Step Mom

Step Mom
Episode 8


__ADS_3

Dua hari kemudian


***


Hari ini Jungnam akan pergi ke Thailand untuk mendatangi rapat proyek yang dia investasikan untuk Miran tempo hari. Dia akan berangkat siang karena rapatnya diadakan malam hari. sekarang masih pagi jadi masih ada 2 jam waktu untuknya hingga jam keberangkatan


Hara sedang sibuk mengecek barang bawaan yang akan di bawa Jungnam ke Thailand


"Sayang ... Kau benar-benar tidak mau ikut?" Jungnam yang baru keluar dari kamar mandi langsung duduk di dekat Hara


Hara menjawab tanpa meliriknya,


"Tidak oppa ... Oppa kesana kan untuk bekerja, aku tidak ingin menjadi penghambat."


"Oppa kan tidak bekerja lama sayang, kalau kau mau ikut kita bisa menambah beberapa hari disana sekalian liburan."


Hara menghentikan aktivitasnya dan berbalik ke Jungnam,


"Jika aku ikut kesana, oppa tidak akan fokus bekerja, aku tidak mau itu terjadi. Kita bisa liburan lain waktu oppa, nee?"


Jungnam menghela nafas beratnya, dia tidak bisa memaksa jika memang Hara tidak mau, padahal dia hanya ingin membahagiakan Hara saja dengan mengajaknya liburan. Sepertinya Hara bukan tipe orang yang senang di ajak liburan jarak jauh. Sejauh ini Jungnam belum menemukan apa yang Hara senangi. Hara tak pernah meminta apapun padanya. Itulah salah satu kelebihan Hara, Gadis ini tak banyak menuntut. Dia akan menerima jika menginginkan, tapi juga bisa menolak jika memang tidak mau.


Jungnam membelai lembut pucuk kepala Hara,


"Baiklah kalau tidak mau ... tapi, Jika kau menginginkan sesuatu katakan saja ya sayang, jangan di pendam sendiri, oppa akan mengabulkan apapun keinginanmu."


Hara menatap sendu manik mata Jungnam dan menggenggam jemarinya...


"Aku ... hanya ingin oppa bersamaku untuk waktu yang lama, jangan tinggalkan aku oppa, berjanjilah!"


Jungnam sedikit terkejut dengan ucapan Hara tapi kemudian dia tersenyum, dan membawa Hara ke pelukannya,


"Biarkan oppa membahagiakanmu hingga akhir sayang, oppa hanya ingin memberikan padamu apa yang tak bisa oppa berikan padanya."


Hara membalas pelukan Jungnam lebih erat,


"Aku tidak membutuhkan apa-apa oppa, bersama oppa saja sudah lebih dari cukup untukku, oppa adalah penyelamatku dari kejamnya dunia ini. Gomawo oppa."


"Kau pantas bahagia sayang, jalani hidupmu dengan baik setelah ini, oppa akan selalu berada di sisimu."


***


2 jam setelahnya Jungnam pun berangkat ke bandara. Sekarang Tinggallah Hara sendirian di rumah besar ini, Jungkook sudah 2 hari juga tidak pulang ke rumah, ntah dia kemana. Tapi Jungnam sudah mengatakan padanya kalau Jungkook memang sering seperti ini, bahkan terkadang sampai berhari-hari tidak pulang.Biar bagaimanapun Jungkook sudah besar dan bisa mengurus dirinya sendiri, terserah apa yang mau dia lakukan selama tidak menyusahkan orang lain dan bisa mempertanggung jawabkan tindakannya sendiri.


Ada benar dan baiknya juga jika di pikir, kalau Jungkook tidak ada Hara akan terbebas tanpa harus terus menghindarinya seperti peringatan yang selalu Jungkook berikan padanya. Hara juga sedikit takut jika hanya berdua saja dengan Jungkook di rumah ini, terlebih lagi suaminya sedang tidak ada.


Hara memutuskan untuk bersantai di ruang tamu sambil menonton televisi, rumah ini benar-benar kosong. Pembantu memang bekerja pulang hari, sedangkan pengawal hanya harus terus diluar untuk berjaga. Lalu pekerja yang lainnya sudah di buatkan paviliun tersendiri di sekitar area rumah utama, jadi tidak ada yang keluar masuk atau berkeliaran di dalam rumah selain tuannya.


Saking asiknya menonton, tidak terasa hari sudah mulai gelap, penerangan di dalam penjuru rumah pun sudah meredup karena memang lampu belum di nyalakan.


Acara yang ditonton Hara pun sudah habis, gadis itu melakukan sedikit perenggangan otot dan menyadari sekeliling rumah yang sudah gelap.


"Eohhh ... Sudah malam ya, wahhhh sepertinya televisi itu mengalihkan segalanya." Hara berguman sendiri dan terkekeh kecil, dia bangkit dan mulai menyalakan lampu, televisi dibiarkan tetap menyala karena Hara ingin melanjutkan menonton setelah membersihkan diri.


