
"Sudah ku peringatkan padamu, hindari aku sebisamu jika ingin hidup tenang di rumah ini, aku tak akan membiarkanmu senang jika kau masih terlihat oleh mataku...!"
Jungkook semakin mengeratkan cengkraman tangannya pada rahang Hara, gadis itu hanya meringis kesakitan dalam diam, dia tidak berniat menjawab kata-kata dari Jungkook... Tapi matanya menatap Jungkook dengan tajam, tidak ada sedikitpun sorotan ketakutan di mata Hara saat ini... Hara memang sudah yang sudah kebal akan siksaan sedari kecil tidak akan lagi takut akan hal-hal seperti ini, dia memang gadis lugu dan polos, tapi dia juga gadis yang kuat.
Melihat tatapan mata Hara yang nyalang padanya, Jungkook melepaskan cengkraman pada rahang Hara dan tersenyum tipis,,, hari ini dia akan melepaskan gadis ini... Dia teringat masih ada pekerjaan yang harus dia lakukan di perusahaannya karena ponsel di saku celananya bergetar sejak beberapa saat yang lalu...
"Kau wanita yang berani ternyata, hari ini aku akan melepasmu... Tapi kita lihat setelah ini, jika kau masih menampakan dirimu di hadapanku, jangan salahkan aku jika akan lepas kendali padamu!"
Setelah mengatakan itu Jungkook pergi dari dapur tanpa menoleh lagi. Hara menghela nafasnya, sesaat setelah Jungkook tak terlihat lagi... Sebenarnya bukan tidak takut, tapi Hara hanya tak mau terlihat lemah di hadapan Jungkook, dia sudah cukup mengalah dan melemah selama ini, Hara hanya ingin hidup normal tanpa harus ada lagi yang mengekangnya...
Dia kembali keruang makan dan ingin membereskan piring makan Jungkook dan yang lainnya, tetapi langsung di tahan oleh pembantu,
"Nyonya... Biar kami yang bereskan, anda sudah banyak bekerja,"
Hara tersenyum,
"Baiklah... Tolong ya... Oh iya, tadi aku ada lauk yang kupisahkan di dapur, bisa kalian tolong bungkuskan untukku, aku akan mengantarkan makan siang itu untuk suamiku nanti siang,"
"Baiklah nyonya...,"
Hara pergi ke kamarnya setelah itu,
Tidak ada aktifitas yang bisa dia lakukan di rumah ini,
"Ahhhh... Aku rindu bekerja, bosan juga kalau seperti ini terus," gumamnya sendiri...
Hara memutuskan untuk menonton televisi, ini adalah kali pertama dirinya bisa menonton televisi dengan santai... Karena dulu sama sekali tidak ada kesempatan baginya untuk menonton televisi... Selain bekerja, dirumah paman dan bibinya dia sama sekali tidak diizinkan menyentuh remote televisi...menyedihkan sekali!!!
Beberapa jam kemudian
ponselnya berdering... Hara mengambil ponselnya yang terletak di nakas tempat tidur. Tertera nama seseorang disana yang membuat senyumnya mengembang...
Dia segera mengangkat panggilan itu...
In call
.
.
"Yu oppa...," sapanya dengan riang
"Princess sedang apa? Mau bertemu?"
"Oppa tidak sibuk?" Tanyanya
"Hari ini tidak ada jadwal pertandingan, tapi besok oppa akan kejepang selama 1 minggu,"
Hara berpikir sejenak lalu menjawab...
"Lama sekali? baiklah oppa... Kita bertemu saja hari ini...!"
"Oppa malah sering berada di luar negeri di bandingkan di korea Ro... Baiklah... Oppa akan kerumahmu...!"
Mengingat rencananya ingin mengantar makan siang untuk Jungnam, Hara memotong ucapan Yoongi dengan cepat...
"Tidak oppa... Bagaimana kalau kita bertemu di luar saja, aku juga mau ke kantor suamiku untuk mengantarkan makan siangnya...!"
Mendengar hal itu, Yoongi terkekeh...
