SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 19


__ADS_3

Selesai berkutat dengan pekerjaan nya Prabu dan Aldo pun berjalan beriringan ke luar ruangan untuk menuju ruang makan,karena sudah tiga kali Disa memanggil nya untuk makan malam.


Aldo yang ada dalam mode teman ikut duduk di meja makan itu karena sudah terbiasa sejak dulu.


Disa menuangkan nasi dan lauk tanpa bertanya lagi kepada Prabu,dia seperti sudah terbiasa Padahal belum ada sehari tinggal di rumah itu.


Pemandangan itu tak di sia siakan oleh Aldo yang memang sangat usil.


"Wah.....jadi pen punya istri gue bro....makan aja ada yang ambilin"ucap Aldo usil pada sahabat dan juga atasan nya tersebut.


Prabu yang di goda memutar mata malas dan tetap makan dalam keadaan diam, sedangkan Disa hanya tersipu di samping suaminya.


"Makanya.....gih,cari mantu buat Mami....biar tambah rame,kalo kamu punya istri sering sering juga kamu bawa ke sini"ucap Ratih pada sahabat anak nya yang sudah ia anggap anak itu.


"Siap mi.... hehehehe"Semua tersenyum hangat malam itu, selesai makan seperti biasa Disa merapikan meja nya dan membersihkan nya tentunya.


"Disa....biar bibi yang rapihin,kamu istirahat gih....kamu pasti capek bgt kan???"ucap Ratih mengelus rambut Disa saat Disa sedang mencuci piring di dapur.


"Gpp mi....aku udah terbiasa merapikan meja makan setelah makan,dan ini hampir selesai.... Mami istirahat dulu,,,,,"ucap Disa lembut Ratih tersenyum,ia sangat bahagia karena dia mendapat menantu yang tak hanya cantik di fisik tapi hati nya juga.


"Yaudah terserah kamu,yang penting Mami gak mau capek....oke!!! Mami ke atas dulu,kamu segera istirahat...."ucap Ratih dan tersenyum meninggalkan menantu nya itu.


Setelah selesai dengan urusan dapur Disa berniat memasuki kamar nya dan Prabu, berulang kali Disa menghembuskan nafas kasar nya,dia gugup dan bingung .... Jujur dia belum siap dengan hal ini,


Satu kamar dengan pria di usianya yang termasuk sangat muda,tapi jalan takdir berkata lain dia sudah bersuami saat ini jadi mau tak mau dia harus menerima kenyataan itu.


Ceklek....


Dengan pela Disa mendorong pintu kamar nya, terlihat Prabu sedang selonjoran di atas kasur King size nya dengan bermain game kesukaan nya di gawai milik nya.


Dia hanya melirik sekilas Disa dan kembali fokus ke game yang sedang ia mainkan tersebut.


Disa yang melihat hal itu merasa lega,di buka nya lemari pakaian yang ada di kamar itu, Disa mengambil setelan tidur nya dan membawa nya segera ke kamar mandi di kamar itu.


Prabu yang melirik dari ekor matanya melihat apa yang akan dilakukan istrinya itu hanya diam tak bersuara.


Lima belas menit kemudian Disa keluar dari kamar mandi dengan setelan keropi kesukaannya,dengan rambut di Cepol asal,dan muka mulus tanpa make up dan skincare pastinya.

__ADS_1


Ia mengambil bantal dan selimut ekstra yang ada di lemari dan membawa nya menuju sofa panjang di kamar itu.


Prabu yang melihat hal itu terus menatap Disa yang mondar mandir menata selimut dan bantal di sofa nya hanya diam.


"Tu...tuan....apakah saya boleh mengunci pintu??"ucap Disa dengan suara takut dan menunduk kepada Prabu.


Prabu hanya ber hemm ria seperti biasa nya dan Disa segera mengunci pintu kamar tersebut.


Dia tak mau,mertua atau siapapun tau kalo Disa tak tidur seranjang Dengan suaminya,dia tak mau menyakiti hati orang lain yang tinggal di rumah besar itu terutama Ratih.


Hening,,,, Disa yang kelelahan langsung tertidur di sofa yang menurut nya sangat nyaman itu,diam diam Prabu mendekati nya yang tertidur meringkuk di atas sofa mewah nya tersebut.


"Dasar....berani berani nya lu molor duluan,,,,,tapi....


Kenapa dia tampak manis dan imut seperti ini??? arggggg.... Prabu...apa apaan kau!!!"ucap Prabu berperang pada dirinya sendiri malam itu.


Malam berganti pagi, Disa yang terbiasa bangu pagi pun sudah terlihat segar subuh itu, setelah ia melaksanakan tugasnya sebagai muslim,dia pelan pelan turun ke bawah untuk membantu bi Inah masak di dapur.


"Pagi bi...."ucap Disa menyapa ramah bi Inah.


"Iya bi,,, Disa mau bantuin masak,,,boleh???"ucap Disa lembut dan inah tersenyum dengan kelembutan majikan barunya tersebut.


