
Sore itu, Prabu memboyong Disa ke apartemen pribadi nya, Ratih yang menangis penuh drama hanya mendapat tatapan malas sang putra, sedangkan Disa terus mengembangkan Ratih dengan terus mengelus punggung mertuanya tersebut.
"Kamu tu kejem banget si boy....baru sehari mami dapet mantu,,,,hiks...hiks....udah kamu ajakin pindah"ucap Ratih dengan tangis nya.
Mickaela yang melihat hal itu tersenyum geli dengan kelakuan sang Mami.
"Kamu sering main ke sini ya Disa....gak pake alasan"ucap Ratih lagi.
Disa mengangguk, setelah drama panjang perpisahan mertua dan menantu itu Disa dan Prabu pun pamit.
Saat berada di mobil, Disa hanya diam menatap ke luar jendela, Prabu yang sesekali melirik kearah Disa hanya diam tanpa mempunyai inisiatif bertanya ataupun membuka obrolan.
Sampai di sebuah apartemen mewah di pusat kota yang tak jauh dari rumah utama Prabu, Karena hanya butuh waktu 20 menitan. Disa menatap takjub bangunan tinggi di depannya tapi dia sama sekali tak membuka suara ataupun bertanya.
"Selamat siang tuan Prabu"sapa salah satu security yang berjaga di depan lobby apartemen.
"Siang...tolong bawa barang barang saya ke dalam,semua ya pak"ucap Prabu tegas dengan memberikan kunci mobil nya kepada scurity tersebut.
Disa hanya tersenyum menyapa orang yang menatap nya itu.
Setelah sampai di unit apartemen Prabu, Disa kembali ternganga dengan tatapan takjub.
__ADS_1
Pasalnya apartemen Prabu salah satu unit luxury di apartemen tersebut.
Disa segera menata perabotan baru dan bahan masakan yang ia beli bersama Micka siang tadi.
Prabu menunjukkan di mana kamar Disa apartemen mewah itu memiliki tiga kamar tidur ,mini bar yang menyatu dengan dapur ruang makan dan ruang tamu yang di lengkapi LED TV super besar.
"Itu kamar kamu,,,dan itu kamar saya,saya belum pastikan sampai kapan kita hidup dengan ikatan ini....dan karena saya belum pastikan maka mari hidup dengan kehidupan masing masing dan jangan saling mengurusi kehidupan kita...ingat cukup bersikap layak nya suami istri ketika berada di dekat orang tua saja...."ucap Prabu yang segera melangkah menuju kamarnya.
Entah apa yang di pikirkan oleh manusia satu ini, Prabu kadang baik kadang juga seperti seseorang yang amat sangat jahat di mata Disa.
Disa yang masuk ke kamarnya, membereskan kamar dan menata pakaian dan peralatan nya yang lain,dia bergegas membersihkan diri.
Menit berlalu Disa yang terlihat sibuk di dapur menyiapkan makan malam nya,lalu di mana prabu???
Disa mengedarkan pandangannya dia tak melihat laki laki yang baru kemarin menyandang gelar sebagai suaminya itu.
Setelah pertimbangan matang,dan bolak balik di depan ruang kerja Prabu akhirnya Disa memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok....tok....
"E...em...ma..maaf tuan,,,,makan malam sudah saya siapkan"ucap Disa gugup tapi terdengar oleh Prabu, Disa yang tak mendapatkan respon mendesah pelan.
__ADS_1
"Baiklah..saya permisi"Disa masuk ke dalam kamarnya,dia duduk di depan meja rias yang ada di kamarnya,menatap wajahnya di pantulan cermin itu,tak terasa air mata luruh jatuh ke pipi mulus dan cubby itu.
Disa mengusap air mata nya,dengan senyum dia menyemangati dirinya sendiri agar bertahan, bertahan demi adik adik nya,demi ketenangan sang pengasuh dan demi kebahagiaan sang mertua,meski batin nya tersiksa.
Disa kembali berdiri dan masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh nya, mencuci wajah nya dan berganti baju untuk tidur,dia tak makan malam kali ini,mood nya hancur karena sikap dingin sang suami, tadinya Disa mau mencoba mengajak sang suami ngobrol sambil makan, Disa memang tak pernah minta di cintai,tapi setidaknya dia berharap bisa berteman dengan Prabu karena bagaimanapun mereka akan tinggal bersama mulai saat ini.
Prabu....
Pria itu yang sejak ketukan pintu tadi dia hanya diam,perut nya lapar,tapi gengsi nya terlalu besar,hingga saat dia sudah tidak lagi bisa menahan rasa laparnya dia keluar dari ruangan tersebut,dia menoleh kanan dan kiri,dia memutuskan keluar dari ruangan itu dan sejenak menatap pintu kamar Disa yang terlihat tidak ada pergerakan di dalam nya.
"Apa gadis itu tidur??"pikir nya saat ia melewati kamar itu.
Melihat ada beberapa lauk dan nasi yang tertata rapi di meja makan Prabu segera menghampiri dan memakan dengan lahap.
"Lumayan juga masakan nie cewek,,,,"puji nya dalam hati. Namun sepersekian detik dia kembali menggeleng dan bergumam"tidak...tidak...kau memakan nasi itu karena aku lapar"gumam Prabu yang telah selesai memakan hidangan di meja tersebut.
"Di mana gadis itu???"Prabu membatin dia mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi tak menemukan Disa,tapi dia tak ambil pusing.
Pagi pun tiba, Disa yang terbiasa bangun di awal menunaikan kebiasaan nya sebagai muslim,setelah itu dia membersihkan sisa makanan semalam yang Prabu tinggalkan begitu saja di meja.
Disa hanya menghela nafas nya,dia melihat makanan di meja yang tinggal sedikit itu merasa lega karena meski tanpa sepengetahuan nya Prabu mau memakan masakan nya.
__ADS_1
Seperti biasa nya Disa menyiapkan sarapan pagi,bedanya dia hanya menyiapkan sarapan untuk satu orang di rumah ini karena biasanya Disa menyiapkan makanan untuk semua penghuni panti.
Setelah menyiapkan sarapan, Disa bergegas ke kamarnya dia membersihkan dirinya,bersiap karena hari ini dia mulai bekerja lagi,setelah beberapa hati cuti. ia tak mau terlalu lama izin karena tidak ada satu pun rekan kerja nya yang tau bahwa kini dia telah menikah.