
Jungkook baru tiba di rumahnya ntah dari mana, setelah memarkirkan mobilnya, dia langsung segera masuk ke dalam rumah, setibanya di ruang tamu dia melihat orang asing berasa di dalam rumahnya, seorang wanita? Siapa dia? Kenapa dia memperhatikan foto keluarga?
Dengan langkah perlahan Jungkook lebih mendekat pada wanita itu, matanya masih menelusuri tiap inci tubuh wanita itu, wanita yang di pandanginya itu belum menyadari kehadiran Jungkook sama sekali, dia masih sibuk memandangi bingkai foto di hadapannya, Jungkook dapat melihat senyuman tipis yang ditarik dari sudut bibir Hara walaupun hanya sedikit. Batinnya berseru...
"Sepertinya masih muda, seumuranku? Siapa wanita ini? Jangan-jangan dia...!"
"Hei ... Siapa kau? Sedang apa di rumahku?" Jungkook akhirnya bersuara saking penasarannya
Mendengar suara Jungkook wanita itu langsung tersentak kaget dan segera berbalik, dia terdiam sejenak saat bertemu pandang dengan Jungkook, begitu juga sebaliknya, hingga akhirnya dia mencoba menjawab...
"A.. Aku ...," terpotong
"Kau disini Key?"
JungNam lebih dahulu menghampiri mereka sebelum Hara menyelesaikan kalimatnya,
"Kenalkan, ini Lee Hara, calon ibu barumu!"
Jungkook langsung membelalakan matanya tak percaya,
"Yaaaa pak tua! Kau tidak salah? Kau akan menikahi wanita seusiaku? Dia bahkan terlihat lebih muda dariku. Kau memang sudah tidak waras lagi ternyata,"
"Jaga ucapanmu Key, setidaknya di depan calon ibumu ini,"
JungNam menatap tajam pada Jungkook
Jungkook pun tak segan membalas tatapan tajam dari sang ayah, bahkan dia juga menatap Hara lebih menusuk lagi
"Jangan pernah berharap kau bisa menggantikan ibuku! Aku tak akan pernah membiarkanmu bahagia tinggal di rumah ini, CAMKAN ITU!" Jungkook menunjuk Hara tepat di depan wajahnya, setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan sang ayah
"Yaaaa Key ... Dasar kurang ajar!" JungNam terlihat emosi
Hara menahan JungNam yang ingin mengejar Jungkook,
"Sudah lah oppa ... Biarkan dia dulu, dia memang benar, aku tak akan bisa menggantikan sosok Ny. Jeon di rumah ini," Dia berucap lirih
"Maafkan dia ya, Jungkook memang tidak bisa menahan emosinya. Walaupun dia sudah dewasa, tapi emosinya masih seperti bocah labil ... gwenchana?" JungNam mengelus lembut pipi kanan Hara
Hara tersenyum dan mengangguk,
"Gwenchanayo oppa, aku juga harus lebih memahaminya, bagaimanapun dia anakmu dan calon anak tiriku juga,"
JungNam menatap sendu pada Hara, dia tersentuh dengan ucapan gadis ini, Hara benar-benar baik dan lembut, dia memang tidak salah pilih.
"Gomawo, ayo kita ke kamar,"
JungNam membawa Hara ke kamar mereka,
Hara segera merapikan barang-barang miliknya di sebuah lemari pakaian, mereka tidak menempati kamar utama.
Hara telah mengatakan sebelumnya pada Jungnam jika dia tidak mau menempati kamar utama, bagi Hara kamar utama akan selalu menjadi tempat untuk Ny. Utama walaupun sang pemilik telah tiada. Jungnam menyanggupi permintaan Hara, dia menempatkan Hara di kamar lainnya , kamar yang langsung terhubung dengan ruang kerja Jungnam.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Hara menghampiri Jungnam di meja kerjanya,
"Oppa ...,"
Jungnam mengalihkan pandangannya pada Hara,
"Wae? Kau membutuhkan sesuatu?"
"Tidak, aku hanya ingin bicara,"
Jungnam bangkit dari duduknya lalu menggiring Hara untuk duduk di sofa yang terdapat pada sudut ruang kerjanya itu.
