
"Dia saja tidak sopan, kenapa aku harus sopan? (Ketus Jungkook menjawab ocehan sang ayah, lalu beralih pandang ke Miran) tidak dapat anaknya, ayahnya pun boleh? Begitu ya?" serkas Jungkook blakblakan dan menaikan sudut bibirnya
Wanita itu melayangkan tatapan tajamnya pada pria muda Jeon, ingin sekali rasanya dia menampar pria kurang ajar itu
Merasa situasi ini tidak baik, Jungnam akhirnya bertindak.
"Nona Oh, sepertinya kita sudahi disini saja pembicaraan hari ini aku lupa kalau sudah membuat janji dengan putraku."
Miran mengalihkan pandangannya ke Jungnam dan melemparkan senyum manisnya, dia merasa kalau Jungnam menyelamatkannya dari situasi panas ini. Kehadiran Jungkook saat ini membuat ketertarikan Miran padanya luntur seketika, tetapi malah memperkuat alasan Wanita itu ingin mendapatkan Jungnam
"Baiklah kalau begitu, saya permisi pulang dulu ya, Tuan Jeon ... dan jas anda boleh saya pinjam? Nanti akan saya kembalikan secepatnya." Miran bangkit dari duduknya dan menggapi tas di samping kursi dengan gerakan exotis yang di buat-buat di hadapan Jungnam
Pria Jeon itu tersenyum tipis dan mengangguk sebagai jawaban tanpa melontarkan kata lainnya, sedangkan pria satunya malah semakin geli dengan wanita itu.
Apa dia memang wanita penggoda?
Sepertinya memang iya, mengingat bagaimana Miran sering mengajaknya bermain mungkin kata jalang memang lebih tepat untuk wanita itu
Oh Miran berlalu begitu saja tanpa melihat Jungkook lagi, dia menjadi muak dengan pria itu. Mungkin memang yang dewasa jauh lebih baik. Kalau bisa mendapatkan ayahnya, anaknya bukan sebuah halangan
Setelah Miran menghilang di balik pintu, Jungnam bangkit dari duduknya kembali ke meja kerjanya Jungkook masih mantap di tempatnya
"Mau apa wanita itu kemari?" Jungkook kembali mengulang pertanyaan itu untuk yang kedua kalinya dengan nada tidak suka
"Dia hanya rekan kerja, aku berinvestasi pada proyeknya hanya kerja sama biasa," jawab Jungnam sekenanya sambil mendudukan diri pada kursi kebangsaannya
"Jangan terlalu dekat dengannya, wanita itu racun! Jangan sampai kau tergoda ingat istri barumu, pak tua," ejek Jungkook seraya terkekeh
Jungnam mendengus,
"Kau pikir aku pria macam apa? Walau begini-begini aku masih bisa membedakan barang bagus dan yang murahan, kau tenang saja anak muda."
Jungkook terdiam, semakin hari sifat Jungnam semakin berubah. Biasanya Jungnam hanya akan datar dan dingin saja dengannya, tapi sejak menikah dengan Hara pria ini menjadi sering bercanda dan lebih hangat
Apa memang inilah sifat aslinya, atau Jungnam memang berubah karena Hara?
Hal ini membuat Jungkook kembali merasa bersalah, dia berpikir kalau sang ayah benar-benar mencintai Hara karena wanita itu mampu mencairkan sifat pria tua ini
Beberapa menit kemudian pria muda itu tersadar dari lamunannya, dan kembali ke tujuan awalnya datang
"Appa memanggilku untuk apa?"
Jungnam menegakkan posisi duduknya dan memulai pembicaraan serius,
"Pekerjakan Hara di perusahaanmu ...,"
Jungkook membulatkan matanya,
"M-mwooo? S-siapa?"
__ADS_1
"Hara, pekerjakan dia di IRON. Dia terus merengek meminta bekerja, aku tidak mungkin mempekerjakannya disini. Kau tau sendiri disini tidak ada karyawan wanita. Apa jadinya dia kalau aku sedang tidak di kantor, cecunguk yang bekerja disini semua brengsek. Habislah istriku nanti jadi santapan anjing liar seperti mereka," tuturnya panjang lebar
Mendengar kata anjing liar, Jungkook kembali terdiam. Dia merasa seperti salah satu dari anjing-anjing itu, karena memang tergiur dengan tubuh Hara dan bahkan sudah merasakannya sendiri
Melihat putranya bengong, Jungnam kembali bertanya,
"Bisa tidak? Masa perusahaan game besar tidak punya lowongan? Kalau kau tidak mau menggajinya biar aku saja yang menggaji, kau cukup memberikan pekerjaan yang ringan saja untuknya. Asalkan dia senang dan tidak kesulitan, bagaimana?"
Jungkook merendahkan suaranya,
"Memangnya dia mau? Dia sudah setuju?"
"Dia pasti mau, aku sudah mengancamnya kalau dia menolak pekerjaan dariku tak akan kubiarkan dia bekerja seumur hidupnya. Dia tak akan kekurangan uang walaupun hanya di rumah saja!"
"Bagaimana kalau dia tetap menolak?"
