
JNK
***
Saat ini Jungnam sedang berbincang dengan rekan kerjanya, Oh Miran. Ntah mengapa wanita ini jadi sering datang ke JNK, macam-macam alasan di lontarkan wanita ini agar bisa bertemu dengan Jungnam
Sepertinya kekhawatiran Hara memang beralasan, pesona seorang Jeon Jungnam memang tidak bisa di abaikan. Pria mapan, gagah dan daddyable!
Siapa yang tidak mau?
Bahkan walaupun sikapnya terlampau datar dan dingin kalau dengan wanita lain, tapi tetap masih saja bisa di targetakn menjadi incaran para wanita muda seperti Oh Miran
"Pembangunan proyek akan kita perluas hingga ke prancis. Bagaimana menurut anda, tuan Jeon?" wanita itu duduk dengan manisnya di sofa empuk yang berada di ruangan CEO ini. Tidak ada orang lain, hanya mereka berdua
Jungnam memfokuskan diri pada berkas-berkas yang di bawa wanita itu, selama ini Jungnam tidak pernah berinvestasi dan membangun proyek kerja sama dengan perusahaan lain. Ini adalah yang pertama, dia hanya ingin mencobanya saja. Tidak perduli bagaimana jadinya nanti, yang penting sudah mencoba. Lagipula proyek ini terlihat meyakinkan, apa lagi kalau yang berpresentasi adalah Miran. Wanita ini sangat pandai dalam bersilat lidah. Bagai terhipnotis dengan kata-katanya dia sangat mudah menarik para investor dari perusahaan-perusahaan besar seperti JNK, tapi Jungnam tidak termasuk dalam daftar terhipnotis itu. Pasalnya dia memang hanya ingin mencoba sesuatu yang baru saja, bosan juga jika hanya melakukan pekerjaan itu-itu saja. Walaupun keuntungan tetap mengalir dengan derasnya tanpa dia yang harus bergerak
Tak ada salahnya mencoba bukan?
"Apa aku juga harus terjun langsung? Bukankah di awal perjanjian tugasku hanya mendanai saja?" kali ini pandangannya beralih ke Miran.
Wanita itu tersenyum,
"Bukankah anda bilang ingin mencoba sesuatu yang baru, Tuan Jeon? Saya mengajak anda terjun langsung karena saya ingin anda bisa memahami sistem kerja dalam proyek kita, lagipula anda adalah pemegang saham terbesar disini."
Jungnam belum menjawab, pria itu membuka kacamatanya dengan elegant membuat pandangan Miran tidak teralihkan darinya
"Ssshhhhiitt! kenapa seksi sekali sih," gumam wanita itu dalam hati
"Baiklah, sepertinya ini akan menarik ... aku juga semakin tertarik dengan proyek ini, siapa yang mengambil alih pembangunannya?"
"Untuk masalah pembangunannya, kita sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan arsitektur ternama di korea saat ini ...,"
"... Revolution King Eternal?" potong Jungnam dengan cepat
Miran terlihat terkejut,
"Bagaimana anda tau?"
Jungnam tersenyum tipis,
"Aku hanya menebak saja, kalian tidak salah pilih. Kinerja Kim Taehyung dalam bidang ini tidak bisa di ragukan lagi, aku akan semakin bersemangat kalau memang dia yang mengerjakan ini."
"... anda benar, Tuan Jeon RKE memang berkembang semakin pesat sejak diambil alih oleh Tuan Taehyung tapi ... bagaimana anda tau tentangnya?" tanya wanita itu penasaran
__ADS_1
"Aku berteman dengan ayah Taehyung, Kim Taehan. Taehyung juga sahabat putraku sedari kecil jadi kami cukup akrab," jelasnya singkat
"Putra anda?" Miran menaikkan sebelah alisnya, karena memang tidak mengetahui hal ini, mungkin wanita ini masih kekurangan informasi tentang keluarga Jeon. Tangannya bergerak mengambil cangkir teh di atas meja.
"Iya ... putraku, Jeon Jungkook," jawab pria Jeon itu santai
"Ehhheq! Uhukk uhuukk ...." wanita itu tersedak teh yang di minumnya karena mendengar Jungnam menyebut nama itu. Teh tumpah mengenai kemeja putih yang dipakai wanita itu
Jungnam bangkit dengan panik, dan memberikan tisu yang berada di sebelahnya pada Miran
"Pelan-pelan saja, Nona Oh tidak ada yang akan mengambil minuman anda," candanya tanpa dihadiri senyuman hanya datar
"Ahhh ... maafkan saya tuan, saya hanya kaget saja."
