Step Mom

Step Mom
Episode 14


__ADS_3

...Karena merasa bosan tidak melakukan apa-apa di rumah Taehyung, akhirnya Jungkook memutuskan untuk pulang kerumahnya. Barangkali hari ini dia memiliki kesempatan untuk bicara pada Hara. Siapa tau gadis itu sudah lebih luluh hatinya dan mau mendengarkan permohonan maaf dari Jungkook....


...Jungkook tiba di rumah tepat pukul sebelas siang, rumah terlihat sangat kosong. Sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda adanya kehidupan dari dalam sana. Mobil Jungnam memang tidak ada di depan, Jungkook pasti berpikir kalau ayahnya sedang berada di kantor. Dengan mengumpulkan keberanian, pria muda Jeon itu membuka perlahan pintu kamar yang biasa di tempati oleh Hara....


...Jungkook menongolkan kepalanya ke dalam kamar, ruangan itu juga sepi sekali. Jungkook bahkan menelusuri setiap ruangan namun tidak kunjung menemukan Hara . Kemana gadis itu? Apa mungkin dia sedang pergi bersama Jungnam? ...


...Ya... Bisa jadi, sepertinya juga Hara benar-benar tidak mengatakannya pada Jungnam karena suasana saat ini masih aman-aman saja....


...Akhirnya Jungkook kembali masuk ke kamarnya. Sama sekali tak ada bedanya baik dimanapun dia berada, tetap saja rasanya sepi sekali. Tau begini lebih baik tidak usah pulang saja, setidaknya dirumah Taehyung masih ada ibunya Taehyung yang bisa di ajak bercengkrama....


...Mau bagaimana lagi? ...


...Jungkook terlalu malas untuk kembali kesana, apa lagi sekarang dia sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya sendiri....


...Ranjang sendiri memang selalu lebih nyaman dan dirindukan,kalau diingat-ingat ranjang ini juga yang menjadi saksi bisu atas kejadian yang tidak terpuji malam itu...


...Jungkook memiringkan tubuhnya ke kiri, dia memandang sisi kasur kosong di hadapannya, di posisi itu Hara tertidur dengan pulasnya hingga pagi hari dalam pelukannya. ...


...Pria Jeon itu mencoba mengais memori ingatannya tentang kejadian malam itu, Jungkook tidak sedang mabuk saat memperkosa Hara, kesadarannya sangat full. Dia sendiri juga tidak habis pikir kenapa bisa senekat itu....


...Apakah Jungkook memang marah pada Hara karena insiden kesalah pahaman di lotte world itu? Atau sebenarnya itu hanya alasan yang di buat-buat oleh otak Jungkook saja karena memang sudah tergiur oleh tubuh Hara sejak awal....


...Untuk beberapa waktu, rasa bersalahnya Jungkook kembali bersembunyi, saat ini pikirannya malah kembali ke malam itu....


...***...


...Jungkook tau kalau Jungnam berada diluar negeri, karena memang diberi taukan oleh sang ayah. Jungkook baru pulang dari busan malam itu karena urusan pekerjaan, dia sengaja tidak mengeluarkan suara saat masuk ke rumah. Terlebih lagi saat pandangannya mendapati Hara yang sedang duduk di depan televisi dengan asyiknya tanpa menyadari apapun yang terjadi di sekitarnya. Terlihat gadis itu sedang menyantap Ramyeon di tangannya, cara duduk Hara yang asal karena memang merasa tidak ada siapa-siapa saat itu dengan daster tipis pendek yang memperlihatkan paha mulusnya saat duduk bersilah. Jungkook hanya tamu tidak diundang yang datang secara kebetulan dan mendapat bonus pemandangan menggiurkan! ...


...Beruntung sekali kau Key?!...


...Dengan santainya Jungkook berjalan di belakang Hara menuju ke arah kamarnya, dia masih sempat mendengar saat Hara bertelfonan dengan ayahnya sebelum dia masuk ke kamar. Bahkan saat Jungkook sudah keluar lagi Hara masih saja bertelfonan. Tapi kemudian pria Jeon itu menyadari kalau telfon kali ini bukan lagi dari Jungnam. Dia pun Hanya mendengarkan sepenggal kata terakhir yang di ucapkan Yoongi saat mengakhiri telfonnya dengan Hara malam itu....


...Kalimat "Saranghae" dari Yoongi menambah pikiran bodoh Jungkook sampai-sampai pria Jeon itu semakin meyakini kalau Hara sudah berselingkuh dari ayahnya itu benar adanya....


