
Disa mengekori Prabu turun ke lantai bawah untuk makan siang yang terlalu telat sebenarnya.
Disa bingug akan duduk di mana, Micka yang melihat tingkah kakak iparnya itu bangun dan merangkul pundak Disa yang tersenyum hangat padanya.
"Kak Disa duduk di samping aku,,,,,"ucap Micka mendudukkan Disa di bangku tepat di samping nya, Prabu hanya diam masih asik menatap ponselnya.
"Letakan ponsel mu boy.... perusahaan tidak akan bangkrut kalo kamu libur sehari,,,,iya kan Pi??? Disa isi piring suami mu"ucap Ratih pada Disa dan sang Papi yang di beri anggukan oleh kedua orang tersebut.
Disa bangun dari duduk nya,dia menanyakan apa yang ingin Prabu makan saat itu,
"Emh....mmmm... maaf,,,mas mau makan apa??"tanya Disa ragu menahan malu dan takut jadi satu, Prabu yang kaget di panggil oleh Disa dengan sebutan "mas"pun menoleh memandang aneh tapi sepersekian detik dia kembali menatap ponselnya.
"Nasi nya jangan banyak banyak,yang banyak lauk nya aja,jangan kasih sayur"ucap Prabu tanpa menoleh kepada Disa.
Disa menuruti apa keinginan suaminya itu dan menaruh piring penuh lauk dan nasi itu di hadapan Prabu, setelah itu ia kembali duduk di samping Micka yang menunggu nya untuk menyantap makanan bersama.
Acara makan terasa hangat,hanya dentingan sendok garpu bertautan, sesekali Micka berceloteh dan Disa tersenyum menanggapinya.
Prabu?????jangan tanya,dia hanya diam dan kadang curi pandang pada Disa dan Micka yang sedang bertukar cerita di meja makan.
__ADS_1
Ratih dan Handoko tersenyum bahagia akhirnya apa yang mereka inginkan,yaitu mempunyai menantu terkabul.
Selesai makan mereka menyempatkan diri bersua di ruang keluarga yang nyaman itu,kecuali Prabu yang sudah sejak tadi berkutat dengan berkas dan laptop nya di ruang kerjanya.
Disa yang sejak tadi asyik dengan Micka yang seperti mendapat teman baru itu tertawa dan saling bertukar cerita.
"Nak...."sapa sang mertua pada Disa di ruang keluarga.
"Iya mi...."jawab Disa yang segera berdiri di depan mertuanya itu.
"Buatlah teh untuk suami mu,sudah dua jam lebih dia di ruang kerjanya bersama Aldo,,,,"ucap Ratih mengelus punggung menantunya.
Di dapur Disa membuat teh camomail di pandu oleh bi Inah yang memang juru masak rumah itu.
"Non ini cemilan nya,,,"ucap bi Inah pada Disa.
"Terimakasih ya bi,mas Prabu suka ya sama cookies???"tanya Disa merapikan cemilan di piring.
"suka banget non, apalagi cookies ini,,,,,udah sana non anterin,aden suka ngemil kalo jam segini..."ucap bi Inah pada Disa dan Disa segera berjalan menuju ruang kerja Prabu yang berada di sebelah kamar mereka.
__ADS_1
tok....tok....tok....
"siapa???"tanya suara dari dalam ruangan tersebut.
"saya....sa,,,,saya mau nganter cemilan dan teh tuan"ucap Disa pelan dan pintu pun terbuka,di buka oleh Aldo dari dalam.
"silahkan masuk nona,,,"sapa Aldo sopan Dan di angguki oleh Disa,dia meletakkan cemilan dan teh ke atas meja di depan meja kerja Prabu, Aldo berterima kasih pada Disa dan di balas dengan senyuman ramah oleh Disa.
setelah pintu tertutup kembali Aldo menghampiri Prabu dan berkata"susah banget emang bilang makasih sama istri sendiri???"
dia seperti nya gadis baik,dia gak seperti cewek cewek yang sering deketin lu tempo hari"ucap Aldo sinis pada bos sekaligus sahabat nya itu.
"urus pekerjaan lu,gak usah sok tau sama hidup gue!!!"ucap Prabu pada Aldo Aldo pun berdecak
"ck.....lu masih bucin sama mantan lu yang ono kan si stella???....inget bro...kalo lu gak serius,gue mau kok jadiin dia istri gue,gue akan kasih dia kebahagiaan lahir batin...."ucap Aldo pada Prabu dan cletak....pulpen mendarat sempurna di kening Aldo.
"aughhh....biasa aja dong lu!!!sakit se***"ucap Aldo mengusap dahi nya,yang terlihat merah itu.
"makanya jaga mulut lu,,,dasar jomblo karatan"ucap Prabu yang masih setia berkutat dengan laptop nya.
__ADS_1