Step Mom

Step Mom
episode 4


__ADS_3

Keenam pemuda tampan itu sedang berbincang-bincang ringan dengan sang pengantin pria, mereka terlihat akrab dengan ayah sahabatnya itu, walaupun jarang bertemu tapi Jungnam tidak pernah menunjukkan sisi buruk pada mereka. Malam ini dia terlihat bahagia, mungkin karena ini adalah hari pernikahannya. Tak sedikit juga orang mencibirnya karena menikah lagi terlalu cepat sedangkan istrinya baru saja tiada 1 bulan yang lalu, tapi itu sama sekali tidak berpengaruh untuknya.


Suasana yang tadinya riuh tiba-tiba saja jadi hening


Ternyata ada pemandangan yang memukau keluar dari dalam rumah... Sang pengantin wanita telah berganti pakaian menjadi gaun malam yang elegant, riasan yang terlihat natural di wajahnya menambah kecantikan dari dalam dirinya


Semua mata tertuju pada Lee Hara yang hari ini telah berganti marganya menjadi Jeon. Inilah Ny. Jeon yang baru, masih muda dan sangat cantik. Tidak kalah dengan Ny. Jeon terdahulu.


Hara berjalan dengan anggun ke arah suaminya, dia tersenyum saat bertatapan langsung dengan sang suami.


Namun... Tinggal beberapa meter lagi, langkahnya terhenti sejenak saat mendapati sosok tubuh yang dia kenal, terlebih lagi saat orang itu memutar kepala dan terlihat wajahnya dari samping,


"Yu oppa..." Hara menyebut nama itu lirih tapi masih dapat di dengar oleh sang pemilik nama


Min Yoongi...


Merasa terpanggil dengan sebutan itu Pria Min yang sedari tadi fokus berbincang dengan para sahabatnya itu segera mengitarkan pandangannya mencari asal suara, hanya 1 orang yang memanggilnya dengan sebutan nama itu, seorang gadis yang telah lama tidak dia temui, gadis yang selalu akan menjadi adik kecil untuknya, gadis yang selalu dia lindungi saat masih anak-anak hingga tumbuh remaja, dan gadis yang harus dia tinggalkan ketika beranjak dewasa...


Matanya berhenti pada 1 titik. Yoongi membelalakan mata tak percaya saat bertemu pandang dengan Hara...


"Rora?" lirihnya


Merasa yakin tidak salah, Hara langsung berlari pada Yoongi tanpa ragu dan memeluk pria itu...


"Yu oppa... Bogoshipeo" dia menangis bahagia


Yoongi yang masih tidak percaya perlahan membalas pelukan gadis itu,


"Rora-ya... Ini benar-benar dirimu? Oppa tidak bermimpi?"


Hara melepas pelukannya dan memandang lekat wajah Yoongi...


"Yu oppa tidak mengenaliku lagi? Aku Rora mu oppa," Hara terlihat antusias dengan airmata bahagianya


"Kau sudah besar... Dan sangat cantik,"


Yoongi menghapus air mata yang jatuh di pipi Hara, dia memandang setiap inci tubuh Hara dari atas ke bawah, hingga dia menyadari... Sesuatu!


"Paman Jeon... Kau menikahi adikku?" Yoongi langsung mengalihkan pandangannya pada Jungnam.


Belum juga tersadar dari adegan peluk-pelukan Hara da Yoongi, sekarang Yoongi kembali membuat orang-orang di tempat itu kebingungan...


"Adikmu?" Jungnam memastikan


"Ya... Rora,.. Maksudku Hara ini adalah adik sepupuku dari sebelah ibu, aku tidak menyangka paman akan menikahinya, apa ini sungguhan?"


"Ahhhh... Jadi ini adik sepupumu yang sering kau ceritakan itu Hyung?" Hoseok bertanya, seingatnya dulu Yoongi sering membicarakan tentang adik sepupunya yang sangat dia sayangi ini.


Yoongi mengangguk lalu kembali beralih ke Hara,


"Kita harus bicara nanti Rora-ya... Banyak yang ingin oppa tanyakan padamu, nee?"


Hara mengangguk


Akhirnya acara pernikahan selesai, para tamu undangan sudah pulang semuanya, teman-teman Jungkook pun sudah pulang juga termasuk Yoongi, dia mengatakan akan mengunjungi Hara besok saja karena hari sudah terlalu larut.

__ADS_1


Jungkook sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Pria muda itu sangat keras kepala ternyata...


.


.


Hara baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, dia memakai piama panjang berwarna pink... Dia berjalan ke ruangan sebelah tempat sang suami berada...


"Oppa... Aku sudah selesai, oppa mandilah sekarang, sudah kusiapkan airnya di dalam,"


Jungnam yang tadinya sedang fokus mengerjakan sesuatu di meja kerjanya menoleh ke Hara, dia tersenyum


"Sebentar lagi sayang... Masih ada yang harus oppa kerjakan, tidurlah dulu, kau pasti lelah kan?"


Hara mendekat pada Jungnam,


"Oppa..."


"Waeyo?" Pria itu menatap Hara


"Apa aku boleh sering bertemu dengan Yu oppa? Jika aku tidak boleh keluar apa boleh Yu oppa sering kemari?" tanyanya hati-hati


Jungnam menarik tangan Hara dan mendudukan gadis itu di pangkuannya, Hara sama sekali tidak menolak, Pria Jeon itu membelai lembut rambut Hara yang masih basah


"Lakukan apapun yang kau mau... Sepertinya kau sangat dekat dengan Yoongi?"


