Step Mom

Step Mom
Episode 20


__ADS_3

"Rora tidak tau, IRON itu kepunyaan Key ... Jungkook maksudnya,"  sambung Hoseok sesantai-santainya.


Hara membisu, expresinya mengambang saat ini. Entah kaget, bingung, merasa bodoh semua berbaur menjadi satu.


Kenapa dia bisa sebodoh ini?


Sampai-sampai tidak mengetahui apa-apa tentang semua ini. Hara memang tidak pernah sekalipun bertanya pada Jungnam tentang Jungkook. Jungnam akan menceritakan sendiri jika dia mau. Tetapi tidak sampai sedetail itu. Kalau Jungnam bercerita, dia hanya akan menjadi pendengar yang baik tanpa ada niat bertanya balik atau mengepo'i sesuatu yang lainnya tentang kehidupan Jungkook


Dia benar-benar terlihat seperti orang bodoh saat ini


"Hei, kenapa bengong?" Yoongi menoyor kening Hara yang sedang tenggelam dalam kebodohannya


Hara tersadar dan menyebikkan bibirnya,


"Oppa ... apa aku memang bodoh? Bagaimana ini?"


Yoongi dan Hoseok kembali saling pandang, mereka sama-sama menggidikkan bahunya


"Kenapa?" Tanya Hoseok kebingungan juga


"Oppaaaaa ... bagaimana ini? Huuwaaaaaaa ...," Hara menenggelamkan wajahnya di sela ketiak Yoongi, tempat favoritnya sejak kecil jika ingin bersembunyi dari sesuatu


Melihat adegan itu, Hoseok menyerit


"Isshhhh ... kenapa dia malah nempel di ketiak mu, Hyung?"


Yoongi terkekeh melihat expresi Hoseok, baginya hal ini sudah biasa, tapi tentu aneh jika di lihat orang lain


"Kebiasaannya dari dulu seperti ini, kau akan sering melihatnya nanti jadi maklumi saja." ucapnya pada Hoseok


"Apa yang salah? Tidak mau bekerja dengan Key? Bilang saja pada suamimu kalau memang tidak mau, sayang." Yoongi mengusap lembut pucuk kepala Hara dengan tangan satunya


Maunya sih begitu, tapi bagaimana cara menolaknya? Kan sudah bilang mau, lagipula harus menolak dengan alasan apa?


Tadi saja menjawabnya segitu antusias dan bahagia karena dapat pekerjaan, ini adalah kesempatan pertama dan terakhir. Salah Hara sendiri yang mempercayakan pada Jungnam untuk mencarikannya pekerjaan senjata makan tuan kan! Yang mau di hindari malah semakin di dekati. Keluar dari kandang harimau tapi malah masuk ke kandang singa!


Kalau sudah begini mau bagaimana?


Apa seumur hidup harus terkurung dalam sangkar emas seperti ini terus?


Teman saja tidak punya, mau hangout kemana?


Uang memang tak usah diragukan


Tapi percuma saja punya uang tapi tidak punya rewang menghabiskannya


Lagipula Hara bukan tipe wanita yang suka menghambur-hamburkan uang, sedari kecil sudah terbiasa susah membuatnya sungkan untuk berbelanja dan berfoya-foya walaupun kondisinya saat ini sudah berbeda jauh


Lalu sekarang bagaimana? Ikuti dan terima konsesuensinya, atau menolak mentah-mentah dan terus dikurung di rumah sampai bodoh!


***

__ADS_1


Jeon House


***


"Mau kemana?" Jungnam yang baru saja tiba di rumah segera menegur Jungkook saat pria itu ingin menggapai kunci mobilnya di atas nakas samping sofa ruang tamu mereka


"Eoh! Appa pulang kesini? Tidak ke tempat Hara?" Jungkook sedikit terkejut dengan kehadiran ayahnya


"Malam ini aku tidak kesana, aku juga mau membagi waktuku untuk kalian. Kau mau kemana?" mengulang pertanyaan itu untuk kedua kalinya


"Aku mau ke tempat Taehyung sebentar. Tadinya mau menginap, tapi kalau appa tidur disini ya aku tidak jadi menginap. Aku akan pulang cepat!"


Jungnam berdecak,


"Rumah ini dengan rumah Taehyung kan tidak jauh, kenapa kau sering sekali menginap disana seperti tidak punya rumah saja!"


Jungkook menghela nafasnya sambil berjalan menuju pintu,


"Kata-kata itu sudah pernah kudengar dari Yoongi Hyung sebelumnya."