"Oooowwww... Adikku sudah benar-benar menjadi istri yang baik ternyata, manis sekali," goda Yoongi
Hara tersipu,
"Oppa bisa saja, itu sudah kewajibanku... Baiklah oppa, kita bertemu 2 jam lagi, oppa bisa kabari aku tempatnya nanti,"
"Baiklah princess, see ya," Hara menutup telfonnya
End call
Setelah menutup telfon Hara berpikir sejenak...
"Haruskah aku mengabari oppa? Atau langsung datang saja? Langsung datang sajalah, itung-itung memberikan surprise," dia terkekeh kecil, lalu segera bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap...
Dia akan ke kantor Jungnam terlebih dahulu untuk mengantar makanan dan meminta izin pada sang suami secara langsung...
.
.
.
JN Kingdom
.
.
.
Jungnam saat ini sedang berhadapan dengan seorang wanita cantik... Sepertinya wanita ini bukan datang untuk meminjam dana... Dia tidak terlihat seperti orang susah atau akan bangkrut...
Terlalu glamor jika dia datang untuk meminjam uang..
"Jadi bagaimana tuan Jeon?? Apakah anda tertarik? Saya yakin anda tidak akan menyesal jika berinvestasi dengan proyek ini, akan saya pastikan keuntungan kita akan berlipat ganda," ucap wanita itu mencoba meyakinkan
__ADS_1
Jungnam masih sibuk melihat berkas-berkas kerja sama yang di bawa wanita itu, lalu dia bersuara...
"Berapa persen sisa sahamnya?"
Wanita itu tersenyum manis menggoda,
"Tinggal 30% lagi tuan, anda bisa mengambil berapapun yang anda mau,"
"Akan ku ambil semua sisanya, buat saja kontrak kerja samanya, orangku akan mengurusnya nanti," jawab Jungnam datar
Wanita itu terlihat senang, mudah sekali menarik uang pria kaya ini, mungkin karena terlalu kaya jadi tidak perlu berpikir panjang lagi, sepertinya menyenangkan jika bermain-main dengan duda kaya ini...
Duda kaya? Memang tak ada yang tau jika Jungnam sudah menikah lagi, termasuk para karyawannya, Jungnam tentu saja tidak akan membantah permintaan dari sang istri...
"Baiklah tuan, akan saya urus hari ini juga karena investor sudah lengkap dan anda sebagai penutup... Rapat dewan akan di adakan di Thailand 2 hari lagi tuan Jeon, seluruh pemegang saham di wajibkan hadir...,"
"Kenapa cepat sekali??" Tanya Jungnam bingung
"Semua memang sudah di atur, jadi tidak ada alasan untuk menundanya karena semua posisi saham sudah terisi,"
"Begitu ya? Baiklah...!" Jungnam terlihat tidak banyak protes... Karena memang pada dasarnya dia tidak suka repot dan banyak bicara dalam berbisnis.
wanita itu melihat ke arah jam tangannya lalu berbicara lagi
"Sepertinya sudah jam makan siang, anda mau makan siang dengan saya? Tawarnya sebagai basa-basi, terlihat jelas kalau wanita ini punya maksud tertentu...
Belum sempat Jungnam menjawab ajakan dari wanita itu, ponselnya berdering menandakan panggilan masuk, dia melihat sekilas nama sang pemanggil lalu menjawabnya,
.
.
.
Lobby JN Kingdom...
.
.
.
Hara baru saja tiba di lobby JNK, belum sampai masuk ke dalam menghampiri resepsionis dia sudah di cegat terlebih dahulu di depan, mungkin karena pakaiannya terlalu santai jadi dia tidak diizinkan masuk ke perusahaan besar ini,
"Mau kemana? Ada perlu apa? Cari siapa?" Tanya seorang pria berjas hitam dan berbadan besar denga ketus...
Hara menjawab dengan tenang,
"Aku ingin menemui Jeon Sajangnim,"
"Jeon sajang? Apa kau sudah membuat janji?"
Hara nampak berpikir,
"Memangnya harus membuat janji dulu ya baru bisa bertemu Sajangnim?" Tanyanya polos
Pria itu tertawa remeh,
"Banyak orang sepertimu yang datang kemari, apa kalian datang hanya untuk mengemis belas kasihan dari Sajangnim? Menyedihkan sekali... Sana pulang... Sajangnim tak akan mau menemuimu... Siap-siap saja menggelandang...," pria besar itu mendorong Hara keluar hinga hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan...