...Jadilah kejadian kejar mengejar di dapur saat itu hingga Hara berakhir di ranjangnya. Bahkan Jungkook sendiri tidak mengingat dengan jelas berapa kali dia menggagahi gadis itu. Tubuh Hara benar-benar membuatnya kehilangan akal, pantas saja Hara sangat nikmat karena memang masih segelan. ...


...Apa kenikmatan itu bisa di dapatkannya lagi?...


...PLAKKKK!!!...


...Dengan bodohnya pria Jeon itu melayangkan tamparan ke wajahnya sendiri....


"Apa yang kau pikirkan bodoh? Sepertinya aku harus ke pskiater, kenapa aku jadi selalu memikirkan Hara? Cxcxcx ....!" dia bermonolog ria,


...Jungkook mencoba memejamkan matanya, namun tiga detik kemudian dia membukanya kembali dan bergumam lagi...


"Kenapa Si tua itu tidak menyentuhnya? Aneh sekali! Apa dia tidak normal? Masa tubuh seindah itu di sia-siakan! ... Yaaaaaa, Key bodoh! Kalau dia tidak normal lalu kau terbuat dari apa? Tepung? Telur? Garam + micin? Itu cireng bodoh! Haishhhh."


...Akhirnya pria bodoh Jeon itu menghentikan otak dan mulutnya, dia terlelap dengan sendirinya karena lelah dengan imajinasi-imajinasi kotornya...


...***...


...Rich Club, malam harinya...

__ADS_1


...***...


...Tidak jadi bertemu sore, karena Taehyung mendapatkan sedikit kendala pada proyek yang dia kerjakan jadinya mereka berkumpul malam hari. Para pria itu lengkap bertujuh....


...Saat ini mereka sudah berkumpul semuanya, tujuh pria dengan pesona yang cetar membahana dan memperdaya para gadis di klub itu....


"Jimin-ah, keluarkan senjata utamanya ... aku yang traktir!" ucap Yoongi,


...Jimin langsung mengembangkan senyum indahnya dan bangkit dengan semangat tanpa berkata apapun. Dia sendiri yang akan membawakan menu utama malam ini, sepertinya Yoongi memenangkan pertandingan lagi. Yoongi selalu melakukan Hal ini jika memenangkan sebuah pertandingan besar....


Pandangan Yoongi beralih ke Taehyung,


"Kau ... tidak ingin mengatakan apapun padaku?"


Pria Kim itu langsung salah tingkah dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal,


"Sudah selesai Hyung, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, itukan hanya kesalah pahaman."


...Para pria lainnya terlihat bingung dan tidak mengerti akan topik pembicaraan Yoongi dan Taehyung, kecuali Jungkook tentunya. Maknae itu hanya diam sedari bertemu dengan Yoongi tadi, dia terlihat tidak nyaman....


...Jimin datang dengan beberapa botol minuman di tangannya, lalu meletakkan secara acak di meja mereka dan duduk setelahnya....


"Apa terjadi sesuatu?" Jimin menyambung


...Yoongi mengambil gelas lalu menuangkan minuman kedalamnya. Dia meminum minuman itu dalam sekali tegak lalu melanjutkan ucapannya....


"Taehyung bilang ada wartawan yang menguntitku dan sempat memergokiku pergi ke lotte world bersama Hara. Apa para wartawan jaman sekarang sebodoh itu? Kenapa tidak sekalian saja dia menguntit Namjoon atau Jin Hyung, menyebalkan!" Pria Min itu membanting gelasnya di meja


"Yaaaaa, Hyungggg! marah boleh tapi jangan menghancurkan asetku, aigoooo!" Jimin bangkit cepat dari duduknya dan mengecek kondidi gelas dan mejanya.


"Siapa wartawannya? Taehyung-ah ... apa itu benar?" Tanya Namjoon, semua pandangan mengintimidasi sekarang tertuju ke Taehyung


"Asshhhhh sial, seharusnya aku tidak terlibat dalam masalah ini. Kenapa Key senang sekali membuatku kerepotan dan dia tenang-tenang saja," gerutu Taehyung sambil mencuri-curi pandang ke arah Jungkook. Menyadari Taehyung memandangnya, Jungkook malah mengalihkan pandangannya ke arah


lain.


Benar-benar bocah kurang ajar!


...***...


...Apartement Hara...


...***...


