
Pagi itu, Disa yang tampak segar dan ceria seperti biasa nya, menuntun sepeda mini nya keluar dari pagar panti.
Sepasang mata yang mengawasi nya sejak tadi hanya memperhatikan nya dalam diam.
POV Prabu....
"Benarkah ini ketidak sengajaan???
Ataukah hanya permainan gadis kecil yang licik itu??? bagaimana ini semua bisa menjadi suatu kebetulan,mami bahkan Micka yang tak mudah berteman pun bisa sewelcome itu sama gadis kecil itu....pake pelet apa coba"monolog Prabu dalam hatinya yang masih ragu dengan adanya Disa.
"Tapi gue gak boleh lepasin dia,niat utama gue adalah ngebuat Nick kacaue dan mami batalin rencana jodoh jodohin aku,dan kalo si pendek itu jadi istri ku kan Nick tambah patah hati....hihihihi....gpp lah,gue terima permintaan mami....."ucap Prabu mantap dalam hati.
Dia melajukan mobilnya ke arah kantor dan kembali menjalani aktivitas nya seperti biasa.
Di Dissert Heart.....
"Selamat pagi..... selamat datang di Dissert Heart.... silahkan ada yang bisa kami bantu...."sapa Disa ramah penuh dengan senyum manis yang mempesona.
Setelah sibuk setengah hari Disa melayani pelanggan dia pun bersiap berangkat ke caffe tempat nya bekerja selanjutnya.
Di perjalanan dia bertemu dengan segerombolan anak jalanan yang sedang berteduh di bawah pohon rindang yang Indah.
"Hai adik adik.....kalian sedang ber Istirahat???"tanya Disa dengan senyum manisnya.
"Hai kakak cantik....iya....kita lagi ngadem,panas banget eh kak, kakak cantik gak jijik ngobrol sama kami???"tanya salah satu anak jalanan yang memakai kaos lusuh dan menenteng berbagai macam makanan ringan,yang seperti nya itu adalah dagangan nya.
__ADS_1
"Ish.... jijik???kalian gak tau??? kakak itu mungkin gak lebih beruntung dari kalian,kakak juga yatim-piatu yang tinggal di panti,yang terus bekerja buat bisa menuhin kebutuhan hidup...."Disa menghela nafasnya...."tapiiiiiiiiiii kita harus tetap bersyukur.... karena Tuhan masih kasih kita jiwa dan raga yang sehat,jadi gak ada alasan buat kita untuk malu,atuapun minder apalagi malas...."jawab Disa lagi dengan memamerkan deretan giginya.
"Kalian udah makan sian???"tanya Disa pada keempat anak tersebut dan mereka menggeleng, Disa segera beranjak dan menyuruh keempat anak itu menunggu nya di tempat teduh itu.
Setelah beberapa menit Disa kembali dengan dua kantong keresek.
"Ini nasi dan ini minuman nya,kakak gak bisa beli makan yang lauknya mewah,jadi di makan ya....jangan sampai kalian telat makan,kakak pamit udah saat nya kakak masuk sift kerja"ucap Disa memberikan dua kantong keresek yang ia bawa tadi.
"Kakak cantik.... makasih ya,,,,semoga rezekinya kakak di tambah,dan kakak dapat jodoh orang baik"ucap salah satu anak tersebut haru dan melambaikan tangan pada Disa, Disa mengamini setiap doa anak anak tersebut,dan tersenyum melambaikan tangan nya juga.
Ia pun kembali mengayuh sepeda nya hingga caffe dan melakukan kegiatan nya seperti biasa.
Di kediaman Sastra Pradja... .
"Aku setuju nikah sama Disa mi,tapi gak usah pake pesta mewah,cukup keluarga deket kita aja yang tau dan aku gak mau media mengexpos hal itu"ucap Prabu di sela makan malam nya bersama keluarga.
"Mami seneng bgt sayang,kamu memilih jodoh yang tepat,lusa Mami bakal lamar Disa kalian bertunangan dan dua Minggu kedepannya kalian langsung akad nikah aja, Mami udah gak sabar mau punya mantu se imut Disa...."ucap Ratih dengan menerawang haru, Micka yang melihat hal itu tersenyum ia pun sangat menyukai Disa dengan segala kepolosan dan kekurangan nya.
