
Bab 17 | Tanda Tanya Besar
"Setelah ia kembali rupanya kenangan itu muncul tanpa di undang dan menimbulkan spekulasi tinggi"
***
"Ia saya kembali!! Gimana kaget!" ucap seseorang itu yang menatap monster silat secara tajam dan siapa yang melihat tatapan itu akan merasakan ketakutan luar biasa.
"Mau kamu kembali atau enggak! Aku akan tetapi menghabisi kamu" ucap geram monster Silat itu mendengar ucapan pemuda itu. Kaki pemuda itu makin mendekati nya dan membuat ia susah untuk bangkit.
Sementara itu para ranger segera mengejar monster Silat dan secara spontan mereka melihat sosok yang tengah mendekati monster itu dan monster itu tampak ketakutan melihat sosok itu.
Akan tetapi Umi malah memperhatikan sosok itu dan sosok itu mengingatkan dengan Kai yang telah lama menghilang dan rasa rasanya yang ada dihadapan mereka itu adalah Kai.
Tampak sosok itu memengang sebuah pedang, sebuah pedang aneh dengan sinar yang sangat cerah. Pedang itu ia naikkan ke atas siap untuk menebas monster itu. Akan tetapi monster itu tidak berkutik lagi, bukannya ia melawan ia malah makin menenggelamkan wajah nya ke dalam kegelapan.
Saat pedang itu mengudara dam bersiap menebas monster itu. Ia menatap monster dengan sangat jelas dam saat pedang turun dengan cepat untuk menebas monster itu, gerakan nya terhenti.
Bukan ada apa apa, melainkan gerakan yang menghentikan begitu saja. Sepertinya ia tidak tega membunuh monster itu sampai akhirnya ia eratan dalam pedang itu melemah dan langsung di manfaatkan monster itu untuk menyerang balik.
Rupanya monster itu hanya berpura pura pasrah di depannya hanya untuk mengambil kesempatan untuk menyerang balik. Dan benar rencana nya berhasil sekali.
"Kau pikir aku akan pasrah gitu saja sama kamu, tidak Kai. Itu tidak akan terjadi" ucap monster Silat menodongkan pedang kepada Kai.
Mereka terkejut mendengar nama itu, rupanya sosok itu adalah Kai. Pemuda yang selama ini mereka cari bukan hanya keadaan melainkan rahasia nya. Mereka langsung bergerak cepat menolong Kai.
"Tama! Sekarang saatnya?" ucap Yasa sedikit berteriak.
Akhirnya mereka berbaris berhadapan dengan monster itu "Kalian sedia!" akhirnya Tama dan lainnya berakhir dengan mengambil sebuah sarung tangan dan langsung memakai nya dan lalu sarung tangan itu berubah menjadi tangan besi.
Tama dan lainnya menekan tombol itu dan muncul lah sebuah koin. Di ambil lah koin itu dan langsung melempar ke atas, setelah itu diambil lagi dan memutar kedua tangan mereka sambil berkata 'Muba'
Lalu dimasukan koin tadi kepada tempatnya dan lalu menggerakan tangan menyilang ke bawah lalu ke atas lalu kembali ke bawah, bersaman dengan aliran listrik yang menyelimuti tubuh mereka sampai terpasang sebuah baju besi dengan warna masing masing.
Setelah mereka berganti kostum mereka langsung menyerang monster Silat secara diam diam, Karena takut monster itu mengancam akan membunuh Kai.
__ADS_1
"Yas!! Gunakan kekuatan kamu? Di bantu dengan kekuatan Ryder" sahut Leon dari alat komunikasi mereka. Setelah mendengar panggilan itu Ryder dan Yasa segera melakukan kombinasi serangan untuk menjauhkan pedang itu.
Dan pas, pedang itu menjauh dari tangan monster itu dan langsung diambil oleh Tama. Melihat monster itu kacau karena pedang itu jauh dari tangannya. Dan itu langsung di manfaatkan Umi dan Saka untuk menolong Kai.
Mereka sekarang kompak lagi, walaupun mereka mengesampingkan konflik mereka dan yang terpenting sekarang adalah menolong Kai dari cengkraman monster Silat.
"Saatnya!!! Umi, Saka"
Mendengar panggilan itu Umi dan Saka segera menggabungkan kekuatan dan berhasil menjauhkan monster itu dari Kai. Dan dengan sigap Tama langsung membawa Kai menjauhi monster itu.
Setelah itu mereka kembali berkumpul karena monster itu terjatuh dan sekarang sedang bersahabat bangkit.
"Kai!? Kamu gapapa?" ucap Yasa yang merasa syukur dan senang melihat Kai masih hidup. Kai hanya tersenyum "Aku baik baik saja kok" jawab Kai pelan.
