Step Mom

Step Mom
Episode 7


__ADS_3

JungNam menutup panggilan telfonnya yang dia dapatkan dari Hoseok.. Dia langsung bangkit dari duduknya..


"Maaf Miran-ssi, aku harus turun ke bawah sekarang juga, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di lobby...!"


Miran juga langsung berdiri,


"Baiklah tuan Jeon, mari kita turun bersama... Saya juga akan kembali ke kantor,"


Jungnam hanya mengangguk tanpa menjawab, mereka turun bersama menggunakan lift. Pria itu terlihat datar dan sama sekali tak berniat melirik wanita cantik di dekatnya ini meskipun hanya berdua saja di dalam lift. Tampilannya dari samping membuat Jungnam lebih semakin terlihat gagah dan berwibawa, rahangnya yang tajam itu terlihat menggoda dengan bulu-bulu halus disana.


Miran melihat semua itu tanpa berkedip. Kenapa pria dewasa terlihat lebih menarik dan menggoda dari pada pria muda seumurannya, sesaat pikiran wanita itu menjadi traveling kemana-mana.


Karena memakan waktu cukup lama, wanita itu pun kembali mencari topik obrolan bersama Jungnam...


"Tuan Jeon... Saya dengar istri anda baru saja meninggal, apa berita itu benar? Maaf kalau pertanyaan saya lancang,"


Jungnam mencondongkan tubuhnya ke arah Miran beberapa detik lalu kembali ke posisi awalnya... Dia menjawab..


"Tak apa ... Iya memang benar ... Istriku meninggal hampir 2 bulan yang lalu,"


"Owww begitu, pasti anda sangat sedih di tinggal kan oleh orang yang sangat di cintai," Miran mencoba mencari simpati pria itu


"Istriku sudah tenang disana... Dia tidak kesakitan lagi karena penyakitnya ... Aku, sudah ikhlas melepas kepergiannya," Jungnam melemparkan senyum tipis pada Miran, membuat wanita itu merona karena tertampar pesona pria dewasa itu... Sepertinya Miran mulai menyukai pria Jeon itu...


"Tampan sekali..." tanpa sadar Miran bergumam lirih dan hanya terdengar samar di telinga Jungnam


"Anda mengatakan sesuatu?" tanya Jungnam yang memang tak begitu jelas mendengar ucapan Miran tadi...


"A..anni, saya tidak mengatakan apa-apa tuan," Miran tersenyum malu


Ting!!


Lift tiba di lantai dasar, pintu terbuka dan mereka langsung keluar dari dalam sana, Jungnam berjalan sedikit cepat dan langsung membelah kerumunan orang di depan Lobby dengan suara manly nya...


Miran membulatkan matanya saat Jungnam tiba-tiba menghampiri dan memeluk seorang gadis di sana, gadis yang tidak asing untuknya, pria itu bahkan memanggilnya dengan sebutan sayang...


Apa maksudnya ini? Apa hubungan mereka? Apa gadis itu memiliki hubungan dengan Jungnam? Bagaimana gadis desa sepertinya bisa mengenal dan begitu dekat dengan pemilik JNK yang kaya raya ini? Apa dia menjual dirinya setelah menjanda?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Miran, maksud hatinya ingin kembali ke kantor, tapi di sisi lain dia juga penasara tentang hal ini. Dia memilih tinggal untuk mendapat jawaban atas pertanyaannya tadi...


Hingga akhirnya dia mendengar dengan jelas saat Jungnam menyuruh pengawalnya meminta maaf kepada gadis yang di akui terang-terangan sebagai istrinya itu pada semua orang.


"Sepertinya rumor itu benar, mana ada pria kaya dan mapan yang setia, istri baru meninggal tapi sudah menikah lagi. Rupanya wanita munafik dan sok polos itu adalah selingkuhannya," Batin Miran sambil menatap pemandangan di depannya dengan tatapan tidak suka.


Oh Miran, adik dari Oh sehun... Mendiang suami Hara yang telah tiada 3 tahun yang lalu, jadi lebih tepatnya Miran adalah mantan adik ipar dari Hara. Umur mereka hanya terpaut 1 tahun, Miran seumuran dengan Jungkook yaitu 24 tahun. Sama halnya dengan keluarga Oh yang lain, Miran juga tidak menyukai Hara. Hanya bedanya Miran membenci Hara sejak sang kakak meninggal karena kecelakaan itu.


