Step Mom

Step Mom
episode 5


__ADS_3

Pagi harinya Hara terbangun dengan bugar kembali, tubuhnya menjadi lebih rilex.


Tidak terjadi apa-apa semalam antara Jungnam dengan Hara... Hara membuka matanya, dia menoleh ke samping, kasur di sebelahnya kosong, sepertinya Jungnam tidak tidur di kamar ini lagi semalam...


Hara bangkit dari tempat tidur dan beranjak ke kamar mandi, setelah 20 menit dia selesai, Hara keluar dari kamar dengan wajah polosnya, tanpa polesan apapun.


Hara memang tipe gadis yang tak suka berdandan,dia lebih suka natural apa adanya, karena pada dasarnya wajah itu sudah cantik alami...


Tempat tujuan awal Hara setelah keluar dari kamarnya adalah kamar utama, dia yakin pasti Jungnam tidur disana... Dia harus membangunkan sang suami...


Karena masih sangat pagi, belum ada yang bangun, Hara masuk ke kamar utama tanpa menimbulkan suara,


Ternyata benar, Jungnam tidur dikamar itu...


"Oppa... Bangunlah," Hara menepuk pelan lengan Jungnam


Jungnam langsung membuka matanya,


"Eoh... Sudah pagi ya?" menjawab dengan suara beratnya


"Iya oppa... Tapi masih sangat pagi, pindahlah ke kamar kita dulu nanti ada yang lihat,"


"Ahh... Iya," Jungnam segera bangkit dan berpindah tempat, dia kembali tidur tapi dikamar yang berbeda karena masih terlalu pagi...


Sedangkan Hara langsung pergi kedapur dan bersiap menyiapkan sarapan. Ini adalah hari pertamanya menjadi istri Jungnam dan ibu Jungkook, dia ingin menyiapkan yang terbaik untuk mereka...


pembantu di rumah ini biasanya akan datang tepat pukul 6 pagi, karena masih pukul setengah 6 jadi masih sepi, Hara dengan leluarsa bisa menggunakan dapur sesuka hatinya, dia memang hoby memasak sejak remaja, sebuah keharusan untuknya bisa memasak di usia belianya...


30 menit kemudian 2 pembantu yang bekerja di rumah itu datang bersamaan, mereka terkejut melihat Hara yang sibuk di dapur...


"N..nyonya...!" Sapa salah satu di antaranya


"Eohhh... Selamat pagi, kalian sudah datang?" Hara menyambut para pembantu itu dengan senyuman hangatnya


"Kenapa jadi anda yang memasak? Ini tugas kami,, biarkan kami yang menyelesaikannya nyonya,"


"Tak apa... Aku sudah biasa melakukan ini, aku hanya ingin melayani suamiku dengan baik, kalian bisa mengerjakan yang lainnya, aku akan menyelesaikan ini sendiri," jawabnya lembut


Para pembantu itu menatap Hara tak percaya,


Mereka sempat mengira rumor yang beredar tentang Jungnam berselingkuh itu benar adanya, dan mereka percaya jika Hara adalah selingkuhan Jungnam. tetapi jika melihat Hara sekarang sepertinya tidak mungkin jika gadis ini adalah selingkuhan majikannya, dia terlalu baik sebagai seorang selingkuhan. Biasanya selingkuhan orang kaya itu pasti wanita matrealistis dan arogan. Tapi Hara terlihat sopan dan lembut...


1 jam berlalu, akhirnya Hara selesai dengan urusan dapurnya, dia memasak banyak sekali makanan...


Setelah selesai menata makanan di atas meja makan, Hara beranjak menuju ke kamarnya, dia ingin membangunkan suaminya yang mungkin masih tertidur...


Tapi belum sampai di pintu kamar, Jungnam telah keluar lebih dulu, pria itu sudah rapi... Hanya tinggal dasi saja yang belum terpasang...


"Oppa sudah siap? Pagi sekali? Kupikir masih tidur...," Hara menghampirinya


"Tadi ada telfon dari kantor, ada masalah disana..." jawabnya sambil menyerahkan dasi pada Hara


Hara segera meraih dasi dari Jungnam dan memakaikan dasi itu pada sang suami,


"Sarapanlah dulu... Aku sudah memasak untuk oppa,"


"Kau yang memasak?" Jungnam sedikit terkejut


"Nee...," Tersenyum, dia merapikan dasi dan jas suaminya


"Apa Key sudah bangun?"


"Belum terlihat... Biar ku panggilkan, Oppa pergilah dulu ke ruang makan,"

__ADS_1


"Iya... Kalau diketuk pintunya dia tidak menjawab, langsung masuk saja," Hara mengangguk tanda mengerti,


Jungnam pergi ke ruang makan, dan Hara menuju ke kamar Jungkook...


