
"Yaaaa Taehyung-ah, kalau ditanya itu jawab. Kenapa kau malah pandang-pandangan sama Key?" celetuk Yoongi yang sempat menangkap aksi tatap-tatapan Tae dengan Key
Taehyung menghela nafasnya,
"Haahhh ... kenapa jadi aku yang kena? Aku kan hanya perantara Hyung! Lagipula itu kan hanya kesalah pahaman saja, tidak usah di besar-besarkan 'lah, Hyung. Aku juga harus melindungi privasinya 'kan bagus kalau temanku itu bertanya dulu sebelum dia mempublikasikan hal yang salah, benar kan?" Taehyung masih berusaha mencari alasan untuk membela Jungkook walaupun dalam hatinya jengkel dan ingin sekali memukul pria itu.
Yoongi mendengkus kesal,
"Padahal aku sudah bersiap ingin mematahkan tulang ************ orang itu, beruntung lah dia tidak berhadapan langsung denganku. Ada bagusnya juga kulampiaskan amarahku kemarin di pertandingan, tapi lawanku tidak sampai cidra parah hanya patah tulang hidung dan gegar otak ringan saja." Yoongi kembali mengisi gelasnya
Yang lainnya tertawa mendengar ucapan Yoongi kecuali Tae dan Key. Kedua pemuda itu kembali saling pandang dan bergidik, kalau Yoongi sampai tau bukan hanya Jungkook yang habis tetapi otomatis Taehyung juga kena imbasnya.
Definisi luka berat petarung memang berbeda, patah tulang hidung dan gegar otak ringan hanya cidera ringan bagi mereka.
Cidera beratnya seperti apa?
"Untung saja kau petarung resmi, Hyung. Coba saja kalau kau brandal jalanan alamat kita akan selalu bertemu di kantor polisi," ucap Namjoon sambil terbahak
"Ahhh ... benar sekali, mungkin aku juga akan sering berurusan dengan Yoongi Hyung di pengadilan," sambung Hoseok
"Rumah sakitku juga akan ramai selalu mungkin." Jin juga ikut-ikutan, mereka tertawa bersama.
Jimin juga tertawa namun perhatiannya tertuju ke lain.
"Key ... apa kau sakit? Kenapa diam saja?" Jimin yang dari tadi memang selalu memperhatikan gerak gerik Jungkook akhirnya bertanya juga,
Tentu saja pertanyaan itu mengundang atensi yang lainnya
Jungkook mengedarkan pandangannya ke arah teman-temannya secara bergantian, namun saat pandangannya terarah le Yoongi dia langsung menunduk salah tingkah
"A-ani! Aku baik-baik saja, Hyung. Aku hanya sedang tidak mood saja."
"Kenapa? Kau ada masalah lagi?" tanya Hoseok, Jungkook hanya mengangguk samar
"Ahhh iya Key ... kuperingatkan padamu! Jangan berani-beraninya kau macam-macam dengan adikku, kau sudah tau bukan kalau Hara adalah adikku? Aku tidak perduli sebenci apa kau dengannya, itu masalahmu. Tapi kalau sampai kau berani menyentuh atau melukainya, kau akan berurusan denganku. Paham!" Yoongi memberikan tatapan nyalangnya ke arah Jungkook,
Tak usah ditatap seperti itu juga Jungkook sudah ciut sedari tadi, apa lagi sekarang, rasanya seperti ini mengubur diri sendiri saat ini. Pria Jeon itu masih membeku tanpa menjawab.
"Kau dengar kata-kataku?" sambung Yoongi karena tak kunjung mendapat jawaban
Jungkook langsung mengangguk cepat
"I-iya hyung."
Yoongi tersenyum tipis,
"Bagus ... apa pindahannya sudah selesai?"
Jungkook mengerutkan alisnya,
"Pindahan? Siapa, Hyung?"
