
Hari berganti,minggu pun berlalu,tidak terasa pernikahan Disa dan Prabu sudah berjalan selama tiga setengah bulan.
"Jam tangan aku yange silver di rak nomor dua kok gak ada dis...!!!"teriak Prabu dari kamarnya.
Mereka memang tidak selalu satu kamar,tapi mereka kadang tidur bersama dengan tanpa melakukan apapun tentunya,karena Disa belum siap memberikan hal paling berharga dalam hidup nya.
Disa yang mendengar teriakan sang suami segera mematikan kompor nya dan bergegas ke lantai dua.
"Kamu ni apa si mas???tadi kan udah aku siapin semua,kenapa masih riweuh deh....kek anak TK,,,,
Ini...."omel Disa sembari memberikan jam tangan yang sudah berada narkas samping Jas nya ter geletak.
"Ini udah aku siapin,,,,,ini udah aku siapin...kamu aja yang gak mau usaha nyari..." Disa kembali mengomel dengan memasangkan dasi sang suami yang menjadi aktivitas pagi nya semenjak tiga bulan lalu.
Saat mereka memutuskan untuk memulai kembali.
"Kan aku sengaja biar di manja gini....cup...cup...cup"ucap Prabu dengan terus menghujani ciuman di kepala sang istri.
"Lusa aku ke Sidney.....kamu mau ikut???sekalian kita bulan madu... Hehehehe"ucap Prabu yang melingkar kan tangan nya ke pinggang sang istri.
"Sidney???berapa lama???aku gak mau ikut ah,,,,aku sama Mami aja"jawab Disa melepaskan pelukan sang suami dan berbalik mengambil sepatu dan kaos kaki sang suami.
"Kenapa kamu gak ikut aja???"tanya Prabu menyerngit.
Disa memandang sang suami"mas....mas di sana kan kerja,nanti aku sama siapa???dan aku gak mau ganggu kerjaan mas"ucap Disa mengelus pundak dan pipi sang suami.
"Aku di sana dua minggu lho sayang,,,,kamu gak kangen???ih...."jawab Prabu menekuk bibir nya dan berjalan dahulu ke dapur.
"Massss.....jangan gitu ih,,,"ucap Disa menggandeng sang suami hingga meja makan.
"Aku masak balado udang sama sup ayam kesukaan mas...aku ambilin yak...!"
Ucap Disa dengan seulas senyum tersungging dan mberikan makanan kesukaan suami nya.
"Gak usah nyogok deh,,,,"ucap Prabu tetap menikmati masakan sang istri.
"Aku pengen makan siang di rumah.... Kamu kerja hari ini???"ucap Prabu masih dengan mengunyah makanan nya.
__ADS_1
"Mas mau makan di rumah???aku minta izin setengah hari bisa kok mas!!"ucap Disa pada sang suami.
"Beneran???asik....aku ajak Aldo sama yang lain yah!!aku mau kenalin istriku yang imut dan pinter masak ini"ucap Prabu seketika membuat Disa bahagia, pasalnya dia tak menyangka kalo Prabu tak akan lagi menyembunyikan nya.
"Mas.....kamu....kamu gak malu kalo temen temen kamu tau,kalo kamu punya istri kayak aku???aku jauh dari tipe kamu lo mas,aku gak mau kalo kamu nanti di bully..."ucap Disa memandang sendu pada sang suami. Prabu menghentikan makan nya dan menggenggam tangan sang istri.
"Kamu adalah cahaya buat hidup aku, Mami emang gak pernah meleset soal masa depan,dan aku ....malah worry kalo temen aIku ada yang suka sama kamu...!! Apa gak jadi aja yak???"ucap Prabu memandang Disa dan kembali melanjutkan makannya.
"Ish.....kamu mah,,,aneh aneh aja ish....masa iya temen kamu naksir aku,,,yang ada ilfill liat cewek pendek kek aku"ucap Disa dengan membereskan peralatan makan Mereka.
"Sa.. ..kamu kapan mau kasih aku jatah???aku lelaki normal lo sa....kamu gak kasian sama si Joni????"ucap Prabu memeluk Disa dari belakang.
"Hah...??? Joni???siapa tu?apa hubungannya jatah sama Joni si mas???aku kok mumet yak!!!"
"Joni tu ini"ucap Prabu mengarahkan tangan Disa ke pangkal **** nya dengan terkikik, Disa langsung menepis tangan nya kasar dengan mata melotot ngeri.
"Mas apaan sih...mesum..... berangkat sana....ih..."Prabu tertawa renyah dengan mencium kepala sang istri sambil berpamitan untuk bekerja.
Setelah Prabu berangkat Disa melangkah ke kamarnya,dan memikirkan apa yang tadi di katakan oleh Prabu.
Siang itu setelah ia pamit pada sang BOS dia meminta izin untuk bekerja setengah hari karena ada keperluan.