Bagi Miran, Sehun adalah kakak yang tak tergantikan, pria Oh itu sangat baik dan menyayangi adiknya begitu juga sebaliknya... Miran bahkan selalu mendukung apapun keputusan kakaknya, termasuk menikahi Hara walaupun keluarga mereka menentang sepenuhnya, hanya Miran yang waktu itu mendukung mereka... Asalkan kakaknya bahagia diapun ikut bahagia...


Kebencian Miran pada Hara tercipta karena hasutan dari keluarga mereka, keluarga Oh mengatakan jika Sehun meninggal karena Hara, jika Hara tidak menelfon Sehun saat sedang mengemudi, maka kecelakaan itu tidak akan terjadi... Tentu saja Miran mempercayai keluarganya, dia menyalahkan Hara atas kecelakaan yang menewaskan kakaknya itu, dia bahkan sama sekali tak ingin menemui Hara dari Hari itu. Sampai detik ini baru mereka dipertemukan kembali dalam situasi yang tidak terduga...


Hingga saat ini Hara sama sekali tidak mengetahui kalau Miran membencinya. Bagi Hara, Miran adalah adik ipar yang baik dan sempurna, Hanya Miran yang mau menerimanya sepenuh hati untuk bersanding dengan Sehun saat itu.


Miran masih mematung di tempatnya berdiri. Masih setia untuk menyaksikan pertunjukan ini hingga akhir...


.


.

__ADS_1


Jungnam mengarahkan Hara untuk dia bawa masuk, namun Hara menghentikan langkahnya saat menangkap sosok yang dia kenal, walaupun sudah cukup lama tidak bertemu, tapi Hara masih bisa mengenalinya...


Hara mendekat pada Miran...


"Miran-ssi" sapa Hara dengan ramah...


Miran yang menyadari jika Hara masih mengenalinya pun merubah raut wajahnya, dia mengembangkan senyum fakenya yang manis, dia tau jika Hara masih mengangapnya baik.


"Annyeong Hara-ssi, sudah lama ya," balas Miran


"Iya... Sudah cukup lama,"


"aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama, kau juga sepertinya sudah melupakan Sehun Oppa, dan bahkan sudah menikah lagi dengan pria kaya," Miran langsung mengeluarkan sindiran pedas dari mulutnya dengan suara yang lembut...


Hara tersenyum kikuk, dia sedikit tak nyaman dengan ucapan Miran... Hara yakin jika Miran pasti berfikir macam-macam tentangnya saat ini karena Jungnam telah mengakuinya sebagai istri di depan umum barusan.


'Kau salah! Aku .... Tidak pernah bisa melupakan Sehun Oppa sama sekali, dia akan selalu ada di hatiku selamanya," tutur Hara dengan lirih, gadis ini terlihat sedikit aneh dan canggung


Miran mengangkat sudut bibirnya karena merasa berhasil mengerjai Hara...


"Benarkah? Baguslah kalau begitu...!"


Menyadari ada yang aneh dengan sang istri, Jungnam pun menyela,


"Sayang... Ayo kita ke atas. Miran-ssi, masalah kontrak kerja nanti sekertarisku akan menghubungimu,"


Merasa terusir, Miran pun sadar diri. Walaupun dalam hatinya sedikit kesal karena secara tidak langsung Jungnam mengusirnya...


"Ahhh... Baiklah Tuan Jeon. Hara-ssi, kapan-kapan jika ada waktu mari kita mengobrol, apa kau mau?


"Nee, kau bisa menghubungiku kapanpun kau mau," ucap Hara dengan riang


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu," Miran pergi setelah berpamitan...


Sedangkan Hara di bawa ke ruangan Jungnam, untuk menemani suaminya itu makan siang. Setelah selesai semuanya. Hara berpamitan, dia juga sudah meminta izin pada sang suami untuk bertemu dengan Yoongi. Tentu saja Jungnam tidak menentang keinginnan Hara, dia akan senang jika Hara senang... Dia sudah berjanji akan melindungi gadis itu dan membahagiakannya hingga akhir.


Yoongi sudah tiba di depan gedung JNK untuk menjemput Hara, padahal Hara sudah mengatakan padanya untuk menentukan tempat saja, tetapi karena Yoongi tidak tau mau ketemuan dimana jadi lebih baik dia menjemput Hara dan menyuruh gadis itu untuk memilih tempat sesuka hatinya.