Miran mengambil beberapa lembar tissu yang di berikan oleh Jungnam padanya lalu membuka satu kancing atas kemejanya di hadapan Jungnam dengan sengaja sambil tangannya masuk ke dalam sela dadanya untuk membersihkan sisa-sisa teh yang tanpa akhlak mengalir melewati sela itu
Menyadari hal itu, Jungnam mengalihkan pandangannya dengan cepat. Bukan takut tergiur, hanya cukup tau sopan santun saja karena menyadari wanita di hadapannya ini tidak punya sopan santun maka sepertinya dia yang harus bersopan santun
Lain dengan Miran yang memiliki pikiran berbeda, dia mengira Jungnam hanya takut tergoda oleh tubuhnya makanya sengaja mengalihkan pandangan. Wanita itu semakin menjadi
"Jeon Jungkook benar-benar putra anda tuan Jeon? Pemilik IRON JK World?"lanjutnya mencoba mencuri lagi pandangan Jungnam,
Jungnam bukan lah tipe orang yang akan mengacuhkan lawan bicara saat sedang membahas sesuatu, dia tentu akan menatap lawan bicaranya
Jungnam bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya, pria itu mengambil jas yang ada di atas kursi CEOnya lalu dia kembali ke arah Miran dan memberikan jasnya dengan sopan
"Pakailah ini, Nona Oh baju anda kotor tidak enak di lihat."
Wanita itu mengembangkan senyumannya, dia mengambil jas pemberian Jungnam dan memakainya tanpa protes. Hanya meletakkannya di bagian punggung saja, bagian dada tetap dibiarkan terpampang begitu saja
Jungnam hanya mendesah berat dan menggelengkan kepalanya pasrah, percuma saja dia susah-susah memberikan jasnya kalau hanya seperti itu lebih baik tidak usah saja.
Sudahlah... Biarkan saja, lagipula baginya itu tidak terlalu menarik. Pria Jeon itu memilih mengabaikannya, dan melanjutkan obrolan yang sempat tertunda
"Jungkook memang putraku, anda mengenalnya?" Jungnam memang sedikit tertarik jika membicarakan hal yang menyangkut tentang Jungkook,
"Ummm, kami pernah bertemu beberapa kali di Rich club. Sepertinya putra anda langganan di bar itu tuan Jeon." Miran menyandarkan punggungnya dan melipat tangannya didada, mengapit gundukan itu hingga membuatnya terlihat sesak dan membulat. Lagi-lagi dia sengaja mempertontonkan hal yang tidak wajar itu kepada pria yang sudah beristri.
Sekali lagi Jungnam menghembuskan nafas samar, kenapa ada wanita seperti ini datang ke dalam hidupnya, siapa saja tolongggg ㅠㅠ
"Club itu mang milik sahabatnya, wajar saja kalau dia sering kesana."
"Ahhh ... begitu ya," ucap Miran pura-pura tidak tau,
__ADS_1
Padahal sebenarnya dia sangat tau siapa Jungkook, hanya informasinya kurang mendalam tentang asal usul pria muda Jeon itu. Dia kecolongan sampai tidak mengetahui kalau Jungkook adalah putra Jeon Jungnam
Tok
Tok
Sang penyelamat datang!
Pintu ruangan terbuka setelah di ketuk dari luar, hanya ketukan formalitas. Hal itu mengundang atensi dari dua orang yang berada di dalam ruangan itu.
Seseorang masuk ke ruangan itu dengan gagahnya
Jeon Jungkook
Pria itu datang
"Sudah datang?" Jungnam basa basi melihat putranya yang sengaja di panggil sudah datang
"Mau apa? Kenapa tidak bicara di telfon saja? Merepotkan sekali sih," ucap Jungkook ketus seperti biasanya, pria muda Jeon itu tidak menghiraukan kehadiran orang lain di ruangan itu, memandangnya pun tidak.
"Cerewet sekali sih! Lama-lama kau terlihat seperti Hara, aigooo!"
Mendengar nama Hara, Jungkook terdiam. Dia mencoba mencari pengalihan. Pandangannya terhenti ke arah wanita yang terduduk santai di sofa dengan pakaian dan gaya duduk yang tidak pantas. Jungkook baru menyadari siapa wanita itu. Dan melihatnya dengan tatapan remeh.
"Ciihhhh ... kau mencoba menggoda appaku?" ucapan pedas itu terlontar begitu saja dari mulut Jungkook saat melihat pemandangan di hadapannya.
Menyadari hal itu Miran segera menarik rapat jas yang melekat sedari tadi di tubuhnya dan membenarkan posisi duduknya sedikit canggung
"Apa yang dilakukan wanita ini di sini?" tanyanya pada Jungnam,
Jungnam menghela nafas,
"Jaga bicaramu, Key sopanlah sedikit." pria itu hanya mencoba menengahi
Pria muda Jeon itu berdecak seraya menempatkan setengah bokongnya pada meja kerja sang ayah, posisinya sekarang berhadapan dengan dua orang itu
"Dia saja tidak sopan, kenapa aku harus sopan? (Ketusnya menjawab ocehan sang ayah, lalu beralih pandang ke Miran) tidak dapat anaknya, ayahnya pun boleh! Begitu ya?" serkas Jungkook blakblakan dan menaikan sudut bibirnya
Pasalnya Jungkook memang mengenal Miran karena wanita itu adalah salah satu dari banyak wanita yang mencoba menggodanya di Rich Club milik Jimin. Miran kerap kali mengajak pria Muda Jeon ini berhubungan badan, namun selalu di tolak oleh Jungkook.
Alasanya simple, Miran sudah pernah ditiduri Jimin dan Yoongi
Selain tidak pernah menyentuh wanita yang sama untuk kedua kalinya, Jungkook juga tak akan mau menyentuh wanita yang sudah pernah dipakai para sahabatnya. Itu adalah peraturan kedua yang diterapkan pria Jeon itu.
__ADS_1
C_U_T