Disa mampir ke pasar untuk membeli keperluan makan siang nanti,dia akan menyiapkan makan siang untuk suami dan teman teman nya.
Sampai di rumah Disa membereskan belanjaan nya,dia mulai memasak agar waktu cukup dan saat suami dan teman teman nya datang ia tak begitu keteteran.
Di kantor.....
"Nanti makan siang di mana bos???mau di luar apa delivery order aja"tanya Aldo di sofa seberang meja kerja Prabu.
"Kita makan di rumah gue....bini gue masak banyak hari ini,gue juga udah kabarin Dion, Agra dan Benny"ucap Prabu dengan masih fokus dengan laptop di hadapan nya.
"Serius????lu mau go publik tentang pernikahan elu???dan...wait wait.....lo tadi bilang Agra, Benny dan Dion???emang mereka di indo???"jawab Aldo bingug melangkah ke arah meja Prabu.
"Mereka kebetulan ada di Indonesia,dan kapan lagi kita bisa ketemu beluman pasti kan???dan soal hubungan gue sama Disa....."jeda Prabu membetulkan jas nya"gue bukan cuma mau go publik,tapi gue udah pake ini cincin....yang artinya gue udah terima pernikahan ini...."ucap Prabu panjang dan dengan senyuman tulus nya.
Aldo menepuk pundak sang atasan yag sekaligus bos nya itu.
__ADS_1
"Bagus..... akhirnya elu sadar dengan kehadiran istri imut lu itu,gue berharap elu bahagia dan selalu bahagia bro..."ucap Aldo tulus dengan senyum tak kalah manis.
Setelah selesai memasak Disa menyiapkan segala masakan dan Semua peralatan makan yang di perlukan ke meja makan.ada buah,beraneka lauk, nasi sayur dan minuman dingin tentunya.
Disa membersihkan peralatan masak nya, membersihkan dapur dan menyapu rumah minimalis itu.
"Assalamualaikum......"sapa suara yang Disa tunggu dari depan pintu.
"Walaikum salam....."jawab Disa dengan mencium punggung tangan sang suami"mas cuci tangan dulu....makanan udah aku siapain,,,,dannn"Disa mencari di belakang punggung sang suami"mana temen temen mas???"ucap Disa yang mengikuti suaminya ke dapur untuk mencuci tangan nya.
"Mereka di luar sama Aldo,,,paling baru nyampe"jawab Prabu yang sudah mengendur kan dasi nya dan duduk di kursinya.
"Assalamualaikum...."sapa empat orang bersamaan dan masuk langsung ke ruang makan.
"Wuahhhhhhhh.....makan besar nie....ini siapa yang masak???"tanya Benny yang nyelonong duduk di samping Prabu.
"Welcome to my home bro....lu tanya siapa yang masak???tu....."Prabu menjawab pertanyaan dan menujuk seorang wanita yang memunggungi mereka,gadis dengan rambut ter urai panjang,dengan dress rumahan sederhana tampak mempesona terlihat dari belakang.
"Sayang.....sini teman teman aku udah datang"ucap Prabu seketika membuat Disa menoleh dengan senyuman kikuk karena dia nampak kurang percaya diri, dengan tujuh gelas orange jus di tangan nya Disa berjalan menuju meja makan, Aldo yang tak tega langsung menyambar nampan yang di bawa oleh Disa.
"Makasih kak"ucap Disa pada Aldo, Aldo pun mengacungkan jempol nya tanda tidak masalah.
"I...ini..??"ucap Dion terdiam melihat Disa yang tak asing tapi juga tak mengingat nya.
"Ini cewek yang gue kenalin beberapa bulan lalu ke kalian, pas kita ada tanding basket persahabatan di kampus kita dulu,,,,!!! Oke gue kenalin dia lagi... Kenalin,,, Arfiena Faradisa Sastra Pradja istri gue Prabu Sastra Pradja..."ucap Prabu bangga mengenalkan sang istri pada teman teman nya.
Agra,tetap pada mode kalem meski dia terkejut, sedangkan Benny dan Dion melompat tak karuan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh sahabat nya itu.
"Wait....wait... wait..... istri lu bilang????gak usah Ngadi Ngadi deh lu,,,kapan lu nikah kunyuk...."ucap Benny yang geram karena merasa di bohongi.
"Sayang.....ambil buku nikah kita,,,,, mereka gak akan percaya kalo kita gak ada bukti...."Disa hanya tersenyum dan mengangguk mematuhi perintah sang suami dan segera mengambil buku nikah yang ia simpan di laci kamar nya.
Tatapan Agra tak pernah lepas dari Disa,dia tak menyangka gadis manis ber pipi chubby itu adalah istri sahabatnya.
Disa turun dan memberikan dua buku nikah pada Prabu, Prabu memperlihatkan pada para sahabat nya itu.
mata kedua sahabatnya itu membulat sempurna,tapi tidak dengan Agra yang stay cool dengan handphone nya.
__ADS_1