Hara masuk ke dalam mobil Yoongi dengan senyum merekahnya yang indah.


"Yu Oppa...," sapanya singkat seraya memasangkan sabuk pengaman setelah menutup pintu mobil...


"Bahagia sekali? Baru dapat sesuatu ya dari suami?" goda Yoongi saat melihat senyum Hara, dia melajukan mobilnya perlahan


Hara memukul lengan Yoongi pelan,


"Oppa ... Berhentilah menggodaku, aku bahagia karena bertemu oppa, bukan karena hal lainnya, berhentilah berpikir macam-macam oppa, isshhh!" gadis itu memajukan bibirnya


Melihat Hara yang begitu menggemaskan Yoongi mengacak-acak rambutnya..


"Kiyowoo... Tidak berubah eohh? Masih saja manja dan ngambekan, heemmm?"


"Aku hanya bermanja sama oppaku, apa tidak boleh?" lagipula kita sudah lama tidak bertemu, oppa juga tidak pernah mengunjungiku lagi,"


"Oppa bukannya tidak mau menemuimu, tapi oppa belum punya banyak waktu, mianhae..." Yoongi menampakan raut wajah menyesal


"Gwenchana oppa, oppa sudah banyak membantuku dulu, aku sangat berterima kasih. Sekarang juga aku sudah sangat senang bisa bertemu dengan oppa lagi,"

__ADS_1


Yoongi menatap Hara sekilas dan tersenyum,


"Kita akan sering bertemu mulai sekarang, oppa akan sering menemuimu jika tidak sedang bekerja atau keluar negeri,"


Hara mengangguk bahagia,


"Berjanjilah oppa tak akan meninggalkanku lagi,"


"Oppa tak akan meninggalkanmu, oppa akan menjadi penjagamu yang ke2 setelah suamimu,"


Hara memeluk lengan Yoongi manja,


"Gomawoyooo oppa, Yu oppa ku yang terbaik,"


Yoongi mencubit gemas hidung adiknya itu,


"Merayu paling bisa, mau kemana kita?"


Masih dengan posisi memeluk lengan Yoongi, Hara berpikir,


"Kemana ya... Eemmmm ... Bagaimana kalau kita ke Lotte World saja oppa," usulnya


Yoongi terkekeh,


"Yaaaa... Umurmu berapa? Tidak pantas lagi umur segini ke lotte world,"


Hara menegakkan duduknya dan lagi-lagi memukul lengan Yoongi, kali ini lebih keras,


"Jahat sekali sih! Pulang saja kalau begitu," kesalnya


Yoongi kembali terkekeh,


"Marah?" (Tidak ada jawaban)Benar marah? Eoh?eoh?"


Yoongi mencolek-colek dan menggelitiki pinggang Hara, membuat gadis itu menggeliat tak karuan dan tertawa keras, ini kelemahan Hara yang paling Yoongi tau. Hara paling tidak tahan jika di gelitiki, Yoongi ingat dia pernah menggelitiki Hara hingga gadis itu menangis...


"Oppaa... Stopppp... Geliiii... Hahaha... Yaaakkkkkk... Oppa... Stob it!" Hara menahan tangan Yoongi dengan kedua tangannya...


"Masih mau marah? Oppa bisa melakukannya hingga kau menangis, mau?" ancamnya


"Andwae!!! Aaaaaahhh oppa, makanya ayo ke lotte world, Yaa... Yaa... Oppaku yang tampan dan baik hati," Hara menampakkan wajah imudnya dan mengedip-ngedipkan matanya...


Yoongi tertawa dan mencubit pipinya gemas,


"Siapa yang percaya umurmu 23 tahun jika tingkahmu begini? Aigooo..."


Akhirnya Yoongi mengalah dan membawa Hara ke tempat yang dia inginkan, Lotte World.


Mereka bermain seharian disana hingga sore hari... Hara terlihat sangat bahagia, dia bahkan menaiki semua wahana yang diinginkannya, Yoongi sama sekali tidak keberatan menemaninya. Yoongi juga senang bisa melihat lagi senyuman adik kecilnya itu, baginya... Hara akan selalu menjadi adik kecil yang dia sayangi...


Mereka menyudahi kegiatan hari ini dan berjalan ke mobil untuk pulang, karena hari sudah sore...


Tanpa Hara sadari, seseorang sedang memperhatikannya dari kejauhan dengan tatapan tajam...


siapa??


C_U_T!!!

__ADS_1


__ADS_2