Hara mengangguk intens,


"Nee... Sejak appa dan eomma meninggal, Yu oppa lah yang selalu menjagaku, bahkan dia selalu menyelamatkanku saat paman memukuliku," ucapnya jujur


"Kau sering dipukuli oleh mereka?"


"Emmm.. Maksud waktu kecil oppa, aku sangat nakal dulu, jadi pantas di pukuli," serka nya gelagapan


Jungnam menatap Hara lekat, dia membuka 1 kancing piyama Hara dan menurunkan piyama itu sebatas bahu Hara...


"Apa ini luka dari kecil?"


Jungnam menunjuk luka goresan bercampur memar pada bahu kanan Hara, luka akibat pukulan pamannya hampir 2 minggu yang lalu, Hara mendapat luka itu hanya karena lupa memasak nasi. Karena letaknya di tulang pundak jadi sembuhnya sedikit lama dan terkadang masih terasa nyeri untuknya.


Jungnam mengetahui luka itu saat tidak sengaja melihat Hara berganti baju di kamar mereka kemarin.


Hara terdiam, dia tak tau harus menjawab apa lagi. Dia juga tak ingin menjelaskannya. Mungkin bukan hanya itu, ditubuhnya juga banyak bekas luka lainnya di bagian belakang. Dia terlalu sering mendapat siksaan dari keluarga pamannya.


Jungnam kembali merapikan baju Hara dan mengancingkannya seperti semula, dia mengusap pucuk kepala gadis itu,


"Aku akan menjagamu mulai saat ini... Tak akan kubiarkan siapapun menyakitimu lagi,"


Hara tersenyum, pria itu seakan mengerti jika Hara tak mau membahas masalah itu,


"Gomawo oppa..."


"Kau istriku sekarang, jadi sudah tanggung jawabku untuk menjagamu, tidurlah... Aku harus menyelesaikan ini sebentar,"


"Emmmm, jangan terlalu memaksa oppa," nasehatnya

__ADS_1


Hara bangkit dari pangkuan Jungnam lalu beranjak kembali ke tempat tidur di ruangan sebelah, ruangan kerja Jungnam dan kamar mereka hanya berbatas setengah dinding tanpa pintu, lolos begitu saja.


Malam ini berlalu begitu saja, Hara tertidur dengan pulasnya. Mungkin dia lelah...


Lain hal nya dengan Jungkook, seharian mengurung diri tanpa makan menbuat dia hampir gila, dengan bodohnya dia menolak setiap makanan yang dihantar ke kamarnya,


Sekarang tau sendiri akibatnya, kelaparan :v


Umur sudah 24th tapi tingkah masih seperti bayi, konyol sekali...


"Haaiissshhhhh! Sial... Kenapa laparnya datang jam segini sih,"


Dia terlihat gusar, Jungkook menatap jam di ponselnya, waktu menunjukan pukul 23.00


Mendengar kondisi rumah yang sudah sepi, dia mencoba keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap.


Membuka pintu kamarnya perlahan lalu menutupnya kembali.


Benar, sudah sepi...


Dia melewati pintu kamar yang ditempati sang ayah dengan istri barunya... Hening!


"Apa si tua itu sudah selesai malam pertamanya? Haiissshhhhh! Yaaaa Jeykey, kenapa kau malah memikirkan malam pertamanya? Gila!" bergumam sendiri


Sepertinya otak Jungkook sedikit bergeser akibat kelaparan :v


Tujuannya fokus ke dapur, Jungkook mengacak-acak isi dapur. Semua makanan sudah di masukkan kedalam lemari pendingin, banyak makanan enak, tetapi karena gengsi jadi tidak mau makan, kan bodoh!:v


Jungkook mengambil apa saja yang dia inginkan, tak lupa dia juga mengambil minumannya, lalu cepat-cepat kembali ke kamarnya.


Namun saat melewati kembali pintu kamar ayahnya, baru 3 langkah pintu itu terbuka,


Jungkook menghentikan langkahnya,


Terdengar suara kekehan yang dia kenal


"Lapar ya?" itu suara ayahnya sedang mengejek dirinya


"Aaassssssshhh... Sial!" umpatnya dalam hati


Dia berbalik sekilas dan mendapati Jungnam yang bertelanjang dada, rambut pria itu basah... Sepertinya habis mandi...


Melihat pemandangan itu, pikiran Jungkook menjadi liar kemana-mana...


Dia hanya berdecak dan kembali berjalan cepat menuju kamarnya,


Masih ada ejekan susulan yang keluar dari mulut sang ayah


"Jangan lupa sikat gigimu Key"


Itu kata-kata terakhir yang di dengar Jungkook seperdetik sebelum menutup pintu kamarnya,


Dia meletakkan makanan yang di bawanya ke atas nakas samping tempat tidurnya dengan kasar... Mulutnya mulai mengumpat...


"Menjijikan!!! Apa dia pikir hanya dia yang tinggal di rumah ini? Haishhhhhh! Lagian kenapa sih otakku nyambungnya ke sama, aaiiiggoooo... Nafsu makanku jadi hilang, aaiissshhhhh kesal sekali, kenapa sial sekali sih!!!! Aaaerrkkkkkkkhhhh"

__ADS_1


Menghempas tubuhnya ke ranjang...


Cuttt!!!!


__ADS_2