"Lebih baik non duduk atau tidur lagi aja,saya takut nanti nyonya besar marah non...."ucap Inah dengan senyuman.


"Bibi tenang aja,,,,mami gak akan marah,lagi pula buat sarapan udah jadi ritual wajib aku bi,,,, rasanya ada yang kurang kalo aku gak ngelakuin apa apa"ucap Disa lembut dengan mulai memakai aprone yang tergantung di sebelah lemari pendingin itu.


Inah tak bisa berkata apa-apa lagi,dia membiarkan majikan barunya membantu bahkan menghandel sendiri masakan pagi itu.


Pukul setengah tujuh Disa selesai berkutat di dapur, Disa yang sangat gerah saat itu masuk ke kamar nya pikir nya mandi akan terasa nyaman setelah ia berkeringat di dapur barusan.


Saat Disa membuka pintu kamarnya, Disa di kagetkan dengan pemandangan indah di depan matanya, terlihat sosok laki-laki tampan dengan rambut basah di kibas di depan kaca,dengan bertelanjang dada dan berlipat handuk di batas pusar nya.


Melihat hal itu Disa yang refleks menunduk dan akan kembali menutup pintu.


"Tunggu....siapin baju gue,,,,"ucap Prabu dingin tanpa menoleh ke arah Disa, Disa yang masih mematung sangat shock dengan hal itu, Disa yang baru pertama kali nya melihat pria dewasa bertelanjang dada itu pun masuk dengan langkah hati hati, secepat kilat Disa memilih setelan,dari kemeja celana dan jas sang suami,tidak lupa dasi sapu tangan jam dan sepatu ia siapkan di atas kasur King size itu.


"Si... silahkan tuan,saya permisi dulu,,,,"ucap Disa yang gugup tanpa memandang Prabu dan segera masuk ke dalam kamar mandi membawa peralatan mandi dan baju ganti nya.

__ADS_1


Disa bersandar di balik pintu yang baru ia tutup dengan pelan itu,dia mengontrol nafas dan jantung nya yang seperti berdetak lebih cepat dari biasanya.


Prabu yang cuek itu hanya keheranan melihat tingkah Disa yang seperti melihat hantu saat melihat dirinya pagi itu.


"Ck...dasar kampungan,,,,,apa dia tak tau,,,,kalo banyak wanita ngiler liat perut rata aku???kenapa dia malah seperti nya tak tertarik???dasar aneh"ucap Prabu yang berjalan mendekat i ranjang dan memakai satu persatu pakaian yang Disa siapkan tadi.


Setelah dua puluh menit Disa keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dengan aroma shampoo yang sangat wangi.


Ia melihat Prabu yang masih sibuk dengan gawai nya duduk di sofa tempat Disa tidur semalam, Disa tak ambil pusing segera ia mengering kan rambut nya, mengoleskan sedikit skincare yang mertuanya beli untuk nya dan lip tint yang berwarna soft pink ia sapukan di atas bibir ranumnya.


Prabu menatap sekilas sebelum dia kembali ke gawai nya.


"Kita akan pindah sore nanti,,,,dan gue mau lu siapin segala nya,bawa barang barang penting aja,dan baju gue gak usah lu packing semua, karena gue udah ada baju di apartemen gue"ucap Prabu tanpa menoleh ke arah Disa.


Disa hanya diam dan mengangguk dengan semua perkataan Prabu.


Dan pindah??? Disa sungguh kaget dengan hal itu sebenarnya,tapi mau bagaimana dia tak bisa berkata apa apa.


"Pindah?? semoga semua baik baik saja kedepannya"ucap Disa dalam hati sembari merapikan rambutnya.


Disa dan Prabu turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi, Ratih Handoko dan Micka tersenyum ramah menyambut pasangan pengantin baru itu.


"Kata bi inah kamu yang masak sarapan ini tadi pagi sayang???"ucap Ratih yang melihat menantu nya itu.


"I...iya mi...maaf kalo Disa lancang"ucap Disa menunduk karena tak enak pada sang mertua.


"Ish....kamu tuh,,,,ini tuh udah jadi rumah kamu,apa yang mau kamu lakuin itu bebas sayang, apalagi memasak hidangan se ramai ini....luar biasa.... Mami bakal gendut inih kalo sarapan nya enak enak gini"ucap Ratih menenangkan sang menantu yang terlihat kaget dan kembali tersenyum hangat ke arahnya.


Prabu yang diam memulai pembicaraan di tengah sarapan Mereka.


"Pi...Mi....aku mau pindah ke apartemen"ucap Prabu yang seketika menghentikan ritual makan beberapa orang di meja itu.


"Pindah????apa gak terlalu cepat nak??? Mami masih mau qualiti time sama mantu Mami nak,,,,"ucap Ratih terlihat kecewa dengan keputusan anak nya.


"Kami juga butuh mandiri Mi....butuh privasi juga...iya kan Dis???"ucap Prabu menoleh pada gadis di sampingnya itu.


"Saya gimana mas Prabu aja,,,"ucap Disa dengan senyuman yang tak pernah pudar dari wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2