__ADS_1
"Bicaralah,"
"Emmmm ... Itu ... Emm..m," Hara masih ragu
"Katakan saja tak apa," Jungnam menggenggam tangan Hara lembut.
Hara menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan, dan mulai bicara setelahnya,
"Ini tentang pernikahan kita ...," Hara menggantungkam kalimatnya
"Kenapa? Kau memiliki konsep? Mau menatanya sendiri?"
"Bukan seperti itu oppa," sanggahnya
Jungnam mengangkat sebelah alisnya,
"Lalu?"
"Bisakah kita tidak usah mengadakan pesta untuk pernikahan? Menurutku itu tidak perlu oppa, lagipula kita bukan pasangan bujang gadis lagi, aku hanya seorang janda dan oppa duda," Hara mencoba membuat alasan
"Kau tidak mau dipublikasikan ya?" Jungnam langsung bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Hara
Hara menunduk, itu adalah alasan utama untuknya,
"Maafkan aku,"
Jungnam tersenyum, dia mengangkat wajah Hara dengan telunjuknya
"Kau malu menikah dengan pria tua ini?"
Hara menggeleng intens,
"Bukan begitu, oppa jangan salah paham dulu. Aku hanya tidak mau di cap aneh-aneh oleh orang lain, Ny. Jeon kan baru saja tiada, pasti banyak yang akan membicarakan oppa nantinya, aku tidak ingin hal itu terjadi," jelasnya panjang lebar
"Terima kasih telah memikirkanku, tapi aku memang sudah di cap sebagai orang yang buruk cukup lama, jadi itu tidak masalah. Tapi jika itu maumu, akan ku turuti. Asal kau senang dan tidak terbebani saja,"
Hara membalas genggaman tangan Jungnam,
"Oppa sama sekali tidak buruk, mereka hanya tidak tau alasan oppa melakukan semua itu. Gomawo oppa, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu dan ibu yang baik untuk Jungkook,"
.
.
.
2 hari setelahnya, akhirnya Jungnam menikahi Hara secara sah, Jungnam hanya mengadakan pesta kecil saja dan di hadiri oleh orang terdekat juga keluarga, paman dan bibi Hara pun di undang atas permintaan Hara, bukannya Jungnam tidak mengetahui jika Hara selalu di perlakukan tidak adil di keluarga Lee itu. Tapi karena ini permintaan dari Hara sendiri mau tidak mau Jungnam mengiyakannya. Biar bagaimanapun mereka adalah keluarga Hara yang tersisa.
Tak lupa Jungnam juga mengundang para teman-teman Jungkook untuk menghadiri pesta pernikahannya.
bagaimanapun mereka adalah sahabat terbaik putranya.Jungnam pun sama sekali tak pernah memiliki masalah dengan para teman-teman Jungkook.
Bagaimana dengan Jungkook? Jangan ditanya! Pria muda Jeon itu tak akan goyah pada pendiriannya, walaupun dia tidak pergi dari rumah itu, dia juga tidak keluar dari kamarnya sama sekali. Jungkook benar-benar bertekad tidak akan menerima Hara sepenuhnya sebagai pengganti ibu untuknya.
Acara berjalan lancar, tidak banyak orang yang datang.
Paman dan bibi Hara sudah baru akan pulang, mereka akan kembali ke daegu. Saat ini mereka sedang berpamitan dengan Hara.
"Hara-ya ... Paman dan bibi pulang dulu nee, sudah hampir gelap," mereka menghampiri Hara yang sedang bersama dengan suaminya
"Kenapa tidak menginap saja paman? Lagipula ini sudah malam," ucap Hara
"Tidak ... Kami pulang saja, kasihan Sora di daegu sendirian," mereka menatap Hara dan Jungnam bergantian
__ADS_1
Hara terlihat kecewa, tapi paman dan bibinya ada benarnya, Sora sendirian di daegu saat ini, mereka tidak mengajaknya karena datang dari siang saat Sora masih berada di sekolah, jika tidak ada ujian hari ini mungkin Sora akan ikut.
