Step Mom

Step Mom
episode 2


__ADS_3

Jungkook menghempas tubuhnya kasar di sofa empuk itu, dia mendudukan dirinya di antara Namjoon dan Yoongi.


"Ada apa dengan raut wajahmu itu key?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Jimin


"Iya, kusut sekali, seperti baju lecek yang belum di strika," tambah Taehyung


"Aku sedang tidak ingin bercanda hyung, diamlah!" Jungkook menjawab datar, tubuh dan kepalanya dia sandarkan pada sofa dia juga menutup matanya


Ke 6 sahabatnya saling berpandangan guna bertanya satu sama lain apakah ada yang tau ada apa dengan pria Jeon ini, sebagian hanya menggeleng dan sebagian lagi menggidikan bahu tanda tidak ada yang tau.


"Ada apa denganmu key? Ceritalah," Namjoon mencoba bertanya lagi dengan nada yang serius


Jungkook mendesah berat, dia perlahan membuka matanya, menegakkan kepalanya juga membenarkan posisi duduknya, tangannya beralih mengapai botol minuman yang memang sudah tersedia di depannya lalu menuangkanya ke dalam gelas. Kemudian memegang gelas yang telah berisikan minuman beralkohol itu dan memutar-mutar isinya dengan mengoyangkan gelas itu, setelah beberapa saat dia mulai membuka suara.


"Pria tua itu mau menikah lagi," celetuknya


Para sahabatnya langsung menampakan expresi keterkejutan mereka dengan cara masing-masing. Taehyung bahkan hampir tersedak minuman saat mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Jungkook itu.


"Siapa? Appamu?" Hoseok memastikan


"Apa tidak salah? Bukannya ibumu belum lama meninggal? Masa sudah mau menikah lagi?" ucap Jimin jujur dan langsung mendapatkan jitakan cantik dari Namjoon.


"Awwwww, sakit Hyung,"


"Mulutmu tidak bisa di rem ya? Tidak sopan!" Yoongi menatap tajam pada Jimin


"Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya, iyaa ... Maafkan aku," Jimin kembali diam


"Tak apa ... Itu memang kenyataanya, itu juga salah satu alasanku tidak menyetujui hal ini, dia sama sekali tidak punya hati, aku benar-benar kesal," Jungkook menegak minumannya sampai habis


"Kali ini apa yang hancur?" Tanya Hoseok terkekeh


"Biar ku tebak, pasti televisi di kamarmu sudah wafat saat ini, benarkan?" Sambung Taehyung ikut terkekeh, para sahabatnya ini sangat tau watak Jungkook, tidak hanya Jungkook, mereka memang sudah mengetahui watak satu sama lain.


Jungkook kembali terdiam tak ingin menanggapi candaan teman-temannya sama sekali, masih sempat-sempatnya mereka bercanda dalam situasi seperti ini!


Pria Jeon ini masih berada dalam dilema, di situasi seperti ini, dia jadi merindukan sosok sang ibu, biasanya ibunya lah yang selalu menenangkan Jungkook jika dirinya di tempatkan dalam sebuah masalah hidup, tapi sekarang tak ada lagi tempatnya untuk pulang ke dalam hangatnya dekapan seorang ibu.


"Lalu sekarang apa rencanamu key?" Yoongi kembali bertanya


"Tidak ada ... Tapi aku tak akan membiarkan wanita yang di nikahi pria tua itu hidup bahagia di rumahku!" Jungkook mengeluarkan smrik tipis di sudut bibirnya,


kali ini ntah apa yang ada di dalam pikiran pemuda ini. Jangan sampai dia menjadi bringas dan gila hanya karena masalah ini saja. Semua tau kalau Jungkook sangat menghormati dan menyayangi ibunya, dia akan menjadi anak yang penurut jika di hadapan sang ibu. Jungkook tak akan membiarkan siapapun menyakiti hati ibunya walaupun sang ibu telah tiada. Teman-temannya nampak menunjukkan raut wajah khawatir.


"Yaaa ... Jangan konyol Key, kau tau kami penegak keadilan bukan kejahatan!" tutur Hoseok cepat


"Benar! Kami tak akan membantumu jika sampai kau salah langkah!" sambung Namjoon


"Apa kau sudah bertemu dengan calon ibu tirimu itu Key?" Seokjin

__ADS_1


"Belum, orang tua itu tak sempat bicara banyak padaku, bisa-bisa aku lepas kendali dan membunuhnya jika terus mendengarkan dia bicara tadi,"


6 pria lainnya hanya diam. Mereka kembali melanjutkan perbincangannya.


.


.


.


Keesokan harinya


.


.


.


Sesuai yang dikatakan paman dan bibi Hara semalam, bahwa calon suaminya akan datang menjemput gadis itu.


Ternyata memang benar ... JungNam sendiri yang datang menjemputnya. Harapun di bawa dengan sukarela ke seoul. Gadis itu benar-benar pasrah.


"Kau sudah makan?" JungNam membuka pembicaraan saat sudah di mobil, mereka telah melakukan perjalanan untuk kembali ke seoul


"S..sudah ahjusshi," Hara menjawab lirih


"Kau takut padaku?"


Menurutnya itu pertanyaan konyol! Tentu saja dia takut, calon suaminya adalah seorang rentenir berwajah sangar dan jauh lebih tua dari dirinya, jika di lihat mungkin Hara lebih cocok menjadi anaknya, bukan malah jadi istri pria ini.


"Wajahku seram ya? Apakah aku seseram itu untukmu?"