Grep!
Seseorang menangkap tubuh Hara sesaat sebelum tersungkur di lantai...
Hara langsung mendongakkan kepalanya menatap orang yang sedang menopang tubuhnya. seorang pria... Pria itu pun menatap Hara dengan wajah khawatir...
"Kau tidak apa-apa Hara-ssi?" Tanya pria itu ramah...
Hara kembali menegakkan tubuhnya di bantu pria itu,
"Gomawo... Hoseok-ssi...,"
Ya... Pria itu Jung Hoseok, Hara memang sempat berkenalan dengan teman-teman Jungkook saat acara pesta pernikahannya, tentu saja Yoongi selaku kakak sepupunya mengenalkan Hara dengan bangga pada para sahabatnya, Jadi hanya Jungkook yang belum mengetahui jika Hara adalah adik sepupu Yoongi sahabatnya sendiri... Ternyata banyak tak Jungkook ketahui tentang Hara.
Hoseok mengalihkan pandangannya pada pria yang mendorong Hara tadi, dia menatap pria itu tajam dan berkata...
"Kau... Sudah bosan bekerja di sini ya?"
Pria itu terlihat acuh,
"Aku hanya menjalankan tugasku untuk mengusir pengemis...,"
Hoseok sedikit terkejut mendengar ucapan pria itu,
"Pengemis? Wah... Sepertinya kau akan segera menjadi pengangguran setelah ini..."
"Kenapa? Anda mau menuntut saya karena wanita pengemis ini? Wanita ini hanya datang karena ingin memohon belas kasihan pada Jeon Sajang saja, dasar tidak tau diri, lebih baik anda tidak usah ikut campu tuan Jung," ucapnya songong, dan membalad tatapan Hoseok tak kalah tajam
Pria itu tidak terlihat takut sama sekali, karena dia memang tidak mengetahui siapa Hara, tapi dia tau jika Hoseok adalah pengacara, mungkin Hoseok mau membantu Hara untuk menuntutnya karena Hoseok memang suka membela rakyat jelata yang membutuh kan keadilan dan mengalami kesulitan di meja hijau...
Pria itu berpikir kalau dia masih bekerja di perusahaan, jadi apa yang harus ditakutkan, toh ini adalah perintah dari atasannya secara langsung yang memang sudah menjadi ketentuan di perusahaan ini, mengusir para lalat pengganggu...
Tapi...
Heyyy...!
__ADS_1
Yang benar saja...
Hara bukan lalat penggangu, dia adalah Cinderella yang sederhana... Ya mungkin karena terlalu sederhana jadi di perlakukan seperti ini...
Hara hanya diam mendengar pertengkaran mulut 2 orang di hadapannya ini, sedangkan Hoseok sudah terlihat berapi-api saat ini, jika saja dia bukan pengacara,mungkin pria ini sudah masuk ICU RS Seoul detik ini juga dan bukan lagi berhadapan dengannya, tapi dengan Seokjin di ruang oprasi karena patah tulang rusuk!!!
"Lihat setelah ini, aku akan membuatmu bersujud di kaki gadis ini,"
Hoseok mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, sedangkan pria tadi masih tetap acuh dengan wajah tengilnya... Menyebalkan!
.
.
5 menit kemudian orang yang di panggil Hoseok turun ke lobby utama, tentu saja orang itu Jungnam, sang pemilik JNK...
Jungnam berjalan mendekat pada sekelompok orang yang berkerumun di depan lobby, wanita tadi juga ikut turun bersamanya...
"Ada apa ini?" tegurnya dari kejauhan dengan datar karena belum mengetahui apa yang terjadi, Hoseok hanya memanggilnya untuk turun tanpa menyebutkan alasan...
Orang-orang di sana langsung berbalik ke arah suara, termasuk pria besar tadi yang menutupi tubuh Hara dengan sempurna dari pandangan Jungnam...
Mata Jungman membulat sempurna saat melihat sosok sang istri yang hadir dari balik badan pria besar itu...
