Story Of Season : Winter

Story Of Season : Winter
Chapter 8


__ADS_3

Selesai bersiap, Delphy menunggu di depan gerbang Istana bersama beberapa prajurit yang ikut mengawal di Kerajaan Ash-Shaif.


Delphy memakai penutup matanya, ia selalu menutup mata kanannya yang memiliki warna abu abu saat diluar Kerajaan Whittaker. Delphy tidak ingin ia menjadi pusat perhatian di Kerajaan Ash-Shaif. Warna rambutnya yang seputih salju saja sudah cukup membuatnya terlihat mencolok.


Perjalanan menuju Kerajaan Ash-Shaif memerlukan waktu satu bulan. Crystal akan menggunakan kereta kuda seperti Raja dan Ratu. Delphy mengawal kereta kuda Crystal bersama Scarlet.  Sedangkan para pangeran terkecuali Bach tidak ikut serta pada makan malam kali ini. Pekerjaan yang menumpuk menjadi alasannya. Blaze sendiri lebih memilih menunggangi kudanya dibandingkan menaiki kereta kuda.


Setelah cukup lama menunggu, Raja dan Ratu datang diikuti Crystal dan Blaze beserta pelayan pribadi mereka.


Delphy membuka pintu kereta kuda untuk Crystal, kemudian naik ke atas kudanya. Raja dan Ratu berada di kereta kuda yang berbeda untuk mengurangi resiko jika hal buruk terjadi.


Blaze yang sudah naik ke atas kudanya mendekat pada Delphy, "Bisa anda menjaga saya juga, Tuan Pengawal?" Ujar Blaze dengan nada mengejek.


"Teruslah menggangguku dan aku akan menendangmu jatuh dari kuda." Delphy membalas dengan setengah berbisik.


Rombongan Kerajaan mulai melewati rumah rumah penduduk. Pusat perhatian menuju pada mereka, pemimpin rombongan membuka jalan yang dipadati penduduk, para penduduk menyingkir, menjeda kegiatan, memberikan jalan kepada rombongan kerajaan kemudian membungkuk sebagai tanda hormat sampai rombongan kerajaan sudah tidak terlihat.


Di dalam kereta kuda, Crystal menatap keluar jendela memperhatikan jalan. Tatapannya sendu, ia sama sekali tidak bersemangat saat ini.  Hingga netranya tertuju pada saudari kembarnya, terlihat gagah di atas kuda putih yang senada dengan warna rambut sang penunggang, ia juga terlihat elegan, Crystal iri.


Jika diperbolehkan, Crystal ingin bertukar takdir dengan Delphy. Crystal ingin merasakan bagaimana hidup lebih bebas, dapat memutuskan apapun yang ia mau, bisa berpergian kemana saja dan bisa melakukan apapun yang ia mau. Sejak dulu, hanya Crystal yang tidak bisa melakukan apapun berdasarkan keinginannya. Kakak laki lakinya bahkan masih bisa merasakan kebebasan, mereka bahkan bisa mengutarakan isi pikirannya sendiri.


Sampai saat ini Cyrstal tidak tau kenapa ia yang harus menjadi Putri Mahkota, kenapa bukan kakaknya yang lahir lebih dulu hingga akhir akhir ini Crystal menyalahkan Delphy yang ingin melepaskan tanggung jawabnya. Dulu, Crystal merasa sangat senang menjadi Putri Mahkota, ia merasa hidupnya lebih beruntung dibanding saudari kembarnya yang harus latihan mati matian untuk melindunginya, ia merasa hidupnya lebih beruntung dibanding Delphy yang kebenarannya harus disembunyikan agar tidak terjadi kericuhan di kalangan penduduk, hanya sebatas itu yang Crystal tau-


***

__ADS_1


Ulang Tahun ke-5 Putri Kerajaan


Untuk pertama kalinya, ulang tahun kedua putri kerajaan diadakan pesta sebagai perayaan sekaligus mengenalkan sosok masa depan kerajaan kepada penduduk. Sudah menjadi peraturan kerajaan sejak dulu agar keluarga kerajaan tidak menunjukkan wajahnya kepada penduduk sampai usia lima tahun. Untuk pertama kalinya juga Delphy diberitau kebenaran tentang dirinya, tanpa sepengetahuan Crystal. Saat itu Delphy tidak tau jika keberadaannya sama sekali tidak diketahui penduduk, dimana penduduk hanya mengetahui nama Crystal.


Lilian baru saja selesai menata rambut Delphy, saat itu rambutnya terlihat panjang dan indah, Lilian sangat suka memegang rambut Delphy yang terasa halus ditangannya, rambutnya juga lebat dan sedikit bergelombang.


Pintu Kamar Delphy terbuka, Raja dan Ratu masuk bersamaan, Lilian membungkuk hormat kemudian menyingkir. Delphy menghampiri kedua orang tuanya dengan senyum merekah, gaun yang ia kenakan mengembang saat berdiri.