Melihat Kai tampak lusuh dan sangat kacau, Tama langsung mengembalikan pedang yang awal di pegang monster Silat itu. "Ini!? Sekarang saatnya mengalahkan mereka supaya kamu bisa istirahat" ucap Tama ramah dan dingin.
Kai hanya mengangguk. Namun di balas sama Yasa "Iya, Kai laksanakan" ucap heboh Yasa dengan gaya hormat kepada presiden saja.
sarung tangan dan langsung memakai nya dan lalu sarung tangan itu berubah menjadi tangan besi. Dan melakukan perubahan seperti teman teman yang lainnya.
Kai langsung menyerang monster itu di bantu Umi, Karena Kai meminta. Setelah melakukan beberapa serangan kepada monster Silat akhirnya monster Silat itu hampir kalah dan sekarang melakukan serangan terakhir.
Shooting bike attack
Akhirnya mereka melakukan serangan terakhir setelah menekan tombol itu datanglah sebuah senjata khusus untuk serangan itu dan senjata itu pengabungan di antara beberapa senjata para ranger.
Tiga...
Dua...
Satu...
Finishing Sport blastmach
Duar!
__ADS_1
Serangan itu langsung di luncurkan begitu saja oleh para ranger dan seketika itu monster Silatmusnah seketika.
Akhirnya mereka kembali ke human From, namun akan tetapi Kai tiba tiba kehilangan keseimbangan. Untung saja Yasa dan Ryder memegangi nya dan langsung membawa mereka ke markas.
***
Setelah sampai di markas, Kai langsung di obati oleh Leon. Sambil membersihkan luka Kai, Leon mengamati apa yang ada didalam tubuh Kai. Namun Leon tidak bisa melihat apa apa, hingga Leon tidak bisa memperdiksi apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah di obati Kai berdiri dan langsung mengambil tas nya, namun karena sangat tinggi sampai akhirnya tas nya jatuh bersamaan dengan jatuh nya tas milik Tama. Dan isi nya berantakan di lantai.
"Aduh!! Kalau Tama sampai tahu? Aku akan di marahi habis habisan" rengek Kai yang tahu tentang sifat Tama yang sebelas duabelas sama dirinya.
Tiba tiba pada saat Kai memunguti benda milik Tama, ada satu tangan yang membantu memunguti benda benda itu. Siapa lagi kalau bukan Yasa.
Saat Yasa memunguti benda itu ia melihat sebuah foto. Dan foto itu mengingatkan sama cerita yang disampaikan Ryder. "Ini foto Tama?" tanya Yasa.
"Iya itu jatuh didalam tas Tama" jawab Kai yang sibuk dengan memunguti benda itu. Melihat Kai sibuk mencari sesuatu benda, namun Yasa melihat sesuatu yang membuat ia makin kaget.
Yasa memungut sebuah foto dan foto itu sama persis yang di ceritakan Ryder. "Kai! Ini foto kamu?" ucapnya lagi penasaran. Namum Kai hanya mengubris dengan malas "Iya itu foto aku, kedua orang tuaku sama kakak ku" ucapnya.
"Apa! Kakak" kaget Yasa. Akhirnya Yasa membandingkan foto milik Kai sama Tama. Foto milik Tama terdapat seorang anak laki laki memakai baju kotak kotak putih biru, sedangkan Foto milik Kai itu terdapat seorang sepasang suami istri beserta kedua anak lelaki nya. Anak yang kecil itu tengah belajar bermain bola sementara anak kecil yang lebih dewasa sedang bermain benda kecil yang sedang ia pegang.
Dan Yasa lihat lihat anak kecil yang sedang bermain dengan benda kecil itu sama sama memakai baju kotak kotak putih biru, sama seperti apa yang di dalam foto Tama.
"Jangan-jangan—"
Sementara itu di tempat lain monster raja Emas merasa sangat marah, karena monster raja Emas telah di khianati oleh monster Silat.
"Bodoh bodoh bodohhhhhhh! Kenapa prajurit setiaku bisa menjadi penghianat seperti ini, aku menyuruh mempersilahkan ia mengambil kekuatan karate akan tetapi ia mengambil kekuatan meniru sukma. Benar benar licik" ucap kesal monster raja Emas.
Mendengar keluhan sang Raja. Dari pintu utama masuklah seorang monster wanita dengan wajah yang lebih menyeramkan dari monster monster sebelumnya.
"Tenang yang mulai? Saya tidak akan mengkhianati anda. Karena saya punya dendam kesumat sama salah satu ranger itu" ucapnya supaya menghibur monster raja Emas.
__ADS_1
Tunggu rangers! Ingatkah akan janji mu batin monster itu dengan senyum kejam.
***