Berita itu langsung sampai ke telinga ibu Cindy,yang langsung di telfon oleh Ratih, Cindy bahagia mendengar hal itu,tapi dia ragu pada Disa apa Disa mau menikah muda,di jodohkan pula,,,,dia serba salah rasanya.
Malam pun semakin gelap,saat Disa sampai di rumah pukul sebelas malam, Disa yang tinggal di daerah padat penduduk santai saja melewati para tetangga yang sedang duduk bersama di pinggir jalan menghabiskan malam, kadang tempat itu sangat sepi tapi terkadang juga ramai seperti malam ini contohnya...maklum para pemuda lajang yang selalu berisik bermain gitar dan getol menggoda Disa, Disa hanya masa bodoh karena mereka adalah teman masa kecil Disa yang sama sama beranjak dewasa.
"Pulang dis????"tanya salah satu pemuda yang memainkan gitar itu,
Disa tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Dis....lu tau gak,si Hendra pulang loh dari Singapura....tadi siang dia nyariin lu..."ucap pemuda jangkung yang sedang mematikan rokoknya.
"Hah....buat apa dia nyari gue??? yaudah salamin buat dia,gue masuk yak...udah malem inih"jawab Disa yang kembali menggoes setelah tadi berbincang hangat dengan tetangga yang adalah teman teman kecilnya.
"Assalamualaikum.., Disa pulang Bu"sapa Disa saat memasuki panti asuhan sederhana itu.
"Walaikum salam Disa....kamu udah makan"tanya bu Cindy yang sedang di cium tangan nya oleh Disa.
"Udah Bu....aku mau langsung bersih,bersih ya Bu,....gerah bgt,"ucap Disa yang nyelonong ke kamar nya karena dia amat sangat merasakan lengket dan gerah di badannya.
"Iya.... sebelum tidur nanti ibu mau ngobrol sebentar sama kamu boleh???"ucap Bu Cindy yang langsung menghentikan langkahnya dan menoleh tersenyum dan mengangguk.
Diaa pun beres setelah 15 menit berada di kamar mandi.
"Bu.....ibu mau ngobrol apa???"ucap Disa yang menggosok rambutnya dan duduk di sebelah Cindy.
"Disa,,,,maaf sebelumnya,bukan ibu mau memaksakan kehendak ibu dan mengambil keuntungan dari semua itu,tapi...."Cindy diam memandang raut wajah Disa yang terlihat segar itu.
"Bu Ratih menanyakan pertanyaan tempo hari,dan lusa dia akan melamar mu secara resmi, gimana???kamu mau?"tanya Cindy pelan agar Disa tak merasa terbebani, Disa memandang wajah Cindy haru dan menghembuskan nafasnya pelan.
"Bismillahirrahmanirrahim..... Disa terima Bu,anggap aja sebagai bakti Disa pada ibu dan adik adik di sini,
Bu....setelah nanti Disa nikah pun Disa bisa kan bolak balik ke sini???"ucapan Disa membuat Cindy tersenyum dia bahagia mendengar jawaban Disa,ya.... sejatinya dia hanya ingin Disa hidup bahagia dan lebih layak, karena Disa berhak untuk itu.
"Alhamdulillah sayang,,,,"Cindy mengelus punggung Disa yang duduk di sebelah nya" jangan ada keterpaksaan ya nak...karena ibu berharap semoga ini awal kebahagiaan kamu ...ibu selalu berdoa kamu di berikan kebahagiaan oleh Allah,,,,,dan selalu dalam lindungan Nya"ucap Cindy tulus pada Disa yang mengamini setiap ucapan ucapan Cindy tersebut.
__ADS_1
Setelah mengobrol Disa memutuskan untuk masuk ke kamar mungilnya, berharap matanya akan terpejam karena kantuk dan lelah yang menyerangnya,tapi itu semua tak terjadi karena Disa masih setia terjaga hingga menjelang pagi dan hanya tidur beberapa jam saja.