"Kau tidak tau? Bukankah hari ini Hara pindah ke tempat baru? Kemana saja dirimu sampai tidak tau berita ini? Bukankah kalian 1 rumah?" Yoongi menegak minumannya
Jungkook mengalihkan pandangannya ke Taehyung dengan bingung, Pria Kim itu hanya menggidikan bahunya tanda dia juga tidak mengetahui apapun
"Kau benar-benar tidak tau?" tanya Yoongi lagi
"2 hari ini dia menginap di tempatku, wajar saja dia tidak tau, Hyung." lagi-lagi Taehyung membantu Jungkook menjawab
"Kenapa kau senang sekali menginap di tempat orang lain, eoh? Seperti tidak punya rumah saja. Di antara kita bertujuh seharusnya hartamu paling banyak, kenapa jadi kau yang selalu ngegembel??" Yoongi menggelengkan kepalanya
"Mungkin dia masih canggung kalau sedang berdua dengan Hara, Hyung. Mereka juga butuh waktu beradaptasi dan mengenal satu sama lain." Namjoon menengahi
Yoongi mendengkus,
__ADS_1
"Wajar saja kalau Hara mau pindah, rumah kalian memang terasa seperti istana yang tidak berpenghuni. Kau jarang di rumah, sedangkan appamu sering ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Pasti sepi sekali disana, setidaknya dengan pindah ke apartement jadi punya tetangga yang bisa diajak berinteraksi."
"Dia pindah ke apartement?" Jungkook
"Iya, appamu membelikan gedung apartement elit di dekat kawasan gangnam. Bukan hanya 1 unit, tapi 1 gedung."
"S-satu gedung? Yang benar saja, Hyung! Di dekat mana? Apartment elit di gangnam kan banyak," tanya Jimin
"Dekat sungai Han, bukankah Taehyung juga punya 1 unit disana? Gedung tertinggi 12 lantai, bukankah salah satunya juga milikmu, Taehyung-ah?"
Taehyung mengangguk,
"Pantas saja yang punya gedung kemarin menelfon, dia bilang kalau kepemilikan gedung sudah pindah tangan. Ku iyakan saja karena tak mau repot, toh 1 unit memang sudah kubeli kontan jadi aku tidak terlalu memperdulikannya. Ternyata gedungnya sudah pindah ke tangan appa Key, ya?"
"Gedungnya bukan milik appa Key, tapi milik Hara sendiri," sahut Hoseok tiba-tiba
Semua terkaget,
"Mwoo? Darimana kau tau, Hyung?" tanya Jimin penasaran
"Aku yang mengurus semuanya, kau lupa ya? Aku pengacara yang punya kontrak mati dengan JNK!" ucap Hoseok santai seraya menegak minumannya juga
"Waaahhhh, daebak ... Hara gadis yang beruntung. Paman Jeon pasti sangat mencintainya, kau tak akan punya kesempatan macam-macam pada istri appamu itu, Key. Dekingnya ada 2 dan semuanya mengerikan, tak akan ada yang bisa membantumu kalau kau sampai bertindak yang aneh-aneh. Buang saja kebencianmu itu dan terima dia," celoteh Jimin panjang lebar
"Aku, tidak lagi membencinya. Kalian tenang saja, Hyung," ucap Jungkook lirih
"Aku memang tidak lagi membencinya, tapi dia yang sekarang membenciku," gumamnya dalam Hati
***
Back to Hara
***
"Oppa tidak marah kan kalau kucium?" tanya Hara polos
"Bukankah tadi kau sudah mencurinya? kenapa istriku ini jadi nakal sekali, eoh?"
"N-nakal apanya? Oppa bicara apa sih!" Hara membulatkan matanya, raut wajahnya langsung bersemu merah
"Bodoh sekali kau Hara, kenapa aku jadi gila begini? Apa yang aku bicarakan tadi eohh? Bagaimana ini?!" dumel Hara dalam hati, gadis itu sampai tak berani menatap Jungnam lagi karena benar-benar malu
Melihat expresi Hara yang seperti ini Jungnam malah semakin gemas dan ingin terus menggodanya,
"Sayang ... mau cium yang mana? Pilih saja, Oppa akan pasrah dan menikmatinya."
Hara langsung menjatuhkan wajahnya di dada sang suami,
"Oppa ... hentikan!"
Jungnam masih berusaha menahan tawanya agar tidak meledak, lalu kembali melanjukan aksimya menggoda Hara
"Kenapa? Tadi katanya mau cium?"
Jungnam ingin menegakkan tubuh Hara, tapi Gadis itu malah lebih mengeratkan pelukannya,
"Ahhhh, oppa ...,"
"Kenapa sih? Tegak dulu, oppa mau lihat wajah imut istriku ini." masih mencoba melepaskan pelukan Hara,
"Tidak mauuuuuuuu!"
"Benar tidak mau? Tidak akan menyesal? Yakin?"