"Ayah, Ibu, bukankah aku terlihat cantik? Apakah Crystal juga mengenakan gaun yang sama sepertiku?" Delphy memutar tubuhnya memperlihatkan gaun biru langit yang ia kenakan.


Raja Whittaker berlutut, menyamakan tingginya dengan putri pertamanya. "Delphy, apapun yang ayah katakan nanti, kamu harus selalu tetap ingat jika ayah dan ibumu sangat menyayangimu lebih dari apapun, karena kamu adalah penantian yang selalu kami tunggu, apakah kamu paham?"


Meski Delphy belum sepenuhnya mengerti, ia mengangguk.


"Kenapa? Dari buku yang kubaca, anak pertama dari Raja dan Permaisuri akan menjadi pewaris tahta, bahkan kakak kakak ku tidak bisa menjadi pewaris tahta karena mereka putra dari seorang selir." Raja Whittaker melupakan hal itu, Delphy anak yang cerdas, ia sudah membaca banyak buku tentang kerajaan.


Raja Whittaker tidak tau bagaimana menjelaskan semuanya kepada Delphy yang masih berusia lima tahun saat itu, hingga Ratu mendekat. "Karena penampilanmu, para penduduk akan berpikir kamu bukan manusia biasa, kamu pembawa bencana, ayahmu dan ibu tidak punya pilihan lain."


Delphy terdiam mencoba memahami setiap kalimat yang diucapkan Ratu. Ia tau, penampilannya berbeda dari yang lain, bahkan dulu ia bertanya kepada semua anggota kerajaan bahkan Lilian, namun mereka hanya menjawab karena dirinya spesial.


Ratu melanjutkan perkataannya, "sejak kelahiranmu, kami hanya mengumumkan kelahiran Crystal. Kami akan selalu menyembunyikan kebenaranmu, termasuk hari ini"


"Lalu bagaimana dengan ulang tahunku hari ini? Apa aku tidak bisa hadir? Apa aku harus pergi dari Istana agar tidak ada penduduk yang mengetahui jika aku keluarga kerajaan? Apa yang harus kulakukan untuk kerajaan?" Delphy berucap dengan panik, ia tidak menyangka jika kelahirannya menjadi pembawa bencana, ia menyayangi kerajaan ini lebih dari apapun, ia sudah berjanji akan melindungi kerajaan ini sejak ia mulai membaca buku tentang kerajaan.

__ADS_1


Raja memegang pundak Delphy, "Tidak, kamu tidak harus pergi dari Istana, kamu akan selalu berada di Istana, karena ini rumahmu." Raja menatap lekat pada netra Delphy, "Kamu akan ayah perkenalkan sebagai pengawal pribadi Crystal, dengan begitu kamu akan melindungi kerajaan ini dan bukan sebagai pembawa bencana bagi kerajaan."


Delphy menjadi lebih tenang, "Apa aku tidak bisa memanggil kalian dengan ayah dan ibu?" Dengan tatap sendu, Delphy menatap Raja Whittaker dan Ratu.


Raja menggeleng cepat, "Kamu bisa memanggil kami ayah dan ibu saat tidak ada orang lain selain kita dan juga Lilian, pelayan setiamu."


Tanpa mengetahui bagaimana kedepannya, Delphy mengangguk paham. Tidak pernah sedikit pun terpikirkan jika hatinya akan terasa sakit, tidak diperkenalkan sebagai anggota keluarga kerajaan.


Selesai berbicara dengan Delphy, Ratu meminta Lilian untuk memotong rambut Delphy, mendandaninya seperti anak laki laki. Meski cukup terkejut, Lilian hanya bisa melakukan perintah Ratu.


Sebelum meninggalkan kamar Delphy, Raja memeluk Delphy kemudian berucap, "Selamat ulang tahun putri kesayanganku."


"Terima kasih ayah."


"Tunggu apalagi Lilian, ayo potong rambutku." Delphy sudah berada di meja riasnya menghadap cermin.


Lilian mendekat, ia tau hari ini akan tiba, hari dimana Delphy mengetahui segalanya karena Lilian salah satu dokter muda yang menangani kelahiran Delphy saat itu.


Mengambil sebuah gunting dan sisir, Lilian mulai memotong rambut panjang Delphy, ia akan rindu menata rambut panjang tuannya.


"Lilian, aku akan melakukan apapun untuk kerajaan ini, karena di buku tertulis, keluarga kerajaan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerajaan dan penduduknya, karena itu jika takdirku sebagai pembawa bencana bisa diubah jika aku menjadi pengawal pribadi Crystal itu bukan masalah besar." Delphy berceloteh selagi Lilian fokus memotong rambutnya.


Hanya sebuah senyuman yang diberikan Lilian, ia merasa kagum dengan besarnya rasa cinta yang diberikan Delphy kepada kerajaan whittaker.

__ADS_1


***


Ntah perasaan darimana sesaat Crystal ingin sekali menyalahkan Delphy, memakinya secara langsung kemudian mengatakan isi hatinya. Ia takut, ia ingin kembali ke masa dulu dimana mereka masih kanak kanak.


__ADS_2