
sang mami menoleh sinis dan berucap.
"Bisa pacaran setelah nikah,,, pacaran halal itu lebih enak,,, percaya deh...dan gak ada penolakan,,,,kalo kamu nolak terpaksa mami gak restuin kamu berhubungan dengan kekasih mu ini, karena mami punya calon yang tentunya lebih baik dari dia"ucap Ratih sarkas di buat buat.
"Sana ganti baju....kita akan ngobrol sambil tunggu makan makan malam dan menunggu anggota keluarga lainnya,biar dia mengenal keluarga kita...
Dan mami mau bicara empat mata dengan gadis ini,sana masuk kamar"ucap Ratih dengan nada tegas tak terbantahkan, Prabu beedecak kesal memandang sang mami dan berlalu menuju kamar nya dia khawatir Disa akan memjadi sasaran bully orang tuanya,tapi Disa meyakinkan dengan mengangguk kan kepala nya memandang Prabu.
Setelah Prabu menghilang di balik pintu kamar nya yang berada di lantai dua, Ratih seperti pencu yang takut tertangkap dan mendekati Disa dengan raut wajah sulit di artikan.
"Sekarang apa ada yang mau kamu jelasin ke mamu Disa???"ucap Ratih tegas memandang Disa yang semakin ketakutan.
"Gak usah takut....mami tau pasti dia kan yang paksa kamu buat boong seperti ini???"ucap Ratih lagi,kali ini dengan mengelus rambut Disa.
Disa yang merasakan sentuhan mendongak dan hanya mengerjapkan matanya bingung.
"Sekarang jujur sama mami,apa yang di jadikan ancaman oleh pria gila itu sampe kamu,si gadis polos mau di buat pacar boongan ntay"ucap Ratih lagi yang membuat Disa membelalakkan matanya.
Siang itu,siang yang begitu terik dan pastinya membuat semua orang sangat gerah dan ingin segera berada di tempat yang teduh,begitu juga dengan Disa gadis cantik itu sedang menunggu Prabu yang tadi menyuruh nya menunggu, Prabu memang tidak menyuruh Disa menunggu di luar tepat nya di halte bis,tapi Disa lebih memilih menunggu nya di halte karena dia tak mau ada orang terdekat nya atau pegawai toko tempat nya bekerja melihat Disa bersama pria itu.
"Ya Allah...panas nya.."batin Disa dan...
Dittt....dittt.....dittt.....
Prabu memberi kode untuk Disa agar dia segera masuk ke dalam mobilnya,
"Lu kenapa di halte sih....gak takut tu muka tambah kusem hah???"tanya Prabu heran pada gadis di sampingnya itu.
"Jam kerja saya udah selesai sejak satu jam yang lalu tuan,dan saya gak enak kalo harus ketemuan sama tuan di depan store,,,,"jawab Disa fokus melihat ke depan.
"Ckckck.... kenapa??? takut gebetan lu si Nick itu liat kita dan dia cemburu???"sarkas Prabu Disa hanya menoleh sejenak dan kembali menatap lurus ke depan tanpa menggubris ataupun memperdulikan ucapan sengak Prabu padanya.
__ADS_1
"Kita mau kemana tuan???"tanya Disa saat Prabu memarkirkan mobilnya tepat di depan salon ternama.
"Beli cilok...."jawab Prabu dan ngeloyor ke luar salon dengan cuek meninggalkan Disa yang masih kebingungan di dalam mobil.
"Ish....anak itu...."Prabu menoleh dan melihat Disa yang diam bertahan di dalam mobil kembali dan membuka pintu,menarik Disa kasar dan membawa nya masuk ke dalam salon tersebut.
"Selamat siang ada yang bisa kami bantu"sapa resepsionis ramah menyambut kedatangan mereka berdua.
"Siang,,,mba....saya mau dia di mandikan biar wangi,di dandanin biar mirip manusia sungguhan dan kasih dia baju bagus biar gak malu maluin...."ucap Prabu seenaknya dan membuat Disa melotot memandangi wajah sangar yang ada di sampingnya itu.
"B*****e* astagah kuat kan aku,pengen banget cekik ni orang,tapi nanti kalo mato gimana???udah untuk saat ini gue mending diem biar aman"ucap Disa dalam hati dan menahan amarah nya.
"Maaf reservasi atas nama siapa???"tanya resepsionis itu.
"Prabu Sastra Pradja"jawab Prabu dengan masih memainkan ponselnya.
"Oh...baik silahkan ke ruang VVIP nona,dan tuan silahkan menunggu di ruang tunggu VVIP kami"ucap resepsionis tersebut.
Tidak sampai setengah jam Aldo sampai dan menemaninya makan sambil terus heran pada bos nya kenapa bos nya bisa betah menunggu seseorang di salon yang bahkan belum pernah dia lakukan sebelumnya.