"Apa alasannya menolak? Apa kalian punya masalah? Apa kau masih membencinya? Kalau mau benci, benci aku saja. Hara tidak salah apapun padamu, aku yang mengambilnya dari desa dan menikahinya. Dari pada dia jatuh ke tangan rentenir lain lebih baik dia bersamaku, percayalah dia gadis baik-baik lama kelamaan kau akan bisa merimanya."
Jungkook berpikir sejenak, ini bukan tentang dirinya, tapi tentang Hara. Bagaimana bisa gadis itu mau bekerja dengannya, sedangkan bertemu dengan Jungkook pun dia tak mau lagi sampai-sampai pindah tempat tinggal.
Bukankah itu sebuah bukti kalau Hara memang benar-benar membencinya?
"Baiklah, aku akan mencoba menerimanya. Untuk masalah di ditempatkan dimana aku belum bisa menentukannya." akhirnya Jungkook pasrah, mungkin dengan begini, dia bisa punya kesempatan untuk minta maaf. Setidaknya kalau Hara memang betah.
Jungnam tersenyum,
"Bagus! Usahakan jangan tempatkan dia jauh darimu, aku ingin kau sendiri yang menjaganya."
"Ini permohonan atau pemaksaan sih? Kenapa seperti aku yang bekerja dengannya? Sampai harus menjaga, memangnya aku beby sister? aigoooo!"
"Jangan banyak protes, kalau kau tidak mau menempatkan dia di perusahaanmu. Kau saja yang pindah ke JNK, tugasnya tetap sama jangan jauh-jauh darinya!"
"Haishhhh, apa bedanya? Lebih baik di perusahaanku sendiri lah, dari pada pindah ke sarang monster itu, maaf saja, pak tua aku tidak tertarik!"
Jungnam tertawa remeh,
"Kau belum mencobanya bocah, kalau kau sudah terjun ke bisnis ini aku yakin kau juga akan mencintai JNK sama sepertiku. Tidak usah munafik bodoh! Kau bisa sebesar ini memangnya dari mana? Kau pikir dari lahir bisa langsung besar?"
Jungkook berdecak,
"Terus saja di ungkit, tunggu sampai kau keriput dan tidak bisa bekerja lagi nanti! Akan ku tenggelamkan JNK dengan tanganku sendiri!"
"Kita lihat nanti, sampai saat itu tiba. Aku yakin kau sudah berubah pikiran, otak bodohmu itu belum bisa dipergunakan dengan baik untuk saat ini jadi jangan terlalu banyak bicara!"
"Yaaa, pak tua ... kenapa semakin hari mulutmu semakin banyak mengeluarkan kata, eoh?" dumel Jungkook
Jungnam terkekeh,
"Benarkah? Katakan padaku, kau lebih suka aku yang seperti ini atau aku yang dulu?"
__ADS_1
"Tak ada beda, kau tetaplah dirimu! Sudahlah ... aku mau kembali ke IRON saja. Ada yang harus ku kerjakan." Jungkook berdiri dan merapikan jasnya
"Jawab dulu pertanyaanku tadi," ucapnya sedikit memaksa
Jungkook memilih mengabaikan pertanyaan sang ayah,
"Bilang padanya(Hara), kapanpun dia siap bisa langsung bekerja."
Jungnam mendengus saat Jungkook mengabaikan pertanyaannya,
"Baiklah ... aku akan tanya nanti."
"Aku pergi dulu!" Jungkook berjalan menuju pintu, namun sempat terhenti sejenak saat mendengar kata terakhir dari sang ayah sebelum dia benar-benar keluar
"Key ... walaupun kau tidak bisa menerima Hara sebagai ibumu atau istriku, setidaknya jadikan dia sebagai temanmu. Kuharap kau bisa menjaganya juga nanti," tutur Jungnam sebelum Jungkook benar-benar keluar dari ruangannya
Pria muda Jeon itu berbalik, dan sedikit menarik senyuman di bibirnya tanpa ada kata yang di keluarkan lalu benar-benar menghilang di balik pintu
***
Skip malam
***
Ting
Tong
Suara bell apartment Hara berbunyi, menandakan ada tamu yang datang. Tentunya gadis itu tau siapa yang akan bertamu, dengan girangnya dia membuka pintu dan menyambut tamunya
"Opppaaaaa ...," gadis itu langsung berhamburan ke dalam pelukan sang kakak
"Uhhh ... apa ini? Kau mau membunuh oppamu dengan pelukan se'erat ini?" Yoongi tersenyum menyambut tubrukan tubuh adik kecilnya itu
"Ahhh, aku senang sekali oppa benar-benar datang, aku jadi tidak kesepian malam ini." masih di dalam dekapan Yoongi
"Memangnya suamimu tidak datang?" mengelus pucuk kepala Hara
"Tidak, hari ini dia sibuk." Hara menyebikkan bibirnya membuat gemas Yoongi dan memeluk tubuh kecil adiknya semakin erat
"manja sekali adikku ini ...," kekehnya
"Hyung, kakiku pegal berdiri terus!" suara itu membuyarkan seketika moment kakak-beradik itu
Hara menyelipkan wajahnya di sela pinggang dan lengan Yoongi untuk melihat orang yang bersuara tadi
"Annyeong Rora-ya...," sapa orang itu dengan ramah
"Eohhh...,"
__ADS_1
C_U_T :V