"Awas saja kau tidak pulang, ya akan ku jual saja rumah ini nanti! Tinggal saja di rumah Taehyung selamanya sana, sekalian kubuat kau jadi gembel betulan!" omel sang ayah


"Appa tak akan tega. Aku pergi!" pria muda Jeon itu berlalu begitu saja menghilang di balik pintu


Jungnam hanya menghela nafasnya dan kembali masuk ke dalam


***


***


"Lalu?" tanya Taehyung yang masih fokus pada layar laptopnya tanpa melihat ke lawan bicara yang baru saja datang menggangu konsentrasinya itu


"Yaaa, Hyung aku kesini ingin bercerita dan minta solusi, dengarkan dulu kenapa sih!" pria Jeon itu terlihat kesal karena di acuhkan


Taehyung menutup laptopnya dan melepas kacamatanya lalu beralih pandang ke Jungkook,


"Lalu bagaimana? Kenapa kau senang sekali menggangguku? Coba saja pergi ke Namjoon Hyung atau Hoseok Hyung, aku bukan pskiatermu!"


"Aku kan sayangnya sama Hyung! Lagi pula kalau bicara dengan Namjoon Hyung atau Hoseok Hyung alamat aku bisa masuk penjara," gerutu Jungkook


"Kalau begitu Jin Hyung, Jimin ... mereka kan juga bisa."


"Jin Hyung? Kau tau dokter gila itu, Hyung bisa-bisa aku di jadikan kelinci percobaannya dulu sebelum bicara. Jimin Hyung? Apa yang bisa di harapkan dari bantet mesum itu? Intinya cuma Hyung yang ku percaya ...,"


Taehyung menghela nafasnya,


"Coba saja dulu, mungkin ini memang jalan yang dibukakan untukmu supaya bisa meminta maaf pada Hara. Berusahalan untuk mendapatkan maafnya, bisa saja dia trauma karenamu, Key!"


Jungkook menunduk,


"Apa dia mau memaafkanku? Sejak hari itu kami bahkan belum bertemu sama sekali, Hyung."

__ADS_1


"Kita belum tau kalau belum mencobanya. Kau pasti bisa, setidaknya appamu sudah membukakan jalannya untukmu. Sekarang tinggal bagaimana kau memanfaatkan kesempatan ini."


"Baiklah ... semoga saja dia mau memaafkanku!"


***


Keesokan harinya


***


Hara bangun di pagi harinya dengan malas. Entah mengapa, tapi semalaman dia tidak bisa tidur sama sekali. Kegelisahan menghantuinya hingga pagi. Bagaimana dia akan menghadapi hari ini?


Bertemu dengan Jungkook?


Ohhh tidakkk!


Bagaimana nanti jika mereka bertemu kembali? Sikap apa yang harus dia ambil?


"Aaaaaaaa ... bagaimana ini?!" Menendang-nendang ke udara, tiba-tiba terlintas sesuatu yang di ucapkan oleh Yoongi semalam sebelum mereka pergi


(Kalimat Yoongi: "Bersikaplah profesional jika kau memang sangat ingin bekerja. Tidak perduli dimanapun dan siapapun bosmu, kalau kau bisa menyikapinya dengan baik semua akan baik-baik saja. Kau sudah besar, bagaimanapun Key sudah menjadi keluargamu. Kau tak bisa terus-terusan bermusuhan dengannya. Oppa tidak tau apa masalah kalian, tapi setidaknya kalian sudah sama-sama dewasa,")


Ada perasaan kesal juga mendengarnya, kalau saja Yoongi tau alasannnya mungkin dia tak akan bicara seperti itu. Bisa jadi Jungkook sudah di ruangan ICU sekarang! Tapi ada benarnya juga sih, tak selamanya Hara bisa menghindari Jungkook. Terlebih lagi Jungkook adalah satu-satunya keluarga terdekat sang suami. Dia tidak boleh egois kalau memang benar-benar mencintai Jungnam


Hara mendudukan diri di kasur sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri,


"Oke Jeon Hara, profesional! Ayo kita lakukan! Fighting!" gadis itu melesat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelahnya Gadis itu berangkat kekantor. Sesuai perkataan Jungnam, Hara akan diantar oleh Supir dan di kawal beberapa bodyguard.


Hahhh... Apa ada yang seperti dia?


Pegawai kantoran yang diantar dan di kawal


*


IRON


*


"Jangan mengikutiku! Mana boleh kalian masuk ke dalam, yang benar saja. Tidak ada yang akan macam-macam denganku di dalam sana." Hara mencoba menghentikan para pengawal yang ingin tetap mengikutinya


"Tapi ini perintah dari tuan besar, Nyonya kami harus tetap mengawal anda kemanapun."


"Bagaimana aku bisa bekerja kalau kalian mengikutiku terus? Kalau begitu kalian di luar saja aku baik-baik saja, jaeballlll!" ucapnya frustasi


"Tapi Nyonya ...,"


"Sudah ada aku ... aku akan menjaganya. Pergilah, Kalian bisa kembali saat jam pulang kerja nanti!" Jungkook datang menyela di saat yang tepat, para pengawal itu membungkuk singkat pada Jungkook


"Baik, tuan muda." mereka pergi tanpa bantahan lagi

__ADS_1


C_U_T :V


__ADS_2