Dia mengetuk pintu kamar Jungkook beberapa kali, tetapi sama sekali tidak mendapat jawaban, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Jungkook...


Terlihat Jungkook masih tidur meringkuk di balik selimutnya, hanya kepala saja yang kelihatan...Hara mendekat perlahan padanya...


"Jungkook ssi... Jungkook-ah...," panggilnya pelan dengan jarak yang agak jauh, Jungkook tak bergerak sedikitpun, sepulas itukah tidurnya?


"Jung... Bangunlah, sudah pagi..." kali ini Hara memberanikan diri untuk menyentuh Jungkook dari balik selimutnya


Jungkook hanya menggeliat kecil sebagai respon,


"Ternyata susah juga membangunkannya," batin Hara


"Key... Bangun!" Hara memanggil Nama itu tepat di telinganya,


Jungkook langsung membuka matanya seketika,


Dia membuka selimutnya dan menarik Hara hingga jatuh di atas tubuhnya, Hara tersentak kaget saat mendarat di dada Jungkook, matanya membulat sempurna dia merasakan kulit tangannya bersentuhan langsung dengan kulit dada Jungkook, ternyata pria muda Jeon itu tidak mengenakan baju saat tidur.


"Jung..., apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Jungkook menahan Hara yang masih berada di atas tubuhnya dengan satu tangan... Hara mencoba bangkit, tapi tertahan karena kalah tenaga dengan pria itu.


"Kau mau merangsangku pagi-pagi begini?" Ucapnya dengan suara berat


"Apa maksudmu? Lepaskan aku Jung..., kau tidak pantas melakukan ini padaku, aku ini ibumu," Hara masih memberontak


Jungkook membalikkan posisi mereka, sekarang Hara berada di bawahnya, Dia menangkup pipi Hara dengan satu tangan dan menjepitnya kasar.


"Aku sudah katakan padamu, kau tak akan pernah menjadi ibuku..., jika ingin hidup dengan damai di rumah ini, usahakan jangan bertemu denganku, atau kau akan tau akibatnya,"


Jungkook melempar kasar wajah Hara kesamping, lalu setelah itu dia bangkit dan masuk ke kamar mandi dengan acuh seperti tak pernah terjadi apapun.


Dia keluar dari kamar itu dan menghampiri suaminya di meja makan,Melihat istrinya menghampiri, Jungnam buka suara...


"Bagaimana? Dia sudah bangun?"


Hara tersenyum dan menganggukkan kepala,


"Sudah oppa... Dia sangat sulit di bangunkan," Hara duduk di sebelh Jungnam dan mengambil sarapannya


Jungnam terkekeh,


"Benarkah? Mungkin dia sengaja ingin menyusahkanmu, Key itu bukan tipe orang yang sulit untuk di bangunkan... Dia sama sepertiku, akan langsung bangun jika di panggil,"


Hara terdiam mendengar pernyataan dari Jungnam,


"Jadi dia sengaja ya?" Batin Hara


Beberapa menit kemudian


.


.


"Sayang..., oppa pergi dulu ya," Setelah selesai dengan sarapannya Jungnam pun bangkit dan bersiap-siap akan pergi ke kantor,


Hara menghentikan makannya dan ikut bangkit dari duduknya, dia berdiri di hadapan Jungnam dan sedikit merapikan dasi suaminya itu,


"Hati-hati oppa...,"


Jungnam mengelus pipi sang istri lembut,

__ADS_1


"Kalau mau keluar suruh supir saja yang antar, jika butuh sesuatu hubungi oppa ya," Hara menganggukkan kepala patuh, kemudian Jungnam mendaratkan kecupan singkat di kening Hara, membuat sang gadis tersenyum.


sepertinya Hara benar-benar telah menyukai pria dewasa ini... Tidak masalah bukan jika dia menyukai suaminya sendiri? Sah-sah saja... Jungnam dapat membuat Hara Jatuh cinta dalam sekejap, perlakuannya yang manis pada Hara membuat hati gadis itu menjadi hangat, tak pernah ada yang memperlakukannya seperti ini selain Yoongi dan almarhum suaminya dulu, itupun sudah sangat lama... Ntah bagaimana perasaan Jungnam padanya, tapi Hara tidak terlalu memperdulikannya, toh Jungnam memperlakukannya dengan baik jadi bagaimanapun perasaan Jungnam padanya sama sekali tidak masalah untuk Hara, itu pikirannya saat ini.


Hara nampak sangat bahagia pagi ini...