Dua puluh menit kemudian gadis Lee itu selesai membersihkan diri dan keluar dari kamarnya dengan hanya mengenakan baju daster tidur tipis. Karena sekarang sedang memasuki musim panas maka udara pun menjadi panas dan membuat gerah. Mumpung rumah sedang sepi jadi tidak masalah juga memakai pakaian seperti ini, toh tidak ada yang akan melihat juga jadi tidak masalah, pikir Hara.


Hara berjalan ke dapur, perutnya mulai terasa lapar. Karena hanya sendiri sepertinya tidak perlu memasak, makan ramyeon sepertinya enak, ramyeon + minuman dingin + televisi dan beberap cemilan kecil. Waahhhh ... kombinasi yang pas sekali.


Tanpa berpikir dua kali Hara pun mulai membuat ramyeonnya. Setelah selesai dia kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan aktivitas menontonnya sempat tertunda, tak lupa juga dia membawa sebotol jus dari lemari pendingin dan beberapa cemilan sebagai temannya malam ini.


"Waahhhh ... Apa ini tidak keterlaluan? Aku sudah seperti tuan rumah saja," gumamnya melihat meja ruang tamu yang penuh dengan makanan dan cemilan. Hara lagi-lagi terkekeh karena ulahnya sendiri


Saat dengan asyik menyeruput ramyeonnya, ponsel Hara tiba-tiba berdering. Dia melirik sekilas nama yang tertera di ponselnya lalu mengangkat panggilan itu dengan cepat.


In call

__ADS_1


"Emmm oppa ... Sudah sampai?" panggilan itu ternyata dari sang suami.


"Baru saja Sayang , sedang apa? Sudah makan?"


"Ini lagi makan oppa, aku membuat ramyeon. Nikmat sekali rasanya makan ramyeon sambil menonton televisi."


Jungnam terkekeh mendengar kata-kata Hara,


"Benarkah?"


"Iya oppa ... Lain kali kita lakukan bersama nee?" usulnya


"Boleh ... Sepertinya menyenangkan. Ohh iya, sayang, apa Key belum pulang?"


"Belum ... Tidak ada tanda-tanda kepulangannya," jawab Hara tak acuh, padahal dalam hati terus berdoa supaya pria itu tidak pulang, setidaknya hingga Jungnam kembali dari Thailand.


"Ya sudah kalau begitu sayang, lanjutkan saja ... Oppa hanya ingin tau keadaanmu saja, sebentar lagi oppa akan pergi lagi. Jaga dirimu baik-baik, sayang."


"Nee oppa, hati-hati ya."


End call


Setelah mengakhiri panggilannya gadis itu pun melanjutkan makannya kembali, hingga beberapa suapan. Rasa pedasnya ramyeon mulai terasa, bibirnya terasa membengkak dan hidung pun sudah mulai memproduksi lendir menjijikan nya bagi orang lain. Keringat pun sudah mengalir dari sisi kening. Tapi inilah sensasi nikmat dari makan ramyeon yang tak terkalahkan.


Saat ingin meneguk sisa kuah terakhir, ponselnya kembali berdering, kali ini panggilan Video dari Yoongi, Hara mengurungkan niatnya menikmati kuah terakhir tadi dan memilih mengangkat panggilan Video dari Yoongi terlebih dahulu.


In call


"Nee Yu oppa, sssshhtttt, ada apa?? Shheettt," Hara menjawab panggilan Yoongi sambil sesekali menarik ingusnya dan mendesut kepedasan...


"Kau kenapa sayang? Menangis?" Yoongi terlihat terkejut melihat Expresi Hara saat ini di layar ponselnya


"Anni, shhttt ... Aku sedang makan ramyeon oppa, pedas sekali,"


Yoongi terkekeh geli,


"Isshhh ... Mana ada, untuk apa aku menangis karena hal itu," Hara terlihat kesal


"Siapa tau saja, kau kan gadis cengeng," ledek Yoongi


"Aku tidak cengeng lagi, enak saja!" protesnya


"Masa iya?" Yoongi menaikkan sebelah alisnya.


Hara memutar bola matanya..


" ya sudah kalau tidak percaya ... Kapan oppa kembali?"


"3 hari lagi, kenapa? Rindu?"


"Iya,,, aku kesepian oppa, tidak ada yang bisa ku lakukan, lama-lama bosan juga seperti ini terus," keluh Hara


"Kerja ngeluh, gak kerja juga ngeluh, dasar manusia!"


"Isshhh oppa ... Aku tidak mengeluh!" Hara memautkan bibirnya


"Tidak mengeluh? Lalu tadi itu apa? Kotbah? Sudahhh terima saja kodratmu sebagai Ny besar, nikmati saja!"


"Bicara dengan oppa sama sekali tidak membantu apa-apa, dasar!"


"Lalu oppa harus bagaimana? Yasudah kerja sama oppa saja, mau tidak?"


