SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 8


__ADS_3

Obrolan malam itu berakhir saat Disa memutuskan untuk beristirahat,dia sungguh sangat sangat lelah karena hari ini penuh dengan kejutan yang hanya membebani hati Disa


Pagi menyapa, setelah dia melaksanakan kewajiban nya Disa selalu menyempatkan memasak lauk sederhana untuk adik adiknya, seperti pagi ini Disa memasak nasi,sayur sawi,tempe goreng dan ikan asin bagi anak anak panti lauk itu termasuk mewah, karena mereka pun tak jarang hanya bisa makan nasi kecap dan kerupuk maklum keadaan panti yang serba pas,dan kurang nya donatur menjadi alasan utama,makanya Disa sebisa mungkin banting tulang untuk selalu bisa memberikan lauk sederhana dan keperluan sekolah untuk adik adiknya yang berjumlah sebelas anak berbagai usia.


"Selamat pagi kalian.... hei ayo kita sarapan sama sama...kakak masak sayur loh,,,"ucap Disa kepada adik adik nya yang tengah bermain di teras rumah panti sederhana itu mereka tersenyum dan mengiyakan ajakan Disa, mereka bersenda gurau di tengah menikmati sarapan sederhana mereka, Disa memangku dan menyuapi adik terkecil nya yang berusia satu tahun dengan nasi sayur dengan telaten.


Usai sarapan dan membersihkan peralatan makan dan di bantu oleh adik adik nya Disa berangkat menuju toko, Disa kaget saat melihat mobil yang kemarin di tunggangi oleh Prabu parkir cantik di depan panti nya.


"Mau apa orang itu,,,"batin Disa pura pura tak melihat seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya dengan setelan jas rapi.


"Heh.... sengaja'lu ya???gue segede gini lu cuekin,dasar anak kecil"ucap sarkas Prabu pada Disa yang mengabaikan nya sejak di lihatnya tadi.


"Eh....ma... maaf tuan,saya gak ngeuh ada tuan di sini..!!eum...dan ada apa ya tuan??"tanya Disa pura pura dengan wajah polosnya.


"Cih....gak usah sok polos,gue tau lu liat gue,tapi pura pura gak liat kan,,,,dasar"ucap Prabu lagi dengan tatapan sinis.


Dari belakang Disa ada beberapa anak berseragam SMP yang sedang berjalan, yaitu adik adik Disa yang melihat prabu dengan tatapan aneh.


"Kak...kakak belum berangkat???dan Bapak ini siapa kak???"tanya salah satu dari anak ber seragam SMP itu Prabu yang di sebut Bapak oleh anak itu melotot tak terima, Disa yang menyadari hal itu segera menyuruh adik adik nya bergegas pergi dari pada Mereka harus terkena amukan Prabu.


"Ahh.....ini...ini tuan Prabu,dia temen kakak...udah kalian berangkat dan hati hati di jalan"ucap Disa dan mendorong ketiga bocah itu menjauh dari pandangannya.


"Ma... maafkan adik adik saya tuan, Mereka masih terlalu kecil dan tentunya polos, maafkan mereka,,,"ucap Disa dengan senyuman manis yang tentu saja Prabu agak terkejut dan terpesona,tapi bukan Prabu namanya kalo tidak pandai mengatur ekspresi nya.


"Ekhmmmm....saya maafkan, karena kamu tau diri,,,kamu lu gue anter,nanti abis dari toko roti gue mau ajak lu ke suatu tempat,kita mulai rencana kita hari ini"ucap Prabu enggan di tolak Disa yang sedikit paham akan wataknya meletakkan kembali sepeda nya kedalam panti dan mengikuti Prabu masuk ke mobilnya,tanpa Mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka,iya ibu Cindy melihat mereka dari balik tembok belakang dan merasa heran dengan sikap patuh anak mantan majikan nya itu.

__ADS_1


Di mobil....


Hening, Disa hanya menatap keluar jendela mobil ia terlalu gugup di dalam mobil Prabu, Prabu yang melihat hal itu sesekali melirik Disa dan pakaian super sederhana yang Disa pakai sehari hari.


"Semiskin itu kah bocah ini,tas buluk,baju apalagi,wajah polos bgt lagi...gak ada menarik menarik nya,kenapa Nick bisa suka coba sama nie cewek"batin Prabu yang munafik banget kata author hehehehe 😜😜😜


Disa sampai di toko roti dan mengucap terimakasih pada Prabu.


"Maaf....tuan,saya harus bekerja lagi seperti yang anda tau,jadi saya harus ijin pada atasan saya nanti kalo anda mau ngajakin saya keluar"ucap Disa dengan menundukkan kepalanya dia sama sekali tak berani menatap wajah Prabu yang menurut Disa kejam itu.