Hara menggeleng intens,
__ADS_1
"Baiklah! Jangan menangis, ya." Dengan nakalnya pria Jeon itu mulai menggelitik tubuh Hara, hingga gadis itu menggeliat-geliat tidak karuan,
"Ahahahahah, Oppa ... Ampunnnn! Tidak Oppaaa, aaaahhhhhhhahahahaha." Hara terbahak dan bergerak tidak karuan, hingga terbaring di atas sofa
Jungnam menghentikan aksinya, karena nafas Hara sudah tersengal, bahkan wajah gadis itu sangat merah karena menahan geli. Ternyata ilmu dari Yoongi cukup berguna juga
"Masih mau?!" tanya pria itu sambil tersenyum nakal
Hara masih terkapar mengatur nafasnya,
"Tidak ... ampun oppa, tidak mau lagi!"
Jungnam menarik tangannya agar bangkit, Hara pun terduduk kembali
"Sudah mainnya? Ayo tidur sudah malam."
"Huuuhhhh ... sebentar, Oppa aku masih lemas." Hara ingin merebahkan tubuhnya lagi tapi ditahan oleh sang suami,
"Ayolah sayang, ini sudah malam ... besok oppa harus ke kantor pagi-pagi sekali."
Hara mengerucutkan bibirnya,
"Gendong tapi, ya."
Jungnam langsung berdiri tanpa protes, memunggungi Hara dan sedikit membungkuk
"Ayo naik!"
"Tidak mau!"
Pria Jeon itu berbalik,
"Tadi katanya mau genn ...."
Kalimatnya langsung terhenti saat dengan sigap menangkap tubuh Hara yang langsung melompat ke dalam gendongannya, Hara ingin di gendong dari depan ternyata
"Ayo ke kamar, ahjussi... Lets go," ucapnya sambil tertawa bersemangat di dalam gendongan sang suami,
Jungnam hanya terkekeh dan langsung membawa istri kecilnya itu masuk ke dalam kamar dengan di gendong ala koala. Semakin lama bersama, Jungnam jadi semakin tau apa yang diinginkan istrinya ini. Ternyata Hara adalah sosok gadis yang manja, mungkin karena sedari kecil tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua jadi dia seperti ini.
Walau bagaimanapun Hara tetaplah seorang gadis yang membutuhkan kasih sayang, selama ini dia sudah berusaha menjadi dewasa dan tegar dengan sendirinya tanpa ada sandaran. Mendapat perlakuan yang tidak adil dan selalu di asingkan. Dulu Hara benar-benar mengunci dirinya sangat rapat. Sekarang dia sudah menemukan suami yang menyayanginya, tentu dia akan menunjukan sifat asli yang dia miliki hanya ke suaminya saja
Mungkin ke Yoongi juga, tetapi tidak terlalu berlebihan seperti ini mengingat mereka sudah sama-sama dewasa, Yoongi juga tetap akan memanjakan Hara walau dengan cara yang sedikit berbeda.
Jungnam membaringkan sang istri perlahan lalu ikut berbaring di sebelahnya,
"Tidurlah, jangan berulah lagi!"
Hara tersenyum nakal, dia bangkit dan bermaksud ingin naik ke atas perut Jungnam, tapi dengan sigap pria itu menahannya dan malah berbaik menindih Hara, dan menahan kedua lengan gadis itu
"Mau apa lagi? Aigoooo...,"
Hara menyebikkan bibirnya, dan mengeluarkan puppy eyesnya,
"Sayang, jangan seperti ini. Oppa kan sudah pernah bilang ini tidak bisa," Hara langsung membuang wajahnya kecewa, tak mau menatap Jungnam yang masih setia di atas tubuhnya
Jungnam mendesah berat, dia tidak bisa melihat Hara seperti ini. Padahal sebelumnya gadis ini sangat polos dan pemalu. Apa sentuhan Jungkook yang telah membangkitkan sisi liar Hara? Kenapa Hara terlihat seperti gadis yang kekurangan asupan sex? Atau dia hanya ingin menguji Jungnam saja?
Perlahan tapi pasti, pria Jeon itu menurunkan wajahnya hingga bibir keduanya bertemu. Jungnam mulai ******* bibir Hara dengan lembut, hanya untuk menyalurkan kasih sayang tidak terlihat adanya nafsu dalam aktifitas itu.
Saat merasa Hara mulai membalas lumatannya, pria itu mengangkat wajahnya menghentikan ciuman, lalu berbisik lirih,
"Only skinship ... no more!"
Hara mengembangkan senyumnya dan mengangguk.
__ADS_1
CUT!