakan reinkranasi dari Rifki Ardiansyah Arrosyid seorang atlet karate yang memenangka mendali emas. Lebih baik kalian bantu Umi agar ia tidak memenangkan lomba itu" mendengar penuturan Leon mereka segera menuju tempat dimana Umi lomba.
Namun naas setelah mereka sampai mereka malah di hadang oleh sinar listrik tegangan tinggi yang menghalangi sekeliling tempat lomba karate itu. "Kayaknya monster Silat benar benar membuat rencana yang sangat sempurna" ucap Ryder marah.
"Terus bagaimana kita menyelamatkan Umi" ucap Yasa bingung yang melihat Umi sudah tidak berdaya itu.
Mereka melihat Umi sudah tidak berdaya, ia hanya bisa menerima beberapa tangkisan dari lawan nya namun sama sekali ia tidak mau melawan, pikiran Umi hanya tertuju kepada Kai. Sampai akhirnya Umi hampir menutup mata karena kayaknya ia sudah tidak bisa bertahan lagi.
"Terima ini!!!"
Belum sempat ia menutup mata akibat serangan terakhir oleh lawan nya. Tiba tiba suara teriakan membuat ia menghentikan aksinya dan dengan langsung Umi membalikan serangan kepada lawan nya dan membuat ia memenangkan lomba itu.
"Pemenang nya adalah....... Rumika dari kampus IPON" teriak mc mengumumkan bahwa Umi pemenang nya
Mereka bersorak atas kemenangan Umi, namun Umi tidak habis pikir, sebenarnya apa yang terjadi? Kalau tidak salah ia mendengar satu suara yang tidak asing baginya.
Melihat kearah jendela Yasa memberitahukan untuk Umi keluar. Dan setelah itu Umi langsung keluar.
***
Di tempat itu monster Silat malah terguling guling di aspal, entah apa yang terjadi sama dirinya. Namun setelah itu datang seseorang dengan kaki yang penuh darah serta tangan yang sama mengeluarkan darah segar mendekati monster Silat itu.
Monster Silat itu hanya menatap orang itu dan lalu ia mengeluarkan kata kata yang membuat ia tercengan kaget.
"Apa? Kamu? Tidak mungkin?
__ADS_1
***