Tapi ... Lain halnya dengan Jungkook, dia tak sengaja melihat pemandangan itu saat tiba di ruang makan. Jungkook melemparkan tatapan jijik dan tidak sukanya, sepertinya bukan kepada Hara tatapan itu tertuju, tapi kepada sang ayah. Bisa-bisanya pria tua itu bermesraan dengan istrinya dan membina rumah tangga yang tentram dan bahagia di saat suasana rumah masih memasuki fase berkabung...


Jika seperti ini jangan salahkan Jungkook jika Hara terkena imbas kebencian dirinya pada Jungnam, lagipula pikiran Jungkook tentang Hara belum berubah, gadis itu masih dia anggap sebagai benalu yang hadir di antara ayah dan ibunya sebelum sang ibu meninggal. Jungkook sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Hara... Bagaimana cerita gadis itu bisa menikah dengan ayahnya, bagaimana gadis itu di masa lalu, Jungkook tak pernah tau akan hal itu.


.


.


Jungnam berjalan menuju ruang tengah diiringi Hara, gadis itu hanya ingin menghantarkan suaminya hingga depan pintu, mereka berpas-pasan dengan Jungkook yang sedang berdiri di perbatasan ruangan, ntah sejak kapan dia di situ, sepertinya cukup lama hingga dia melihat semua adegan kemesraan sang ayah dan istri barunya itu...


Jungnam menatap Jungkook, sedangkan Jungkook langsung membuang mukanya saat bertemu pandang dengan sang ayah, dia benar-benar marah pada ayahnya. Dengan acuh Jungkook berjalan menuju ke meja makan.


Jungnam hanya mendesah ringan saat putranya berjalan melaluinya begitu saja. Hara mengelus punggung suaminya dengan lembut, dia memandang suaminya dengan tatapa khawatir... Pria itu menatap sang istri lalu tersenyum, seakan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, Hara pun membalas senyuman itu, lalu mereka meneruskan perjalanan hingga keluar...


Setelah memastikan mobil yang dikendarai suaminya tak terlihat lagi, Hara kembali masuk ke dalam. Dia ingin meneruskan makannya yang tertunda.


Dia mendudukan dirinya kembali, berhadapan dengan Jungkook yang duduk di depannya... Jungkook memakan sarapannya seperti biasa, tetapi matanya tak lepas dari Hara sedari gadis itu duduk kembali tadi...


Awalnya Hara mengacuhkan tatapan Jungkook padanya, tapi lama-lama risih juga di tatap seperti itu. Dia memutuskan menyudahi makannya tanpa melihat Jungkook sama sekali..


saat dia berdiri Jungkook bersuara...


"Duduk!!" Jungkook memerintahkannya kembali duduk.


Sontak Hara menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung,


"Aku sudah selesai..."


"Ku bilang duduk...!" Kali ini nada suara Jungkook sedikit meninggi


Hara mengalah, Dia kembali duduk dan mengalihkan pandangannya dari jungkook, mungkin pria itu hanya ingin ditemani saat makan.


Tapi lagi-lagi Jungkook terus menatapnya, karena tidak tahan akhirnya dia buka suara dan membalas tatapan Jungkook...


"Kenapa kau terus menatapku? Jika ada yang ingin dibicarakan, katakan saja! Jangan seperti ini!"


Jungkook meletakkan sendoknya dan menegakkan tubuhnya, dia melipat tangannya di dada dan menatap tajam Hara,


"Sejak kapan kau berhubungan dengan appaku? Sepertinya kau sudah lama merencanakan semua ini!"


Hara mengerutkan alisnya,


"Apa maksudmu jung? Aku sama sekali tidak mengerti,"


Jungkook tetawa sinis,


"Cihhh... Semua pelakor memang sepertimu, pura-pura sok suci tapi aslinya menjijikan!" Hinaan itu terlontar dengan indah dari mulut Pria Jeon itu.


Hara langsung berdiri dari tempatnya dengan kasar,


"Kau gila!" Dia beranjak pergi ke dapur membawa bekas piring kotornya dan sang suami tadi...


Ternyata Jungkook mengikutinya pergi ke dapur, baru akan menyalakan air untuk mencuci piring, tubuhnya di balik dengan kasar, Jungkook menghempas tubuh Hara dan menghimpitnya di antara dinding lemari pendingin,


Jungkook kembali mencengkram rahang Hara dengan kasar,


"Sudah ku peringatkan padamu, hindari aku sebisamu jika ingin hidup tenang di rumah ini, aku tak akan membiarkanmu senang jika kau masih terlihat oleh mataku...,"

__ADS_1


Cut!!!!


__ADS_2