"Bos...bos serius mau main sandiwara???nanti kalo mak nye bos tau gimana bos???"tanya Aldo dengan mengelap bibirnya yang telah selesai makan.
"Makanya lu diem,dan jangan sampai ketahuan...."jawab Prabu enteng dan melanjutkan kegiatan nya memainkan game di ponselnya.
"Heh.....serah lu lah bro....gue pamit ya, selamat menunggu"jawab Aldo segera beranjak dan saat dia membuka pintu Aldo di kagetkan dengan kedatangan gadis mungil yang sangat cantik,ber dress selutut dengan lengan panjang, rambut sebahu hitam legam yang hanya di tata sederhana membuat cantik natural tidak lupa make up samar mendekati tipis natural dan olesan lip tint warna segar yang tak mencolok itu membuat kesan ceria dan ramah bagi gadis cantik itu, Aldo menganga terpesona dan diam di ambang pintu, membuat Disa bingun karena ia kesulitan untuk memasuki ruangan tersebut.
"Ma...maaf tuan,,,,apakah anda akan keluar atau akan masuk???"tanya Disa yang seperti biasa tidak berani menatap wajah lawan bicaranya.
Aldo yang tergagap gelagapan membuka lebar pintu dan berjalan mundur,dia masih diam karena terpesona dengan kecantikan alami Disa yang di make over oleh sang pegawai salon.
"Ahh... terimakasih tuan,,,,"ucap Disa masuk dan mendekati Prabu yang duduk di sofa.
__ADS_1
Prabu yang mendengar langkah kaki mendongak dan hampir saja dia menjatuhkan ponselnya karena terkejut,melihat penampilan Disa yang luar biasa
Tapi sebisa mungkin dia mengontrol emosi dan ekspresi nya,
Ia pun berdiri memandang Disa dan berputar memutari tubuh Disa.
"Uang memang hebat"ucap Prabu yang selalu berfikir bahwa segalanya akan mudah ketika uang yang melakukan nya.
Aldo yang diam mematung memberikan dua jempol saat Prabu tak sengaja menoleh ke arahnya.
Prabu hanya memutar mata malas,dan meninggalkan Aldo yang mematung itu.
Disa yang di tinggal begitu saja bingun dengan kelakuan Prabu tapi dia tetap mengekor dan mengangguk kepada Aldo sebagai sapaan sopan santun.
"Gilakkkkkkkk.....lu **** kalo lepasin cewe secantik dan se anggun anak itu sob....jangan kan Nick... gue juga mau berperang kalo lu sampe nyakitin tu cewek"gumam Aldo dalam hati yang sejak tadi tak berh
"Ma... maafin Disa Bu, Disa beneran gak bermaksud boongin ibu,,,hiks...."ucap Disa ketakutan di sela tangis nya.
"Makanya....cepat katakan,,,,apa alasan sebenarnya kamu melakukan ini??"ucap Ratih lagi dengan ekspresi datar nya.
"...I...I..itu...saya pernah cerita kan,sama ibu kalo saya menumpahkan pesanan kepada pelanggan cafe tempat saya bekerja,dan saya harus mengganti jas nya dengan harga 15 juta Bu,,,dan....dan...pelanggan itu adalah tuan Prabu hiks...hiks....hiks... tuan memberi pilihan kepada saya,untuk menggantikan jas nya dengan uang tunai saat ini juga atau mau jadi pacar boongan nya dan membantu nya agar terlepas dari perjodohan yang ibu rencanakan....sekali lagi,saya mohon maaf Bu...maafin saya,,,saya menyesal Bu...hiks...hiks..."ucap Disa memohon pada Ratih,dan tanpa di duga Ratih tersenyum dengan mata berkaca-kaca dan memeluk Disa,dia mengelus punggung gadis itu pelan penuh kasih sayang.
"Dengar....kamu lanjutkan aja peran kamu buat pria kurang waras itu,biarakan mami juga masuk dalam sandiwara kalian.....oke,,,,udah jangan nangis....kamu kok cantik bgt seh nak....mami sampe hampir gak kenalin kami tadi"ucap mami yang antusias mengusap pipi Disa dan menenangkan nya.
"Ko....kok....I..ibu...gak marah???"ucap Disa polos yang membuat Ratih semakin gemas dan mencubit pipi Disa.
"Ngapain marah????kan yang mau saya jodohin sama dia kan kamu...!!!!udah...gak usah bingung...nanti kapan kapan mami cerita..."ucap Ratih yang membuat Disa cengo bungung dan penuh pertanyaan.
Disa memilih diam,dan sampai dia teringat sesuatu...
"Oh iya Bu....ibu yang kasih banyak makanan dan mainan ke adik adik saya kan???"tanya Disa antusias.Ratih hanya mengangguk dan memberi isyarat agar Disa pura pura tidak tau karena Prabu telah selesai dengan ritual mandi dan berganti baju nya.
__ADS_1