Hara masih bertahan dalam diamnya


JungNam tersenyum tipis,


"Kau ingin mendengar ceritaku?" ucapnya lembut, pernyataannya kali ini sukses menarik attensi Hara.


Gadis itu berani menatap wajahnya hanya dengan pancingan sebuah cerita, Hara memang gadis baik. Dia sangat senang mendengarkan curhatan orang lain, tak jarang juga sahabatnya Mina selalu bercerita pada Hara dan sesekali Hara bahkan memberikan saran untuknya. Hara punya cara tersendiri membuat orang nyaman dengannya.


.


.


Skip tiba di Seoul


.


.

__ADS_1


Setelah menempuh waktu 4 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di seoul. Pandangan Hara terpaku pada sekeliling kawasan mewah yang mereka masuki saat ini.


"Ahjusshi ... Ini benar-benar rumah?" tanya Hara dengan polosnya, dia benar-benar terpanah melihat pemandangan di depannya.


"Iya ... Ini rumah kita. Tapi sebelum kita masuk, boleh aku meminta sesuatu padamu?"


Hara menatap JungNam dan mengangguk.


"Jangan memanggilku ahjussi di depan putraku, aneh sekali jika istriku memanggilku dengan sebutan itu,"


"Lalu aku harus memanggil apa?"


"Panggil aku oppa, atau sayang juga boleh jika kau tidak keberatan," godanya


Hara tersipu, pria Jeon ini tak seperti yang di pikirkan olehnya sebelum ini, walaupun sedikit sangar dan sudah berumur, tapi dia masih terlihat tampan dan gagah, JungNam juga bisa mencairkan suasana dengan baik, bahkan selama menempuh perjalanan panjang dari daegu tadi, dia banyak bercerita pada Hara. Membuat Hara bisa memahami tujuannya melakukan semua ini. Dia juga bisa membuat Hara nyaman bersamanya tidak kurang dari beberapa jam saja.


"Kenapa diam? Tidak mau ya? Aku tau itu tidak pantas, tapi hanya itu permintaanku padamu saat ini, bisa kah kau mengabulkannya untukku?" JungNam menatap Hara dengan tatapan memelas,


Hara tersenyum


"Baiklah ... Oppa, aku akan memanggilmu oppa,"


"Gomawo ... ayo kita masuk, relax saja, jangan tegang!"


JungNam mengusap lembut pucuk kepala Hara sambil tersenyum, sentuhan pria dewasa itu sangat nyaman. Kenapa jadi begini? Apakah Hara mulai menyukainya?


Mungkin ini adalah sisi sebenarnya dari JungNam yang tidak dia tunjukan pada siapapun selama ini termasuk putranya sendiri, hanya mendiang istrinya dan juga Hara lah yang dia tampakan sisi dirinya ini. Ntah apa alasan JungNam melakukan semua itu, dia merubah dirinya menjadi pria yang arogan, dingin dan juga kejam jika di depan banyak orang.


Akhirnya JungNam membawa Hara masuk ke dalam rumah, Hara hanya bisa celingak-celinguk kagum melihat seisi rumah ini, design nya sangat elegan dan cantik. Dia teringat salah satu cerita JungNam di mobil tadi, pria Jeon itu sempat bercerita tentang rumah ini, dia berkata jika mendiang istrinyalah yang mendesign rumah mereka.


Sepertinya selerah mendiang Ny.Jeon itu sangat tinggi dan berkelas, sayang sekali wanita itu telah tiada.


"Berkelilinglah dulu, aku akan segera kembali," setelah mengatakan kalimat itu JungNam pergi ke salah satu ruangan yang lain meninggalkan Hara sendirian di ruang tamu.


Setelah JungNam tak terlihat lagi Hara kembali mengitarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan, tatapannya berhenti tepat pada sebuah bingkai foto besar yang melekat indah di diding tengah-tengah ruangan itu, Hara berjalan mendekat agar dapat melihat foto itu lebih jelas.


Itu foto keluarga Jeon, hanya ada 3 orang disana, 2 lelaki dan 1 wanita.Hara menjatuhkan pandangannya pada sosok wanita terlebih dahulu, Sangat cantik dan anggun sekali, itu Ny.Jeon terdahulu, senyum manis terukir indah di bibirnya. Sepertinya foto ini belum terlalu lama, Salah satu di antara lelaki di foto itu adalah JungNam sendiri, pria itu tetap terlihat gagah walaupun hanya di foto, definisi pria dewasa memang berbeda, pikir Hara. Terakhir Hara kembali memutar bola matanya pada gambar lelaki lain.


"Apakah ini putranya? Ternyata sudah dewasa juga, sepertinya seumuran denganku! Dia manis," Hara berguman dalam hati saat melihat potret wajah Jungkook, dia tersenyum melihat foto pria Muda Jeon itu, pria itu akan menjadi anak tirinya setelah ini. Apakah pemuda itu akan menerimanya?


Karena sedang asik sendiri bergelud dengan pikirannya, Hara jadi tidak menyadari jika seseorang sedang berjalan ke arahnya dari belakang. Hingga jarak 2 meter orang itu berhenti lalu membuka suara.


"Siapa kau?!"


Hara seketika langsung terperanjat dan berbalik, matanya bertemu pandang dengan seorang pria muda dan tampan yang sekarang sedang berdiri di hadapannya, pria ini adalah pria yang berada di foto keluarga itu. Calon anak tirinya Jeon Jungkook. Hara menjawab dengan sedikit ragu...


"A..Aku ...,"


C_U_T😁

__ADS_1


SEE U SOON😘


__ADS_2