"Baiklah kalau begitu, kalian datang dengan bus?" mereka mengangguk
Hara mengalihkan pandangan pada sang suami seakan mengisyaratkan sesuatu, sepertinya Jungnam memahami kode dari istrinya, dia tersenyum dan mengangguk.
"Pulangnya biar di antar supir saja, bis malam hanya akan lewat 1 jam 1 kali," tutur Hara lembut, namun Seakan takut mereka menatap Jungnam bersamaan,
"Tak apa, supirku akan mengantar kalian pulang ke daegu, aku tak bisa menolak permintaan istriku," Jungnam merapatkan jaraknya dengan Hara dan memeluk pinggang ramping itu erat di hadapan pasangan suami istri itu. Hara sedikit terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari sang suami, tapi dia tersenyum kemudian.
Jungnam memperlakukan Hara dengan sangat baik, Hara juga terlihat bahagia saat ini. melihat hal itu paman dan bibi Hara seperti menyesal. Seharusnya putri mereka yang mendapatkan semua ini, walaupun Jungnam sudah sedikit berumur, tapi kekayaannya sangatlah berlimpah, tak rugi jika menjadi istrinya.
Selama ini mereka berpikir Jungnam itu seorang rentenir yang kejam dan tak memiliki rasa kasihan, mereka tak mau melihat putri kesayangan mereka menderita jika menikah dengan pria itu, bisa saja putri mereka di siksa dan di perlakukan tidak adil olehnya. Maka dari itu mereka mengorbankan Hara. Tapi kenapa jadi seperti ini? Jungnam tipe orang yang sayang istri ternyata.
Tak lama setelah kedua suami istri itu pulang, giliran teman-teman Jungkook yang datang, mereka langsung menyapa Jungnam,
"Paman Jeon ... Selamat atas pernikahannya," Seokjin sebagai yang tertua mendapat urutan pertama mengucap selamat
"Kalian datang? Kupikir kalian tidak akan sudi untuk datang," Jungnam menyambut para pria muda itu dengan riang
"Tak ada alasan kami untuk tidak menghadiri acara ini, kami ikut bahagia jika paman bahagia," ucap Hoseok
"Begitukah? Tapi Key tidak seperti kalian, aku akan sangat bahagia jika dia bisa menerima ini," Jungnam berucap lirih
"Key hanya butuh waktu paman, semua akan baik-baik saja, percayalah. Ngomong-ngomong dimana pengantin wanitanya?" Namjoon
"Ahhhh ... Dia sedang memperbaiki riasannya. Mungkin sebentar lagi selesai," Jungnam nampak sangat bahagia jika berbicara tentang Hara, terlihat sekali wajahnya berseri-seri saat ini,
Beberapa saat kemudian Hara keluar dari dalam rumah, riasannya sempurna kembali dan gaunnya berganti dengan gaun malam. Sangat cantik!
Ketika berjalan mendekati sang suami, pandangannya tertuju pada salah satu pemuda yang berada tak jauh dari suaminya, pemuda yang sangat dia kenal juga dia rindukan.
"Yu oppa ...,"
Merasa terpanggil, pemuda yang di sebut namanya itu seketika menoleh ke arah suara, matanya membulat sempurna, dia terkejut melihat gadis itu, gadis yang selalu dia lindungi semasa kecilnya hingga beranjak remaja.
"Rora ...," lirihnya
Tak berpikir panjang lagi, Hara langsung berlari kecil ke arah pemuda itu hingga mendarat tepat di pelukannya.
Grep!
Hara memeluk nya erat, dan mendapat balasan.
"Yu oppa ... bogoshipeo,"
Walau masih bingung antara percaya dan tidaknya, sang pemuda tetap membalas pelukan Hara,
"Rora ... Ini benar dirimu? Kau benar-benar Roraku?"
Suasana menjadi hening saat ini, mereka menjadi pusat peehatian, semua orang menjadi bingung, termasuk Jungnam.
Siapa pemuda yang di peluk oleh Hara??
C_U_T
.
.
.
.
__ADS_1