"Oppa benar-benar mau pulang? Tega sekali!" Hara memautkan bibirnya dengan manja, kedua tangannya memeluk erat tubuh Jungnam yang terduduk di sofa.


...Sudah satu jam dia menahan Jungnam agar tidak pergi. Jungnam bersih keras ingin pulang ke rumah melihat keadaan Jungkook, tapi Hara sama sekali tidak mengijinkannya bergeser sedikitpun....


"Sayang ...,"


"Oppa ... Malam ini saja, temani aku. Aku 'kan belum terbiasa, nee oppa? Opppaaaaa!" Hara mengeluarkan aegyo mautnya dan mengedip-ngedipkan matanya dengan imut


...Sontak Jungnam langsung mencubit gemas pipi istrinya itu, lalu mengunal-gunalkan keningnya ke kening Hara sebentar....

__ADS_1


"Kenapa istriku lucu begini sih? Perasaan waktu pertama melihat oppa kau sangat takut sampai tidak berani menatap, oppa masih ingat expresimu waktu itu sayang."


...Hara terkekeh, dia juga masih mengingat bagaimana dia saat bertemu Jungnam untuk pertama kalinya. Awal pertemuan Jungnam memang sama sekali tidak ramah, dia dingin dan sangar. Mungkin itu karena dihadapan paman dan bibi Hara saja, mulai dari perjalanan menuju seoul Jungnam sudah bisa dekat dan menarik perhatian Hara secepat itu....


"Awal bertemu, oppa sangat menyeramkan tau? Aku pikir oppa itu om-om mesum yang mempunyai banyak istri, dan menginginkanku sebagai salah satunya. Wajar saja kalau aku takut!"


Jungnam langsung terbahak seketika,


"Benarkah? Apa tampang oppa terlihat mesum?"


"Tidak sih ... tapi itu adalah kesan awal ku pertama bertemu oppa." Hara tertawa lepas


Jungnam mencubit singkat batang hidung gadis itu lalu mengusap kepalanya sayang,


"Teruslah tertawa seperti ini, sayang kau sangat cantik saat tertawa."


Hara menghentikan tawanya namun tetap menarik senyuman di bibirnya, tangannya mulai bergerak mengusap pipi suaminya.


"Oppa juga ... aku senang sekali saat melihat oppa tertawa. Oppa sangat tampan. Aku ... Menyukaimu oppa, apa boleh aku seperti ini?"


...Akhirnya Hara punya kesempatan mengungkapkan isi hatinya, dia tidak ingin memendam perasaannya lagi....


Jungnam menatap sayu pada gadisnya ini, sepertinya dia memang sudah tau atau sudah bisa membaca perasaan Hara padanya dan tidak terkejut lagi. Jadi dia tidak menunjukan expresi apapun saat ini.


"Sayang ...,"


...CHUPP!...


...Entah apa yang merasuki Hara, gadis itu dengan beraninya langsung membungkam bibir Jungnam dengan bibirnya. Hara mengecup bibir pria itu sebelum dia bicara banyak....


Hanya kecupan singkat saja, beberapa detik lalu di lepaskan perlahan, Hara menatap nanar kedua manik mata suaminya itu


"Jangan katakan apapun oppa, kumohon biarkan aku menyukaimu," ucapnya pelan


Jungnam membalas tatapan Hara lekat, dia sama sekali tidak terkejut dengan perlakuan Hara...


"Kau tau konsekuensinya kan? Oppa tidak bisa menjanjikan apapun untukmu,"


Hara menganggukkan kepalanya,


"Gwenchanayo oppa, aku akan tetap berada disisi oppa sampai kapanpun. Asalkan oppa juga terus bersamaku ... itu sudah cukup!"


...Jungnam tersenyum dan membawa Hara dalam dekapannya. Dia benar-benar menyayangi gadis kecil ini, tapi tidak ada tau rasa sayang seperti apa yang Jungnam rasakan untuk Hara! ...


"Baiklah ... Oppa akan menemanimu malam ini."


"Aahhhh ... Gomawo oppa, aku senang sekali (Mengangkat wajahnya menatap sang pria) oppa ....?"


"Hemmm, wae?" Jungnam membalas tatapan Hara,


"Oppa tidak marah kan kalau kucium?" tanyanya polos


Pria Jeon itu terkekeh,

__ADS_1


"Bukankah kau sudah mencurinya tadi? Mengapa istriku sekarang nakal sekali?"


...CUT!...


__ADS_2