"Gak usah khawatir,caffe itu milik temen gue,gue udah atur buat hari ini buat lu gak masuk,jadi jangan khawatir lu bakal di pecat,kecuali gue yang ngomong ke bos lu tentunya..."senyum seringainya menatap Disa yang mendongak dan kembali menunduk.


"Terimakasih tuan,,,saya permisi"ucap Disa ya emang tak bisa berkata apa-apa lagi untuk melawan si gila Prabu.


Disa melanjutkan pekerjaannya dengan membersihkan toko dan mulai menata roti yang stock nya mulai habis di pagi.


"Miiiii....."teriak Micka berlari ke meja makan dengan pakaian rapinya,


"Kamu tu anak perawan lo mik....ngapain sih treak treak..."ucap Ratih pada sang putri.


"Papiiii.... Micka kangen,,,,"ucap Micka yang memeluk sang ayah dari samping,sang ayah hanya tersenyum mengelus punggung anak gadis kesayangan nya itu.


"Kamu terlalu manjain dia Pi,jadi giti deh anak mu..."ucap Ratih kembali dan Micka hanya tersenyum duduk disalah satu kursi yang ada di meja makan itu.


"Mi... beberapa hari yang lalu, Micka ketemu sama cewek yang baik bgt,masih muda,yatim piatu, mandiri dan...manis mini..."ucap Micka pada sang ibu di sela sarapan paginya itu.

__ADS_1


"Terus...."jawab Ratih santai sedang kan Handoko Sastra Pradja hanya diam menyimak celoteh putri nya itu.


"Yah...gak ada terus si mi,tapi aku kagum ama dia,kalo aku jadi dia mungkin aku gak akan sekuat dan setabah dia mi,dia keren bgt Mikha pen bgt bantu dia,tapi gak tau gimana caranya..."ucap Mikha lagi dan Ratih tersenyum, tiba tiba dia pun mengingat sosok gadis kecil yang bernama Disa yang kuat,rajin dan mandiri dia juga yatim dan Ratih agak tertarik dengan omongan Micka anak nya.


"Anak mami udah besar teryata,udah pinter mau berbagi dan ber empathy,,,mami bangga iya gak Pi??"ucap sang ibu dan di beri anggukan oleh sang papi.


"Owh iya....siapa namanya???dan dia tinggal di mana???"tanya Ratih lagi pada sang putri.


"Namanya... Disa mi,,,tinggal di panti asuhan Kasih Bunda,,,deket caffe bang Roni"ucap Micka dan seketika Ratih tersenyum sumringah mendengar hal yang di ucapkan putrinya itu.


"Kamu juga kenal Disa??? gimana menurut kamu??? Disa cocok gak buat kakak kamu yang gila itu???"ucap Ratih antusias,sang suami hanya diam dan menyerngit memandang kelakuan istrinya.


"Maksudnya mami???mami kenal Disa??? dimana???kapan???kok bisa mi???"tanya Micka kaget dengan pertanyaan mami nya.


"Iya...mami mengenal nya secara tidak sengaja,dia


Membantu mami saat mami terjatuh "bohong mami pada sang Putri dan suami.


"Dan tadi mami bilang,apa dia cocok sama kakak ato gak??? maksudnya????"tanya Micka lagi.


"Mami mai jodohin dia sama kakak kamu,dia gadis baik hanya hidupnya saja yang kuramg beruntung,umur 7 tahun di tinggal orang tuanya sejak itu tinggal di panti dan bersusah payah agar bisa lulus SMA....dan mami yakin,dia jodoh terbaik biat kakak mu yang arogan dan setengah gila itu"ucap mami sendu papi mengelus telapak tangan mami menguatkan nya dari sikap anak nya yang sangat dingin dan arogan.


"Hah....aku kok kasian sama Disa nya sih mi,kakak ketuaan kali mi, apalagi sifat kakak dia pasti di bully luar dalam mi sama kakak kalo sampe kejadian mereka married..."ucap Micka yang menerawang jauh dan dapat getokan dari mami nya.


"Hus...kamu itu,berdoa itu yang baik baik Micka...gitu gitu dia kakak kamu,,,,menurut papi gimana???"tanya sang mami pada papi yang sejak tadi hanya menjadi pendengar setia.

__ADS_1


"Buat papi semua pilihan ada pada Prabu mi,jangan terlalu di paksa nanti dia bisa tambah berontak"ucap papi dan mami mengerucut kan bibirnya kesal.


"Ah papi gak asik"ucap mami melepaskan tangan sang suami dan membereskan meja makan di bantu mbok nah sang asisten rumah tangga nya, Micka yang melihat hal itu hanya tersenyum dan berpamitan mencium tangan kedua orang tua nya bergantian,dan pamit berangkat ke kampus ia memimba ilmu.


__ADS_2