Dia mempercepat langkahnya dan tanpa berpikir panjang langsung memeluk istrinya itu..
"Sayang... Kau disini?"
Hara membalas sekilas pelukan Jungnam lalu melepasnya kembali,
"Iya oppa... Maaf tidak mengabari, aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk oppa," Hara tersenyum dan mengangkat tas bekal yang sedari tadi memang di tentengnya...
"Lalu kenapa tidak masuk?" tanya Jungnam lagi
Belum sempat Hara menjawab, Hoseok sudah memotongnya terlebih dahulu...
"Hara tidak diizinkan masuk oleh pria itu paman...!" Hoseok menatap pria tadi dengan tatapan yang masih kesal,
Sedangkan pria yang tadinya garang dan kurang ajar itu sudah menunduk sedari Jungnam memeluk Hara dan memanggilnya dengan sebutan sayang tadi... Dia menyadari sudah melakukan kesalahan besar...
Jungnam mengalihkan pandangannya pada pria itu,
"Benarkah itu?"
"Mm..maafkan ss..saya sajangnim,"
Hoseok tersenyum remeh, dan melanjutkan omongonnya
"Iya paman, dia mengusir Hara dan bahkan...," terpotong
Hara menghentikan Hoseok dengan menarik jasnya di bagian lengan, Hoseok langsung menoleh pada Hara dan mendapat sinyal gelengan kepala dari gadis itu tanda Hara tidak mengizinkan Hoseok melanjutkan kalimatnya. Akhirnya Hoseok tidak melanjutkan omongannya dan menghela napas...
Jungnam yang bingung karena Hoseok tiba-tiba berhenti pun bertanya kembali,
"Bahkan apa?"
Hara menggenggam tangan Jungnam,
"Bukan apa-apa oppa ... pria ini benar, dia hanya menjalankan tugasnya," ucapnya Pelan
"Apa dia melukaimu?" Jungnam membelai pipi Hara sayang..
"Tidak... Aku tidak apa-apa oppa," jawabnya sambil tersenyum...
Jungnam kembali menatap pria itu lalu berkata,
"Kemari kau..." (Pria besar itu mendekat tanpa ragu namun masih menundukan kepalanya)
"aku tidak tau apa yang kau lakukan padanya... Dan tidak akan mencari tau karena dia tidak mau mempermasalahkannya aku juga tak akan memperpanjang masalah ini, jadi ... sekarang berlututlah di hadapannya dan minta maaf pada Istriku!!!" Jungnam berucap dengan tegasnya membuat orang-orang yang berada di situ terkaget seketika...
Tanpa berpikir panjang pria tadi langsung berlutut di hadapan Hara dan memohon ampun atas tingkah bodohnya,
"Maafkan saya nyonya, maafkan saya... Saya tidak tahu jika anda istri Sajangnim, maafkan saya...." Pria itu terus memohon ampun pada Hara,
Hara kaget tentunya, bukan ini yang dia mau, Jika seperti ini namanya publikasi secara bertahap, karena orang-orang sudah berkerumun di dekat mereka, pasti berita ini akan menyebar...
"Berdirilah...," Hara mencoba untuk membangunkan pria itu, tapi dia masih betah berlutut di hadapan Hara, dia tak akan bangkit jika bukan bos nya sendiri yang menyuruhnya...
"Oppa... Jangan seperti ini... Jaebal!" Hara menatap Jungnam dengan tatapan memelas...
Jungnam mengerti,,,
"Cukup! Berdirilah," titahnya...
(Pria itu berdiri kambali) "apa yang kalian lihat? Apa ini tontonan?? Bubarrrrrr!!!"
Jungnam berteriak membubarkan kerumunan pegawainya dan beberapa orang luar lainnya yang dengan asyik menonton pertunjukan tanpa jam tayang dan gratis ini... Semua orang berhamburan membubarkan diri...
Jungnam mengarahkan Hara untuk dia bawa masuk, namun Hara menghentikan langkahnya saat menangkap sosok yang dia kenal, walaupun sudah cukup lama tidak bertemu, tapi Hara masih bisa mengenalinya...
Hara mendekat pada orang itu...
"Miran-ssi" sapa Hara dengan ramah...
C_U_T :V
__ADS_1