"Kerja apa? Kalau di suruh mengelap keringat oppa saat bertanding aku tidak mau!"


"Tidak ... Lebih ringan dari itu."

__ADS_1


"Apa?" tanya Hara penasaran


"Nyebokin Min Holly kalau lagi pup :V!" Yoongi terbahak setelah menyelesaikan kalimatnya, membuat Hara berteriak kesal.


"Yaakkkk oppa, tidak sopan sekali sih! Orang lagi makan juga ... kuah terakhirku, hiks!"


Yoongi masih dalam mode tertawa berkepanjangan,


"Yasudah sana lanjutkan, oppa mau latihan dulu. Ingat-ingat Min Holly, sayang. Bye, Saranghae."


End call


Yoongi langsung menutup panggilannya sebelum Hara sempat mengeluarkan ocehannya lagi.


"Ishhhh! Menyebalkan sekali, untung sayang!" gerutunya kesal.Tapi tetap tersenyum setelahnya.


Hara mengibas-ngibaskan wajahnya dengan tangannya sendiri, lalu beralih menggulung rambutnya untuk di sanggul ke atas karena merasa tengkuknya sudah mulai berkeringat


"Aigooo ... Kenapa panas sekali sih?"


gara-gara ucapan Yoongi dia tidak jadi menghabiskan kuah ramyeon terakhirnya. Nafsu makannya sudah hancur. Jarang orang masih bisa makan saat memikirkan clue tentang kotoran!


Iiiiwwww, bukannya masuk, malah keluar lagi!


Hara pun memutuskan menyudahi kegiatannya hari ini, sepertinya mata sudah mulai mengantuk karena perut sudah terisi penuh. Hara mematikan televisi lalu bangkit dan mulai membereskan meja ruang tamu yang berantakan karena ulahnya.


Namun saat akan berbalik kembali ke dapur dia terperanjat karena terkejut akan sesuatu. Ntah sejak kapan pria itu berdiri di antara sekat dapur dan ruang tamu, sepertinya Hara memang tidak akan peka jika sudah terfokus pada 1 hal, sampai-sampai dia tidak tau pria itu pulang kapan, bahkan dia tidak tau saat pria itu lewat di belakangnya.


"Kkamcagiyaaaa! (Terperanjat) Jung ... Kook! S-sejak kapan kau disana? Kapan kau pulang?" tanyanya terbatah


Jungkook menaikkan sudut bibirnya lalu mendekat ke arah sofa dengan santainya,


"Sudah cukup lama hingga aku melihat semua aktivitasmu."


Hara mendengkus, memang kebodohannya sendiri karena tidak peka, ada yang masuk pun sampai tidak tau.


Tidak lagi ingin melanjutkan obrolannya dengan Jungkook, Hara pun pergi ke dapur dengan acuh tanpa bicara apapun lagi.


Dia masih tidak menyadari kondisi dirinya saat ini yang hanya mengenakan daster tipis pendek dan memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya.


Tentunya Jungkook tidak membiarkan pemandangan indah ini lepas dari pandangannya, dia mengikuti Hara hingga ke dapur.


Hara kembali terkejut saat mendapati Jungkook sudah ada di belakangnya, pria ini seperti hantu saja.


"Yaakkkk! Kenapa kau senang sekali muncul tiba-tiba tanpa suara?" Hara spontan berteriak dan mengomel


"Aku juga sudah memperingatkanmu untuk tidak muncul di hadapanku." Jungkook mulai memperhatikan setiap lekuk tubuh Hara dari atas ke bawah


"Aku tidak muncul di hadapanmu, kau saja yang terus me-ngi-ku-ti-ku!" suaranya melemah saat menyadari tatapan aneh Jungkook padanya, Dia juga menyadari telah melakukan kesalahan besar dengan memakai pakaian ini.


"Asshhhh, sial!" batinnya


Hara memundurkan langkahnya, dia harus segera pergi dari dapur ini jika ingin selamat, sepertinya Jungkook tidak main-main dengan ucapannya kali ini.


Jungkook mulai maju sedikit demi sedikit mengikuti gerakan gadis itu. Hara yakin dia bisa meloloskan diri jika berhasil melewati pantri, itupun kalau Jungkook tidak lebih gesit darinya.


Dia harus memancing Jungkook memutari pantri untuk membuka jalan. Benar saja, ternyata Jungkook mengikuti nya, saat Jungkook sudah berada di belakang pantri yang berlawanan dengan sekat dapur dan ruang tamu, Hara langsung mengambil kesempatan itu untuk berlari.


Namun


Grep!!!!


Jungkook sudah terlebih dahulu menangkapnya sebelum Hara berhasil melewati lorong pembatas itu. Pria Jeon itu pun langsung meraptkan tubuh Hara padanya.


"Kau ... Sudah mengabaikan peringatanku, Lee Hara!"

__ADS_1


Dia mengeluarkan suara lirih beratnya tepat di samping telinga Hara.


C_U_T :V


__ADS_2